Pengertian Ekonomi Syariah dan 10 Tujuan Besar Di Dalamnya

oleh | Agu 28, 2023

source envato.

Pengertian Ekonomi Syariah dan 10 Tujuan Besar Di Dalamnya

Pengembangan ekonomi syariah telah menjadi tonggak bersejarah dalam evolusi sistem finansial global. Prinsip-prinsip yang mengakar dalam ajaran agama Islam telah memberikan landasan kuat bagi konsep ekonomi yang berfokus pada keadilan, kesetaraan, dan keberlanjutan. Dalam konteks ini, ekonomi syariah muncul sebagai alternatif yang tidak hanya mempertimbangkan aspek finansial semata, tetapi juga dampak sosial dan moral dari setiap transaksi ekonomi.

Nah, dalam kesempatan kali ini, mari kita gali lebih dalam tentang dinamika ekonomi syariah, melihat bagaimana prinsip-prinsipnya dapat memberikan kontribusi dalam mengatasi tantangan ekonomi kontemporer.

Dengan menganalisis keselarasan antara nilai-nilai ekonomi syariah dan tuntutan pasar global, artikel ini juga akan membahas bagaimana penerapan ekonomi syariah dapat membentuk suatu paradigma baru yang berkelanjutan dan inklusif dalam sistem finansial.

Pengertian Ekonomi Syariah

accurate.id Pengertian Ekonomi Syariah

ilustrasi ekonomi syariah. Photo By Tirachard on envato

Dirangkum dari laman Wikipedia, ekonomi syariah adalah suatu konsep sistem ekonomi yang berakar pada prinsip-prinsip ajaran Islam, yang mengatur aspek ekonomi dan keuangan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

Prinsip-prinsip utama ekonomi syariah bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW, dan menempatkan keadilan, kesetaraan, dan keberlanjutan sebagai pilar utama dalam setiap transaksi dan aktivitas ekonomi.

Salah satu prinsip sentral dalam ekonomi syariah adalah larangan terhadap riba, yang merujuk pada praktik pemberian atau penerimaan bunga dalam transaksi keuangan.

Riba dianggap melanggar prinsip keadilan karena menghasilkan keuntungan tanpa adanya keterlibatan dalam aktivitas produktif riil.

Selain itu, prinsip gharar (ketidakpastian berlebihan) juga dihindari, yang berarti transaksi yang melibatkan ketidakpastian yang berlebihan atau unsur perjudian juga dianggap tidak sesuai dengan prinsip ekonomi syariah.

Ekonomi syariah mendorong investasi dalam sektor riil yang produktif dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

Transaksi dan investasi dalam jenis ekonomi ini harus sesuai dengan prinsip-prinsip moral dan etika Islam, serta memberikan manfaat yang adil kepada semua pihak yang terlibat.

Prinsip-prinsip ini juga mencakup zakat (sumbangan wajib kepada yang berkekurangan), sedekah (sumbangan sukarela), dan muamalah (transaksi bisnis) yang harus dilakukan dengan itikad baik dan kejujuran.

Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi syariah telah berkembang pesat, melibatkan sektor perbankan, pasar modal, asuransi, investasi, dan perdagangan.

Banyak negara dan lembaga keuangan di seluruh dunia telah mengadopsi prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam upaya untuk menciptakan sistem finansial yang lebih adil, berkelanjutan, dan menghormati nilai-nilai moral.

Dengan demikian, jenis ekonomi ini bukan hanya tentang transaksi keuangan, tetapi juga mewakili suatu filosofi ekonomi yang menggabungkan aspek material dan spiritual, serta bertujuan untuk menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan kolektif dalam masyarakat.

Baca juga: Pasar Uang Syariah dan Bedanya dengan Pasar Uang Konvensional

Prinsip-prinsip Ekonomi Syariah

Prinsip-prinsip Ekonomi Syariah

ilustrasi ekonomi syariah. Photo By dekddui1405 on envato

Prinsip-prinsip ekonomi syariah merupakan landasan etika dan moral yang mengatur segala aspek ekonomi berdasarkan ajaran Islam. Berikut adalah beberapa prinsip utama ekonomi syariah:

1. Larangan Riba (Bunga)

Riba adalah praktik pemberian atau penerimaan bunga dalam transaksi keuangan. Prinsip ekonomi syariah melarang riba karena dianggap tidak adil dan merugikan pihak yang terlibat. Keuntungan dalam menerapkan jenis ekonomi ini harus berasal dari aktivitas riil dan produktif, bukan dari sekadar perputaran uang.

2. Larangan Gharar (Ketidakpastian Berlebihan)

Transaksi yang melibatkan ketidakpastian berlebihan atau unsur perjudian dihindari dalam jenis ekonomi ini. Transaksi harus jelas dan tidak menciptakan ketidakpastian yang berlebihan bagi salah satu pihak.

3. Larangan Maisir (Perjudian)

Praktik perjudian atau spekulasi yang tidak produktif dihindari dalam jenis ekonomi ini. Transaksi harus didasarkan pada prinsip ekonomi yang bertujuan untuk menciptakan nilai riil dan manfaat bagi masyarakat.

4. Prinsip Keadilan

Keadilan merupakan nilai sentral dalam jenis ekonomi ini. Transaksi dan distribusi kekayaan harus adil dan merata, serta tidak merugikan pihak yang lemah atau kurang mampu.

5. Prinsip Keseimbangan

Ekonomi syariah mendorong keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat. Sistem ekonomi seharusnya tidak mengabaikan kepentingan umum dan kesejahteraan sosial.

6. Larangan Sembelihan Jahiliyyah

Prinsip ini mengacu pada praktik-praktik yang melanggar etika dan moral Islam, seperti riba, judi, alkohol, dan makanan yang tidak halal.

7. Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial

Jenis ekonomi ini akan mendorong investasi dalam sektor riil yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Aktivitas ekonomi harus menghasilkan manfaat sosial yang berkelanjutan.

8. Zakat dan Sedekah

Zakat merupakan sumbangan wajib kepada mereka yang membutuhkan, sedangkan sedekah adalah sumbangan sukarela. Kedua konsep ini menjadi sarana untuk memastikan redistribusi kekayaan dan mengatasi kesenjangan sosial.

9. Kehalalan dan Etika dalam Transaksi

Transaksi bisnis harus dilakukan dengan itikad baik dan etika yang baik. Keterbukaan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam bertransaksi sangat dihargai.

10. Keberlanjutan dan Lingkungan

Jenis ekonomi ini juga menekankan perlunya menjaga keberlanjutan lingkungan. Prinsip-prinsip ini mendorong perlakuan yang baik terhadap alam dan sumber daya alamiah.

11. Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Ekonomi syariah juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi keluarga. Peningkatan kesejahteraan individu dan keluarga dianggap penting dalam mencapai tujuan ekonomi syariah.

Prinsip-prinsip dari jenis ekonomi ini bukan hanya sekadar aturan, tetapi juga mencerminkan pandangan Islam tentang etika, moral, dan keadilan dalam urusan ekonomi.

Konsep ini mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, di mana keuntungan tidak hanya diukur dalam aspek materi, tetapi juga dalam kesejahteraan sosial dan spiritual.

Baca juga: Manajemen Keuangan Syariah: Pengertian dan Produknya

Tujuan Ekonomi Syariah

Tujuan Ekonomi Syariah

ilustrasi ekonomi syariah. Photo By jm_video on envato

Tujuan ekonomi syariah mencerminkan visi yang lebih luas daripada sekadar pencapaian pertumbuhan ekonomi dan keuntungan finansial.

Prinsip-prinsip ekonomi syariah bertujuan untuk membentuk sistem ekonomi yang adil, berkelanjutan, moral, dan berorientasi pada kesejahteraan sosial. Beberapa tujuan utama dari ekonomi syariah adalah:

1. Keadilan dan Kesetaraan

Salah satu tujuan utama dari jenis ekonomi ini adalah mewujudkan keadilan dan kesetaraan dalam distribusi kekayaan dan peluang. Prinsip-prinsip ekonomi syariah mengarah pada redistribusi yang adil dari kekayaan, sehingga mencegah akumulasi ekstrim pada segelintir individu atau kelompok.

2. Kesejahteraan Sosial

Jenis ekonomi ini bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan sosial dengan memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat mendapatkan manfaat dari aktivitas ekonomi. Konsep zakat dan sedekah dalam ekonomi syariah mendorong redistribusi kekayaan kepada yang membutuhkan.

3. Keterpaduan Spiritual dan Materi

Tujuan ekonomi syariah adalah mengintegrasikan dimensi spiritual dan materi dalam aktivitas ekonomi. Dalam pendekatan ini, ekonomi dianggap sebagai sarana untuk mencapai tujuan spiritual dan mendapatkan keberkahan.

4. Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Ekonomi syariah mendorong pemberdayaan ekonomi individu dan keluarga. Prinsip-prinsip ini merangsang partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan nilai tambah melalui usaha-usaha produktif.

5. Pencegahan Eksploitasi

Ekonomi syariah memiliki tujuan untuk mencegah eksploitasi dan penindasan dalam segala bentuk aktivitas ekonomi. Prinsip-prinsip ini mendorong kontrak yang adil dan perlindungan terhadap hak-hak individu.

6. Keberlanjutan Lingkungan

Tujuan dari jenis ekonomi ini juga mencakup keberlanjutan lingkungan. Prinsip-prinsip ini mendorong perlakuan yang baik terhadap alam dan sumber daya alamiah, serta menghindari praktik-praktik yang merusak lingkungan.

7. Penghindaran Ketidakpastian Berlebihan

Ekonomi syariah bertujuan untuk mengurangi ketidakpastian berlebihan dalam transaksi ekonomi. Prinsip-prinsip ekonomi syariah mendorong transparansi dan tanggung jawab dalam bisnis dan investasi.

8. Pengembangan Potensi Sosial dan Ekonomi

Ekonomi syariah merangsang pengembangan potensi sosial dan ekonomi masyarakat melalui usaha produktif yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

9. Menciptakan Lingkungan Bisnis yang Etis

Jenis ekonomi ini memiliki tujuan untuk membentuk lingkungan bisnis yang etis dan berprinsip, di mana prinsip kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab sosial dijunjung tinggi.

10. Penciptaan Keseimbangan Antarindividu dan Masyarakat

Tujuan ekonomi syariah adalah menciptakan keseimbangan yang sehat antara kepentingan individu dan masyarakat. Dalam sistem ini, tujuan individu harus sejalan dengan tujuan sosial yang lebih besar.

Secara keseluruhan, tujuan ekonomi syariah adalah membangun sistem ekonomi yang mencerminkan nilai-nilai agama Islam, berlandaskan keadilan, moral, dan kesejahteraan sosial, serta menghasilkan dampak positif dalam aspek material dan spiritual masyarakat.

Baca juga: Pengertian Ekonomi Kreatif dan Contoh Usaha di bidang Kreatif

Penutup

konsep ekonomi syariah menandai langkah berani menuju penciptaan masyarakat yang lebih adil, berkelanjutan, dan etis. Dengan prinsip-prinsip yang mengakar dalam ajaran Islam, ekonomi syariah melampaui batasan semata-mata mencari keuntungan finansial.

Tujuannya yang lebih luas adalah menciptakan harmoni antara kepentingan materi dan spiritual, serta memberikan manfaat yang merata kepada semua anggota masyarakat.

Pilar-pilar utama ekonomi syariah, seperti larangan riba, gharar, dan maisir, serta prinsip keadilan, kesejahteraan sosial, dan perlindungan lingkungan, menggambarkan landasan yang kuat bagi transformasi ekonomi kontemporer.

Dalam upaya menuju pembangunan berkelanjutan, jenis ekonomi ini memberikan landasan untuk mengatasi ketidaksetaraan ekonomi, penghindaran eksploitasi, dan pengembangan ekonomi berbasis nilai.

Saat ini, tantangan kompleks dalam ekonomi global memanggil kita untuk merenung tentang alternatif yang lebih inklusif dan beretika. Ekonomi syariah mengilhami kita untuk memandang ekonomi sebagai alat yang dapat membentuk dunia yang lebih baik, di mana nilai-nilai moral, kesejahteraan sosial, dan keberlanjutan menjadi panduan utama.

Dengan memahami dan mengadopsi prinsip-prinsip ekonomi syariah, kita dapat bergerak maju dalam arah yang membawa manfaat bagi seluruh umat manusia, serta menciptakan masa depan yang lebih cerah dan berdaya guna.

Nah, ekonomi syariah ini juga harus didukung dengan masyarakat syariah, termasuk para pebisnisnya. Para pebisnis harus bisa mengelola keuangan dan bisnisnya secara menyeluruh agar bisa berkembang.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Anda sebagai pebisnis bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi bisnis yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun ini mampu membantu Anda dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan akuntansi.

Selain itu, setiap fitur yang saling terintegrasi di dalamnya juga akan membantu Anda dalam mengelola bisnis secara lebih efektif dan efisien.

Gunakan Accurate Online sekarang juga dan coba gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

14 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Ibnu

Artikel Terkait