Harga Saham: Definisi, Faktor yang Mempengaruhi, dan Cara Menganalisa

Harga saham adalah hal yang sangat dipertimbangkan oleh para investor maupun trader dalam membuat keputusan apakah akan membeli atau menjual saham suatu perusahaan. Dalam hal ini, harga suatu saham dapat bergerak naik dan turun kapan saja karena dipengaruhi oleh banyak faktor.

Seperti diketahui, saham merupakan instrumen investasi yang tengah menjadi idola di kalangan investor pemula. Alasannya, jelas karena menawarkan potensi keuntungan yang tinggi. Namun, saham juga dipandang menarik bagi sebagian orang karena sifatnya yang fluktuatif.

Lantas, apa yang sebenarnya membuat harga saham terus bergerak naik dan turun? Artikel kali ini akan menjawab pertanyaan tersebut, beserta definisi dan cara analisa yang bisa dilakukan dalam memprediksi harga saham.

Pengertian Harga Saham

Saham adalah surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan sebagai bukti bahwa seseorang atau organisasi telah memiliki aset pada perusahaan tersebut. Dimana tujuan dari diterbitkannya saham berupa surat kepemilikan ini adalah untuk mendapatkan modal dari masyarakat.

Dari pengertian ini, dapat diartikan bahwa harga saham adalah harga yang ditetapkan oleh suatu perusahaan atau emiten terhadap kepemilikan saham di perusahaan mereka. Dimana harga saham ini mempengaruhi IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan secara keseluruhan.

Baca juga: 7 Cara Main Saham yang Aman Bagi Pemula

Faktor Penyebab Naik Turunnya Harga Saham

Saham adalah aset yang bersifat fluktuatif, dimana ia bisa naik dan turun kapan saja bergantung pada faktor yang mempengaruhinya. Dalam hal ini, faktor yang mempengaruhi harga saham meliputi faktor eksternal dan faktor internal.

1. Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah faktor yang mempengaruhi harga suatu saham, namun berasal dari luar perusahaan.

  • Kebijakan Pemerintah. Kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi saham meski kebijakan tersebut masih dalam tahap wacana dan belum terealisasi. Beberapa contoh dari kebijakan ini seperti kebijakan ekspor impor, kebijakan perseroan, hingga kebijakan Penanaman Modal Asing (PMA).
  • Manipulasi Pasar. Manipulasi pasar biasanya dilakukan investor-investor berpengalaman dan bermodal besar dengan memanfaatkan media massa untuk memanipulasi kondisi tertentu demi tujuan mereka, baik menurunkan maupun meningkatkan harga saham. Meski begitu, faktor yang sering disebut dengan istilah rumor ini cenderung tidak bertahan lama.
  • Fluktuasi Kurs Rupiah Terhadap Mata Uang Asing. Kuat lemahnya kurs rupiah terhadap mata asing bisa memberikan dampak positif atau negatif bagi perusahaan-perusahaan tertentu. Bagi perusahaan importir atau perusahaan yang memiliki beban utang mata uang asing, melemahnya kurs akan merugikan mereka karena meningkatkan biaya operasional dan menurunkan harga saham yang ditawarkannya.
  • Kondisi Fundamental Ekonomi Makro. Kondisi fundamental ekonomi makro juga memiliki dampak langsung terhadap naik dan turunnya saham, misalnya naik turunnya suku bunga yang diakibatkan kebijakan bank sentral Amerika, naik turunnya suku bunga acuan BI dan nilai ekspor impor, tingkat inflasi, hingga angka pengangguran yang tinggi.
  • Faktor Panik. Berita-berita tertentu dapat memicu kepanikan di salah satu bursa atau saham. Dimana kepanikan ini lah yang akan menuntut investor untuk menjual sahamnya. Kondisi ini menyebabkan tekanan jual sehingga saham akan turun,

2. Faktor Internal

Berkebalikan dengan faktor eksternal, faktor internal berasal dari dalam perusahaan itu sendiri.

  • Fundamental Perusahaan. Saham yang memiliki fundamental baik akan menyebabkan tren sahamnya naik. Sedangkan saham dari perusahaan fundamentalnya buruk akan menyebabkan tren sahamnya turun.
  • Aksi Korporasi Perusahaan. Aksi korporasi yang dimaksud di sini berupa kebijakan yang diambil jajaran manajemen perusahaan. Dampaknya dapat mengubah hal-hal yang sifatnya fundamental dalam perusahaan. Beberapa contoh dari aksi korporasi ini adalah terjadinya akuisisi, merger, right issue, atau divestasi.
  • Proyeksi Kinerja Perusahaan di Masa Mendatang. Performa atau kinerja perusahaan dijadikan acuan bagi para investor maupun analis fundamental dalam melakukan pengkajian terhadap saham perusahaan. Di antara beberapa faktor yang menjadi sorotan ialah tingkat dividen tunai, tingkat rasio utang, rasio nilai buku/Price to Book Value (PBV), earnings per share (EPS), dan tingkat laba.

Baca juga: Saham Arb Adalah: Pengertian, Batasan dan Manfaatnya untuk Para Trader

Cara Menganalisa Harga Saham

Analisa harga saham penting untuk dilakukan sebelum memutuskan membeli saham tertentu. Dalam hal ini, analisa saham yang biasa digunakan oleh para investor yaitu analisa teknikal dan analisa fundamental.

1. Analisa Teknikal

Analisis teknikal berarti investor menganalisis saham berdasarkan data harga historis yang muncul di pasar saham. Dimana prakiraan tentang jual beli saham ini dilakukan dengan melihat grafik historis pergerakan saham.

Adapun jenis analisis ini banyak digunakan oleh trader yang melakukan investasi jangka pendek.

2. Analisa Fundamental

Analisis fundamental dilakukan dengan mengkaji posisi keuangan suatu perusahaan. Tujuannya adalah untuk memahami sifat dasar dan karakteristik operasional perusahaan publik.

Dimana umumnya, jenis analisis saham ini dilakukan pada indikator perusahaan yang tercantum dalam laporan keuangan, seperti price-earning ratio. Dari sini, investor akan mendapat gambaran umum tentang saham yang mereka investasikan.

Baca juga: Analisis Teknikal Saham: Definisi, Prinsip, dan Indikator

Penutup

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu harga saham, faktor yang mempengaruhinya, serta cara menganalisanya. Seperti diketahui, harga saham bergerak naik dan turun sepanjang waktu sebab ada faktor eksternal dan internal yang mempengaruhinya.

Dimana hal ini juga bisa dianalisa guna membantu dalam pengambilan keputusan terkait apakah akan membeli atau menjual saham suatu perusahaan.

Hal ini pada dasarnya penting untuk diketahui sebagai ilmu dasar saham. Sebab, instrumen investasi apa pun akan selalu memiliki peluang keuntungan dan resiko kerugian.

Dalam berinvestasi, Anda juga tidak bisa sembarangan mengeluarkan modal. Dimana lebih disarankan untuk memakai uang dingin atau uang yang memang dianggarkan untuk investasi setiap bulannya.

Dalam hal ini, Anda bisa mencatat anggaran, pendapatan, serta pengeluaran Anda terlebih dahulu dalam pembukuan. Agar lebih mudah, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis seperti Accurate Online.

Accurate Online merupakan software berbasis cloud yang menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis. Berbagai fitur dan keunggulan di dalamnya memiliki tampilan yang sederhana dan mudah untuk digunakan, bahkan bagi pemula.

Jika Anda tertarik untuk mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari, silahkan klik tautan gambar di bawah ini.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia