Mengenal Jenis-Jenis Sistem Ekonomi Untuk Keberlangsungan Bisnis

oleh | Okt 19, 2023

source envato.

Mengenal Jenis-Jenis Sistem Ekonomi Untuk Keberlangsungan Bisnis

Jenis sistem ekonomi adalah kerangka kerja yang mengatur bagaimana sumber daya ekonomi dialokasikan, diproduksi, dan didistribusikan dalam suatu masyarakat.

Dikutip dari Wikipedia, Sistem Perekonomian adalah sebuah struktur dari pemerintah guna mengatur sumber daya, jasa, dan barang yang dimiliki oleh perorangan/kelompok pada suatu negara.

Memahami berbagai jenis sistem ekonomi merupakan langkah penting bagi pengusaha dan pelaku bisnis untuk beradaptasi dengan dinamika ekonomi global.

Kita akan membahas jenis-jenis sistem ekonomi utama dan bagaimana setiap sistem dapat mempengaruhi keberlangsungan bisnis.

Dengan pemahaman yang kuat tentang jenis sistem ekonomi, Anda dapat membuat keputusan strategis yang lebih baik untuk bisnis Anda.

7 Jenis Sistem Ekonomi yang Wajib Anda Pahami

7 Jenis Sistem Ekonomi yang Wajib Anda Pahami

ilustrasi jenis sistem ekonomi. source envato

Macam jenis sistem ekonomi yang dianut di seluruh dunia cukup banyak, tanpa terkecuali di Indonesia.

Akan tetapi sebagian besar masyarakat tidak mengetahui apa saja jenis sistem ekonomi tersebut. Bahkan sistem yang dianut Indonesia sendiri banyak yang tidak mengetahuinya.

Atas dasar hal tersebut, berikut ini akan dijelaskan jenis-jenis sistem ekonomi dunia yang bisa dijadikan tambahan pengetahuan. Ini dia penjelasannya:

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Jenis sistem ekonomi tradisional adalah sistem perekonomian yang muncul di jaman dulu dan masih eksis hingga saat ini.

Biasanya sistem semacam ini diturunkan dari generasi ke generasi sehingga menjadi tradisi yang lekat.

Sistem ekonomi semacam ini biasanya diterapkan pada produk-produk pertanian. Sifatnya pun masih berasas kekeluargaan sehingga pergerakannya tidak terlalu dinamis.

Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan Konsinyasi

2. Sistem Ekonomi Sosialis

Jenis sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi yang digerakkan secara sentral oleh pemerintah. Artinya semua kegiatan perekonomian dari pusat hingga rakyat kecil, disesuaikan dengan komando pemerintah.

Maka dari itu, yang berhak membatasi aktifitas ekonomi rakyat adalah pemerintahnya dengan regulasi atau kebijakan-kebijakan tertentu.

Biasanya sistem semacam ini dianut oleh negara berhaluan komunis seperti RRC, Rusia dan semacamnya.

3. Sistem Ekonomi Liberal

Sistem Ekonomi Liberal

ilustrasi jenis sistem ekonomi. source envato

Jenis sistem ekonomi liberal disebut juga sistem ekonomi kapitalis. Di dalam sistem ini, aktifitas perekonomian masyarakat tidak diatur oleh pemerintah tetapi oleh masyarakat itu sendiri.

Mereka dibebaskan untuk melakukan jual beli demi meraih keuntungan dengan sebebas-bebasnya.

Kabarnya, Indonesia pernah menganut sistem ini tepatnya pada tahun 1950an. Sedangkan untuk saat ini, sistem kapitalis atau liberal yang masih bertahan hanya ada di Amerika, Kanada, Perancis, Inggris dan negara adidaya lainnya.

4. Sistem Ekonomi Campuran

Jenis sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi di mana pemerintah masih melakukan campur tangan terhadap aktifitas ekonomi.

Namun di sisi lain pemerintah juga membebaskan rakyat untuk melakukan aktifitas ekonomi.

Tujuan campur tangan pemerintah hanya untuk mencegah terjadinya monopoli ekonomi yang dilakukan oleh kalangan tertentu. Sehingga masih ada jaminan perekonomian rakyat berjalan secara adil.

5. Sistem Ekonomi Pancasila

Jenis sistem ekonomi pancasila maksudnya adalah sistem ekonomi yang didasarkan pada landasan filosofis demokrasi ekonomi yang ada di dalam pancasila.

Maksudnya, sistem perekonomian yang berasas dari, oleh dan untuk rakyat. Prinsip sistem ekonomi semacam ini lebih berasas pada gotong royong, kekeluargaan, berbudi luhur, kejujuran dan lain sebagainya.

Baca juga : Bank BUKU 4: Definisi dan Bank yang Ada di Dalamnya

6. Sistem Ekonomi Demokrasi

Sistem Ekonomi Demokrasi

ilustrasi jenis sistem ekonomi. source envato

Dalam jenis sistem ekonomi demokrasi, semua rakyat diharapkan saling bahu membahu menguatkan perekonomian. Karena efeknya nanti perekonomian nasional juga meningkat.

Sedangkan pemerintah sendiri hanya berperan sebagai fasilitator sekaligus pembimbing masyarakat agar aktivitas ekonomi yang dilakukan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

7. Sistem Ekonomi Kerakyatan

jenis sistem ekonomi yang ke tujuh adalah sistem ekonomi kerakyatan. Sistem ini mulai dianut oleh Indonesia di tahun 1998.

Sistem ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang bertumpu secara murni pada aktifitas rakyat. Dalam konsep ini, rakyatlah yang mengatur pergerakan perekonomian di lingkungannya.

Sedangkan pemerintah hanya menjaga agar pertumbuhan perekonomian negara tetap ideal.

Sampai saat ini, sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan. Diharapkan dengan sistem semacam ini, perekonomian bangsa bangkit pasca terjadinya krisis moneter di tahun 1998.

Baca juga: Prinsip Pajak yang Baik untuk Diterapkan di Indonesia

Penutup

Jika melihat jenis-jenis sistem ekonomi yang sudah dijelaskan di atas, tentunya pengetahuan kita bertambah.

Sehingga saat akan membangun bisnis sebagai usaha untuk meningkatkan perekonomian, maka harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku tergantung sistem apa yang dianut oleh pemerintah.

Lakukan juga pembukuan yang terencana pada bisnis Anda. Dengan pembukuan yang baik, pengembangan bisnis akan lebih mudah karena Anda memliki data keuangan yang menyeluruh.

Anda bisa menggunakan Software Akuntansi dan Bisnis Accurate Online untuk memudahkan proses pembukuan pada bisnis Anda.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang memiliki fitur terlengkap dan harga terjangkau yang menjadi pilihan lebih dari ratusan ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis yang ada di Indonesia.

Nikmati perencanaan bisnis dengan pembukuan yang mudah bersama Accurate Online. Coba sekarang, gratis 30 hari melalui klik gambar di bawah!

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

251 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Ibnu

Artikel Terkait