Finished Goods Adalah: Mengapa Penting untuk Bisnis Anda?

Barang jadi atau yang juga disebut dengan finished goods adalah barang hasil dari produksi yang sudah dilengkapi dengan berbagai elemen yang diperlukan dalam proses pembuatannya, atau bisa juga barang yang sudah dibeli dalam bentuk yang memang sudah lengkap, namun belum di jual ke pasar.

Kemudian, barang yang sudah dibeli dalam bentuk yang lengkap ini disebut dengan barang dagangan.

Biaya persediaan barang yang sudah jadi atau finished goods ini seringkali dianggap sebagai aset jangka pendek dari perusahaan yang diharapkan bisa segera dijual dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Untuk jumlah total inventaris barang jadi yang terdapat di dalam stok persediaan di dalam akhir periode pelaporan umumnya dikumpulkan dengan memanfaatkan biaya bahan baku dan pekerjaan yang masih dalam proses pembuatan, serta dilaporkan di dalam satu item baris inventaris pada laporan neraca keuangan perusahaan.

Pengertian Finished Goods Inventory

Saat Anda berkunjung ke supermarket, pasti Anda akan melihat banyak produk, seperti mainan, pakaian, peralatan elektronik, dan lain sebagainya. Nah, seluruh barang tersebut adalah barang jadi. Produk tersebut sudah tidak lagi memerlukan proses pengolahan dan sudah siap untuk dijual dan digunakan secara langsung oleh pelanggan.

Nah, barang yang Anda lihat tersebut dikenal dengan barang jadi atau finished goods. Jadi, finished goods adalah berbagai barang yang sudah siap untuk dijual.

Sedangkan finished goods inventory adalah laporan atau pencatatan yang di dalamnya berisi produk yang sudah siap untuk dijual atau dibeli oleh pelanggan.

Bila Anda mampu membedakan barang jadi yang belum dan sudah terjual, maka nantinya Anda bisa menentukan persediaan yang masih Anda miliki untuk selanjutnya dibandingkan dengan jumlah keuntungan yang akan Anda dapatkan dari penjualan produk.

Baca juga: Persediaan Adalah: Berikut Adalah Pengertian, Jenis, dan Metodenya

Peran Penting Finished Goods

1. Identifikasi Gross Profit

Laporan keuangan, laporan neraca, laporan laba rugi, dan berbagai dokumen penting lainnya bisa menjadi indikasi kondisi kesehatan perusahaan Anda. Namun dibalik itu semua, pencatatan inventaris menjadi aset terbesar Anda. Dengan adanya finished goods inventory, maka Anda bisa melakukan identifikasi keuntungan kotor Anda.

2. Mencatat Jumlah Aset Lancar

Dengan kehadiran finished goods inventory, maka Anda bisa melacak mana saja inventaris barang yang masuk ke dalam raw material, barang dalam proses, dan lain sebagainya agar Anda bisa memastikan akuntansi bisnis yang lebih akurat.

3. Mengurangi Pemborosan Bahan

Jika tingkat ataupun penggunaan inventaris belum berjalan secara optimal, maka Anda bisa menghemat uang Anda dalam jangka waktu yang panjang.

Alih-alih menghabiskan banyak modal untuk menyimpan bahan mentah dan produk jadi dalam jumlah yang berlebih, Anda bisa lebih menghemat uang hanya dengan menyimpan berbagai bahan yang benar-benar Anda perlukan saja.

4. Mengoptimalkan Proses Manajemen Inventaris

Pengoptimalan rantai pasokan akan selalu bisa dilakukan melalui kegiatan otomatisasi ataupun efisiensi tenaga kerja. Dengan mengetahui formula barang jadi, maka Anda akan bisa melacak biaya tenaga kerja langsung dan biaya produksi agar bisa menemukan peluang demi meningkatkan proses produksi dan juga peluang otoamtisasi yang lebih optimal.

Baca juga: Pengertian dan Perbedaan Bisnis Barang dan Jasa

Cara Mengontrol Finished Goods Inventory

Pada prinsipnya, terdapat 4 tahapan dalam mengontrol finished goods inventory, yaitu:

1. Raw Material

Bahan baku atau raw material adalah bahan dasar yang dibeli oleh perusahaan ataupun pemasok untuk membuat produk yang akan dijual pada pelanggan.

Raw material atau bahan baku adalah bahan dasar yang dibeli oleh perusahaan dari supplier untuk membuat produk yang akan dijual kepada para pelanggan.

Bahan baku ini mempunyai peran yang sangat penting untuk perusahaan, Kenapa? Karena tanpa kehadiran bahan baku, maka perusahaan tidak bisa melakukan kegiatan produksi untuk memenuhi pesanan yang berasal dari pelanggan. Sehingga, pemasukan pun nantinya akan turut berkurang.

2. Work In Process (WIP)

Sama seperti namanya, WIP adalah proses pembuatan bahan mentah menjadi produk jadi agar bisa dijual kembali ke pelanggan. WIP bukanlah proses akhir, karena setelahnya masih berada di dalam proses produksi yang memang masih membutuhkan finalisasi oleh bagian quality control.

Contohnya, saat ada produk hijab yang sudah siap selesai untuk diproduksi, maka produk tersebut tidak bisa secara langsung dijual ke pelanggan karena harus terlebih dulu dikemas secara rapi.

Baca juga: Work In Progress Dalam Proses Produksi: Pengertian dan Cara Menggunakannya

3. Finished Goods

Finished Goods adalah tahapan paling akhir yang masuk ke dalam sistem manajemen pergudangan. Pada tahap ini, produk telah selesai diproduksi dan sudah diinspeksi oleh tim QC, serta sudah siap dijual ke para pelanggan.

Produk akan dianggap bagus bila sudah melewati tahap QC yang dilakukan dengan indikator pengecekan yang sesuai dengan ketentuan dari perusahaan itu sendiri.

Contohnya saja untuk perusahaan sepeda motor, sebelum dijual ke pasar, harus ada proses pengecekan terlebih dulu dari semua komponen, seperti mesin, rem, suspensi, dan berbagai hal lainnya.

4. Maintenance, Repair and Operations (MRO)

MRO adalah suatu item yang digunakan di dalam proses produksi yang akan langsung terlihat di dalam hasil akhir produk. Banyak orang yang mengesampingkan proses ini. Padahal, MRO berperan penting dalam menjaga rantai pasokan agar bisa terus berjalan dan produk tidak terganggu. Kegagalan dalam memertahankan MRO ini nantinya bisa akan membuat kondisi perusahaan Anda memburuk.

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Barang dalam Manajemen Inventory

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang finished goods yang harus Anda ketahui. Dalam dunia bisnis, mengelola persediaan dan finished goods memiliki peran yang sangat penting. Nah, untuk memudahkannya, Anda bisa menggunakan sistem manajemen persediaan dan inventaris dari sistem POS atau aplikasi kasir digital Accurate POS.

Selain mampu mempercepat proses transaksi secara akurat, Anda juga bisa mendapatkan laporan stock opname secara mudah, menjaga aliran barang, dan masih banyak lagi. Selain itu, Anda juga bisa memperbarui data inventaris kapanpun dan dimanapun Anda inginkan secara realtime.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo coba dan gunakanlah Accurate POS sekarang juga secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.