Manajemen Logistik Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Komponen di Dalamnya

Pada dasarnya, manajemen logistik adalah sebuah penerapan pada berbagai prinsip manajemen dalam aktivitas logistik untuk menggerakan personil dan barang agar bisa dilakukan secara lebih efisien dan lebih efektif.

Pengertian lain dari manajemen logistik adalah suatu bagian dari upaya supply chain management yang mempunyai fungsi penting untuk proses pelaksanaan, perencanaan, serta pengendalian efektivitas dan efisiensi penyimpanan serta distribusi barang, pelayanan, serta informasi hingga pada suatu tutuk konsumsi agar bisa memenuhi kebutuhan para konsumen.

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa manajemen logistik adalah seluruh aktivitas yang erat kaitannya dengan pengelolaan logistik.

Menurut Para Ahli, Manajemen Logistik Adalah

  • Abbas

Abbas menjelaskan bahwa manajemen logistik adalah suatu prosedur aktivitas fungsional dalam mengelola material yang mencakup berbagai kegiatan perencanaan serta penentuan kebutuhan, anggaran pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian, pemeliharaan, penghapusan, hingga pengendaliannya.

  • Subagya

Subagya berpendapat bahwa manajemen logistik adalah berbagai aktivitas yang dilakukan untuk memenuhi daya guna efisiensi yang maksimal dalam rangka memanfaatkan produk barang dan jasa.

  • Siahaya

Siahaya mengatakan bahwa manajemen logistik adalah suatu bagian dari manajemen rantai pasok atau Supply chain management yang di dalamnya melakukan perencanaan, melaksanakan, serta mengendalikan arus barang secara lebih efektif dan efisien yang mencakup transportasi, distribusi, penyimpanan, jasa layanan, serta informasi terkait mulai dari mana barang tersebut berasal hingga tiba di tempat konsumen untuk bisa memenuhi keperluannya.

  • The Council of Logistics Management (CLM)

The Council of Logistics Management menjelaskan bahwa manajemen logistik adalah suatu bagian dari prosedur supply chain yang berguna untuk melaksanakan, mengendalikan dan merencanakan keefektifan serta keefisienan aliran penyimpanan suatu produk barang, pelayanan, serta informasi terkait dari mulai awal hingga tiba di konsumen guna memenuhi keperluan mereka.

  • Bowersox

Bowersox menjelaskan bahwa manajemen logistik adalah kegiatan perusahaan yang erat kaitannya dengan fasilitas, lokasi, transportasi, komunikasi, pengurusan, inventarisasi, hingga penyimpanan.

Baca juga: Manajemen Komunikasi: Pengertian Menurut Ahli, Tujuan, Fungsi dan Bentuknya

Fungsi Manajemen Logistik

Dalam proses penerapannya, manajemen logistik mempunyai berbagai fungsi penting yang akan selalu berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya. Berikut ini adalah fungsi-fungsi manajemen logistik.

1. Perencanaan dan Pemenuhan Kebutuhan

Dalam hal ini, manajemen logistik berfungsi sebagai perencanaan dan juga penentu keperluan dari setiap program organisasi. Hal tersebut meliputi aktivitas analisa produk yang digunakan, skala prioritas, hingga ketersediaan produk.

Aktivitas perencanaan ini harus selalu memperhatikan anggaran yang dimiliki oleh perusahaan, faktor ketersediaan, hingga kemudahan dalam mengakses suatu barang.

2. Penganggaran

Fungsi penganggaran dalam manajemen logistik adalah untuk memastikan bahwa kebutuhan pengadaan barang sudah sesuai dengan anggaran yang dimiliki perusahaan. Apabila biaya anggaran logistik tersebut ternyata tidak sesuai, maka harus dilakukan perubahaan pada perencanaannya.

3. Fungsi Pengadaan

Manajemen logistik pada dasarnya memang lebih fokus pada pengadaan barang dan menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Saat ada ketidaksesuaian anggaran dan menjadi sulit dalam mengubah perencanaan, maka pihak manajemen logistik harus melakukan improvisasi dalam mengelola kegiatan logistik dengan budget yang terbatas.

4. Penyimpanan dan Penyaluran

Fungsi manajemen logistik dalam menyimpan dan menyalurkan adalah suatu proses yang mana suatu produk barang sudah diperoleh pada tempat yang memang sudah seharusnya. Nantinya barang tersebut akan disalurkan ke pihak lain yang berkepentingan sesuai dengan SOP perusahaan.

5. Pemeliharaan

Dalam hal ini, manajemen logistik juga meliputi seluruh pemeliharaan barang. Umumnya, tujuan dari pemeliharaan barang logistik adalah guna memastikan produk barang yang tersimpan tidak menjadi cepat rusak.

6. Penghapusan

Dalam proses aktivitas manajemen logistik juga terdapat aktivitas penghapusan. Fungsi penghapusan dilakukan untuk memisahkan barang yang sudah rusak, memperbaikinya, atau menggantinya dengan yang sesuai.

7. Pengendalian

Manajemen logistik juga berfungsi sebagai pengendalian, yang mana akan dilakukan oleh seorang manajer logistik dengan tahapan yang sesuai dengan berbagai fungsi yang sudah disebutkan di atas. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh fungsi logistik bisa dilakukan sesuai dengan yang memang diharapkan.

Tujuan Manajemen Logistik

Berdasarkan beberapa fungsi manajemen logistik yang sebelumnya sudah kita bahas bersama, tujuan manajemen logistik adalah:

1. Tujuan Umum

Tujuan utama dari aktivitas manajemen logistik pada dasarnya adalah untuk bisa fokus pada pencapaian tujuan organisasi agar bisa lebih efisien dan efektif.

2. Tujuan Khusus

Setidaknya terdapat tiga tujuan khusus dalam kegiatan manajemen logistik. Pertama, agar persediaan barang bisa dilaksanakan dengan kuantitas dan kualitas yang benar. Kedua, agar pengeluaran dana untuk tujuan pengadaan bisa dilakukan lebih efisien. Ketiga, guna mendukung dan juga menjaga efisiensi serta efektifitas guna mencapai tujuan utama perusahaan.

Manfaat Manajemen Logistik

Dengan menerapkan manajemen logistik yang baik, maka akan banyak manfaat yang akan dirasakan oleh suatu perusahaan. Beberapa manfaat manajemen logistik adalah:

1. Persediaan

Hadirnya manajemen logistik yang baik akan mampu ketersediaan barang sehingga seluruh kegiatan operasional perusahaan bisa dilakukan dengan lancar.

2. Transportasi

Aktivitas logistik pasti akan memerlukan alat transportasi, sehingga pihak perusahaan yang sudah menerapkan manajemen logistik yang baik akan mampu memastikan adanya transportasi untuk proses penyaluran barang.

3. Fasilitas

Terdapat berbagai fasilitas logistik yang diperlukan agar seluruh aktivitas logistik bisa dilakukan dengan lancar. Dengan menerapkan manajemen logistik, maka pihak perusahaan akan mengetahui fasilitas apa saja yang diperlukan untuk mendukung aktivitasnya.

4. Layanan

Hal penting yang harus diperhatikan bagi setiap perusahaan adalah memberikan pelayanan yang baik pada pelanggannya. Namun, pelayanan tersebut juga tidak hanya fokus pada konsumen saja, tapi bisa juga pada pihak lain, seperti supplier.

5. Manajemen dan Administrasi

Setiap kegiatan manajemen pastinya akan selalu didukung dengan aktivitas administrasi agar setiap kegiatan bisa dipastikan tercatat secara baik dan teratur, sehingga seluruh informasi kegiatan logistik bisa ditemukan secara mudah jika nantinya dibutuhkan.

6. Inbound Transportasi

Manfaat manajemen logistik pada inbound transaksi dilakukan untuk menangani distribusi barang dan bahan baku dari pihak pemasok ke perusahaan. Perusahaan akan berpotensi mendapatkan kerjasama yang baik dengan pihak pemasok yang mempunyai kualitas bahan baku dan kualitas terbaik dengan menerapkan manajemen persediaan yang baik.

7. Outbound Transportasi

Aktivitas manajemen logistik akan menangani distribusi yang baik dari pihak perusahaan ke pihak konsumen dan mampu memastikan pengantaran barang bisa dilakukan dengan baik.

8. Pemecahan Masalah

Setiap proses penyediaan barang pasti akan ada saja masalah yang bisa terjadi. Dengan menerapkan manajemen logistik, maka setiap permasalahan tersebut bisa diatasi dan juga diantisipasi dengan cepat, tepat, dan akurat.

9. Informasi Kepada Konsumen

Biasanya, setiap konsumen ada saja yang melakukan tracking pada pengiriman barang yang dipesannya. Dengan hadirnya manajemen logistik yang baik, maka penyampaian informasi tentang distribusi suatu barang akan bisa dilakukan secara lebih rapi.

10. Kepercayaan dari Konsumen

Tingkat kepercayaan konsumen yang lebih besar kepada perusahaan akan hadir jika ada pelayanan terbaik, baik itu dalam hal penyampaian informasi, ketepatan waktu, serta pelayanan yang baik. Hal tersebut akan berujung pada timbulnya loyalitas konsumen pada suatu brand.

Komponen Manajemen Logistik 

Bowersox berpendapat bahwa aktivitas logistik bisa berjalan dengan baik jika didukung dengan berbagai komponen pada sistem logistik yang baik pula. Beberapa komponen manajemen logistik tersebut adalah:

  • Struktur Lokasi Fasilitas 

Hadirnya jaringan fasilitas dalam suatu perusahaan adalah serangkaian lokasi dimana dan dengan apa material atau produk akan dibawa atau diangkut. Untuk bisa mencapai tujuan perencanaan, berbagai fasilitas tersebut  mencakup pabrik, gudang, serta toko pengecer. Apabila menggunakan jasa khusus dari perusahaan kurir atau gudang, maka fasilitas tersebut tentu akan menjadi bagian yang sangat penting dari jaringan kerja.

  • Transportasi 

Terdapat satu hal yang diperlukan untuk menyelesaikan pengangkutan, yaitu kecepatan pelayanan transport. Kecepatan ini erat kaitannya dengan transport yang bisa memberikan pelayanan yang cepat dengan harga yang tinggi, selain itu pelayanan yang lebih cepat juga akan lebih mampu memotong waktu produksi barang.

  • Persediaan 

Pengadaan material yang dilakukan dengan sistem logistik untuk alasan yang berbeda dengan pengadaan suatu produk matang atau produk jadi. Dengan memanfaatkan tahapan waktu MRP, maka tujuan terpentingnya adalah guna mempertahankan jumlah jadwal produksi dengan suatu komitmen minimal dari pengadaan persediaan.

  • Komunikasi 

Komunikasi adalah suatu aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dalam sistem logistik. Kecepatan proses informasi juga sangat erat kaitannya dengan integrasi dari fasilitas, transportasi, serta persediaan perusahaan. Suatu perusahaan akan semakin peka pada gangguan arus informasi jika desain sistem logistik yang diterapkan di dalamnya lebih efisien.

  • Penanganan dan Penyimpanan 

Penanganan serta penyimpanan mencakup pergerakan, pengemasan,dan pengepakan. Untuk itu, semakin sedikit produk yang ditangani, maka akan semakin terbatas atau lebih efisien pula arus total fisiknya. Apabila diintegrasikan secara lebih efektif, maka penangan ini akan mampu mengurangi masalah dengan kecepatan dan kemudahan dengan adanya sistem tersebut.

Baca juga: Pengertian Koordinasi: Tujuan, Jenis, dan Ruang Lingkup Koordinasi

Penutup

Berdasarkan penjelasan yang sudah kita bahas bersama diatas, maka bisa kita simpulkan bahwa manajemen logistik adalah seluruh aktivitas yang erat kaitannya dengan pengelolaan logistik. Aktivitas ini sangat penting untuk perusahaan dengan skala kecil maupun besar agar bisnisnya bisa terus maju atau berkembang.

Namun, untuk bisa terus maju dan berkembang, perusahaan tidak hanya bisa berfokus dalam menerapkan manajemen logistik, karena ada manajemen pemasaran dan manajemen keuangan yang juga harus diperhatikan. Nah, untuk memudahkan Anda dalam melakukan manajemen keuangan, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Dengan Accurate Online, Anda bisa mengatur biaya produk, mengontrol stok barang, dan memantau laporan keuangan bisnis Anda secara mudah dan real time. Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1