Penyebab Rush Money dan Dampak Buruknya Bagi Perekonomian Negara

Kondisi ekonomi setiap negara yang ada di dunia tidaklah pernah pasti. Akan selalu ada kemungkinan bahwa perekonomian suatu negara mengalami penurunan hingga menyebabkan krisis ekonomi. Kondisi seperti itulah yang akhirnya menjadi penyebab rush money atau fenomena ketika masyarakat menarik uangnya dari bank secara besar-besaran dan bersamaan.

Fenomena rush money sendiri pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1997 – 1998, tepatnya pada masa krisis moneter. Saat pandemi COVID-19 melanda negeri, sempat muncul pula seruan-seruan yang menyatakan bahwa akan terjadi rush money.

Lantas, ketika fenomena rush money melanda suatu negeri, dampak apakah yang akan dirasakan oleh masyarakat maupun negara? Artikel berikut ini akan menjawabnya sekaligus menerangkan lebih lanjut mengenai pengertian, penyebab, dan cara mencegah rush money.

Apa Itu Rush Money?

Dilansir dari Investopedia, rush money atau bank run atau panic bank adalah fenomena di mana masyarakat melakukan penarikan uang secara bersamaan dan besar-besaran dalam satu waktu. Fenomena ini terjadi saat masyarakat tidak lagi memercayai bank sebagai tempat untuk mereka menyimpan uang. Di mana biasanya, hal ini muncul dari rasa panik dan takut bahwa bank akan mengalami kebangkrutan.

Sebenarnya, fenomena rush money-lah yang benar-benar akan membuat bank berpotensi bangkrut. Sebab, ketika nasabah menarik seluruh uangnya, bank akan kesulitan memberikan hak nasabah. Hal ini terjadi karena bank mengandalkan perputaran uang dari simpanan, pinjaman, dan aset yang dimilikinya untuk menjalankan bisnisnya.

Baca Juga: Rush Money: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Menghadapinya

Penyebab Rush Money

Setidaknya, terdapat lima hal yang bisa menjadi penyebab rush money, yang mana meliputi:

1. Krisis Ekonomi

Situasi perekonomian negara yang tidak stabil menjadi penyebab utama terjadinya rush money. Seperti yang telah disebutkan di atas ketika krisis ekonomi melanda Indonesia di tahun 1997-1998, di mana nilai tukar rupiah anjlok dan masyarakat kehilangan kepercayaan pada pemerintah, termasuk bank. Pada saat itulah, masyarakat menarik dananya secara besar-besaran dan serentak dari bank karena takut uangnya hilang atau ludes.

2. Hilangnya Kepercayaan Nasabah Terhadap Bank

Kepercayaan adalah pilar utama bagi bank. Ketika nasabah telah hilang kepercayaan terhadap bank, mereka tentu enggan untuk menyimpan uangnya lagi. Mereka pada akhirnya akan menarik uang secara besar-besaran.

Sebenarnya, ada banyak hal yang menyebabkan nasabah hilang kepercayaan terhadap bank. Beberapa di antaranya adalah manajemen bank yang buruk dan kasus korupsi yang dilakukan oleh petinggi bank. Selain itu, bisa pula karena tindak kriminal lain seperti penggelapan dana dan pembobolan saldo nasabah.

3. Situasi Politik

Situasi politik nyatanya memiliki pengaruh besar dalam perekonomian negara. Ketika situasi politik tengah memanas, akan timbul kerusuhan yang menyebabkan nilai tukar rupiah turun dan investor pun enggan untuk berinvestasi.

Ketika hal ini berlangsung lama, situasi politik yang terus bergejolak akan berujung pada krisis ekonomi. Negara pun akan dicap tidak aman oleh dunia. Karena alasan inilah situasi politik disebut sebagai salah satu penyebab rush money.

4. Adanya Provokator

Provokator juga bisa menjadi penyebab rush money. Mereka biasanya akan menyebarkan suatu informasi yang disisipi pesan untuk tujuan tertentu. Misalnya, mereka akan menyebarkan informasi palsu yang mengatakan bahwa masyarakat harus segera menarik uangnya dari bank karena kondisi pemerintahan sedang tidak baik. Apabila masyarakat tidak mengikuti perkembangan terkait kondisi negara yang sebenarnya, mereka pasti langsung memercayainya dan akan melakukan rush money.

5. Masyarakat Dilanda Resah dan Panik Berlebihan

Dari keempat penyebab rush money di atas, semuanya sebenarnya didasari karena masyarakat mengalami panik dan resah yang berlebih. Pada saat itulah, mereka memutuskan untuk menarik seluruh uangnya dari bank.

Baca Juga: Krisis Ekonomi: Pengertian, Penyebab, dan Cara Menyikapinya

Dampak Rush Money Bagi Perekonomian Negara

Fenomena rush money memiliki dampak buruk, baik bagi bank, nasabah, maupun perekonomian negara. Di antaranya seperti:

1. Bank Kesulitan Menyediakan Uang Tunai

Bank mempunyai Dana Pihak Ketiga (DPK) yang besar dan penyaluran kredit yang tinggi. Hal itu bisa terjadi karena uang simpanan nasabah diputar untuk bisnis kredit perbankan.

Ketika rush money terjadi, semua nasabah akan menarik dananya dalam waktu bersamaan sehingga bank tidak lagi mampu menyediakan uang tunai. Bank tidak akan dapat menjalankan aktivitas bisnisnya atau kegiatan operasionalnya.

Hal yang mungkin dilakukan oleh bank adalah menjual asetnya dengan murah agar cepat laku. Namun, jika hal tersebut berlangsung terus menerus, bank pada akhirnya akan bangkrut dan mengalami gagal bayar.

2. Merugikan Nasabah

Rush money akan membuat masyarakat yang menjadi nasabah mengalami kerugian. Sebab, penarikan simpanan deposito yang belum jatuh tempo akan menyebabkan nilainya turun.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Krisis, Tahapan, dan Bedanya dengan Manajemen Resiko

Cara Mencegah Rush Money

Rush money sejatinya bisa dihindari melalui beberapa upaya, baik yang dilakukan oleh bank, pemerintah, maupun masyarakat.

1. Oleh Bank

Dalam mengatasi rush money, berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan oleh bank.

  • Menetapkan limit tarik tunai dalam jumlah dan kurun waktu tertentu
  • Membatasi jadwal operasional bank untuk mencegah terjadinya penumpukan nasabah
  • Mengajukan pinjaman kepada bank lain
  • Memanfaatkan jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

2. Oleh Pemerintah

Sementara, bagi pemerintah, hal yang bisa dilakukan adalah:

  • Memberikan dana talangan
  • Pemerintah bersama bank memberikan informasi yang jelas mengenai uang nasabah

3. Oleh Masyarakat

Masyarakat juga bisa berkontribusi dalam mencegah terjadinya rush money dengan cara seperti:

  • Mencari dan memeriksa kebenaran informasi yang didapatkannya
  • Tetap tenang dan tidak panik

Baca Juga: Pengertian Lengkap Manajemen Resiko, Komponen, Jenis, dan Tujuannya Dalam Bisnis

Penutup

Demikianlah informasi mengenai penyebab rush money, dampak buruknya bagi negara, dan cara mengatasinya. Seperti telah disebutkan, apabila muncul seruan atau imbauan untuk melakukan rush money, Anda sebaiknya segera melapor pada Otoritas Jasa Keuangan dan kepolisian. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kepanikan dan mencegah terjadinya rush money.

Kita pun perlu mengelola berbagai aset yang dimiliki dengan baik dan tepat agar dapat bertahan di segala kondisi perekonomian. Untuk memudahkan proses mengelola aset dan keuangan, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis seperti Accurate Online.

Selain menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis, Accurate Online juga menyediakan fitur-fitur seperti kepengurusan aset, buku besar, hingga perpajakan. Berbagai fitur tersebut pun mudah untuk digunakan dan bisa diakses secara fleksibel.

Nah, jika Anda tertarik untuk mencobanya, silahkan klik banner di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.