Karakteristik Obligasi ini Harus Anda Ketahui sebelum Memulainya

Umumnya, karakteristik setiap obligasi itu sama, tapi setiap obligasi mempunyai fitur kontraktualnya masing-masing. Seperti sebagian besar obligasi perusahaan mempunyai ketentuan untuk melakukan suatu pelunasan di awal, namun beberapa ketentuan penebusan spesifik bisa berbeda-beda dari obligasi satu ke obligasi yang lainnya.

Dalam hal yang sama, beberapa obligasi mampu dijamin oleh aset spesifik yang harus diserahkan pada pemegang obligasi bila pihak emiten ternyata gagal bayar, sedangkan obligasi yang lainnya tidak mempunyai jaminan seperti itu.

Perbedaan ketentuan kontraktual dan juga dalam kekuatan fundamental finansial yang mendasari suatu perusahaan penjamin obligasi, pun menyebabkan terjadinya perbedaan dalam hal harga, risiko, dan juga perkiraan pengembalian obligasi.

Untuk selengkapnya, mari kita bahas bersama di bawah ini.

Karakteristik Obligasi

Agar bisa lebih memahami pengertian obligasi, maka kita harus mengetahui berbagai persyaratannya terlebih dahulu. Berikut ini adalah karakteristik obligasi:

1. Par Value

Par Value obligasi adalah karakteristik obligasi yang di dalamnya memiliki nilai yang mencerminkan jumlah uang yang dipinjam oleh pihak perusahaan dan dijanjikan untuk dilunasi lagi saat tanggal jatuh tempo sudah tiba.

2. Tingkat Bunga Kupon (coupon interest rate)

Tingkat bunga kupon adalah pembayaran kupan yang dibagi dengan par value. Pembayaran ini bisa ditentukan ketika obligasi diterbitkan, dan tetap akan berlaku sepanjang umur obligasi itu sendiri.

Ketika obligasi sudah diterbitkan, maka pembayaran kuponnya pun harus ditentukan pada suatu tingkat yang akan mampu membuat investor tertarik untuk membeli obligasi atau mendekati par value nya.

Tapi pada beberapa kasus pembayaran, kupon obligasi dimungkinkan bervariasi dari waktu ke waktu atau bisa disebut dengan obligasi dengan tingkat bunga yang mengambang.

Beberapa obligasi bahkan tidak akan membayar kupon sama sekali, namun ditawarkan dengan diskon di bawah par value nya, sehingga akan memberikan apresiasi modal sebagai ganti dari pendapatan bunga.

Efek seperti ini biasa disebut dengan obligasi kupon nol atau obligasi dengan diskon emisi awal.

Baca juga: Apa itu Yield Curve? Berikut Pengertian Lengkap dan Contohnya

3. Tanggal Jatuh Tempo

Umumnya, obligasi mempunyai tanggal jatuh tempo yang sudah ditentukan, yang mana par value nya harus bisa dilunasi. Waktu jatuh tempo tersebut ditentukan ketika obligasi pertama kali diterbitkan, seperti 10 tahun atau 15 tahun.

4. Ketentuan Penebusan (call provision)

Ketentuan penebusan adalah suatu ketentuan di dalam kontrak obligasi yang mampu memberikan hak pada emiten untuk bisa menebus obligasi kembali.

Proses penebusan obligasi ini berdasarkan dengan berbagai persyaratan yang sudah ditentukan sebelum tanggal jatuh tempo normal. Sebagian besar obligasi ini mempunyai ketentuan penebusan yang mampu memberikan hal pada emiten untuk bisa membeli kembali obligasi sebagai penebusan.

Umumnya, ketentuan penebusan ini akan menyatakan bahwa pihak emiten harus melakukan pembayaran jumlah yang lebih besar dari par value nya pada pemilik obligasi bila obligasi tersebut memang ingin ditebus. Jumlah tambahan ini biasa dikenal dengan premi penebusan.

Ketentuan yang terdapat di dalam kontrak obligasi bisa ditentukan dengan sedemikian rupa, sehingga premi penebusan perlahan-lahan akan turun seiring dengan semakin dekatnya tanggal jatuh tempo obligasi tersebut.

Contohnya suatu perusahaan menjual obligasi ketika tingkat bunga sedang tinggi. Bila emisi tersebut bisa menebusnya, maka pihak perusahaan bisa menjual emisi baru efek yang memberikan imbal hasil rendah dan bila saat bunga sedang turun.

Lalu, pihak perusahaan bisa menggunakan hasil penjualan emisi yang baru tersebut untuk menebus emisi dengan tingkat bunga yang tinggi, sehingga mampu menurunkan beban bunganya. Proses ini biasa disebut dengan operasi pendanaan kembali atau refunding operation.

Jadi, hak untuk melakukan penebusan adalah hak yang sangat berharga untuk perusahaan. Namun, akan dianggap merugikan untuk investor jangka panjang yang terpaksa harus melakukan investasi kembali pada jumlah yang mereka terima dalam tingkat bunga baru yang lebih rendah.

Untuk itu, tingkat bunga emisi baru dari jenis obligasi yang bisa ditebus akan lebih tinggi dari obligasi baru yang tidak bisa ditebus.

5. Dana Pelunasan (sinking fund provision)

Ketentuan tentang dana pelunasan ini adalah ketentuan dalam kontrak pada suatu obligasi yang meminta pihak emiten untuk melunasi sebagian emisi obligasi di setiap tahunnya. Beberapa obligasi akan menyertakan ketentuan dana pelunasan yang mampu memfasilitasi pelunasan emisi obligasi secara lebih teratur.

Kegagalan dalam hal memenuhi persyaratan dana pelunasan akan dikategorikan sebagai gagal bayar yang akan membuat perusahaan bisa dinyatakan bangkrut.

Jadi, dana pelunasan akan menjadi sumber pengeluaran kas yang signifikan untuk suatu perusahaan. biasanya, emiten bisa memenuhi berbagai persyaratan dana pelunasan dengan melakukan salah satu dari kedua cara di bawah ini:

  1. Melakukan pembelian kembali untuk menebus obligasi dalam persentase tertentu dalam setiap tahunnya.
  2. Membeli obligasi yang diminta pada pasar terbuka

Perusahaan bisa memilih metode yang pengeluaran dananya paling murah. Bila tingkat bunga sudah mengalami kenaikan sejak obligasi tersebut diterbitkan, maka obligasi ini akan dijual dengan harga yang ada di bawah nilai nominal perusahaan, sehingga akan membeli obligasi di pasar terbuka dengan diskon harga tertentu.

Disisi lain, bila tingkat bunga mengalami penurunan dan harga obligasi meningkat di atas par value nya, maka perusahaan bisa menggunakan pilihan penebusan.

Penebusan untuk tujuan dana pelunasan ini mempunyai perbedaan yang signifikan dengan pendanaan kembali. Yang mana penebusan untuk dana pelunasan tidak akan meminta premi penebusan. Namun, umumnya hanya sebagian kecil emisi saja yang mampu ditebus dalam setiap tahunnya.

Walaupun dana pelunasan disusun untuk melindungi para investor dengan cara memastikan obligasi bisa dilunasi dengan cara beraturan, tapi hendaknya mampu menyadari bahwa cara kerja dana pelunasan bisa merugikan pihak pemegang obligasi.

Contoh Studi Kasus Karakteristik Obligasi

Katakanlah ada obligasi yang mampu memberikan tingkat bunga sebanyak 10%, namun imbal hasil obligasi lain yang serupa sudah mengalami penurunan menjadi 7,5%. Penebusan kembali oleh dana pelunasan pada par value ini mengharuskan investor jangka panjang menyerahkan obligasi yang membayar dengan bunga, seperti Rp 100 juta.

Lalu, melakukan investasi lagi dalam obligasi lainnya yang hanya membayar 75 juta rupiah per tahun. Hal ini tentunya bisa merugikan pemegang obligasi yang obligasinya akan terus ditebus.

Namun sisi positifnya, obligasi yang mempunyai dana pelunasan diklaim lebih aman daripada obligasi yang tidak mempunyai ketentuan seperti itu.

Sehingga, ketika diterbitkan, obligasi dengan dana pelunasan akan mempunyai tingkat kupon yang lebih rendah daripada obligasi lainnya yang sama, namun tanpa adanya dana pelunasan.

Karakteristik Obligasi yang Lainnya

Selain kelima karakteristik obligasi yang sudah kita bahas bersama di atas, masih ada beberapa jenis obligasi lainnya yang sering digunakan, yaitu:

1. Karakteristik Obligasi yang dapat dikonversi (Convertible Bond)

Convertible Bond adalah jenis obligasi yang bisa ditukar dengan berdasarkan opsi pemilik obligasi dengan saham biasa perusahaan emiten. Obligasi yang bisa dikonversi ini mempunyai tingkat kupon yang lebih rendah daripada utang yang tidak mampu dikonversi dengan risiko kredit yang sama.

Namun, obligasi tersebut akan menawarkan kesempatan pada para investor untuk memperoleh modal sebagai bentuk kompensasi atas tingkat kupon yang lebih rendah.

2. Warrant

Waran adalah suatu pilihan yang memungkinkan para pemilik obligasi untuk membeli saham pada suatu harga yang sudah ditentukan, sehingga akan memberikan suatu keuntungan modal bila harga saham tersebut ternyata meningkat.

Obligasi yang dikeluarkan dengan warrant sama seperti obligasi yang bisa dikonversi, yang mana mampu memberikan tingkat kupon yang lebih rendah bila dibandingkan dengan obligasi biasa.

3. Karakteristik Obligasi yang dapat dijual kembali (putable bond)

Putable bond adalah jenis obligasi dengan ketentuan yang mampu memungkinkan para investornya untuk menjual lagi obligasinya pada perusahaan sebelum tanggal jatuh tempo dengan harga yang sebelumnya sudah ditentukan.

Jika tingkat bunga meningkat, maka pihak investor bisa menjual obligasi kembali pada perusahaan dan lalu menginvestasikannya lagi pada obligasi dengan kupon yang lebih tinggi.

4. Obligasi Pendapatan (Income Bond)

Obligasi pendapatan adalah obligasi yang membayarkan bunga hanya bila laba perusahaan cukup untuk membayar bunga itu sendiri. Jadi, obligasi ini tidak akan membuat perusahaan mengalami pailit. Tapi dari kacamata investor, obligasi ini memiliki risiko yang lebih besar daripada karakteristik obligasi umumnya.

5. Obligasi Terindeks atau Obligasi Daya Beli (indexed/purchasing power bond)

Obligasi terindeks adalah obligasi yang pembayaran bunganya dilakukan dengan dasar indeks inflasi, sehingga akan melindungi para pemegangnya dari inflasi.

Tingkat obligasi ini didasarkan pada suatu indeks inflasi, seperti indeks harga konsumen, sehingga bunga yang dibayarkan akan meningkat secara otomatis saat tingkat inflasi meningkat secara otomatis.

Baca juga: Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Intrinsic Value?

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang karakteristik obligasi yang harus Anda ketahui. Semoga mampu meningkatkan wawasan kita semua dan memberikan manfaat yang lebih.

Tapi, bila Anda belum yakin untuk mulai melakukan investasi obligasi, maka Anda bisa berinvestasi pada beberapa alat atau produk yang mampu meningkatkan produktivitas perusahaan Anda, seperti berinvestasi pada software akuntansi Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, maka Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang bisa Anda akses dimana saja dan kapan saja secara cepat, mudah, dan akurat. Terlebih lagi, Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan fitur canggih yang semakin membuat kegiatan bisnis Anda menjadi lebih mudah.

Penasaran? Ayo coba Accurate Online sekarang juga secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.