Digital Marketing: Pengertian, Jenis dan Tips Efektif Untuk Melakukannya

Seiring dengan tumbuhnya teknologi dengan pesat, digital marketing menjadi senjata ampuh untuk melakukan pemasaran secara lebih optimal. Namun, banyak yang belum paham betul mengenai pengertian digital marketing serta konsep dalam dunia pemasaran.

Digital marketing erat kaitannya dengan penggunaan aplikasi, smartphone, maupun PC. Namun, apakah pengertian tersebut sudah tepat? Untuk lebih memahami tentang digital marketing. Sila simak ulasannya di bawah ini:

Pengertian Digital Marketing

Digital marketing merupakan semua jenis kegiatan promosi yang dilakukan dengan perantara media elektronik. Yang berarti, promosi melalui media televisi dan radio yang telah dilakukan semenjak puluhan tahun lalu adalah bagian dari konsep digital marketing.

Namun, istilah digital pada teknik pemasaran baru saja populer belum lama. Hal ini disebabkan karena penggunaan smartphone dan gadget meningkat. Tak hanya itu, bahkan, internet dan smartphone menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan setiap orang.

Pada dasarnya, marketing merupakan suatu upaya untuk melakukan kontak pada konsumen atau target pasar. Dikarenakan banyaknya segmen pasar yang ada di dunia maya, maka istilah digital marketing menjadi kian populer.

Baca juga: Manajemen Keuangan: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Prinsip, dan Tips Pengelolannya

6 Jenis Digital Marketing

Dunia pemasaran online telah berkembang, dan saat ini jelas ada lebih dari satu cara untuk memasarkan produk atau layanan Anda di internet.

Kabar baiknya adalah meskipun area ini merupakan kategori pemasaran yang terpisah, semuanya dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan dan mengembangkan bisnis Anda.

Digital marketing dapat dikategorikan dalam 6 disiplin ilmu utama:

  • Content Marketing – Pembuatan dan publikasi konten bermanfaat yang dirancang untuk menarik, mendidik, dan mempertahankan audiens target Anda.
  • Native advertising – Juga disebut advertorial, Native advertising adalah jenis iklan online yang menyerupai konten editorial situs web atau publikasi yang mereka promosikan.
  • Iklan bayar per klik (PPC) – PPC adalah strategi pemasaran yang melibatkan iklan online. Pengiklan membayar setiap kali pengguna mengklik salah satu iklan mereka.
  • Search engine optimization (SEO) – Ini adalah praktik meningkatkan situs web sehingga menjadi ramah mesin telusur dan membawa lalu lintas organik ke situs web.
  • Media sosial marketing – Praktik mempromosikan produk atau layanan di platform media sosial.
  • Email marketing – Pendekatan pemasaran yang menggunakan email sebagai cara pemasaran dan memelihara klien potensial dan yang sudah ada.

Tips Efektif Digital Marketing

Digital marketing memang dinilai memberikan efek yang positif untuk hasil penjualan. Namun, digital marketing harus dilakukan dengan ketekunan supaya menjadi lebih efektif. Jika Anda salah langkah, maka upaya pemasaran Anda dapat menjadi berantakan. Lantas, bagaimana tips efektif digital marketing agar memperoleh hasil sesuai dengan keinginan?

Ulasan lengkapnya dapat Anda lihat di bawah ini:

Menentukan Strategi

Hal yang pertama kali harus Anda tentukan adalah bagaimana strategi untuk menjalankan digital marketing. Anda perlu paham mengenai Unique Selling Proposition atau USP. Anda harus mengetahui bagian mana yang akan Anda kedepankan dari produk. Apakah kualitas atau pelayanannya?

Jika USP produk sudah diketahui, maka Anda perlu menjadikan USP sebagai sebuah cerita. Yang mana cerita ini dapat digunakan dalam taktik pemasaran nantinya. Sehingga, cerita inilah yang akan memberikan kesan mendalam bagi audiens.

Contoh yang dapat Anda lihat dalam tips pertama ini ada pada produk Geico. Apabila Anda berkunjung ke website tersebut, maka kesan pertama yang akan didapatkan adalah fun and dependable. Sebab, dalam tagline-nya adalah more than just car insurance. Sehingga, Geico pun memakai maskot menggemaskan untuk kesan fun yang dibentuknya.

Jika USP sudah ditentukan, maka pahami kebutuhan emosional audiens. Untuk memberikan gambaran tentang kebutuhan emosional, maka dapat dilihat pada seorang wanita yang membeli sepatu.

Kebutuhan emosional dari sebuah produk sepatu adalah banyaknya orang yang menyukai produk yang sama. Utuk itu, Anda bisa membuat list sepatu yang paling difavoritkan atau most favourite.

Jika kebutuhan emosional sudah diketahui, maka sudah saatnya untuk membuat value statement. Anda dapat membuat kata-kata yang meringkas semua hal yang sudah dibuat. Sebagai contohnya di perusahaan Microsoft Dynamic dengan value statement berupa “Your transformation starts here”. Pastikan Anda membuat value statement yang mengedepankan konsumen.

Baca juga : Mempelajari Konsep Promosi secara Mendalam untuk Pengembangan Bisnis

Memetakan Audiens

Setelah strategi sudah ditentukan dan diterapkan, maka langkah selanjutnya adalah dengan memetakan audiens. Supaya strategi dapat dijalankan, maka Anda perlu memahami audiens.

Tahap dalam memetakan audiens dimulai dengan menentukan audience persona. Yang perlu Anda telusuri adalah mengenai motivasi, demografi, serta tujuannya. Tahap selanjutnya adalah dengan membuat segmentasi audience untuk memilah audiens yang hanya ingin mencari informasi atau bermotivasi membeli produk.

Setelah itu, pahami audiens yang lebih potensial. Apakah ibu rumah tangga berusia 35 hingga 40 tahun? Atau ibu rumah tangga berusia 30 sampai 35 tahun? Atau ibu rumah tangga yang belum memiliki anak?

Anda harus mempertimbangkan aspek keuntungan. Caranya dengan mengukur value customer (costumer lifetime value/CLV). Pengukuran dapat menggunakan RFM analysis. Dengan begitu, Anda pun bisa mengetahui produk paling menguntungkan dan juga segmentasi paling potensial.

Untuk meningkatkan CLV caranya adalah dengan meningkatkan loyalitas konsumen. Anda juga harus membuat customer akan mempromosikan produk pada teman-temannya. Sebab, marketing yang paling baik adalah dari mulut ke mulut atau istilahnya word of mouth.

Baca juga : Apa itu Analisis SWOT dan Bagaimana Penerapannya Bagi Bisnis Anda?

Menentukan Goals serta lebih objektif

Untuk memahami bisnis yang Anda jalankan bekerja atau tidak maka tentukan goals dari bisnis tersebut. Apabila goals yang Anda canangkan adalah mendapat customer baru lebih banyak, maka digital marketing yang Anda jalani dengan menggaet customer baru. Namun, apabila goals-nya adalah meningkatkan profitability, maka yang perlu Anda lakukan adalah meningkatkan revenue. Pun, Anda harus memotong biaya produksi.

Sebagai contoh, apabila goals bisnis yang dijalani adalah revenue dengan nominal Rp 500.000.000,-, maka cari lah cara agar hal ini menjadi marketing plan yang dapat diukur (tangiable).

Apabila dari satu produk Anda mendapat keuntungan Rp 450.000,-, maka dibutuhkan sebanyak 1.112 customer di dalam satu tahun. Namun, hal ini tidak dapat dijadikan marketing goals. Pasalnya, Anda perlu mengetahui berapa banyak conversion rate dari orang yang membayar. Apabila ada 80% conversion rate, maka setidaknya harus ada 1.390 pembayaran dalam satu tahun.

Pun, ketahui conversion rate dari pengunjung website Anda serta melakukan pertanyaan. Jika 10%-nya mempunyai ketertarikan bertanya, maka setidaknya harus ada 23.160 visitor website di dalam kurun waktu satu tahun. Untuk mengetahui conversion rate, gunakan Google Analytics.

Tahap selanjutnya dengan menentukan channel yang akan dipakai. Namun, sebelumnya, tentukan terlebih dahulu sesuaikan dengan apa yang akan dicapai. Apakah itu engagement, atau acquisition. Jika goals-nya berbeda, maka channel-nya pun berbeda.

Apabila acquisition yang menjadi goal bisnis, maka Anda dapat memaksimalkan SEM atau Search Engine Marketing. Anda pun harus mempunyai website dengan konten kuat supaya bisnis lebih SEO friendly. SEM akan memberi return on investment paling tinggi ketimbang channel lain.

Namun, apabila goals Anda engagement, channel terbaiknya adalah medsos. Apabila goals yang Anda tuju adalah loyal audiens, maka channel yang paling tepat dalam digital marketing ini adalah e-mail.

Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Apa itu Standar Operasional Prosedur atau SOP

Mengukur Strategi yang Telah Diterapkan

Tips yang paling akhir dalam digital marketing adalah mengukur keberhasilan strategi. Dengan begitu, maka Anda lebih mudah mengetahui channel serta taktik yang paling efektif. Anda dapat mengukur KPI, objective, dan engagement.

KPI merupakan goals yang mempunyai dampak pada penjualan secara tidak langsung. Namun, semua akan mengarah ke penjualan tersebut. Misal social sharing, website visit, serta SEO ranking.

Engagement juga demikian. Meski pada dasarnya engagement masuk pada KPI, tetapi lebih condong pada interaksi yang muncul di dalam konten. Seperti jumlah share, like, dan juga impressions.

Sedangkan hal yang paling besar untuk diukur adalah objectives. Mulai dari peningkatan leads hingga penjualan. Meski KPI dan engagement yang didapatkan tinggi. Belum tentu dapat melampaui objectives yang sesuai dengan target. Meski engagement pada medsos tinggi, tapi tidak memiliki dampak signifikan pada sales. Tanpa adanya conversion rate, channel tersebut tidak akan mencapai pada objective yang ditargetkan.

Untuk mengetahui beberapa cara efektif lainnya dalam melakukan digital marketing, Anda bisa membacanya padai artikel ini:

Kesimpulan

Apabila semua strategi telah diterapkan secara beriringan, maka digital marketing dapat berjalan secara efektif. Pun, akan mencapai goals yang telah ditargetkan. Menerapkan strategi merupakan hal yang dapat diukur serta dijalankan sesuai dengan objective yang sudah ditentukan. Sehingga, keberhasilan pun bisa didapatkan.

Lakukan juga pencatatan pembukuan pada bisnis agar Anda bisa memantau alur keuangan bisnis secara transparan dan juga merencanakan pengembangan bisnis yang lebih matang. Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi untuk mempermudah dan mempercepat proses pencatatan transaksi dan pembukuan bisnis Anda.

Baca juga : Tertarik Memasang Iklan? Kenali Jenis Iklan yang Cocok untuk Bisnis Anda

Dengan menggunakan software akuntansi, Anda juga bisa meminimalisir kesalahan pencatatan jika dilakukan secara manual dan akan menghemat waktu, sehingga Anda bisa melakukan perencanaan bisnis secara lebih efisien.

Untuk sofware akuntansi yang memiliki fitur terlengkap dan dengan harga terjangkau, Anda bisa memilih Accurate Online sebagai software akuntansi pilihan bisnis Anda. Untuk mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari, Anda bisa mencobanya melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate 200 ribu perbulan