Mengenal Apa Itu Discounted Cash Flow dan Contohnya

Arus kas terdiskon atau yang disebut dengan discounted cash flow adalah suatu cara ataupun metode dalam menilai potensi dalam suatu peluang investasi.

Konsep discounted cash flow ini mengacu pada prinsip investasi, yang mana bila Anda menanamkan sejumlah dana ke dalam instrumen investasi apapun, maka dana tersebut nantinya mempunyai prospek untuk bisa tumbuh dengan jumlah tertentu selama beberapa waktu. Dalam hal ini, investasi yang dimaksud bisa mencakup investasi pada perusahaan, bisnis ataupun properti.

Nah, untuk lebih jelasnya, silahkan baca artikel tentang discounted cash flow di bawah ini hingga selesai.

Konsep Dasar Discounted Cash Flow

Terdapat dua konsep dasar discounted cash flow yang harus Anda ketahui. Pertama, konsep ini biasanya menggunakan asumsi akan estimasi perkembangan dan kedua, nilai sejumlah dana di dalam konsep ini ditentukan dengan berdasarkan waktu.

Motedi ini disebut dengan terdiskon karena cara melakukan perhitungannya adalah dengan memanfaatkan estimasi cash flow di masa mendatang untuk selanjutnya didiskon agar bisa melihat nilainya dengan baik pada saat ini.

Jika nilai pada saat ini sudah dihitung dengan menggunakan metode discounted cash flow dan hasilnya lebih tinggi daripada nilai yang harus dikeluarkan untuk investasi, maka prospek investasinya pun tergolong baik.

Baca juga: Rekomendasi Tepat Investasi untuk Pemula dan Kesalahan yang Harus Dihindari

Fungsi Discounted Cash Flow

Berdasarkan penjelasan tentang discounted cash flow diatas, bisa kita simpulkan bahwa fungsi dari perhitungan ini adalah agar bisa memberikan gambaran untuk para investor. Gambaran tersebut mengacu pada estimasi perhitungan perkembangan nilai dana yang rencananya nanti akan mereka investasikan di masa yang akan datang.

Lebih dari itu, perhitungan ini juga bisa menilai prospek biaya dan juga pendapatan yang berujung pada perkiraan profitabilitas di masa yang akan datang.

Tentunya hal ini berhubungan dengan keputusan investor dalam berinvestasi. Bagaimanapun juga, seorang investor tentunya selalu ingin tahu dana yang mereka investasikan.

Baca juga: Investasi Jangka Panjang: Pengertian, Risiko, dan Jenis-Jenisnya

Contoh Aplikasi dan Perhitungan Discounted Cash Flow

Katakanlah PT ABC saat ini menghasilkan pendapatan sebanyak 100 juta rupiah. Di masa yang akan datang, katakanlah satu tahun ke depan, bila dilihat dari history laporan keuangannya, estimasi cash flow dari PT ABC adalah sebanyak 110 juta rupiah.

Nah, bila Anda ingin menginvestasikan uang Anda sebanyak 100 juta pada hari ini, maka Anda harus menghitung prospek dari investasi tersebut. Jika tingkat bunga investasi Anda adalah sebanyak 5% dalam satu tahun, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

Discounted cash flow=Arus kas (estimasi) : (1+tingkat bunga saat ini)^tahun di masa mendatang

Discounted cash flow= Rp110 juta : (1 + 0,05)1

Jadi, nilai dari 110 juta pada tahun ini adalah sebagai berikut:

Discounted cash flow= Rp110 juta : 1,05 = Rp104,76 juta

Itu artinya, dengan tingkat bunga sebesar 5%, estimasi discounted cash flow sebanyak 110 juta rupiah di tahun depan mempunyai nilai di masa kini sebanyak 104,76 juta rupiah. Tentunya nilai ini lebih besar dari nilai uang yang akan Anda investasikan, yaitu sebesar 100 juta rupiah. Jadi, investasi ini disebut mempunyai prospek yang baik.

Dengan memanfaatkan discounted cash flow, maka Anda bisa menghitung prospek profitabilitas perusahaan yang saat ini sedang Anda minati.

Baca juga: Aplikasi Investasi: Pengertian, Keuntungan dan Aplikasi Investasi yang Diawasi OJK

Kesimpulan

Kesimpulan yang bisa kita tarik bersama adalah bila suatu perusahaan yang Anda minati saat ini diharapkan bisa menghasilkan keuntungan sebanyak dua miliar rupiah di tahun yang akan datang, maka bukan artinya Anda harus menginvestasikan uang sebesar dua milyar rupiah tersebut sekarang juga, karena Anda akan membayar terlalu banyak.

Nah, discounted cash flow ini membutuhkan prediksi arus kas pada masa yang akan datang agar bisa membuktikan profitabilitas bisnis Anda pada investor. Untuk itu, agar bisa membantu Anda dalam mengatur arus kas dan mempersiapkan laporan keuangan secara baik, maka Anda memerlukan tools manajemen yang juga baik. Karena, inventarisasi persediaan berhubungan erat dengan kas masuk dan kas keluar perusahaan.

Bila Anda tidak mengelola inventaris dengan baik dan membeli lebih banyak stok bahan baku daripada yang Anda butuhkan, maka tentu saja akibatnya akan kurang baik.

Kas keluar akan menjadi masalah yang besar daripada kas masuk dan pencatatan keuangan Anda pun akan sangat berdampak. Padahal, sebagai pebisnis Anda harus mempunyai pencatatan yang baik. Nah, pencatatan yang baik dan rapi ini yang nantinya akan membantu Anda dalam menentukan waktu terbaik dalam membeli persediaan bahan baku hingga jumlahnya.

Nah kabar baiknya, iSeller pun sudah menghadirkan fitur inventory management. Dengan fitur ini, Anda bisa meningkatan keuntungan yang akan membuat bisnis Anda semakin sehat. Sehingga, para investor pun lebih mudah dalam melirik potensi dalam bisnis yang saat ini Anda jalankan.

Terlebih lagi, saat ini pun iSeller sudah menjalankan kolaborasi strategis dengan aplikasi bisnis dan akuntansi Accurate Online. Sehingga, Anda akan mendapatkan 200 lebih laporan keuangan yang bisa Anda bagikan kepada para investor.

Ayo cari tahu informasi lengkap tentang integrasi Accurate Online dan iSeller melalui banner di bawah ini.

Accuratexiseller
ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia