Stable Coin: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya dalam Dunia Investasi Kripto

Stable coin adalah mata uang kripto kelas baru yang menjadi secercah harapan di tengah begitu fluktuatifnya nilai aset kripto. Mata uang kripto ini menawarkan nilai yang lebih stabil sesuai namanya, sehingga cenderung aman bagi investor.

Seperti diketahui, masalah besar aset kripto selama ini adalah volatilitas harga yang sangat ekstrim. Di mana aset kripto bisa meroket dalam waktu singkat, namun juga bisa jatuh sedalam-dalamnya.

Apabila Anda memasuki dunia investasi kripto, Anda perlu memahami ribuan jenis mata uang kripto yang ada, termasuk stable coin ini. Untuk itu, artikel berikut ini akan membahas lebih lanjut mengenai mata uang kripto, mulai dari pengertian, jenis, manfaat, serta kekurangannya.

Apa Itu Stable Coin?

Melansir dari Investopedia, stable coin atau dalam bahasa Indonesia disebut koin stabil adalah jenis mata uang kripto yang nilainya dipatok atau diikat dengan mata uang, komoditas, atau instrumen keuangan lain. Dengan kata lain, aset kripto ini dirancang untuk memiliki nilai yang sama dengan aset tertentu, contohnya Dolar AS dan emas, untuk menjamin kestabilan harganya. Di mana pada sejumlah koin stabil terpopuler, pembuat koin stabil menjamin pengguna dengan nilai konversi sebesar 1:1 dengan mata uang atau aset asli.

Kehadiran koin stabil bertujuan sebagai alternatif atas volatilitas tinggi dari salah satu mata uang kripto terpopuler yakni bitcoin. Di mana nilai tukar Bitcoin yang sangat fluktuatif menimbulkan resiko transaksi yang tinggi di pasar. Di sisi lain, uang konvensional atau uang fiat yang biasa dipakai dalam koin stabil memang memiliki nilai tukar yang cenderung stabil, namun harus melewati proses transaksi yang lama.

Pada tahap ini, koin stabil diharapkan dapat menjadi jembatan yang menggabungkan keunggulan aset kripto dan mata uang fiat melalui pemrosesan transaksi yang lebih cepat dan keamanan yang lebih tinggi seperti aset kripto, serta nilai yang lebih stabil seperti uang fiat.

Baca Juga: Pengertian dan Jenis Cryptocurrency dalam Dunia Keuangan

Jenis Stable Coin

Koin stabil bisa dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan aset jaminan atau aset yang mendukung nilainya, yang di antaranya meliputi:

1. Stable Coin Dengan Jaminan Fiat

Fiat adalah jaminan yang paling banyak digunakan untuk koin stabil. Di mana Dolar Amerika Serikat menjadi yang paling sering digunakan karena nilainya yang paling stabil. Namun, ada juga mata uang lain yang digunakan, seperti Lira (mata uang Turki) dan bahkan Rupiah.

Adapun beberapa koin stabil terpopuler yang menggunakan jaminan ini ialah Tether (USDT), USD Coin (USDC), dan Indonesia Rupiah Token (IDRT). Di mana Tether (USDT) serta USD Coin (USDC) nilainya dijamin 1:1 dengan Dolar AS, dan Indonesia Rupiah Token (IDRT) nilainya dijamin 1:1 dengan Rupiah.

2. Stable Coin Dengan Jaminan Logam Mulia

Logam mulia juga memiliki nilai yang cukup stabil sehingga sering digunakan untuk koin stabil. Terutama logam mulia seperti emas dan perak yang mampu mendukung koin stabil untuk memiliki nilai jaminan 1:1. Beberapa contohnya adalah PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT).

3. Stable Coin Dengan Jaminan Mata Uang Kripto Lain

Jenis koin stabil ini mempertahankan nilai tukarnya dengan didukung oleh cadangan mata uang kripto lainnya. Salah satu contoh koin stabil jenis ini adalah DAI yang dikeluarkan oleh MakerDAO. Mata uang ini biasanya digunakan di blockchain Ethereum (ETH) yang ditujukan untuk menjaga nilainya agar sedekat mungkin dengan satu dolar AS. Koin stabil ini pun didukung oleh ETH dan mata uang kripto lainnya senilai 150% dari koin stabil DAI yang beredar.

Baca Juga: NFT adalah Aset Digital Turunan Kripto, Bagaimana Penggunaannya?

Manfaat Stable Coin

Karena nilainya yang tidak terlalu fluktuatif, koin stabil menawarkan sejumlah manfaat yang bisa dipertimbangkan sebelum mencoba berinvestasi di aset kripto.

1. Meminimalisir Volatilitas

Seperti diketahui, nilai dari mata uang kripto seperti bitcoin dan ethereum sangatlah fluktuatif, di mana pergerakannya bahkan dihitung per menit. Dalam hal ini, koin stabil bisa memberikan kepastian yang lebih baik kepada penjual maupun pembeli karena pergerakan harganya yang lebih terkendali dan bisa diproyeksi dalam waktu dekat.

2. Sebagai Tempat Menyimpan dan Memperdagangkan Aset

Penyimpanan koin stabil tidak memerlukan rekening bank. Ia pun cenderung mudah untuk ditransfer dan nilanya bisa dikirimkan ke seluruh dunia, termasuk ke dalam dolar AS yang sulit untuk didapatkan ataupun mata uang lokal yang fluktuatif.

3. Memberikan Imbal Hasil

Salah satu cara termudah untuk mendapatkan imbal hasil adalah dengan berinvestasi di koin stabil. Di mana imbal hasilnya pun cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan bunga bank.

Baca Juga: ICO (Initial Coin Offering): Ini Pengertian dan Tips Menghindari Kerugiannya

Kekurangan Stable Coin

Namun, sama dengan jenis aset kripto lain, koin stabil juga memiliki kekurangan, tepatnya pada hal stabilitas dan transparansi.

1. Stabilitas

Meski stable coin dikatakan stabil, namun nilainya sangat bergantung dari aset yang mendukungnya. Betul adanya memang bahwa nilai dolar dan emas cenderung sangat stabil, namun tetap ada kemungkinan nilainya mengalami fluktuasi. Jika hal ini terjadi, nilai koin stabil tentu akan terpengaruh.

2. Transparansi

Jika jaminan koin stabil disimpan di bank atau pihak ketiga lainnya, maka perlu adanya transparansi. Nah, masalah yang sering dihadapi dalam hal ini adalah kurangnya transparansi mengenai koin stabil. Hal ini membuat investor menjadi ragu karena tidak bisa mengontrol secara langsung. Karena itu, sistem koin stabil diharapkan bisa lebih transparan ke depannya agar investor bisa lebih yakin saat berinvestasi.

Baca Juga: Ketentuan Pengenaan Pajak Kripto di Indonesia

Penutup

Stable coin adalah jenis mata uang kripto yang tengah berkembang dan terus meningkat kepopulerannya. Mata uang yang telah sah sebagai alat tukar ini menawarkan nilai yang lebih stabil dan lebih minim akan resiko dari aset kripto lain, khususnya bitcoin. Sehingga, bisa dikatakan bahwa aset kripto ini bisa dipertimbangkan oleh investor kripto pemula yang ingin memulai berinvestasi.

Sama halnya seperti pengusaha, investor juga perlu memerhatikan keuangannya agar tidak terjerumus dalam kegagalan finansial. Dalam hal ini, investor bisa menggunakan aplikasi bisnis seperti Accurate Online yang menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis.

Fitur-fitur yang tersedia di dalam Accurate Online mudah untuk digunakan dan bisa diakses secara fleksibel karena memang ditujukan untuk membuat proses pengelolaan dan pembukuan keuangan menjadi lebih cepat, akurat, dan otomatis.

Jika Anda tertarik untuk mencobanya, silahkan klik banner di bawah ini untuk menikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia