Demosi Adalah Suatu Hal yang Harus Dipahami Dasar Hukumnya Dalam Pekerjaan

Sebagai seorang karyawan, khususnya karyawan kantoran, demosi adalah salah satu istilah yang mungkin sudah akrab di telinga Anda. Namun, bagaimana dengan dasar hukumnya sendiri di Indonesia? Dan, apa saja yang bisa Anda lakukan saat terkena demosi?

Selain itu, sebagai pekerja juga ternyata Anda bisa mengajukan demosi? Apa saja alasannya? Dapatkan jawaban lengkapnya dengan membaca artikel tentang demosi ini hingga selesai.

Pengertian Demosi Adalah

Dilansir dari laman Davidson Morris Employer Solution, demosi adalah suatu kondisi yang mana perusahaan mengubah posisi jabatan seorang karyawan. Perubahan ini diiringi dengan penurunan jabatan serta tanggung jawab karyawan tersebut.

Umumnya, gaji, tunjangan, dan berbagai keuntungan lain yang didapatkan oleh karyawan tersebut akan disesuaikan kembali sesuai dengan jabatan lainnya.

Demosi adalah antonim dari promosi. Untuk promosi, seperti yang dikutip dari laman The Balance Careers, promosi adalah kenaikan tanggung jawab, jabatan, dan upah dari seorang karyawan.

Baca juga: Job Description: Pengertian, Tips dan Cara Membuatnya

Dasar Hukum Demosi

Untuk di Indonesia sendiri, sebenarnya belum ada peraturan yang spesifik terkait demosi. Namun, Tri Jata Ayu Pramesti, S.H. di dalam laman Hukum Online menjelaskan ada suatu kasus yang pernah ditangani oleh MA atau Mahkamah Agung terkait penurunan jabatan.

Seorang karyawan yang menggugat perusahaan pada tempatnya bekerja karena mengalami suatu penurunan jabatan. Alasan yang diungkapkan oleh pihak perusahaan adalah karena hasil pekerjaan dari karyawan tersebut tidak mencapai target.

Akhirnya, di dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 809 K/PDT.SUS/2009, demosi yang diajukan oleh karyawan itupun dibatalkan. Kenapa? karena alasan penurunan jabatan tersebut diklaim mengada-ada.

Untuk itu, bisa kita simpulkan bahwa demosi adalah suatu keputusan yang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Suatu pekerjaan tidak bisa didemosi begitu saja tanpa alasan yang logis dan jelas. Selain itu, terdapat juga aturan terkait jabatan dan keterkaitannya dengan upah.

Jika kita lihat Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UUK 13/2003) Pasal 92 Ayat 1, skala gaji tersebut sudah ditentukan oleh perusahaan atau pihak pemberi pekerjaan. Nah, beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam upah tersebut adalah jabatan, golongan, masa kerja, jabatan, pendidikan, dan juga kompetensi dari karyawan itu sendiri.

Sehingga, bisa kita simpulkan bersama bahwa upah dan jabatan adalah dua komponen yang saling berkaitan. Jadi, bila ada seorang karyawan yang mengalami demosi, maka besar kemungkinan gaji yang diterima karyawan tersebut pun akan mengalami penurunan atau penyesuaian kembali.

Selain kedua aturan tersebut, demosi pun bisa diatur di dalam peraturan lainnya, seperti dalam perjanjian kerja. Peraturan tentang penurunan jabatan pun bisa tertulis di dalam peraturan perusahaan yang lainnya.

Berbagai Hal yang Bisa Menyebabkan Demosi

Sebelumnya sudah kita ketahui bersama bahwa demosi belum diatur secara resmi di dalam hukum Indonesia ataupun peraturan lainnya. Untuk itu, alasan seorang karyawan yang terkena demosi umumnya tergantung dari regulasi di dalam tempatnya bekerja.

Tapi secara umum, tentu ada berbagai kesalahan yang bisa memicu seorang karyawan terkena demosi. Berdasarkan laman Workpolis dan Patriot, berbagai alasan umum yang memicu seorang karyawan terkena demosi adalah sebagai berikut:

  • Belum mempunyai keahlian yang cukup untuk menduduki jabatan tertentu
  • Performa kerja yang jauh daripada yang diharapkan.
  • Terkena teguran ataupun sanksi dari pihak perusahaan atas kesalahan yang dilakukan oleh karyawan tersebut
  • Dihapusnya posisi jabatan tertentu dari perusahaan
  • Dan masih banyak lagi.

Cara Menyikapi Demosi

Jika Anda baru saja mengalami penurunan jabatan atau demosi, kemungkinan besar hal yang akan Anda rasakan adalah kesedihan dan berbagai tekanan.

Namun, Anda harus tetap bisa mengambil sikap dan langkah yang bijak dan objektif. Bersumber dari laman Forbes dan The Balance Careers, terdapat beberapa hal yang harus Anda lakukan saat terkena demosi, yaitu:

1. Evaluasi diri

Hal pertama yang harus Anda lakukan saat mengalami demosi adalah melakukan evaluasi diri. Apakah memang keputusan dari perusahaan sudah tepat atau belum? Bila memang belum tepat, Anda bisa berdiskusi lagi dengan atasan Anda atau dengan HR. Selain itu, jangan lupa juga untuk melakukan evaluasi yang objektif.

Bila memang diperlukan, Anda bisa mencari pendapat dari orang ketiga atau dari mentor karir dan orang yang bisa Anda percaya. Akan selalu ada pilihan untuk membawa kasus tersebut ke pengadilan. Namun, pilihan diskusi sebagai prioritas utama solusi sebelum mengambil keputusan secara tergesa-gesa harus Anda lakukan.

2. Carilah Dukungan

Jika Anda sudah melakukan diskusi dan evaluasi, lalu didapat kesimpulan bahwa memang diskusi harus Anda alami, maka Anda harus menerima fakta tersebut. Menerima fakta demosi adalah langkah yang paling tepat untuk perusahaan akan menjadikan beban psikologis Anda berkurang.

Setelah itu, carilah dukungan mental dari keluarga, pasangan, atau sahabat terdekat Anda. sehingga, Anda bisa berbagi demosi dan menjadi lebih kuat dalam menghadapi kondisi tersebut.

3. Terima Dengan Dewasa

Keinginan yang besar untuk membuktikan bahwa keputusan perusahaan adalah salah atau bahwa mendemosi adalah suatu keputusan yang tidak tepat, kemungkinan besar akan memicu Anda untuk melakukan berbagai tindakan yang kurang tepat.

Diantara tindakan tersebut adalah menjadi arogan, memamerkan pencapaian, dan berbagai hal lainnya. Hal yang harus Anda ketahui adalah tidak ada yang berubah dari tekanan tersebut. Mengekspresikan emosi Anda adalah cara yang kurang tepat, dan justru akan menjadi bumerang untuk Anda sendiri.

Memang harus diakui bahwa kesedihan memerlukan waktu untuk bisa diproses. Untuk itu, terimalah kenyataan tersebut secara perlahan. Selain itu, carilah berbagai hal yang bisa memotivasi Anda agar pekerjaan tetap bisa diselesaikan dengan profesional

4. Kerja dan Belajar Dengan Baik

Dengan mengalami demosi, Anda mempunyai kesempatan untuk belajar hal baru dan melihat pekerjaan Anda lewat sisi yang berbeda. Sehingga, kemampuan Anda bisa lebih terasah lagi. Kedepannya, kemungkinan besar Anda mempunyai kesempatan untuk dipromosikan lagi ke jabatan sebelumnya.

Jika Anda memutuskan resign pun, Anda tetap meninggalkan jejak yang baik karena Anda bisa menerima kondisi demosi tersebut secara dewasa.

5. Terbuka Terhadap Feedback

Pertimbangkanlah kemungkinan bahwa pihak manajemen perusahaan menganggap Anda adalah seorang karyawan yang valuable dan ingin Anda lebih sukses di posisi yang lebih sesuai dengan keterampilan Anda.

Anda juga bisa menanyakan kinerja Anda pada atasan atau bila ada suatu hal yang harus Anda tingkatkan dari diri Anda dalam pekerjaan. Dengarkanlah saran dan juga kritik tersebut secara lebih terbuka.

6. Pelajari Alasan Demosi

Anda harus mengetahui alasan dibalik kenapa demosi bisa terjadi pada Anda dan merefleksikan diri dengan tenaga terkait kondisi tersebut. Alasan dibalik demosi bisa berupa masalah performa, sanksi indisipliner, atau jabatan yang dihapus.

7. Membuat Action Plan

Buatlah rencana yang matang untuk menjadikan demosi sebagai suatu peluang untuk meningkatkan performa atau skill Anda. Rencanakanlah juga strategi apa yang harus Anda lakukan dengan karir Anda yang baru.

Cobalah untuk lebih fokus dalam mengidentifikasi langkah yang ingin Anda ambil untuk bisa memperoleh kepercayaan diri Anda lagi. Fokuslah dalam mengidentifikasi langkah yang akan Anda lakukan agar bisa memperoleh kepercayaan diri lagi. Carilah berbagai peluang untuk bisa invest pada diri Anda sendiri dengan proses pengembangan diri.

8. Putuskan Untuk Tinggal atau Resign

Jika Anda ingin tetap bekerja diperusahaan tersebut, maka Anda harus mampu menampilkan perbaikan diri. Anda pun bisa menganggap demosi adalah suatu kesempatan baru dalam mencari pekerjaan lain.

Bila Anda memang memutuskan untuk resign, maka Anda harus memperbarui lagi CV, resume, cover letter, dan berbagai dokumen lainnya. Selain itu, Anda juga bisa meminta surat referensi dari perusahaan.

Inisiatif Mengajukan Demosi Sendiri

Harus Anda ketahui bahwa demosi bisa Anda ajukan sendiri. Menurut The Balance Careers, terdapat beberapa hal yang menjadi alasan dibalik hal tersebut. Seperti work-life balance yang sudah tidak seimbang saat Anda mengemban jabatan yang lebih tinggi.

Selain itu, bila Anda rasa belum mempunyai kualifikasi yang tepat untuk jabatan tertentu, maka Anda bisa meminta demosi. Seorang karyawan yang mengalami stress secara berlebihan setelah promosi atau lebih nyaman dengan posisi sebelumnya pun bisa meminta demosi sebagai salah satu solusinya.

Tentunya demosi adalah suatu langkah yang besar dalam karir yang harus dipikirkan secara baik. Berdasarkan laman Monster, mental dan finansial Anda harus siap sebelum mengajukan demosi. Untuk itu, jangan terburu-buru dalam melangkah.

Baca juga: 5 Aspek dalam Manajemen Karyawan yang Baik

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang demosi. Jadi, demosi adalah suatu kondisi yang mana perusahaan mengubah posisi jabatan seorang karyawan. Perubahan tersebut diiringi dengan penurunan jabatan serta tanggung jawab karyawan tersebut.

Jika Anda mengalami demosi, Anda bisa menyikapinya dengan evaluasi diri, mencari dukungan, menerima dengan dewasa, kerja dan belajar dengan baik, terbuka terhadap feedback, pelajari alasan demosi, membuat action plan, putuskan untuk tinggal atau resign.

Tentunya, pihak manajemen perusahaan melakukan demosi dengan berbagai alasan yang matang demi mencapai kesuksesan dan tujuan yang sudah dibuat.

Selain melakukan demosi, untuk mencapai kesuksesan perusahaan juga diperlukan rencana yang matang, seperti rencana keuangan, rencana strategi pemasaran, rencana produksi barang, dan berbagai rencana lainnya.

Namun, untuk membantu perusahaan dalam membuat rencana keuangan dan membuat laporan keuangan, maka perusahaan bisa menggunakan software akuntansi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Dengan Accurate Online, perusahaan bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat. Selain itu, seluruh kegiatan dan lini bisnis perusahaan bisa dilakukan lebih efektif dan efisien lewat berbagai fitur serta modul dari Accurate Online.

Anda bisa langsung mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.accurate1

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.