Apa itu Honorarium? Ini Penjelasan dan Metode Pemberiannya!

Rasanya hampir semua orang sudah sangat akrab dengan gaji, yakni pembayaran yang dilakukan secara periodik dari manajemen perusahaan kepada karyawan sesuai dengan yang terdapat di dalam kerja. Namun, terdapat imbalan lain selain gaji, yakni honorarium.

Lantas, apa itu Honorarium? Bagaimana metode pemberiannya? Penasaran? Dapatkan jawabannya dengan membaca artikel tentang honorarium di bawah ini hingga selesai.

Apa itu Honorarium?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, honorarium adalah suatu upah sebagai imbalan tanda jasa atau upah di luar gaji.

Jadi, honorarium adalah pembayaran ex gratia, yakni pembayaran yang dilakukan oleh seseorang yang tidak mempunyai kewajiban dalam hukum dalam membayar pada orang lain atas jasa sukarelanya atau layanan yang pada sebenarnya tidak membutuhkan bayaran. Contoh sederhananya adalah guru honorer di sekolah, pelatih klub olahraga, pembicara tamu, dan lain sebagainya.

Baca juga: Salary Adalah: Ini Pengertian dan Bedanya Dengan Upah

Metode Pemberian Honorarium

Pemberian honorarium bisa dilakukan dengan dua cara, yakni belanja pegawai dan juga belanja non pegawai. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Honorarium Pada Belanja Pegawai

Dalam hal belanja pegawai, honorarium adalah suatu upah dosen atau guru tidak tetap ataupun pegawai honorer yang pada akhirnya nanti akan diangkat menjadi pegawai negeri.

Untuk guru atau dosen yang tidak tetap, honorarium adalah suatu tunjangan jasa yang diberikan pada pihak guru, pengajar, atau dosen yang memberikan pembelajaran pada suatu perguruan, sekolah, atau kualitas yang berada di luar tugas pokoknya.

Dalam memberikan kegiatan pembelajaran tersebut, pihak guru, pengajar atau dosen terkait akan bertanggung jawab dengan surat keputusan oleh instansi tersebut dengan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan dalam kurun waktu tertentu.

Pemberian upah pada pegawai honorer yang akan diangkat menjadi pegawai akan diberikan dalam rangka mendukung tugas pokok dan juga fungsi organisasi yang bersangkutan.

2. Honorarium dalam Belanja Non Pegawai

Terdapat berbagai akun yang berkaitan dengan honorarium di dalam belanja non pegawai. Penjelasan terkait akun ini mengacu pada penjelasan penggunaan kode akun yang dilakukan oleh direktorat akuntansi dan pelaporan keuangan.

  • Akun 521115 Terkait Honor Operasional Satuan Kerja

Akun ini mengacu pada honor tidak tetap yang digunakan untuk berbagai kegiatan yang berhubungan dengan operasional kegiatan satuan kerja. Pembayaran terkait honor ini dilakukan secara kontinyu, dari awal sampai dengan akhir tahun anggaran.

Di dalamnya termasuk honor pejabat kuasa penggunaan anggaran KPA, Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK, Pejabat Penguji atau Penandatangan SPM, Bendahara Pemegang Uang Muka atau PUM, Bendahara Pengeluaran, Pejabat Pengadaan Barang atau Jasa, Staf Pengelola Keuangan, Pengelola PNBP, Petugas SAI dan juga SIMAK-BMN.

  • Akun 521213 Terkait Honor Output Kegiatan

Akun 521213 adalah akun terkait honor tidak tetap yang diberikan pada pegawai yang melakukan kegiatan terkait dengan output, ataupun honor yang dibayar atas pelaksanaan kegiatan yang bersifat insidentil serta bisa dibayar secara tidak terus-menerus dalam kurun waktu satu tahun.

Di dalamnya termasuk honor yang terjadi karena sehubungan dengan atau dalam rangka penyerahan barang pada pihak masyarakat.

Baca juga: Gaji Pokok Adalah: Ini Pengertian dan Ketentuannya!

Jenis dan Contoh Honorarium Beserta Ketentuan Hukumnya

Siagian (2007) menjelaskan bahwa honorarium terbagi menjadi dua, yakni finansial dan nonfinansial. Honorarium finansial dalam bentuk uang atau pihak yang sudah menyelesaikan pekerjaannya secara baik, bahkan mampu melampaui standar. Sedangkan honorarium non finansial lebih berbentuk selain uang, seperti misalnya penghargaan.

Di sisi lain, Hariandja menjelaskan bahwa honorarium mempunyai beberapa jenis, yakni:

  • Piece-rate plan atau sistem pembayaran upah dengan berdasarkan unit yang diproduksi ataupun pekerjaan yang diselesaikan.
  • Production bonus adalah pembayaran tambahan untuk pekerja yang lebih produktif atau mampu memberikan hasil yang lebih menguntungkan daripada biasanya.
  • Commission suatu upah yang diberikan untuk mengakomodasi pekerja yang mempunyai unjuk kerja lebih tinggi dari aspek produktivitas pekerja yang sudah memiliki pengalaman tinggi atau senior.
  • Curve yakni insentif agar bisa mengakomodasi para pekerja yang mempunyai unjuk kerja yang tinggi, hal tersebut bisa dilihat dari aspek produktivitas pekerja yang sudah memiliki pengalaman tinggi atau senior.
  • Merit increase merupakan suatu kenaikan gaji pengusaha yang dibayarkan pada orang-orang tertentu dengan berdasarkan performanya di tempat kerja.
  • Pay-for-knowledge adalah suatu sistem kompensasi inovatif yang mendasarkan gaji dan juga tingkat upah, bukan pada klasifikasi pekerjaan tertentu, tapi lebih kepada repertoar keterampilan yang dimiliki oleh karyawan.
  • Non Monetary incentive adalah suatu fasilitas kerja, seperti rumah dinas, mobil, motor, laptop, dan lain sebagainya.
  • Honorarium eksekutif yakni suatu bonus yang diberikan untuk eksekutif atau manajer karena peran mereka dalam mencapai tingkat keuntungan tertentu di dalam suatu organisasi.

Baca juga: Prorate Adalah Salah Satu Sistem Penghitungan Gaji Untuk Karyawan Baru, Ini Cara Menghitungnya!

Penutup

Jadi, honorarium adalah suatu bentuk pembayaran pada pihak yang sudah memberikan jasanya. Metode pemberian honorarium ini terbagi menjadi dua, yakni honorarium belanja pegawai dan non pegawai.

Terdapat beberapa bentuk dari honorarium, seperti commission, merit increase, dan juga non monetary incentive. Pembayaran pada jenis ini sudah ditetapkan di dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 60/PMK.02/2021 terkait standar biaya masukan tahun anggaran 2022 dan adanya PPh 21.

Nah, seluruh transaksi yang terjadi di dalam perusahaan, termasuk pembayaran honorarium, wajib dicatat secara tepat dalam bentuk laporan keuangan. Anda harus memerhatikan hal ini agar pemberian honorarium bisa sesuai dengan pekerjaan pemberi upah.

Namun, Anda bisa lebih mudah dalam melakukan hal tersebut bila Anda menggunakan sistem POS atau aplikasi kasir digital dari Accurate POS.

Jadi, selain mampu mempercepat proses transaksi di konter kasir, Accurate POS juga akan membantu Anda dalam membuat lebih dari 200 jenis laporan keuangan. Karena Accurate POS sudah terintegrasi dengan ekosistem Accurate Online.

Selain itu, masih ada banyak lagi kelebihan yang ditawarkan oleh Accurate POS, Apa saja? Silahkan coba sendiri dengan klik tautan gambar di bawah ini.

footer image blog Accurate POS

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.