Apa itu Batch Picking? Ini Pengertian dan Sistem Kerjanya!

Pada dasarnya, batch picking adalah suatu teknik dalam mengambil produk barang di gudang. Teknik ini adalah salah satu bagian dari order fulfillment. Selain batch picking, sebenarnya terdapat dua teknik lain yang cukup banyak digunakan, yakni wave picking dan zone picking.

Teknik batch picking ini mampu memudahkan pekerjaan di gudang bila bisnis Anda cukup sering menerima pesanan dengan daftar barang yang sama antara yang satu dengan yang lain.

Tapi, apa itu teknik batch picking? Bagaimana sistem kerjanya? Dapatkan jawabannya dengan membaca artikel tentang batch picking di bawah ini hingga selesai.

Apa itu Batch Picking?

Dilansir dari laman Shipbob, batch picking adalah suatu proses pengambilan produk barang untuk beberapa pesanan pelanggan secara sekaligus, alih-alih memilih barang satu per satu. Tujuan dari dilakukannya batch picking adalah agar bisa meningkatkan efisiensi operasional. Jadi, satu orang karyawan pengambil produk akan mengambil batch pesanan.

Teknik ini dianggap mampu mengurangi perjalanan berulang dari lokasi yang sama untuk pesanan yang berbeda. Bayangkan saja bila terdapat dua barang yang umumnya dipesan secara bersamaan dalam satu pesanan, namun lokasinya berada di sisi berlawanan yang lain dari gudang.

Anda jadi bisa membawa beberapa barang tersebut ke lantai gudang lain. Sehingga, proses pengambilan barang bisa mengulangi gerakan yang sama daripada berjalan bolak-balik untuk satu pesanan. Contoh umum dari penggunaan batch picking ini adalah mengambil barang hadian para donatur untuk kegiatan kampanye crowdfunding.

Teknik pengambilan barang ini juga sering digunakan untuk kegiatan peluncuran produk dan pesanan yang sama dengan jumlah yang banyak. Bila kombinasi pesanan beragam, maka menggunakan teknik batch picking akan sangat sulit.

Baca juga: Tips Layout Gudang yang Baik Demi Manajemen Persediaan yang Rapi

Lalu, Bagaimana Cara Kerja Batch Picking?

Pada teknik pengambilan barang yang satu ini, salah satu staf gudang akan mengambil beberapa barang dengan jenis yang sama dan waktu yang juga sama. Lalu, staf tersebut akan mengurutkannya dalam urutan yang berbeda.

Jika sudah, maka batch pesanan akan pindah ke area penyimpanan lain. Dalam area tersebut, barang pun akan diambil dan semua pesanan bisa dipenuhi. Tujuan dari dilakukannya teknik ini adalah agar bisa mengurangi jumlah perjalanan yang harus dilakukan karyawan ke area pengambilan, sehingga akan membuat proses pekerjaan di gudang menjadi lebih efisien.

Dikutip dari laman Modula, cara kerja dari sistem batch picking adalah sebagai berikut:

1. Buat Daftar Pengambilan Barang

Pertama, staf harus membuat daftar pengambilan barang secara manual atau dengan menggunakan WMS (Warehouse Management System) atau OMS (Order Management System). Daftar pengambilan barang adalah suatu dokumen yang berfungsi untuk melaporkan barang yang akan dikirim, jumlah setiap produk barang, dan lokasi penyimpanannya di gudang.

2. Kategorikan Pesanan dengan Permintaan Barang yang Sama

Kedua, staf yang mengambil barang akan mendapatkan daftar produk dan akan menggunakan beberapa peralatan. Peralatan tersebut bisa dalam bentuk troli, alat pemindai, atau wadah lain untuk memenuhi setiap pesanan.

Dalam tahap ini, sistem WMS akan bisa membantu staf dalam mengelompokkan pesanan secara otomatis dengan barang yang salam satu batch.

3. Tugaskan Daftar Pengambilan Barang ke Karyawan Terkait

Bila Anda telah menerapkan otomatisasi, maka WMS yang Anda gunakan akan menghitung rute terbaik untuk bisa meminimalisir waktu perjalanan staf. Sehingga, Anda bisa menghasilkan daftar pengambilan untuk setiap karyawan yang mengambil barang.

4. Pilih Barang

Tahapan selanjutnya adalah memilih barang. Pengambilan barang ini berkisar dari proses mendorong troli yang menyertakan wadah secara terpisah untuk setiap pesanan sampai menggabungkan seluruh SKU dalam satu tempat untuk selanjutnya dikemas, disortir dan dikirim pada pelanggan.

Staf gudang yang mengikuti daftar pengambilan barang nantinya akan mengambil barang sesuai dengan rutenya. Setelah pesanan batch yang ditugaskan telah selesai, maka mereka akan pindah ke personal yang bertanggung jawab atas kegiatan pengepakan.

5. Kemas dan Kirim Pesanan

Tahap terakhir adalah mengemas dan mengirim pesanan pada pelanggan. Bila sudah selesai, maka batch pesanan akan pindah ke area penyimpanan lain. Dalam area penyimpanan ini, barang tambahan akan diambil hingga semua pesanan selesai dan siap dikirim ke pelanggan.

Baca juga: Apa itu LIFO? Ini Pengertian Lengkapnya!

Manfaat Menggunakan Teknik Batch Picking

Berdasarkan pengertian dan cara kerja batch picking di atas, Anda pasti sudah mengenal seluk-beluk tentang batch picking. Nah, bila Anda masih ragu untuk menggunakan sistem ini, maka berikut ini kami akan menjabarkan beberapa manfaat dalam menggunakan metode batch picking.

1. Mengurangi Waktu Perjalanan di Lantai Gudang

Setiap manajer gudang yang lebih berorientasi pada produktivitas tentu sangat paham bahwa salah satu kerugian waktu yang paling besar adalah waktu tempuh. Di dalamnya terdapat pemborosan waktu dari pihak SDM, robot otonom, atau gabungan dari keduanya.

Nah, metode batch picking mampu mengatasi masalah tersebut. Pengurangan waktu perjalanan akan memberikan dampak yang baik pada produktivitas dan pengambilan unit per jam.

2. Shift Pengambilan Barang Lebih Dioptimalkan

Umumnya, batch picking membutuhkan profil pesanan yang hanya mempunyai beberapa SKU saja. Untuk itu, seluruh pesanan harus bisa diambil dan juga dikemas untuk pengiriman dalam satu waktu penjadwalan pesanan per shift.

Nah, hal tersebut akan memungkinkan bisnis Anda untuk bisa memenuhi pesanan dalam jumlah besar secara bersamaan. Anda bisa menjadwalkan pesanan yang bersifat kritis terlebih dahulu, tergantung dari pemenuhan kebutuhan dan juga janji yang Anda berikan pada pelanggan.

3. Membuat Karyawan Lebih Percaya Diri

Berdasarkan laman 6river, dengan menerapkan batch picking, maka staf yang mengambil barang kemungkinan tidak akan bergerak lebih banyak seperti biasanya. Mereka tidak lagi perlu berjalan melintasi lantai gudang secara rutin dan mengunjungi lagi lokasi yang sama dalam beberapa kali.

Kegiatan pengambilan barang dilakukan untuk tetap menggunakan satu SKU pada satu waktu saja. Sehingga, pelatihan biasanya akan jauh lebih cepat dan mudah daripada menggunakan teknik pengambilan barang yang lain. Umumnya, teknik pengambilan barang lain akan memaksa mereka untuk bisa mempelajari semua tata letak gudang.

Baca juga: Apa itu FIFO (First in First out) dalam Stok Opname?

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang batch picking. Nah, untuk lebih memudahkan Anda dalam melakukan manajemen persediaan, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis yang sudah terintegrasi dari Accurate Online.

Aplikasi ini telah dilengkapi dengan fitur manajemen persediaan yang akan memudahkan Anda dalam mengelola persediaan. Fitur ini pun sudah terintegrasi dengan fitur akuntansi, yang akan mampu menyajikan lebih dari 200 laporan keuangan secara akurat.

Selain itu, terdapat juga fitur lainnya yang akan memudahkan Anda dalam mengelola bisnis secara menyeluruh. Sehingga, Anda bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis.

Penasaran dengan Accurate Online? Anda bisa mencobanya lebih dulu dengan klik tautan gambar di bawah ini.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.