Konsep Marketing: Pengertian, Jenis, dan Bedanya dengan Konsep Penjualan

Dalam dunia bisnis dikenal beberapa konsep yang penting ketika melakukan manajemen perusahaan. Salah satunya adalah konsep pemasaran atau bisa juga disebut sebagai konsep marketing atau konsep pemasaran. Konsep pemasaran sering dikaitkan dan disamakan dengan konsep penjualan. Padahal, secara kenyataannya, kedua konsep ini berbeda. Berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang konsep pemasaran.

Pengertian Konsep Marketing

Marketing atau pemasaran menjadi salah satu hal yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam menjalankan usaha atau bisnisnya. Pemasaran atau marketing seringkali dikaitkan bahkan disamakan dengan penjualan. Namun pada prakteknya, konsep yang diusung dalam marketing atau pemasaran tidak serta merta melakukan penjualan yang berdampak langsung pada keuntungan perusahaan.

Konsep marketing berkaitan dengan filosofi yang digunakan bisnis untuk mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan pelanggannya, yang menguntungkan pelanggan dan perusahaan. Filosofi yang sama tidak dapat menghasilkan keuntungan bagi setiap bisnis, karenanya bisnis yang berbeda menggunakan konsep pemasaran yang berbeda (juga disebut filosofi manajemen pemasaran).

‘Konsep pemasaran’ mengartikan bahwa untuk memenuhi tujuan organisasi, organisasi harus mengantisipasi kebutuhan dan keinginan konsumen dan memuaskan ini lebih efektif daripada pesaing. Konsep ini berasal dari buku Adam Smith, The Wealth of Nations, tetapi tidak akan digunakan secara luas sampai hampir 200 tahun kemudian.

Jadi intinya: Konsep pemasaran atau marketing merupakan serangkaian kegiatan yang memiliki tujuan untuk memasarkan produk yang diproduksi oleh perusahaan. Berbagai rangkaian kegiatan tersebut dilakukan agar produk dapat diminati dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Konsep marketing juga dapat dikatakan sebagai kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kebutuhan pasar.

Oleh sebab itu, konsep pemasaran atau marketing memiliki arti dan tujuan yang lebih luas dari sekadar memasarkan produk semata. Konsep pemasaran juga sangat berbeda dari konsep penjualan atau sales. Pemasaran atau marketing menjadi sebuah tindakan yang dilakukan perusahaan untuk menghubungkan perusahaan dengan konsumen agar merasa puas.

Baca juga: Sistem Produksi: Pengertian, Jenis, Tujuan, dan Contohnya

Jenis-Jenis Konsep Marketing

Sesuai dengan pengertiannya, konsep pemasaran atau marketing merupakan segala perilaku yang dilakukan perusahaan untuk mengenalkan produk. Dalam praktiknya, perusahaan harus dapat menyesuaikan produk yang dibuatnya dengan manfaat yang akan dirasakan oleh pasar. Oleh sebab itu, terdapat beberapa jenis konsep marketing yang umumnya digunakan oleh perusahaan agar pemasaran produknya menjadi efektif.

Mengingat pentingnya kebutuhan dan keinginan pelanggan dalam pemasaran, kita harus memahaminya dengan benar.

Perhatian kita pada pelanggan harus didasari pada hal di bawah ini:

  • Needs atau kebutuhan: Sesuatu yang penting bagi orang untuk hidup sehat, stabil dan aman. Ketika kebutuhan tetap tidak terpenuhi, ada hasil buruk yang jelas: disfungsi atau kematian. Kebutuhan dapat bersifat objektif dan fisik, seperti kebutuhan makanan, air dan tempat tinggal; atau subjektif dan psikologis, seperti kebutuhan untuk menjadi anggota keluarga atau kelompok sosial dan kebutuhan untuk harga diri.
  • Wants atau keinginan: Sesuatu yang diinginkan, atau dicita-citakan. Keinginan tidak penting untuk kelangsungan hidup dasar dan sering dibentuk oleh budaya.
  • Demands atau permintaan: Ketika kebutuhan dan keinginan didukung oleh kemampuan membayar, mereka memiliki potensi untuk menjadi tuntutan ekonomi.

Ada banyak konsep marketing yang digunakan oleh marketer sebagai referensi di bidang pemasaran. Beberapa konsep pemasaran ini ada sampai saat ini, sementara yang lain sudah usang dan telah diambil alih oleh konsep pemasaran lainnya.

Download eBook Panduan dan Template Pembukuan Sederhana dengan Excel untuk Bisnis Kecil

Lima Konsep Marketing

Konsep produksi

Ketika konsep produksi didefinisikan, bisnis yang berorientasi produksi mendominasi pasar. Ini adalah dari awal kapitalisme hingga pertengahan 1950-an.

Selama era konsep produksi, bisnis terutama berkaitan dengan masalah produksi, manufaktur, dan efisiensi. Perusahaan yang menggunakan konsep produksi memiliki keyakinan bahwa pelanggan terutama menginginkan produk yang terjangkau dan dapat diakses.

Konsep produksi didasarkan pada pendekatan bahwa perusahaan dapat meningkatkan pasokan karena mengurangi biaya. Selain itu, konsep produksi menyoroti bahwa bisnis dapat menurunkan biaya melalui produksi massal.

Sebuah perusahaan yang berorientasi pada produksi percaya pada skala ekonomi (penurunan biaya produksi per unit), di mana produksi massal dapat menurunkan biaya dan memaksimalkan keuntungan. Secara keseluruhan, konsep produksi berorientasi pada operasi.

Konsep produk

Konsep ini bekerja berdasarkan asumsi bahwa pelanggan lebih menyukai produk dengan kualitas dan harga yang lebih tinggi dan ketersediaan tidak memengaruhi keputusan pembelian mereka. Maka perusahaan mengembangkan produk dengan kualitas lebih tinggi yang biasanya ternyata mahal.

Salah satu contoh modern terbaik adalah perusahaan IT, yang selalu meningkatkan dan memperbarui produk mereka, untuk membedakan diri dari pesaing. Karena fokus utama pemasar adalah kualitas produk, mereka sering kehilangan atau gagal untuk menarik pelanggan yang permintaannya didorong oleh faktor-faktor lain seperti harga, ketersediaan, kegunaan, dll.

Baca juga: Pengertian Personalia Beserta Tugas dan Fungsinya Dalam Perusahaan

Konsep penjualan

Konsep produksi dan produk keduanya berfokus pada produksi tetapi konsep penjualan berfokus pada membuat penjualan produk yang sebenarnya. Konsep penjualan berfokus pada membuat setiap kemungkinan penjualan produk, terlepas dari kualitas produk atau kebutuhan pelanggan.

Konsep penjualan menyoroti bahwa pelanggan akan membeli produk-produk perusahaan hanya jika perusahaan ingin menjual produk-produk ini secara agresif. Filosofi ini tidak termasuk membangun hubungan dengan pelanggan. Ini berarti bahwa penjualan berulang jarang terjadi, dan kepuasan pelanggan tidak bagus.

Baca juga: 3 Tips Upselling dan Cross-Selling untuk Pemilik Usaha Kecil

Konsep pemasaran

Sebuah perusahaan yang percaya pada konsep pemasaran menempatkan konsumen di pusat tujuan organisasi bisnis. Semua kegiatan diarahkan untuk konsumen. Pengembangan bisnis bertujuan untuk memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan. Ini menjalankan strategi pemasaran sesuai dengan riset pasar mulai dari konsepsi produk untuk penjualan.

Dengan berfokus pada kebutuhan dan keinginan target pasar, perusahaan dapat memberikan nilai lebih dari para pesaingnya. Konsep pemasaran menekankan strategi “tarik” atau pull strategy. Ini berarti bahwa suatu merek yang sangat kuat akan membuat pelanggan selalu lebih suka merek Anda daripada yang lain.

Konsep pemasaran masyarakat

Ini adalah konsep pemasaran yang relatif baru. Sementara konsep pemasaran masyarakat menyoroti kebutuhan dan keinginan pasar target dan pengiriman value yang lebih baik daripada para pesaingnya, konsep ini juga menekankan pentingnya kesejahteraan pelanggan dan masyarakat secara keseluruhan (kesejahteraan konsumen atau kesejahteraan masyarakat).

Konsep pemasaran masyarakat mengajak pemasar untuk membangun pertimbangan sosial dan etika dalam praktik pemasaran mereka. Mereka harus menyeimbangkan kriteria laba perusahaan yang seringkali bertentangan antara kepuasan konsumen dan kepentingan publik.

Baca juga: Pengertian Organisasi Manfaat dan Fungsi Berorganisasi

konsep marketing 2

Perbedaan Konsep Marketing dan Konsep Penjualan

Konsep Marketing

Peran pertukaran yang saling memuaskan adalah penting bagi konsep markering. Konsep ini menyatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi adalah konsep pemasaran perusahaan yang lebih efektif daripada pesaing dalam menciptakan, memberikan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan ke pasar sasaran yang dipilih untuk memuaskan pelanggan dengan untung.

Tiga fitur dari konsep pemasaran adalah orientasi pelanggan, upaya terkoordinasi oleh semua departemen dalam organisasi untuk memberikan kepuasan pelanggan dan penekanan pada laba jangka panjang.

Konsep pemasaran menggambarkan keadaan ideal. Hal itu ada ketika organisasi memfokuskan semua upayanya untuk menyediakan produk yang memuaskan pelanggannya. Pelanggan adalah titik fokus untuk bagaimana setiap area organisasi dijalankan. Produk dibuat dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Semua departemen dalam organisasi harus diorganisasikan di sekitar fungsi pemasaran mengantisipasi, merangsang dan memenuhi persyaratan pelanggan dan bekerja bersama menuju tujuan kepuasan pelanggan.

Konsep marketing secara erat mengoordinasikan upaya mereka untuk memuaskan keinginan pelanggan dan mencapai tujuan jangka panjang organisasi.

Ketika suatu organisasi berusaha menerapkan konsep pemasaran, ia memiliki orientasi pasar. Suatu organisasi berorientasi pasar ketika menghasilkan data pasar yang berdasarkan kebutuhan pelanggannya, dan membagikan data ini di seluruh departemen, dan kemudian merespons informasi tersebu untuk dalam perencanaan bisnis menyeluruh.

Organisasi yang mengadopsi konsep pemasaran berkomitmen pada filosofi yang berfokus pada pasar dan yang didorong oleh pelanggan.

Baca juga: Cara Menjadi Pemimpin Yang Baik Untuk Keberhasilan Bisnis

Konsep penjualan

Filosofi di sini adalah bahwa pelanggan jika dibiarkan sendiri tidak akan membeli cukup produk-produk perusahaan dan karenanya perusahaan harus melakukan upaya penjualan dan promosi agresif skala besar. Konsep ini digunakan ketika perusahaan memiliki produk yang banyak dan harus mereka jual untuk menghabiskan persediaan mereka.

Konsep ini dipraktikkan secara lebih mendalam dalam hal barang yang tidak terpikirkan (yang jarang orang ingin beli) seperti produk asuransi, ensiklopedi, dll.

Tujuan penjual adalah menjual apa yang mereka hasilkan daripada membuat apa yang akan dijual di pasar. Perusahaan harus mendorong produk mereka melalui penjualan pribadi yang agresif, iklan persuasif, promosi penjualan yang luas (seperti penggunaan diskon harga yang besar), publisitas yang kuat dan hubungan masyarakat.

Tetapi hard selling membawa risiko tinggi. Karena kebanyakan teknik ini tidak mengetahui kebutuhan konsumen, teknik ini hanya berfokus pada penjualan dan keuntungan bisnis.

Tetapi dengan begitu banyak pilihan pembelian dan tingkat kognitif yang tinggi, pembeli tidak dapat diterima begitu saja. Bahayanya adalah bahwa fokus pada “melakukan penjualan” membayangi fokus pada membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan pelanggan yang tidak puas dapat merusak produk secara luas.

Jika Anda ingin memahami perbedaan nyata antara konsep penjualan dan pemasaran, berikut ini adalah representasi visual dari perbedaan antara dua konsep ini:

Konsep Titik Mula Fokus Pengertian Tujuan
Penjualan Pasar Penjualan Produk Penjualan dan Promosi Keuntungan melalui volume penjualan
Marketing Target Market Kebutuhan Konsumen Pemasaran Terintegrasi Keuntungan penjualan melalui kepuasan pelanggan

Baca juga: Pentingnya Pelayanan Prima dan 10 Cara Membuat Pelayanan Prima

Kesimpulan

Perbedaan-perbedaan mendasar pada konsep marketing dan penjualan akan membuat kedua konsep ini tidak lagi disamakan. Pada konsep penjualan, produk adalah hal yang menjadi fokus utama. Sementara pada konsep pemasaran, kepuasan konsumen menjadi titik awal pembuatan produk, sehingga konsumen merasa terpenuhi kebutuhannya.

Namun untuk keuntungan usaha yang optimal, ada baiknya Anda memadukan kedua konsep ini secara terarah agar layanan atau produk pada bisnis Anda bisa dikenal dan digunakan banyak orang. Pastikan juga Anda menghitung budget dari setiap proses penjualan dan pemasaran bisnis Anda.

Jangan sampai seluruh biaya pemasaran yang Anda keluarkan tidak dibarengan dengan penjualan produk yang memuaskan. Buatl dan catat perencanaan dan penghitungan seluruh biaya dalam bisnis pada sistem pembukuan yang benar dan aman.

Jika kesulitan melakukan pembukuan manual, ada baiknya jika Anda menggunakan software akuntansi yang memilki fitur sesuai kebutuhan bisnis, mudah digunakan dan sudah teruji di pasaran, salah satunya adalah Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi online buatan Indonesia yang sudah digunakan oleh lebih dari 300 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis di Indonesia, memiliki fitur terlengkap, ramah pengguna, dan sangat aman untuk pencatatan data finansial bisnis Anda.

Tertarik menggunakan Accrurate Online? Anda bisa mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate 3