Mengenal Berbagai Jenis Uang dari Setiap Masa

Dalam bahasa Inggris, uang adalah “money” yang diambil dari bahasa latin, yaitu “moneta”. Pengertian uang adalah suatu objek yang bisa digunakan sebagai alat transaksi barang atau jasa atau untuk membayar utang. Namun, saat ini ada banyak sekali jenis-jenis uang.

Jenis-jenis uang yang paling umum dan bisa diterima oleh masyarakat luas adalah uang dalam bentuk koin dan kertas. Lantas, apa saja jenis-jenis uang tersebut? Berikut ini kami berikan penjelasan tentang berbagai jenis-jenis uang.

Jenis-Jenis Uang dari Dahulu Hingga Kini

Terdapat berbagai jenis-jenis uang yang pernah digunakan oleh manusia dari masa ke masa. Beberapa jenis-jenis uang tersebut adalah uang komoditas, uang fiat, uang representatif, uang gadai, uang bank komersial, dll.

Berikut ini adalah penjelasan berbagai jenis-jenis uang tersebut.

1. Uang Komoditas

Jenis uang yang pertama adalah uang komoditas. Jenis uang ini memiliki nilai simpanan yang berfungsi hanya bila uang tersebut bisa diterima dan bisa dihargai oleh setiap orang, serta tidak ada perubahan kualitas. Selain itu, jumlah jenis uang komoditas pun harus terbatas dan bisa mudah dibawa kemanapun.

Emas dan perak adalah jenis uang komoditas yang nilainya diterima secara global. Tapi seiring dengan perkembangan zaman, jenis uang ini sudah mulai ditinggalkan. Jumlah emas di dunia sangat terbatas dan tidak bisa dimiliki oleh banyak orang, sehingga proses dalam melakukan transaksi pun menjadi semakin sulit.

Perkembangan produksi dan juga transaksi barang pun saat ini sudah semakin sulit diatasi dengan adanya emas. Pada akhirnya, emas pun sudah mulai ditinggalkan.

Walaupun sudah mulai ditinggal sebagai alat tukar, tapi nilai emas masih tetap tinggi. Emas masih bisa disimpan dan nilainya akan tetap sama dengan nilai tukar komoditas lainnya. Oleh karena itulah emas menjadi uang komoditas yang paling sempurna, bisa dipegang dan bisa dilihat secara riil.

Uang komoditas mempunyai nilai yang sebelumnya sudah disepakati oleh banyak orang. Jenis uang komoditas mempunyai nilai intrinsik, yakni nilai ataupun fungsi lainnya walaupun sudah tidak digunakan sebagai alat tukar.

Misalnya emas atau perak yang sudah tidak bisa lagi digunakan sebagai alat tukar bisa tetap dijadikan sebagai perhiasan ataupun disepuh dengan tetap mempunyai nilai yang tinggi.

  • Kenapa Pakai Uang Komoditas?

Dulu, uang komoditas digunakan karena mempunyai nilai simpanan yang sangat tinggi. Contohnya emas, semua orang masih tetap percaya bahwa emas mempunyai nilai yang tinggi. Sama seperti di dunia modern di mana kita percaya pada nilai uang fiat, pada masa dulu nilai uang emas dipercaya oleh banyak orang.

Bahkan, garam dan tembakau pun bisa digunakan sebagai uang komoditas karena banyak orang tahu bahwa garam dan tembakau sangat dibutuhkan.

Berbagai barang yang banyak dibutuhkan oleh kebanyakan orang di masa lalu, seperti tembakau dan garam, masih bisa ditukarkan secara mudah dengan produk barang atau jasa yang lainnya.

Jadi, meskipun Anton masih memiliki banyak garam, namun dia tetap mau menerima pembayaran garam, karena pada akhirnya garam tersebut masih bisa ditukarkan dengan barang ataupun jasa yang lainnya.

Karena adanya nilai intrinsik pada jenis uang komoditas inilah yang membuat uang komoditas mudah dipercaya dan diterima secara luas oleh banyak orang.

Baca juga: Metode Penganggaran Yang Bisa Anda Gunakan Untuk Menghemat Pengeluaran Anda

2. Uang Fiat

Jenis uang yang kedua adalah uang fiat. Jenis uang ini berasal dari Dinasti Tang, China, tepatnya digunakan pada abad ke-11. Di abad ke-12, uang fiat sudah mulai digunakan secara luas di China dan kala itu dikenal dengan Jiaozi, Guanzi, ataupun Huizi.

Selanjutnya, tepatnya pada abad ke-13, Marco Polo menjelaskan uang fiat yang kala itu digunakan oleh Dinasti Yuan di dalam bukunya yang berjudul “The Travels of Marco Polo”.

Pada masa tersebut, uang fiat dikenal dalam bentuk secarik kertas yang dianggap sebagai barang berharga, seolah-olah nilainya pada saat itu sama dengan emas atau perak. Pada setiap emas tersebut, orang yang bersangkutan harus menulis nama mereka dan memberikan seperti cap ketika melakukan kegiatan transaksi.

Jenis uang fiat hanya bisa mempunyai nilai jika ada orang yang percaya pada nilai yang ada di dalamnya. Rasa percaya tersebut di bangun oleh Pemerintah Pusat, sebagai pihak yang menyatakan bahwa uang tersebut adalah alat pembayaran yang sah.

Berbeda dengan uang komoditas yang memiliki nilai intrinsik, uang fiat tidak memiliki nilai intrinsik di dalamnya. Uang fiat hanya bisa digunakan sebagai alat pembayaran saja. Uang fiat ini mendapatkan dukungan dari pemerintah dan dibuat oleh bank sentral. Namun peredarannya tidak ada batasan, sehingga inflasi pun bisa terjadi kapan saja.

Walaupun pihak pemerintah dan bank sentral bisa memproduksi uang fiat saat dibutuhkan, namun tetap terdapat risiko di dalamnya. Untuk itu, pemerintah dan bank sentral bertugas untuk membatasi jumlah uang yang dibuat dan diedarkan.

  • Kenapa Pakai Uang Fiat?

Uang fiat diklaim lebih stabil daripada uang komoditas. Anggapan ini terlahir karena uang fiat hanya dibuat oleh pemerintah dan bank sentral saja. Sehingga, rakyat bisa memperolehnya lebih mudah dengan cara menabung, bekerja, dll. Sementara itu, uang komoditas seperti halnya emas, lebih sulit untuk diperoleh oleh semua orang.

Uang fiat memberikan kontrol yang lebih mudah untuk pemerintah dan bank sentral untuk membuat dan mengedarkannya. Uang fiat juga diklaim lebih mudah beradaptasi dengan berbagai situasi ekonomi.

Tapi, pemerintah pusat tentunya tetap harus menggunakan strategi yang tepat untuk membuat dan mengedarkan uang, untuk meminimalisir terjadinya inflasi dan deflasi.

3. Uang Bank Komersial

Pada dasarnya, uang bank sentral adalah suatu utang yang berasal dari sistem cadangan pecah. Jenis uang bank komersial ini bisa digunakan ketika mengajukan pinjaman pada bank untuk pembelian barang ataupun jasa. Caranya adalah dengan menarik langsung di mesin ATM atau online banking, via cek, atau mengambilnya secara langsung di konter bank.

Sebenarnya, bank hanya menyimpan sedikit uang yang tersimpan di dalamnya. Sisanya akan diberikan pada orang lain dalam wujud pinjaman. Cara ini membuat bank bisa tetap menerima tambahan uang dari bunga dan berbagai biaya lain yang harus dibayarkan oleh nasabah.

Sederhananya, bank akan menggunakan uang dari nasabah dan disimpan untuk diputar dan memberikan pinjaman pada pihak lain, lalu memperoleh keuntungan dari adanya bunga pinjaman tersebut.

  • Awal Mula Uang Bank Komersial

Jenis bank ini sebenarnya sudah digunakan di pertengahan abad lalu. Tepatnya di Florence, Italia, terdapat tiga bank terkenal yang menggunakan sistem uang bank komersial ini, yakni banka Bardi, Peruzi, dan Acciaiuollo. Lalu di abad ke-12, ketiga perusahaan keuangan ini sudah menjadi pihak peminjam terkenal pertama di seluruh Eropa.

Sistem ini masih digunakan oleh bank modern. Bank akan memberikan pinjaman dan akan memperoleh keuntungan dari sistem bunga yang diberikan pada pihak nasabah.

4. Uang Representatif

Sama seperti uang fiat, uang representatif pun tidak mempunyai nilai intrinsik lain selain sebagai uang representatif. Hal yang membedakan antara uang representatif dan uang fiat adalah uang representatif memiliki komoditas yang ada di baliknya. Sehingga, uang representatif masih bisa ditukar dengan barang berharga, seperti emas yang disimpan di bank.

Anggapannya, uang akan lebih aman disimpan di dalam bank daripada di bawa kemana-mana atau hanya disimpan di dalam rumah. Nasabah akan memperoleh uang representatif dalam bentuk sertifikat sebagai jaminan.

5. Uang Gadai

Berbeda dengan uang fiat, uang gadai ini tidak diumumkan secara resmi oleh pihak pemerintah sebagai alat pembayaran yang sah. Setiap orang tidak harus menerima uang ini sebagai alat pembayaran.

Harus ada kepercayaan yang kuat dari kedua belah pihak atau lebih dalam perjanjian agar uang gadai ini tetap bisa mempunyai nilai. Beberapa contoh uang gadai adalah cek dan juga banknote.

6. Cryptocurrency

Cryptocurrency adalah suatu transaksi digital yang saling dikoneksikan dengan peer-to-peer untuk menukar uang secara digital. Bila dibandingkan dengan jenis uang lainnya, uang cryptocurrency mempunyai tingkat keamanan yang lebih tinggi.

Jenis uang ini baru berkembang dengan pesat seiring dengan perkembangan internet, dan saat ini bisa kita gunakan sebagai alat transaksi digital. Beberapa contoh jenis uang cryptocurrency adalah Bitcoin, Dodge, Ethereum, dll.

Baca juga: Cara Menghitung Pendapatan Per Kapita Di Dalam Suatu Negara

Kesimpulan

Demikianlah beberapa jenis uang dari masa ke masa. Jadi, uang tidak hanya berbentuk kertas saja, karena selama suatu benda mempunyai fungsi sebagai uang, maka bisa kita sebut dan gunakan sebagai uang.

Namun, apapun jenis uang yang saat ini Anda miliki, Anda tetap harus mengatur keuangan Anda dengan cara mencatatnya secara rapi di dalam laporan keuangan Anda. Namun, membuat laporan keuangan secara manual tentu sangat memerlukan banyak waktu dan sangat rentan terjadi banyak kesalahan.

Untuk itu, gunakanlah software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online. Kenapa? karena dengan menggunakan Accurate Online, maka Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat.

Selain itu, Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan berbagai jenis fitur yang mampu memudahkan Anda dalam mengelola bisnis yang lebih efisien.

Anda bisa mencoba Accurate Online terlebih dahulu selama 30 hari gratis dengan cara klik tautan gambar di bawah ini.accurate 3 banner bawah

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia