Apa itu Microfinancing? Kenali Pengertian dan Manfaatnya di Sini!

Di tengah-tengah semakin meningkatnya kebutuhan ekonomi masyarakat setiap bulan, masyarakat membutuhkan biaya yang lebih untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka. Masyarakat menggunakan biaya ini untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk memenuhi kebutuhan modal yang dibutuhkan oleh pebisnis dalam mengembankan bisnisnya. Kehadiran microfinancing bisa menjadi solusi tersebut.

Proses pengembangan bisnis akan memberikan dampak pada arus keuangan perusahaan. Mereka sering kali kesulitan dalam hal mengelola arus keuangannya. Hal ini banyak terjadi pada perusahaan yang terbilang muda.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan membahas secara singkat tentang microfinancing yang penting untuk bisnis Anda.

Apa itu Microfinancing?

Jika kita melihat dari asal-usul katanya, microfinancing berasal dari dua suku kata, yakni micro yang berarti skala kecil dan financing yang memiliki arti keuangan. Jadi, microfinancing adalah suatu sistem pembiayaan yang bisa membantu usaha kecil.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa microfinancing adalah sistem pembiayaan yang diberikan pada pebisnis usaha kecil yang memiliki penghasilan maksimal 100 juta per tahun.

Asian Development Bank (ADB) pun menjelaskan bahwa microfinancing adalah lembaga keuangan yang ditujukan untuk setiap pengusaha kecil dalam kegiatan deposit, kredit, pembayaran transaksi jasa dan juga kegiatan transfer uang.

Biasanya, jumlah uang yang diberikan sebagai biaya pinjaman dalam microfinancing ini mulai dari 50 juta rupiah hingga 500 juta rupiah.

Berdasarkan OJK, penentuan jumlah uang pinjaman ini berdasarkan usaha tersebut didirikan. Sebesar 50 juta rupiah untuk wilayah di desa atau kelurahan, 100 juta untuk wilayah usaha di kecamatan, dan 500 juta rupiah untuk di wilayah kota atau kabupaten.

Jumlah pinjaman yang bisa diberikan memang tidak terlalu besar, karena sistem pembiayaan ini lebih menargetkan masyarakat kelas bawah dan pebisnis UMKM. Sehingga, berbagai persyaratannya berbeda dengan bank konvensional pada umumnya.

Baca juga: Apa itu Manajemen Piutang? Ini Pengertian dan Manfaatnya untuk Perusahaan!

Manfaat Microfinancing

Walaupun terlihat sederhana, namun kehadiran microfinancing ini mampu membantu negara memulihkan kondisi ekonominya. Selain itu, sistem pembiayaan ini pun memiliki manfaat lain, yaitu:

  • Meningkatkan Pemerataan Ekonomi

Kehadiran microfinancing sebagai modal untuk pebisnis UMKM bisa membantu mereka dalam mengembangkan usahanya. Hal tersebut khususnya dalam meningkatkan pemerataan ekonomi pada masyarakat yang hidup di pedesaan, terutama ekonomi masyarakat desa yang berada di luar pulau jawa.

  • Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat

Setelah meratanya tingkat ekonomi masyarakat, maka taraf hidup mereka akan meningkat. Adanya bantuan modal dari microfinancing untuk mengembangkan bisnis pengusaha UMKM ini akan mendorong terjadinya peningkatan omset, sehingga bisa menghasilkan keuntungan yang tidak hanya untuk mengembangkan bisnis, tapi juga untuk keperluan sehari-hari.

  • Meningkatkan Jumlah Lapangan Pekerjaan

Usaha kecil yang memperoleh modal dari adanya microfinancing bisa memperoleh kesempatan untuk bisa berkembang secara lebih lanjut. Usaha kecil yang selanjutnya berkembang ini nantinya pasti akan memerlukan sumber daya manusia dalam pengelolaannya. Sehingga, penyerapan tenaga kerja pun bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.

  • Mengurangi Tingkat Kemiskinan

Adanya pemberian modal pada UMKM yang ingin berkembang ini akan memberikan kesempatan pada masyarakat atau kelompok bisnis tertentu dalam memperoleh keuntungan. Bila masyarakat bisa mendapatkan peningkatan keuntungan, maka hal tersebut akan mampu mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.

  • Meningkatkan Inklusi Keuangan Negara

Lembaga microfinancing lebih menargetkan masyarakat menengah ke bawah atau pengusaha UMKM. Untuk masyarakat yang belum pernah menikmati fasilitas yang ditawarkan bank konvensional, mereka bisa mengetahui dan mempraktekannya pada microfinancing. Untuk itu, sistem pembiayaan ini mampu meningkatkan inklusi keuangan negara.

Baca juga: Pinjaman Usaha Tanpa Jaminan Terbaik untuk Modal Bisnis

Jenis-jenis Microfinancing

Setelah kita mengetahui bersama tentang microfinancing, maka kini Anda harus mengetahui berbagai jenisnya. Terdapat dua jenis microfinancing, yakni pinjaman produktif dan konsumtif. Perbedaan pada keduanya bisa dilihat dari penggunaan dananya saja. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

1. Pinjaman microfinance konsumtif

Microfinancing konsumtif adalah pinjaman yang berfungsi untuk bisa memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Pinjaman konsumtif yang paling banyak ditemui adalah KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah dan KKB atau Kredit Kendaraan Bermotor.

2. Pinjaman microfinance produktif

Pinjaman produktif ini biasanya digunakan untuk mengembangkan usaha, membeli aset, atau investasi. Microfinancing jenis ini mampu meningkatkan pemasukan dan nilai dari sebuah layanan jasa atau barang. Selain itu, jenis sistem pembiayaan ini juga sangat penting untuk pengusaha kecil dalam membangun kemandirian usaha.

Baca juga: Apa itu Invoice Financing? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya!

Penutup

Jadi, microfinancing adalah suatu sistem kredit yang penting untuk kelompok masyarakat menengah ke bawah, baik itu untuk mengembangkan bisnis atau untuk membiayai kehidupan sehari-hari.

Nah, bila Anda berminat untuk memanfaatkan microfinancing dan berhasil mendapatkan pendanaan darinya, maka Anda harus bisa mengelola dana tersebut dengan baik agar arus keuangan bisa dilakukan secara cermat.

Saat ini, Anda bisa melakukan hal tersebut secara lebih mudah dengan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Aplikasi berbasis website yang telah dibekali dengan sistem keamanan tinggi ini bisa Anda akses dimana saja dan kapan saja Anda perlukan.

Dengan menggunakan Accurate Online, seluruh kegiatan transaksi yang terjadi dalam bisnis Anda akan tercatat secara otomatis, dan Anda bisa mendapatkan laporan arus kas, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan lainnya secara akurat.

Selain itu, Anda juga bisa menikmati berbagai fitur bisnis lain yang akan memudahkan Anda dalam melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang di gudang, menyelesaikan administrasi perpajakan, dan masih banyak lagi.

Penasaran dengan Accurate Online? Silahkan coba semua fitur lengkap di dalamnya secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia