Post Production: Proses Akhir Penyempurnaan Karya Audiovisual

Jika Anda tertarik untuk bekerja di dalam industri kreatif, khususnya industri perfilman, maka post production adalah salah satu tahap yang harus Anda ketahui.

Sama seperti judul diatas, tahap ini berisi proses penyempurnaan dari suatu karya, apapun bentuk karya tersebut.

Tertarik untuk mempelajarinya lebih lanjut? Tenang, kami sudah mempersiapkan penjelasan dari post production pada Anda lengkap dengan tahapan yang harus dilewati, contoh dan alur kerjanya. Untuk itu, bacalah artikel tentang post production di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Post Production

Hal pertama yang harus kita bahas adalah pengertian dari istilah post production terlebih dulu. Berdasarkan laman Studio Binder, post production adalah sebuah tahapan akhir setelah dilakukan pre-production dan produksi dari suatu karya.

Biasanya, tahap yang memiliki tahapan ini di dalam alur kerjanya adalah film atau karya audiovisual lain, seperti misalnya video klip.

Di dalam post production, nantinya editor akan mengkombinasikan hasil rekaman dan mengeditnya dengan menggunakan efek, lalu akan memasukan musik latar belakang atau voice over, serta elemen lainnya yang saling melengkapi.

Dalam tahap ini, tentunya bukan hanya editor saja yang memiliki peran penting. Didalamnya juga ada foley artist, dubber, sound engineer, editor offline dan online, dan lain sebagainya.

Di dalamnya terdapat kerjasama yang dilakukan antara banyak pihak yang akan menyempurnakan suatu film ataupun karya audio visual lainnya.

Durasi pengerjaannya pun berbeda-beda, bisa hitungan hari, hingga tahunan. Semuanya tergantung dari skala proyek yang dikerjakan.

Baca juga: Kepangkatan PNS dan Syaratnya yang Harus Anda Ketahui

Workflow Post Production

Setelah mengetahui post production, maka kini saatnya untuk masuk pada penjelasan singkat terkait alur kerja dari post production.

1. Admin Data

Proses pertama di dalam post production adalah admin data. Anda harus memeriksa setiap rekaman yang sudah diambil, mengkategorikannya pada setiap scene yang akan diedit, dan menyimpan back up datanya.

Langkah ini adalah langkah yang penting, karena bila nantinya aplikasi pengeditan rusak dan berbagai data di dalamnya hilang, Anda masih memiliki data aslinya.

2. Penggabungan Dan Pengeditan Rekaman

Setelah itu, maka Anda harus memilih dan menggabungkan hasil rekaman ke dalam adegan. Dalam tahap ini, nantinya editor akan mengurutkan rekaman dari shot list dan juga script yang sudah dibuat dalam pre-production, dan tentu saja akan mengikuti arahan dari pihak sutradara.

3. Pengeditan Suara

Tahapan selanjutnya yang terdapat di dalam post production adalah pengeditan suara yang terdapat di dalam video.

Umumnya, tanggung jawab untuk menghilangkan noise di latar adalah sound engineer, mereka akan memaksimalkan suara tokoh utama dan hal lainnya.

Nantinya, suara yang sudah diedit akan dimasukkan dan diselaraskan dengan video yang sudah diubah sesuai dengan urutannya.

4. Memasukkan Musik Latar

Bila urutan gambar sudah tepat dan suara pun sudah diedit, maka saatnya untuk memasukan musik latar. Musik latar ini tidak sama dengan suara latar, karena umumnya film yang menggunakan komposisi harus dibuat secara khusus untuk produksi itu sendiri.

Masterclass menjelaskan bahwa memasukkan musik pada tahap ini bisa menampilkan mood yang ingin ditonjolkan dalam suatu adegan.

5. Pemberian Efek Visual

Bila musik sudah dimasukkan, maka waktunya untuk memberikan efek visual. Umumnya, akan ada tim tertentu yang akan mengerjakan efek ini.

6. Color Correction

Tahap selanjutnya adalah color correction atau color grading. Disadur dari laman Skillshare, proses ini dilakukan agar bisa menyamakan tone dari semua keseluruhan karya audiovisual.

Walaupun nantinya ada beberapa adegan yang harus ditonjolkan dan warnanya jadi berbeda, maka setidaknya dalam perbedaan tersebut akan tetap terdapat konsistensi.

Contohnya suatu film sedang menceritakan adegan bahagia lalu tiba-tiba berubah menjadi sedih. Untuk bisa lebih menonjolkan hal tersebut, maka diperlukan adanya perubahan warna secara halus agar suasananya tidak berubah. Jadi bukan hanya dari sisi musik saja yang memiliki peran dalam mengatur suatu film, warna pun bisa berperan penting.

7. Penambahan Kredit Dan Subtitle

Tahap terakhir yang harus dilakukan di dalam post production adalah menambahkan judul kredit, dan subtitle bila dibutuhkan. Pada intinya, seluruh elemen grafis yang bisa ditambahkan sampai akhir pengeditan.

Baca juga: Fungsi Berorganisasi dan Tujuannya Penting di Dalamnya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang post production, lengkap mulai dari pengertian hingga alur kerjanya.

Bila Anda tertarik untuk bekerja di bidang industri kreatif atau ingin memiliki bisnis industri kreatif, Anda harus mempelajarinya secara lebih dalam lagi.

Selain itu, jangan lupa juga untuk mengelola keuangannya dengan tepat menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Accurate adalah penyedia aplikasi akuntansi yang sudah bergerak lebih dari 20 tahun dan saat ini sudah dipercaya oleh lebih dari 377 ribu pebisnis di Indonesia, mulai dari bisnis UMKM hingga bisnis berskala besar. Bahkan hingga artikel ini diterbitkan, Accurate Online sudah berhasil mendapatkan penghargaan TOP Brand Award dari tahun 2016 hingga tahun 2022.

Pencapaian tersebut didapat karena Accurate Online mampu membantu setiap pebisnis di Indonesia dalam mengelola keuangan dan bisnisnya secara lebih efektif dan efisien.

Dengan menggunakan Accurate Online, pebisnis bisa mendapatkan laporan arus kas, laporan laba rugi, dan lebih dari 200 jenis laporan lainnya secara cepat dan juga akurat.

Selain itu, di dalamnya juga sudah dibekali dengan berbagai modul dan fitur, seperti fitur penjualan, pembelian, persediaan, perpajakan, dan fitur lainnya.

Ayo rasakan sendiri kelebihan dan fitur luar biasa menarik dari Accurate Online dengan mencobanya secara gratis selama 30 hari melalui banner di bawah ini.