Apa itu Buffer Stock? Ini Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya

Pada dasarnya, buffer stock adalah suatu metode yang digunakan agar bisa menjaga kestabilan harga pasar yang bergerak sangat fluktuatif. Di masa panen, biasanya akan ada produk atau saham yang dibeli lalu disimpan. Tujuannya adalah agar bisa mencegah jatuhnya harga sampai pada tingkat harga atau perkiraan targetnya.

Lalu, barang atau saham tersebut akan dilepas untuk dijual lagi saat kondisi ekonomi sedang terpuruk. Tujuannya adalah demi mencegah meningkatnya harga sampai batas yang tidak normal.

Selain itu, masih ada manfaat lain dari buffer stock ini. Agar lebih jelas, bacalah artikel tentang buffer stock di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Buffer Stock

Di masa panen, biasanya akan ada banyak saham atau produk yang dibeli lalu disimpan terlebih dulu. Karena pada saat itu, kondisi ekonomi sedang stabil dan kemampuan orang untuk membeli pun sangat baik. Oleh karena itu, produk atau saham akan disimpan terlebih dulu.

Tujuannya adalah agar tidak terlalu banyak tersebar di pasar dan bisa disimpan hingga dijual kembali ketika kondisi ekonomi sedang tidak berjalan dengan baik.

Nantinya, akan ada suatu kondisi di mana masa panen sedang menurun. Di saat itulah harga barang dan saham akan melonjak. Dalam kondisi tersebut, maka saham atau barang yang sebelumnya disimpan akan dikeluarkan di pasar. Sehingga, harga tidak akan meningkat dan tetap masuk akal.

Baca juga: Safety Stock: Pengertian Lengkap, Cara Hitung, dan Contohnya

Contoh Buffer Stock

Agar kita bisa lebih memahami buffer stock, maka kita bisa melihat contohnya terlebih dulu di bawah ini.

1. Mengolah Panen Gandum

Para petani gandum yang cerdas akan menyimpan stok gandumnya dengan baik pada masa panen yang melimpah. Sehingga, ketika kondisi ekonomi sedang terpuruk, maka simpanan gandum tersebut akan dikeluarkan untuk dijual kembali. Sehingga, harga gandum pun akan tetap stabil dan masyarakat tidak akan mengalami kelaparan.

2. Budaya China Menyimpan di Lumbung

Sebenarnya, kegiatan buffer stock ini sudah pernah di jalankan di China, tepatnya pada abad pertama. Ketika itu, mereka yang berkuasa akan membeli biji-bijian selama bertahun-tahun selama masa panen sedang meningkat. Lalu, biji-bijian tersebut pun akan disimpan di lumbung.

Setelahnya, tibalah tahun-tahun sulit. Mereka yang berkuasa tadi akan mendistribusikan lagi biji-bijian yang selama ini telah dikumpulkan dari berbagai daerah yang sedang menghadapi kekurangan. Sehingga, walau sedang dalam kondisi sulit sekalipun masyarakat tidak akan merasa kelaparan.

3. Amerika Serikat Menyimpan Minyak Mentah

Perlu Anda ketahui bahwa Amerika mempunyai cadangan minyak yang strategis. Cadangan minyak mentah tersebut disimpan hingga mencapai 727 barel. Nantinya, minyak mentah tersebut akan dijual atau dipinjamkan selama masa kekurangan berlangsung.

Baca juga: Stock Take Adalah: Pengertian, Manfaat, dan Tips Ampuh Untuk Melakukannya

Lalu, Bagaimana Cara Menghitung Buffer stock?

Sebenarnya, cara menghitung buffer stock ini tergantung dari berbagai faktor. Tidak ada satu rumus pun yang pas untuk bisa digunakan. Jadi, memang harus dihitung agar bisa mendapatkan jumlah yang tepat. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah kalkulasi safety stock. Biasanya, cara ini digunakan untuk menghadapi kondisi yang tidak terduga.

Dalam menghitung safety stock, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan menetapkan jumlah rata-rata penggunaan atas suatu produk sehari-hari.

Bila sudah, kalikanlah dengan berapa lama waktu yang akan dibutuhkan untuk memesan barang hingga produk bisa sampai di tangan. Kemudian, hasilnya dikurangi dengan penggunaan harian maksimal yang dikalikan dengan waktu maksimal yang dibutuhkan hingga barang tersebut tiba. Berikut ini adalah rumusnya:

(pembelian harian maksimal x maksimal waktu yang dibutuhkan hingga barang sampai) – (rata-rata penggunaan harian x rata-rata waktu yang dibutuhkan hingga barang sampai)

Contoh Menghitung Buffer Stock

Katakanlah produk A pembelian harian maksimalnya mencapai 50 unit dan maksimal waktu yang diperlukan agar barang bisa sampai ke tangan konsumen adalah 3 hari. Sedangkan rata-rata penggunaan hariannya adalah 2 produk, dengan rata-rata waktu yang diperlukan hingga barang tiba adalah satu hari.

Jadi, bila kita hitung menggunakan rumus safety stock di atas, maka hasilnya adalah:

(50×3) – (2×1) = 150 – 2 = 148

Baca juga: Mengetahui Apa Itu Stock Opname secara Lengkap

Pentingnya Menghitung Buffer stock

Buffer stock sangat diperlukan ketika ingin menetapkan target pengadaan. Metode ini akan sangat membantu dalam memastikan bahan makanan di berbagai era di dalam suatu negara. Karena tidak semua daerah mempunyai kondisi kekayaan yang sama, maka dengan menggunakan metode buffer stock, daerah yang kekurangan akan terbantu.

Buffer stock pun akan sangat membantu bila ada salah satu daerah dalam suatu negara yang mengalami bencana alam atau terjangkit hama dan penyakit pada tanaman panennya. Sehingga, kebutuhan pangan bisa terpenuhi dengan baik. Selain itu, buffer stock pun sangat berguna bila terjadi kondisi cuaca yang ekstrim, seperti kekeringan atau terlalu dingin.

Selama bisa dikelola dengan baik, maka buffer stock pun akan bisa didistribusikan pada target sasaran yang tepat. Persediaan pun bisa dikirim secara cepat pada daerah yang sedang mengalami kesulitan. Mereka yang mengalami kesulitan bisa sangat terbantu dan bisa tetap tercukupi kehidupannya.

Baca juga: Persediaan Adalah: Berikut Adalah Pengertian, Jenis, dan Metodenya

Kelebihan dan Kekurangan Buffer stock

Dalam setiap metode, pasti akan selalu ada kelebihan dan kekurangannya sendiri. Berikut ini adalah kelebihan metode buffer stock:

  • Mampu membantu regulasi persediaan bahan makanan serta menekan risiko adanya kekurangan bahan makanan.
  • Menjaga kestabilan harga.
  • Menekan risiko turunnya harga produk secara tiba-tiba.

Sedangkan kekurangan dari metode buffer stock ini adalah sebagai berikut:

  • Metode ini membuat pemerintah harus menarik pajak yang lebih mahal agar bisa membeli suatu produk untuk disimpan.
  • Beberapa produk ada yang sifatnya cepat rusak dan tidak bisa disimpan dalam waktu yang lama, seperti daging, susu, dan makanan dari tumbuhan lain.
  • Metode ini juga akan meningkatkan harga biaya administrasi.
  • Pihak yang berkepentingan berpotensi salah hitung dan bisa mengalami kerugian, untuk itu harus selalu diperbarui.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung Persediaan Awal?

Penutup

Berdasarkan penjelasan singkat di atas, maka sudah seharusnya Anda sebagai pebisnis mempunyai buffer stock. Salah satu keuntungannya adalah agar bisa menjaga peredaran produk dan menstabilkan harga di pasar. Cara menghitungnya bisa menggunakan rumus safety stock yang sudah kita jelaskan di atas.

Namun jika Anda masih kesulitan dan tidak mau pusing dalam menghitung buffer stock, Anda bisa mulai menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Di dalamnya sudah dilengkapi dengan fitur persediaan yang akan memudahkan Anda dalam mengatur serta mengelola persediaan barang Anda.

Selain itu, Accurate Online juga akan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan laporan bisnis pada Anda secara otomatis, cepat dan akurat.

Ayo, rasakan keunggulan dan fitur menarik dari Accurate Online sekarang juga dengan mencobanya secara gratis selama 30 hari melalui tautan gambar di bawah ini.accurate1

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.