Yuk, Kenali 8 Jenis Aptitude Test dalam Proses Rekrutmen!

Setiap perusahaan memiliki metode tersendiri dalam proses rekrutmen karyawan. Salah satunya mungkin dengan menerapkan tes tertentu untuk menyeleksi kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Aptitude test merupakan salah satu tes penilaian karir yang paling umum digunakan dalam proses tersebut.

Apa itu aptitude test? Berikut definisi dan jenis-jenisnya yang baik untuk diketahui terkait pengetahuan seputar dunia kerja.

Apa Itu Aptitude Test?

American Pyschologist Association mendefinisikan aptitude test sebagai instrumen penilaian yang dirancang untuk mengukur potensi seseorang memperoleh pengetahuan atau keterampilan. Tes ini dianggap sebagai dasar untuk memprediksi keberhasilan seseorang di masa depan, terutama dalam bidang pendidikan atau pekerjaan.

Sederhananya, tes aptitude adalah tes yang dirancang untuk memahami kemampuan individu dalam mengerjakan tugas tertentu, yang juga bisa menunjukkan tingkat kompetensinya.

Sebagian perusahaan mengadakan tes aptitude untuk membuat keputusan perekrutan. Baik dengan melihat kelebihan dan kelemahan calon karyawan maupun dengan menentukan apakah kemampuan calon karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

DI Indonesia, tes ini juga dilakukan oleh para pencari kerja atau lulusan baru untuk menentukan jalur karir yang tepat.

Baca juga: Mengenal Tes Kraepelin dan Tujuannya dalam Proses Rekrutmen

8 Jenis Aptitude Test

Ada berbagai macam tes aptitude yang bisa digunakan dalam proses rekrutmen. Berikut beberapa jenis dari tes aptitude tersebut.

1. Tes Penalaran Numerik

Tes penalaran numerik dilakukan untuk mengukur tingkat kompetensi seseorang terkait pemahamannya akan data numerik atau statistik. Hasil tes akan menunjukkan seberapa jauh kemampuan kandidat dalam membuat kesimpulan atau keputusan yang tepat dengan data numerik tersebut.

Adapun contoh tes penalaran numerik ini meliputi:

  • Artimatika keuangan, melibatkan perhitungan uang, perpajakan, keuntungan-kerugian, hingga konversi mata uang.
  • Seri angka, bisa berupa bilangan deret, bilangan rasional, ataupun aritmatika.
  • Soal cerita, biasanya berupa kisah atau permasalahan yang mengharuskan kandidat mencari jawaban numerik yang benar.
  • Grafik dan bagan

2. Tes Penalaran Verbal

Jenis tes ini digunakan untuk mengukur pemahaman kandidat mengenai teks tertulis, dimana biasanya akan dipaparkan pertanyaan berdasarkan teks tersebut. Dengan kata lain, tes ini memperlihatkan seberapa faktual kesimpulan yang diambil oleh kandidat berdasarkan materi teks yang ada.

Tes penalaran verbal dapat membantu perekrut mengidentifikasi kandidat manakah yang dapat memahami, menganalisis, dan membuat kesimpulan yang akurat dari materi tertulis, terlepas dari industri apapun tempat mereka bekerja.

3. Tes Penalaran Induktif

Tes penalaran induktif merupakan salah satu jenis aptitude test yang paling umum digunakan dalam rekrutmen. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan kandidat dalam memecahkan masalah, terutama ketika dihadapkan dengan informasi asing.

Kandidat yang dapat mengerjakan tes ini dengan baik cenderung memiliki kapasitas yang lebih besar untuk berpikir secara konseptual dan analitis.

Baca juga: Tes Potensi Akademik, Suatu Tes untuk Mengukur Intelektualitas Anda

4. Tes Penalaran Mekanik

Tes pelanaran mekanik biasanya digunakan untuk mencari posisi pekerjaan yang berhubungan dengan proses pekerjaan teknikal, dimana umumnya melibatkan alat bantu, seperti katrol, tuas, ataupun rangkaian listrik sederhana.

Tujuan utama tes ini untuk menilai kompetensi kandidat terhadap konsep mekanis. Tes ini juga dapat membantu mengukur kapasitas bawaan kandidat dalam menggunakan prinsip-prinsip rekayasa aplikasi.

5. Tes Penalaran Diagram

Jenis aptitude test ini dikenal juga sebagai tes penalaran abstrak. Dimana tes ini tidak mengandung kata ataupun angka, melainkan hanya ilustrasi yang menggambarkan berbagai bentuk, urutan, dan pola.

Tujuan umum tes ini adalah untukmengukur kemampuan kandidat dalam memahami bentuk dan ide abstrak dari ilustrasi yang diberikan. Tes ini pun akan memperlihatkan kecepatan kandidat dalam memahami aturan atau pola ilustrasi, untuk kemudian menerapkannya ke sampel baru guna mendapatkan jawaban yang benar.

Kandidat dengan kemampuan penilaian diagram dinilai dapat mempelajari hal baru dengan cepat dan memiliki kemampuan logis yang tidak terikat oleh keterampilan linguistik ataupun matematika.

6. Tes Penalaran Spasial

Tes penalaran spasial digunakan untuk mengukur kemampuan kandidat dalam mengingat gambar atau bentuk, serta menentukan pola yang sesuai dengan urutannya.

Jenis aptitude test satu ini tergolong sebagai tes nonverbal yang mengharuskan kandidat mengatur ulang, memutar, dan memanipulasi bentuk atau objek dari sudut pandang yang berbeda.

Kemampuan penalaran spasial penting untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Meski dalam penerapannya, tes ini lebih sering digunakan untuk menyeleksi kandidat terkait posisi teknikal seperti bidang IT.

Baca juga: MBTI Adalah Salah Satu Tes Kepribadian, ini Cara Penerapannya!

7. Tes Penalaran Situasional

Tes penalaran situasional juga termasuk dalam jenis aptitude test yang paling umum digunakan dalam proses rekrutmen. Tes ini bertujuan mengukur kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah ketika dihadapkan dengan situasi tertentu.

Misalnya, kandidat akan diminta memikirkan langkah yang sebaiknya diambil untuk kepentingan perusahaan dalam situasional tertentu.

8. Tes Penalaran Logika

Tes penalaran logika digunakan untuk menilai kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah dan menemukan solusi rasional. Dalam tes ini, kandidat harus menafsirkan hubungan antara bentuk dan pola.

Kandidat yang memiliki penalaran logis dapat memproses informasi secara efisien dan membuat kesimpulan berdasarkan fakta. Kandidat juga umumnya dapat menjelaskan semua bagian proyek yang terpisah dan menyatukannya dengan cara yang tepat.

Baca juga: Apa itu IQ? Ini Pengertian dan Cara Meningkatkannya!

Penutup

Berdasarkan uraian di atas, terlihat jelas bahwa tujuan utama aptitude test bukanlah untuk menguji pengetahuan seseorang mengenai bidang tertentu, melainkan untuk mengetahui bakat alami yang dimilikinya. Tes ini juga bertujuan untuk menentukan apakah kemampuan yang dimiliki seseorang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Sebagaimana disebutkan di atas, tes aptitude bisa menunjukkan ranah karir yang tepat. Terlepas dari karir apapun itu, setiap orang perlu mengelola keuangannya dengan baik dan benar. Tentu untuk menghindari masalah finansial yang bisa berdampak pada kinerja pekerjaan.

Untuk itu, Anda memerlukan metode pencatatan keuangan yang otomatis, cepat, dan akurat. Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis bernama Accurate Online.

Accurate Online terbukti mampu membantu pengelolaan keuangan secara maksimal bagi individu perorangan, maupun pengelolaan bisnis yang membantu pebisnis mencapai kesuksesan.

Accurate Online menyediakan berbagai fitur dan keunggulan, serta lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun.

Tertarik untuk mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari? Silahkan klik banner di bawah ini.accurate 2 banner bawah

elvina

Penulis yang berasal dari lulusan jurnalistik yang tertarik dengan gaya hidup perkantoran dan dunia kerja. Di blog Accurate Online, Vina juga sering membuat berbagai konten artikel yang bermanfaat untuk pebisnis dan karyawan di Indonesia.