Mengenal Manajemen Rantai Pasokan Untuk Kemudahan Pemantauan Stok Pada Bisnis

Istilah rantai pasok (supply chain) dan manajemen rantai pasokan atau supply chain management (SCM) kerap dijumpai dalam media massa dan forum diskusi dalam beberapa tahun terakhir.

Apa maksud dari kedua istilah itu dan apa kegunaannya dalam bisnis Anda? Mari simak pembahasan di bawah ini.

Pengertian Manajemen Rantai Pasokan

Manajemen rantai pasok bisa dimaknai sebagai proses terpadu yang mendukung sistem informasi kepada manajemen mengenai pengadaan produk serta pengelolaan hubungan antarmitra. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesediaan produk yang diperlukan oleh perusahaan secara maksimal.

Bisa dibilang SCM mengintegrasikan semua aspek, mulai dari pengiriman pesanan dan prosesnya, pengadaan bahan baku, penelusuran pesanan, perencanaan kolaboratif & penyebaran informasi, hingga pengukuran kinerja, pelayanan pasca-penjualan, dan pengembangan produk-produk terbaru.

Jadi, semua perusahaan yang memasok bahan baku, memproduksi produk, dan mengirimkannya kepada konsumen akhir disebut rantai pasok (supply chain). Rantai pasok adalah jaringan fisiknya, sedangkan manajemen rantai pasokan adalah alat, metode, atau pendekatan pengelolaannya.

Baca juga : Pengertian Manajemen Operasional, Tujuan, Ciri Dan Fungsinya pada Bisnis

Manfaat Manajemen Rantai Pasokan

Jika Anda menerapkan manajemen rantai pasok dalam perusahaan, maka berbahagialah karena Anda akan mendapatkan minimal empat manfaat berikut ini.

1. Mendapatkan kepuasan pelanggan

Kepuasan konsumen bisa didapatkan jika mereka merasa puas dengan pelayanan perusahaan. Jika pelanggan puas, maka mereka menjadi konsumen setia yang memakai produk Anda dalam jangka waktu lama.

2. Meningkatkan laba

Makin banyak konsumen setia, makin bertambah juga laba perusahaan karena produk yang ditawarkan terjual habis.

3. Menurunkan biaya

Manfaat itu tercapai karena adanya pengintegrasian aliran produk dari perusahaan kepada pelanggan akhir. Pengurangan biaya terjadi karena biaya dalam jalur distribusi terpangkas.

4. Pemanfaatan aset tinggi

Aset, terutama tenaga kerja, makin terlatih dan terampil dari segi pengetahuan dan keterampilan. Selain itu, tenaga kerja pun makin mahir memberdayakan penggunaan teknologi tinggi.

Baca juga : Manajemen Pemasaran: Pengertian, Fungsi, Konsep, dan Karakteristiknya

Komponen Manajemen Rantai Pasokan

Ada tiga komponen dalam manajemen rantai pasok seperti berikut ini.

Upstream supplay chain

Tingkatan manajemen yang mengelola hubungan antara perusahaan industri dengan vendor penyedia bahan baku suatu produk.

Downstream supply chain

Manajemen yang bertugas mendistribusikan produk ke konsumen secara langsung tanpa melalui vendor penyetok barang.

Internal supplay chain

Sistem manajemen yang mengelola pemasukan serta ketersediaan bahan baku dan pabrikasi.

Baca juga : Pengertian Influencer dan Hubungannya Terhadap Pengembangan Bisnis

Fungsi dalam Bisnis

Seberapa penting fungsi konsep manajemen rantai pasok dalam bisnis? Secara fisik SCM mengawal proses bahan baku dan komponen lain agar menjadi produk. Perusahaan lalu mengirimnya hingga kepada pelanggan akhir serta meyakinkan bahwa pengiriman produk sesuai keinginan konsumen tanpa mempersoalkan ketersediaan stok.

Intinya, penerapan SCM memudahkan Anda memantau stok suatu produk dalam bisnis. Adapun fungsi dari konsep SCM adalah seperti berikut ini.

Perencanaan (Planning)

Fungsi ini bermakna pembuatan rangkaian rencana demi meraih tujuan dari suatu perusahaan.

Pengaturan (Organize)

Artinya perusahaan harus mengorganisasi hal-hal teknis dan nonteknis untuk mencapai tujuan.

Sumber daya manusia (Staff)

Perusahaan memerlukan staf atau tenaga kerja untuk menjalankan rencana yang sudah dibuat. Dengan begitu tujuan perusahaan akan tercapai.

Instruksi (Directing)

Perusahaan menghadirkan pedoman atau instruksi yang ditaati oleh semua staf yang berperan mewujudkan rencana atau tujuan suatu bisnis.

Pengawasan (Controlling)

Fungsi pengawasan untuk memastikan bahwa standar operasional dan instruksi yang diberikan selaras dengan tujuan dan rencana perusahaan. Harapannya proses produksi berlangsung secara maksimal.

Baca juga : Mengenal Lebih Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Bisnis

Kesimpulan

Sebetulnya, mendapatkan produk yang murah, distribusi cepat, dan berkualitas merupakan tiga alasan utama munculnya manajemen rantai pasokan. Dengan menggandeng beberapa pihak seperti perusahaan pemasok, jaringan distributor dan pengecer, serta perusahaan penyedia transportasi, maka Anda mampu memasarkan produk ke konsumen secara tepat dan cepat.

Baca juga : Pengertian Sistem Inventory, Manfaat, serta Tips Pengelolaannya

Tentu saja hubungan dengan semua pihak tersebut saling menguntungkan dan tetap memprioritaskan kepuasan konsumen. Atas alasan ini pula, Anda harus memiliki sistem pencatatan stok yang selalu up to date pada pembukuan bisnis Anda. Jika hal ini tidak dilakukan, bukan tidak mungkin bahwa hal ini akan menimbulkan masalah ke depannya.

Jika Anda kesulitan dalam melalakukan pencatatan stok secara manual, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur pengelolaan stok yang lengkap dan mudah dimengerti seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah dikembangkan sejak 20 tahun yang lalu dan sudah digunakan oleh lebih dari 300 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis yang memiliki fitur pengelolaan stok terlengkap dan terbaik.

Contohnya adalah seperti fitur multi gudang, fitur multi cabang, stock opname, penambahan bahan baku, dan masih banyak lagi fitur tekait manajemen rantai pasokan yang bisa Anda gunakan pada Accurate Online.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama sebulan melalui link ini.