6 Pertimbangan dalam Membuka Rekening Deposito yang Harus Anda Pahami

Banyak orang yang ingin memulai menabung sejak dini demi bisa menjalani kehidupan yang bahagia dan sejahtera dalam urusan finansial. Caranya pun beragam, ada yang menyalurkan tabungannya dengan cara membeli rumah, membeli kendaraan bermotor, emas, unit link, hingga reksa dana yang mampu memberikan keuntungan besar dalam kurun waktu yang lama. Saat ini bahkan banyak orang yang mulai membuat pertimbangan untuk membuka rekening deposito.

Memang harus diakui bahwa berinvestasi adalah cara efektif dalam meningkatkan harta kekayaan. Tapi, bagaimana jika investasi yang akan kita pilih berbentuk tabungan uang tunai? Maka jawabannya adalah investasi pada produk deposito. Sederhananya, deposito adalah satu dari sekian banyak instrumen investasi yang sesuai dan cocok dilakukan para pemula.

Seluruh kalangan generasi milenial atau dibawahnya yang mulai sadar akan pentingnya kondisi finansial yang baik, bisa memulai berinvestasi dengan memilih deopsito karena risikonya yang kecil dan paling mudah untuk dilakukan.

Deposito sangat berbeda dengan instrumen investasi emas, saham, reksa dana, properti, atau kendaraan bermotor yang harga jual-belinya bisa berubah-ubah. Bila beberapa instrumen tersebut terkadang harganya bisa turun atau meningkat tergantung perekonomian global ataupun nasional, maka deposito justru cenderung tidak terpengaruh dengan kondisi tersebut.

Oleh karena itu, deposito menjadi salah satu bentuk produk investasi tradisional yang banyak dipilih banyak orang. Terlebih lagi, dalam memilih produk investasi deposito Anda tidak harus repot-repot dalam memilih atau mengurusnya, karena setiap bank yang bergerak di Indonesia pasti memiliki produk investasi deposito dengan bunga dan jangka waktu yang berbeda-beda.

Namun, walaupun proses dalam memilih produk investasi deposito tidaklah sulit, Anda tetap tidak boleh asal dalam memilihnya. Terdapat beberapa hal yang harus Anda pahami, lengkap dengan beragam risiko dan keuntungan yang ditawarkan oleh pihak bank. Jika dikelola secara asal atau keliru, maka produk investasi ini justru tidak akan mampu memberikan keuntungan investasi yang sesuai dengan harapan Anda.

Beberapa Pertimbangan Membuka Deposito di Bank

Secara total, terdapat enam pertimbagan membuka deposito di bank yang harus Anda pikirkan . Berikut adalah enam pertimbangan sebelum membuka deposito tersebut:

1. Perhatikan Jangka Waktu Deposito yang Diambil

Sama seperti namanya, deposito merupakan bentuk tabungan berjangka, yang mana di dalamnya Anda bisa memperoleh keuntungan, namun Anda hanya bisa mengambil tabungan tersebut pada waktu yang sebelumnya sudah ditentukan. Oleh karena itu, hal pertama yang harus Anda pertimbangkan sebelum memilih produk investasi deposito adalah mempertimbangkan jangka waktu yang ditawarkan oleh pihak bank.

Seperti yang dikutip dari Wikipedia, pihak bank akan memberikan pilihan deposito dengan jangka waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan 24 bulan hingga seterusnya. Semakin lama jangka waktu deposito yang akan Anda pilih, maka akan semakin besar pula nilai keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

Anda bisa saja memilih jangka waktu deposito selama 24 bulan, namun Anda harus memperhitungkan kebutuhan dan keingan Anda terlebih dahulu sebelumnya. Jika Anda ingin mendapatkan manfaat berinvestasi deposito secara cepat, maka jangka waktu 3 bulan atau 6 bulan bisa dijadikan pilihan tepat, namun keuntungan yang Anda dapat jelas tidak sebesar yang jangka waktunya 12 bulan.

Jika Anda sudah mengetahui kapan jangka waktu yang Anda perlukan, maka selanjutnya Anda harus mengingat secara seksama tentang waktu jatuh tempo untuk mencairkan dana deposito Anda.

Baca juga: Pajak Masukan dan Keluaran: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya

2. Pahamilah Alur Teknik Penyaluran Deposito

Masing-masing bank pastinya mempunyai aturan atau prosedur sekaligus teknik produk deposito yang ditawarkan pada nasabanya. Anda harus selalu ingat bahwa deposito yang dipilih dalam jangka waktu yang panjang jelas mampu memberikan keuntungan yang lebih besar daripada deposito jangka pendek. Kenapa? Karena jangka waktu tersebut akan mempengaruhi suatu nilai likuiditas sekaligus teknik penyalurannya.

Jika memang bank mampu memberikan nilai likuiditas yang lebih besar pada produk deposito jangka pendek, maka Anda bisa coba memilih produk deposito tersebut setelah mempertimbangkan seluruh teknik penyalurannya.

3. Besaran Nilai Deposito

Poin selanjutnya yang memang harus Anda pahami sebelum Anda mulai ingin membuka deposito di bank adalah dengan mengetahui syarat terkait minimal nilai yang sudah ditetapkan oleh pihak bank. Setiap bank tentunya mempunyai kebijakannya sendiri terkait hal ini. Ada yang menetapkan bahwa minimal saldo yang diperlukan untuk memulai investasi deposito adalah Rp5 juta, namun beberapa yang lainnya juga masih ada yang menetapkan nominal minimal di kisaran ratusan ribu saja.

4. Tata Cara Pencairan Deposito

Tabungan dan deposito adalah dua produk keuangan yang berbeda walaupun konsep keduanya sama, yaitu menabung dengan menggunakan uang tunai. Bila tabungan Anda bisa menarik uang Anda kapanpun Anda mau, baik itu pada saat pagi hari ataupun malam hari ketika ada suatu kebutuhan yang mendesak, Anda masih bisa manarik tabungan Anda secara tunai lewat mesin ATM.

Tapi, bila Anda memilih produk investasi deposito, maka pencairan atau penarikan dana tidak bisa Anda lakukan kapan saja.

Deposito adalah tabungan berjangka yang prosedur penarikannya mempunyai cara sendiri yang bisa disesuaikan dengan jangka waktu yang sebelumnya Anda pilih. Dalam proses pencairannya pun Anda hanya bisa melakukannya bila sudah jatuh tempo dan harus dilengkapi dengan seluruh syarat yang diminta oleh pihak bank.

Walaupun ada beberapa produk deposito yang bisa dicairkan sebelum jatuh tempo, namun Anda harus membayar denda sesuai dengan aturan bank tersebut. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar memahami cara pencairan produk investasi deposito ini agar Anda bisa memaksimalkan keuntungan yang ada di dalamnya.

Baca juga: 10 Tanda Kegagalan Keuangan Bisnis dan Cara Mengatasinya

5. Besaran Bunga Deposito

Sebagai salah satu produk perbankan, deposito mempunyai sejumlah bunga dana yang sebelumnya sudah ditentukan oleh pihak bank. Agar Anda bisa mendapatkan bunga yang besar, disarankan agar Anda mencari tahu terlebih dahulu terkait informasi penawaran yang diajukan oleh masing-masing bank, lalu silahkan Anda bandingkan.

Jika ada salah satu bank yang mampu memberikan keuntungan bunga deposito sesuai dengan harapan dan kemauan Anda, maka Anda bisa mulai mempertimbangkan ataupun memilih produk deposito yang ada pada bank tersebut. Pada umumnya, bunga deposito memang akan semakin besar jika jangka waktu yang Anda pilh ternyata lebih lama.

6. Jatuh Tempo Deposito

Poin terakhir yang harus Anda pahami tentang deposito adalah masalah jatuh tempo. Ketika Anda ingin membuka tabungan deposito pada sebuah bank, maka Anda harus benar-benar mencatat kapan tanggal jatuh temponya secara detail. Jangan sampai Anda lewat walaupun hanya satu hari, karena hal tersebut akan memiliki efek yang di luar harapan Anda.

Jika seandainya Anda memilih produk deposito dalam kurun waktu 12 bulan, mulai dari Januari 2020 hingga Desember 2020, maka Anda harus mulai mencairkan dana deposito Anda pada bulan Desember 2020, sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang sebelumnya sudah disepakati.

Jika Anda terlambat dengan alasan apapun, maka secara otomatis pihak bank nantinya akan melanjutkan deposito Anda dengan perhitungan jangka waktu 12 bulan seperti sebelumnya, yang artinya Anda baru bisa menarik tabungan Anda pada bulan Desember di tahun 2021. Hal ini tentu saja akan merepotkan Anda jika dana deposito yang Anda lakukan gagal ditarik dan harus menunggu lagi setahun berikutnya hanya karena lupa.

Untuk itu, Anda harus benar-benar memahami kapan tanggal jatuh tempo yang sudah Anda sepakati dengan pihak bank, Anda bisa membuat pengingat pada smartphone Anda atau menulisnya pada suatu kertas yang ditempelkan di kamar Anda agar Anda bisa terus mengingat tanggal jatuh tempo Anda.

Baca juga: Pengertian Deposito, Keuntungan, Kelemahan, dan Perbedaannya dengan Tabungan

Bagaimana, Mempertimbangkan Membuka Deposito Secara Matang?

Dengan risiko yang kecil dan keuntungan yang maksimal, maka tidak heran jika deposito tetap dijadikan produk investasi pilihan banyak masyarakat. Walaupun terdapat instrumen investasi lain seperti reksa dana atau forex yang mampu menawarkan keuntungan yang fantastis, atau produk investasi rumah ataupun emas yang harganya selalu meningkat, namun investasi deposito masih menjadi favorit masyarakat.

Untuk Anda yang masih hidup sendiri dan masih mempunyai pekerjaan tetap, maka disarankan untuk mulai memikirkan memilih produk deposito sebagai bentuk investasi yang menguntungkan di masa depan. Bisa jadi uang yang Anda investasikan tersebut mampu memberikan manfaat yang luar biasa besar di kemudian hari nanti.

Namun jika Anda pebisnis, maka Anda harus memiliki pencatatan keuangan yang baik sebelum mulai berinvestasi deposito. Untuk memudahkan pencatatan keuangan yang baik pada bisnis, Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda akan lebih mudah dalam membuat catatan keuangan bisnis Anda dimanapun dan kapanpun. Selain itu, data laporan juga akan tersimpan dengan aman dan Anda bisa lebih mudah dalam menggunakannya.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:accurate1