Teori Keunggulan Komparatif VS Absolut Dalam Dunia Ekonomi

oleh | Apr 7, 2021

source envato.

Teori Keunggulan Komparatif VS Absolut Dalam Dunia Ekonomi

Bicara tentang teori keunggulan komparatif dan absolut di dalam dunia ekonomi pasti akan selalu lekat dengan Adam Smith dan David Ricardo, terutama dalam dunia perdagangan internasional. Kedua tokoh besar ini memang sudah sangat terkenal dengan teori ekonominya yang mampu membawa perubahan di dalam dunia perekonomian.

Adam Smith sangat terkenal dengan penggagas teori ekonomi klasik, dan David Ricardo terkenal dengan teori ekonomi modern.

Lantas, apa sebenarnya teori keunggulan komparatif dan absolut dalam dunia ekonomi tersebut? Temukan jawabannya dengan membaca artikel ini hingga selesai.

Teori Keunggulan Komparatif VS Absolut

Untuk mengetahui kedua teori ini, kita harus lebih dahulu memahami arti perdagangan internasional, karena keduanya memang sangat lekat dengan dunia perdagangan internasional.

Secara nomenklatur, kata internasional yang terdapat di dalamnya sudah jelas melibatkan kegiatan transaksi ekonomi pada antar negara. Lebih jelasnya lagi, perdagangan internasional adalah suatu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh penduduk pada suatu negara dengan penduduk lainnya yang berada di negara lain dengan asas kesepakatan bersama.

Dalam hal ini, arti penduduk tersebut bisa berupa individu ataupun badan usaha, individu atau badan usaha dengan pemerintahan di sebuah negara, atau antar pemerintahan di suatu negara.

Perdagangan internasional yang termasuk di dalam ranah ekonomi makro tidak hanya mampu memberikan manfaat dalam hal ekonomi saja, namun juga bisa dalam hal sosial, politik, hingga pertahanan keamanan sebuah negara.

Oleh karena itu, jangan heran bila banyak sekali ide pemikiran yang muncul dan berkembang yang berkaitan dengan teori perdagangan internasional untuk bisa digunakan dasar pertimbangan penerapan kebijakan ekonomi makro di dalam suatu negara.

Dari sekian banyaknya teori yang sudah berkembang, ada dua teori yang sangat terkenal, yaitu teori keunggulan komparatif yang disusun oleh David Ricardo, dan teori keunggulan absolut yang digagas oleh Adam Smith. Lantas, Apa perbedaan antar keduanya?

Baca juga: Pengertian Perang Dagang dan Pengaruhnya Dalam Dunia Ekonomi Mancanegara

Teori Keunggulan Absolut – Adam Smith

Dalam teori keunggulan absolut yang digagas oleh Adam Smith, dijelaskan betapa pentingnya sistem ekonomi liberal, yaitu adanya kebebasan dari keterlibatan dan campur tangan pihak pemerintah.

Dirinya berpendapat bahwa pengelolaan ekonomi sebuah negara bisa dilakukan dengan melakukan persaingan bebas tanpa adanya intervensi dari pihak pemerintah. Namun, harus ada pembagian kerja dan pengalokasian sumber daya secara lebih efisien.

Smith juga mengatakan bahwa kemakmuran rakyat di dalam sebuah negara bisa dicapai dengan melakukan produksi dan perdagangan. Untuk bisa menghasilkan kekayaan yang luas, maka produksi dan juga perdagangan harus bisa dilakukan secara maksimal.

Untuk itu, Smith menyarankan agar pihak pemerintah pada setiap negara mampu memberikan kebebasan ekonomi pada rakyatnya untuk bisa melakukan perdagangan secara bebas, baik itu dalam ruang lingkup lokal ataupun internasional. Sehingga, perkembangan ekonomi akan bisa diraih dengan perkembangan penduduk dan total produksi yang mampu dihasilkan

Total produksi ini menggambarkan tingkatan produksi barang dan jasa yang dipengaruhi oleh adanya sumber daya manusia, alam, dan persediaan barang produksi. Nah, untuk bisa memaksimalkan perkembangan produksi ini, maka seluruh sumber daya alam yang tersedia harus dikelola secara lebih selektif dan efisien oleh para tenaga kerja dengan barang modal yang tersedia.

Dengan perkembangan produksi yang lebih maksimal, maka akan mampu menciptakan keuntungan yang juga maksimal.

Selain itu, Smith juga menjelaskan bahwa keuntungan absolut akan bisa didapat pada suatu negara jika berhasil membuat biaya produksi barang dengan harga yang lebih murah daripada negara lainnya.

Logika yang dikembangkannya adalah bila biaya produksi antar negara itu sama, maka tidak ada alasan lagi untuk bisa melakukan perdagangan internasional. Karena dasar itulah Smith mengajukan dua ide utama dalam teori nya terkait dengan perdagangan internasional, yaitu sebagai berikut.

  • Spesialisasi Internasional dan Efisiensi Produksi

Di dalam dunia perdagangan internasional akan selalu ada pihak yang berperan sebagai importir dan eksportir. Sebuah negara akan mengimpor barang dari negara lain  bila barang yang diproduksi di dalam negaranya ternyata tidak efisien atau kurang. Untuk itu, sebuah negara bisa melakukan spesialisasi pada produksi barang yang menguntungkan agar bisa memperoleh keunggulan absolut.

  • Adanya Pembagian Kerja Internasional (Division Of Labour)

Maksud dari pembagian kerja internasional dalam hal ini adalah perpindahan ruang pada industri pabrikan. Itu artinya, proses produksi suatu barang tidak terbatas pada suatu negara saja. Dengan adanya pembagian kerja secara internasional di suatu negara, maka negara tersebut bisa melakukan proses produksi barang dengan biaya yang lebih murah dan juga lebih rendah dari negara lainnya.

Efisiensi biaya produk yang diraih dengan pembagian kerja internasional inipun diklaim mampu mendorong pendapatan keunggulan absolut saat negara tersebut melakukan perdagangan internasionalnya. Untuk lebih jelasnya, mari perhatikan studi kasus berikut ini.

Berdasarkan tabel di atas, terlihat jelas Indonesia memiliki keunggulan dalam hal produksi beras daripada Jepang. Sebaliknya, Jepang pun lebih unggul memproduksi elektronik daripada Indonesia. Berdasarkan data di atas, seharusnya Indonesia bisa melakukan spesialisasi pada beras, dan Jepang pada produk elektroniknya.

Bila kedua negara ini melakukan perdagangan internasional, maka setiap negara jelas bisa mendapatkan keuntungan.

Untuk di Indonesia sendiri, diketahui DTD nya 1 kg beras akan memperoleh 1 unit alat elektronik, dan jempang 1 kg beras setara dengan 4 unit elektronik. Jika Indonesia bisa menukarkan berasnya dengan alat elektronik Jepang, maka bisa memperoleh keuntungan sebanyak 3 unit elektronik dari 4 elektronik yang dikurang 1 unit.

Sementara keuntungan untuk Jepang adalah dengan DTD 1 unit elektronik sama dengan 0,25 kg beras, dan Indonesia 1 unit elektroniknya setara dengan 1 kg beras. Bila Jepang melakukan perdagangan barter dengan Indonesia, maka akan mendapatkan keuntungan sebanyak 0,75 kg beras yang didapatkan dari 1 kg beras dikurangi dengan 0,25 kg beras.

Teori Keunggulan Komparatif – David Ricardo

Pada dasarnya, teori keunggulan komparatif dari David Ricardo dibuat berdasarkan adanya kelemahan dari teori keunggulan absolut. Di dalamnya Ricardo mengkritisi teori keunggulan absolut, yang mana di dalam perdagangan hanya bisa dilakukan oleh negara yang bisa melakukan proses produksi saja dalam memperoleh keuntungan absolut.

Teori tersebut seolah hanya bisa diterapkan untuk negara yang bisa melakukan spesialisasi produksi barang saja.

Jika begitu, bagaimana nasib negara yang mengalami kerugian absolut yang tidak bisa melakukan produksi barang? Apakah berbagai negara tersebut tidak mampu atau tidak mempunyai kesempatan yang sama dalam melakukan perdagangan internasional.

Berdasarkan kelemahan itu, maka Ricardo menggagas ide baru dalam ruang lingkup perdagangan internasional yang berwujud teori keunggulan komparatif. Menurutnya, negara yang tidak mempunyai keunggulan absolut bisa turut terlibat di dalam perdagangan internasional yang menguntungkan jika mampu melakukan spesialisasi produk pada barang yang mempunyai biaya rendah daripada negara lain.

Karena, negara yang mampu memproduksi barang dengan harga yang lebih rendah mempunyai keunggulan komparatif. Teori keunggulan komparatif ini hanya bisa dilakukan dengan menggunakan asumsi berikut ini.

  • Perdagangan hanya bisa dilakukan pada dua negara saja.
  • Objek barang ataupun komoditi yang diperdagangkan hanyalah dua jenis saja
  • Setiap negara hanya mempunyai dua unit faktor produksi saja
  • Sifat skala produksinya adalah content return to scale, yang mana harga barang komoditas relatif sama pada berbagai kondisi produksi.
  • Diberlakukannya teori nilai tenaga kerja yang menyatakan bahwa harga barang sama dengan atau bisa dikalkulasi dari jumlah jam kerja para pekerja yang digunakan dalam proses produksi barang.

Berdasarkan asumsi ini, maka keunggulan komparatif akan terjadi bila suatu negara bisa melakukan proses produksi barang dengan biaya tenaga kerja yang lebih murah daripada biaya tenaga kerja di negara lain.

Baca juga : Pasar Duopoli: Pengertian, Jenis, dan Karakteristiknya

Penutup

Walaupun kedua gagasan diatas sangat brilian, tapi tidak ada yang namanya gagasan sempurna. Itu artinya, sebaik-baiknya ide gagasan yang dikeluarkan, walaupun mampu memberikan sumbangsih pada perubahan dan perkembangan dunia perekonomian, akan selalu ada kelemahan di dalamnya.

Pada dasarnya, teori keunggulan absolut yang digagas Adam Smith dan teori keunggulan komparatif yang digagas oleh David Ricardo tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

Bedanya hanya pada cara mengukur keunggulan pada sebuah negara saja, yang mana pada teori keunggulan absolut lebih mengedepankan biaya absolut, dan teori keunggulan komparatif lebih mengedepankan biaya relatif dalam memproduksi barang.

Keduanya memiliki tujuan yang sama-sama ingin menguntungkan perusahaan pada kedua negara yang melakukan perdagangan internasional.

Nah, bila Anda adalah salah satu pebisnis yang melakukan perdagangan internasional maupun internasional, maka Anda harus bisa memahami hal ini dengan teliti. Tujuannya agar perusahaan Anda bisa mendapatkan laba atau keuntungan yang maksimal.

Bila keuntungan tersebut sudah bisa Anda raih, jangan lupa untuk tetap mencatatnya pada laporan keuangan Anda, tepatnya pada laporan laba rugi perusahaan. Namun, pencatatan yang dilakukan secara manual hanya akan membuang waktu dan berpotensi terjadi banyak kesalahan. Oleh karena itu, Anda harus menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa mencatat dan memperoleh berbagai jenis laporan keuangan perusahaan Anda dengan mudah, cepat, dan akurat. Berbagai fitur di dalamnya yang lengkap dan tampilan dashboard nya yang sederhana, akan semakin memudahkan Anda dalam melakukan bisnis.

Tertarik? Anda bisa menikmati fitur Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.

https://accurate.id/lp/marketing-form/

ekonomikeuanganbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Ibnu
Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia

Artikel Terkait