Mengenal Apa Itu Pump and Dump dalam Dunia Trading

Harga sebuah komoditas di dalam pasar investasi jenis apapun akan selalu dipengaruhi oleh dua hal utama yakni penawaran dan permintaan. Dimana permintaan yang tinggi akan mengarahkan pada harga yang tinggi pula. Namun, apa jadinya bila permintaan tersebut merupakan hasil dari skema manipulatif? Seperti halnya yang dimaksudkan dalam istilah apa itu pump and dump.

Pump and dump merupakan istilah yang mengacu pada skema buatan individu atau sekelompok orang berkepentingan untuk menggelembungkan harga aset yang dimilikinya, sebelum nantinya harga aset tersebut mengalami penurunan nilai secara drastis. Pump and dump juga tergolong sebagai praktek ilegal. Berdasarkan undang-undang sekuritas, para pelaku praktek ini akan dikenai denda dengan nominal besar.

Sebenarnya, bagaimana cara kerja dari skema pump and dump ini? Artikel kali ini akan menjawab pertanyaan tersebut, sekaligus membahas lebih lanjut mengenai pengertian dari apa itu pump and dump, ragam jenis skemanya, serta cara menghindarinya.

Apa Itu Pump and Dump?

Secara harfiah, pumping artinya memompa dan dumping artinya membuang. Sehingga, apa itu pump and dump dapat dimaknai sebagai tindakan seorang trader dalam memompa harga sebuah saham agar naik, lalu membuang saham tersebut setelah harganya naik.

Istilah pumping digunakan untuk menunjukkan pembelian suatu saham atau aset komoditas tertentu dalam jumlah besar untuk mendorong permintaan akan aset tersebut. Minimnya jumlah aset yang ada di pasar akan otomatis membuat harga aset tersebut meningkat.

Ketika permintaan dan harga meningkat, trader besar yang menimbun aset tersebut akan melakukan dumping atau melepaskan aset sehingga harganya turun drastis di pasaran.

Para pelaku pump and dump atau biasa disebut scammers umumnya memanfaatkan dinamika pasar dari penawaran dan permintaan untuk membuat investor melihat pergerakan harga sebagai sebuah tren yang normal. Dalam banyak kasus, scammer akan menargetkan aset baru atau tidak populer untuk menghindari pengeluaran dana dalam jumlah besar saat memanipulasi pasar.

Praktek pump and dump juga biasanya dilakukan oleh trader yang cukup berpengaruh dan melibatkan influencer yang dibayar untuk memberikan rekomendasi yang didasarkan pada pernyataan yang salah, menyesatkan, atau dilebih-lebihkan.

Baca Juga: ARA atau Auto Reject Atas: Ini Pengertian dan Bedanya dengan ARB

Cara Kerja Pump and Dump

Seperti telah tersirat pada pengertian apa itu pump and dump, praktek ini adalah taktik para trader berminat besar untuk mendapatkan keuntungan cepat dari para trader kecil yang “panik”. Dimana peristiwa ini tidak terjadi secara otomatis sebagai efek akumulasi transaksi penawaran dan permintaan aset di pasar. Melainkan ada permainan rekayasa dari para trader besar untuk menciptakan suasana panik yang dimaksud.

Skema ini dimulai dengan seorang trader atau beserta kelompoknya melakukan pembelian dan penimbunan aset investasi. Penimbunan tersebut dilakukan secara perlahan dan bertahap. Mereka tidak langsung membeli dalam jumlah besar. Karena itu, tidak heran jika skema ini bisa menghabiskan waktu selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Setelahnya, mereka akan mengarahkan para trader untuk membeli aset tertentu dengan mengatakan bahwa ia memiliki informasi dari orang dalam. Mereka pun akan menyebarkan informasi palsu ke media supaya terbentuk sentimen positif terhadap aset atau perusahaan terkait. Mereka juga akan bekerja sama dengan influencer yang baru dalam hal investasi dan memintanya untuk memasarkan saham tertentu pada pengikutnya.

Ketika terjadi kelangkaan aset dan harganya melambung naik, situasi ini akan menciptakan panic buying. Momen tersebut menandakan taktik penimbunan berhasil dan akan mengarahkan pada terjadinya situasi pump.

Harga aset yang ditimbun kemudian bisa naik hingga dua kali lipat. Saat hal tersebut terjadi, scammers akan melepas aset secara perlahan dan trader kecil akan mengambil alih kepemilikan aset tersebut. Di momen inilah dump dilaksanakan.

Ketika harga pasar menjadi kacau, para trader akan menjual sisa aset mereka. Penawaran terhadap aset kemudian akan menurunkan harga aset di pasaran.

Karena harga aset turun, para penjual berskala kecil akan terserang panic selling. Dimana mereka akan membuang aset tersebut dengan harga rendah yang semakin menurunkan harga aset tersebut di pasaran. Pada akhirnya, mereka akan mengalami kerugian karena perubahan harga pasar yang begitu cepat dan drastis.

Kerugian semacam ini cenderung tidak akan dialami oleh para trader besar, sebab mereka berdagang dalam skala besar dan telah menguasai waktu atau momen penjualan.

Adapun proses pembalikan harga ini sebenarnya terjadi hanya dalam hitungan menit. Jadi, proses yang banyak memakan waktu ialah pada proses pengumpulan aset saat akan ditimbun.

Baca Juga: Pajak Saham: Ini Aturan dan Cara Lapornya di SPT Tahunan

Jenis Skema Pump and Dump

Skema pump and dump pun terdiri dari beberapa jenis, meliputi skema klasik, skema broiler room, dan skema salah nomor.

  • Skema Klasik

Dalam skema ini, trader menyebarkan informasi palsu kepada trader kecil yang kurang berpengalaman. Caranya bisa dengan menelpon investor riter tersebut satu per satu dan mengatakan bahwa ia mendapatkan informasi dari orang dalam, atau dengan menyebarkan informasi palsu melalui media.

  • Skema Broiler Room

Pelaku pump and dump dalam skema ini bukanlah trader individu, melainkan perusahaan broker. Perusahaan broker akan menjual saham yang nilainya dipertanyakan dengan cara yang tidak jujur, seperti memanfaatkan influencer yang kurang berpengalaman di bidang keuangan untuk memasarkan saham, hingga membuat promo yang tidak masuk akal.

Ketika strategi ini berhasil dan harga saham naik, perusahaan broker akan menjual saham tersebut untuk mendapatkan keuntungan.

  • Skema Salah Nomor

Skema ini merupakan skema pump and dump terbaru. Caranya ditunjukkan dengan trader menghubungi investor atau trader baru dengan menceritakan bahwa ia mempunya informasi terbaru mengenai sebuah saham dan berpura-pura kalau ia salah menghubungi orang. Pada kenyataannya, informasi yang ia katakan salah dan memang sengaja menargetkan investor baru tersebut.

Baca Juga: Lot Adalah Satuan Investasi Saham, Ini Penjelasan dan Manfaatnya!

Cara Menghindari Skema Pump and Dump

Kunci dalam menghindari jebakan pump and dump ini ialah dengan bersikap skeptis atau tidak mudah percaya pada setiap informasi yang ada. Bahkan jika informasi tersebut berasal dari trader atau orang yang Anda percaya atau segani.

Anda juga perlu menghindari sikap takut ketinggalan sehingga Anda bisa melihat dan menganalisis terlebih dahulu.

Saat ini, Bursa Efek Indonesia juga telah menyediakan mekanisme unusual market activity (UMA) untuk membantu investor atau trader mengenali saham mana yang memiliki aktivitas tidak wajar dan dapat terhindar dari saham-saham yang digoreng menggunakan skema pump and dump.

Baca Juga: Bear Market: Sejarah, Penyebab, dan Proses Terjadinya Bear Market

Penutup

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu pump and dump. Sejatinya, apa itu pump and dump merupakan salah satu praktek ilegal dalam dunia investasi. Praktek ini akan melambungkan harga saham dan memberi keuntungan cepat pada trader besar yang menimbun, serta menurunkan harga secara drastis dan merugikan para trader kecil yang membelinya.

Skema pump and dump membuktikan pentingnya analisis fundamental dan teknikal pada aset apapun, entah itu saham atau kripto. Sebagai investor, penting untuk tidar tergiur dengan keuntungan yang cepat untuk menghindari resiko kerugian. Yang pada akhirnya, tak jarang menimbulkan masalah finansial lain.

Dalam hal ini, investor disarankan untuk selalu menggunakan uang dingin untuk investasi. Namun, penggunaan uang dingin ini pun baiknya tetap dicatat dalam pembukuan sehingga arus kas dan kondisi finansial bisa terlihat dengan jelas. Pembukuan ini pun bisa dilakukan secara cepat, akurat, dan otomatis dengan menggunakan software akuntansi dan bisnis seperti Accurate Online.

Pasalnya, Accurate Online menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis yang akan memudahkan Anda dalam mengelola dan membuat laporan keuangan. Berbagai fitur dan keunggulan juga tersedia secara lengkap di dalamnya dan bisa diakses kapan saja serta dimana saja.

Jika Anda tertarik untuk mencoba Accurate Online, silahkan klik banner di bawah ini dan nikmati secara gratis selama 30 hari.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia