Whistle Blowing: Pengertian, Jenis, dan Penerapannya Dalam Bisnis

Pernah mendengar istilah whistle blowing? Didalam bergelut atau melakoni suatu bidang pekerjaan salah satunya adalah berbisnis tentu saja ada banyak faktor masalah yang bisa datang dan menghalangi. Seperti mungkin persoalan modal, konsumen, operasional, SDM yang dimiliki perusahaan hingga perilaku kecurangan oknum pekerja.

Nah perilaku kecurangan ini sendiri selalu berkaitan dengan istilah Whistle Blowing lho, namun apa sebenarnya pengertian Whistle Blowing dan penjabarannya secara dalam?

Jadi bagi para pelaku bisnis atau seorang pekerja perusahaan tentu biasanya sudah tidak asing dengan istilah dan pengertian whistle blowing tersebut. Bahkan menjadi mungkin pernah menemui kasus dari istilah tersebut atau bahkan menjadi salah satu oknumnya. Namun apakah sebenarnya pengertian Whistle Blowing atau pelaporan pelanggaran ini? yuk simak uraiannya sebagai berikut!

Mengenal Whistle Blowing Secara Lebih Mendalam

Setalah menyinggung singkat mengenai Whistle Blowing atau pelaporan pelanggaran diatas, maka mari bahas pengertiannya secara medalam.

Dimana pengertian Whistle Blowing ini sendiri memiliki pengertian sebagai sebuah peristiwa atau tindakan pelaporan kecurangan atau pelanggaran  yang dilakukan seseorang dalam dunia kerja.

Pelaporan ini sendiri bisa dilakukan oleh seseorang yang berada dalam satu lingkup kerja atau bahkan klien atau relasi kerja yang mengetahui tindak kecurangan tersebut.

Dimana pelaporan tindak kecurangan yang dilakukan oleh rekan kerja atau atasan ini sendiri dibocorkan pada pihak lain.

Jadi singkatnya pelaporan pelanggaran ini sendiri merupakan sebuah tindakan atas sikap kecurangan yang bisa jadi ditemui dalam lingkup kerja. Tindakan pelaporan ini sendiri sebenarnya seperti dua buah mata pisau yang diayunkan, bisa membawa hal positif namun bisa juga membawa hal negatif.

Menjadi positif jika memang pelaporan ini sendiri mendapatkan buntut penyelesaian yang jelas dan akar masalah bisa dipecahkan. Namun bisa menjadi negatif jika kemudian persoalan ini merembet hingga pihak-pihak atau oknum diluar perusahaan yang tidak berkepentingan.

Dimana bisa saja oknum tersebut kemudian memanfaatkan tindakan pelaporan pelanggaran ini sebagai informasi tambahan untuk menjatuhkan perusahaan lawan.

Tindakan pelaporan kecurangan ini sendiri sebenarnya menjadi tidak mungkin menimbulkan nilai negatif jika ada keterbukaan. Selain itu adanya juga sikap bijaksana dari pemimpin dalam memberikan pengayoman bagi seluruh pekerjanya untuk senantiasa bekerja jujur dan bersih.

Jika mungkin saja menemui kondisi pelaporan semacam ini sebagai pemimpin atau rekan harus cepat tanggap untuk memberi respon agar tak berbuntut panjang.

Download eBook Panduan dan Template Pembukuan Sederhana dengan Excel untuk Bisnis Kecil

Memahami Jenis-jenis dari Whistle Blowing

Setelah menyimak uraian sebelumnya mengenai pengertian Whistle Blowing dan uraian lainnya mengenai istilah tersebut. Maka berikut ini mari simak penjelasan mengenai apa saja kiranya jenis-jenis dari tindak pelaporan pelanggaran ini sendiri, sebagai berikut.

1. Pelaporan Pelanggaran Skala Internal

Untuk tindakan atau jenis pelaporan pelanggaran berdasarkan skala intenal yang mana hanya melibatkan orang dalam perusahaannya saja.

Contohnya sebagai berikut, ada karyawan yang mengetahui tindak kecurangan yang dilakukan oleh rekan atau bahkan atasannya. Maka kemudian orang yang mengetahui tindak kecurangan ini kemudian mengadukan hal yang diketahuinya ini pada atasan satu perusahaannya yang lebih tinggi.

Dimana tentu saja jenis dari penyimpangan sikap kerja atau kecurangan  ini sendiri masih bisa diselesaikan dengan media damai.

Maksudnya adalah peredaman beritanya bisa menjadi lebih mudah karena hanya melibatkan orang dalam dan tidak mengganggu citra perusahaan. Jenis kecurangan internal ini sendiri biasanya penyelesaian akan dilakukan dengan menghadirkan tertuduh, terlapor serta bukti terkait dengan diselesaikan atasan kerja.

2. Pelaporan Pelanggaran Skala Eksternal

Kemudian untuk jenis kecurangan berdasarkan pelaporan pelanggaran skala eksternal yang mana menjadi lebih serius.

Tindak pelaporan kecurangan yang dilakukan oleh rekan satu perusahaan yang melibatkan orang diluar perusahaan. Pada skala kasus eksternal ini sendiri jelas bisa mempengaruhi citra perusahaan dikalangan perusahaan lain dan khalayak umum.

Biasanya untuk jenis pelaporan berkala eksternal ini sendiri dilakukan karena dirasa merugikan banyak kalangan termasuk masyarakat.

Contohnya sebuah perusahaan melakukan produksi barang yang mengandung zat berbahaya dan diedarkan ke masyarakat, maka karyawan melaporkannya ke masyarakat umum. Tindakan pelaporan semacam ini juga biasanya menjadi salah satu kasus besar dalam ranah kriminalitas dan harus diselesaikan melalui jalur hukum.

Baca juga: Strategi Distribusi: Pengertian, Jenis, Dan Contohnya Dalam Bisnis

whistle blowing 2

Berikut ini Penerapan Whistle Blowing dalam Bisnis

Ternyata jenis dari pelaporan pelanggaran ini sendiri meliputi skala internal dan eksternal yang melibatkan jenis kalangan yang berbeda. Nah berikut ini penting menjadi perhatian mengenai ulasan penerapan pelaporan pelanggaran dalam menjalankan sebuah bisnis!

1. Menjalankan Bisnis dan Skema Kerja Tanpa Korupsi

Nah untuk menerapkan sikap berdasarkan pengertian Whistle Blowing sendiri di dalam bisnis tentu menjadi salah satu hal yang mudah namun sulit dilakukan.

Oleh sebab itu menjadi penting untuk menerapkan beberapa hal seperti yang pertama, menjalankan bisnis dan skema kerja tanpa korupsi. Pastikan bahwa lingkungan kerja bebas dari korupsi, pungutan liar dan hal-hal yang bertentangan dengan SOP kerja.

Hal ini tentu saja akan menekan kemungkinan karyawan merasa dirugikan dan menekan kemungkinan pelaporan tindak kecurangan. Jalankan bisnis dengan kejujuran, loyalitas kerja baik dari kalangan terendah hingga divisi teratas sekalipun.

Terapkan kesadaran bagi setiap karyawan dan lini kerja mengenai pentingnya kejujuran kerja tanpa korupsi, baik korupsi dana atau waktu.

Baca juga: 10 Hal yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan dalam Membangun Bisnis

2. Selalu Mendengarkan Aspirasi Pekerja

Penerapan kedua yang bisa dilakukan untuk menekan sikap pelaporan pelanggaran sendiri adalah dengan selalu mendengarkan aspirasi pekerja.

Hal ini berlaku untuk berbagai lini dan divisi kerja, baik bawahan harus mendengarkan atasan begitu juga sebaliknya. Pekerja yang didengarkan aspirasinya akan merasa dihargai dan jalannya sistem kerja menjadi lebih nyaman.

3. Menyediakan Kotak Saran Anonim

Penerapan lainnya dari pelaporan pelanggaran ini sendiri adalah bisa dengan menyediakan kotak saran anonym di setiap divisi untuk memberikan aspirasi.

Baik mengenai kinerja karyawan atau rekan satu sama lain atau guna melaporkan keresahan yang mungkin terjadi di lingkungan perusahaan. Menyediakan kotak saran tanpa nama ini akan membuat setiap jajaran kerja menjadi nyaman dan aman memberikan aspirasinya lho.

Baca juga: Bangkrut dan Pailit: Pengertian, Perbedaan, dan Cara Menghindarinya

4. Memberikan Sikap dan Kepercayaan Pada Loyalitas Karyawan

Jika memiliki karyawan yang loyal maka menjadi sangat penting untuk senantiasa memberikan penghormatan dan kepercayaan padanya. Hal ini tentu akan mendorong sikap cinta dan menghargai atasan serta perusahaan tempatnya bekerja. Sehingga jika memang ada tindakan kecurangan yang diketahui tidak mungkin melaporkan pada pihak lain diluar yang berwenang.

5. Menerapkan Kebijakan Hotline Pelaporan Pelanggaran

Jangan lupa untuk menerapkan kebijakan hotline pelaporan pelanggaran yang mana kebijakan ini memberikan penyadaran status keberadaan karyawan.

Pastikan untuk memberikan support dan rasa terimakasih pada pekerja dengan memberikan seminar, pelatihan lanjutan atau bahkan promosi. Hal ini akan mendorong karyawan untuk senantiasa memahami keberadaan serta posisinya dan selalu tau jika menemukan keresahan kerja harus melapor kemana.

Baca juga: Pengembangan SDM: Pengertian, Strategi dan Fungsinya Bagi Bisnis

6. Menjalankan Kebijakan Bisnis Penuh Keterbukaan

Sebagai pemimpin perusahaan atau karyawan sekalipun menjadi penting untuk menerapkan sikap kerja penuh keterbukaan. Hal ini dilakukan untuk mendorong beberapa pihak merasa tidak dihargai, beberapa pihak merasa dirugikan atau bahkan sangat diuntungkan. Buatlah ketetapan kerja yang jelas, peraturan atau bahkan promosi dan kegiatan liburan perusahaan yang terbuka dan terstruktur.

Baca juga: Rencana Pemasaran: Penjelasan dan Pembahasan yang Mendalam

Kesimpulan

Itulah pembahasan mendalam mengenai pengertian Whistle Blowing, jenis dan penerapannya yang dilakukan untuk  mengungkap kecurangan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab.

Perusahaan atau pelaku bisnis tentu saja harus bisa menerapkan sikap berani mengungkapkan kecurangan yang ditemui oleh tim dan rekan kerja. Sekaligus tentu saja bisa lho para pelaku bisnis menerapkan sikap pelaporan pelanggaran ini untuk menunjang kelancaran bisnis dan kerja.

Salah satu pelanggaran atau fraud yang biasa dilakukan dalam usaha adalah pada masalah finansial dan keuangan perusahaan. Untuk meminimalisir tindakan fraud ini, Anda bisa mencoba untuk menggunakan sistem akuntansi berbasis cloud yang memudahkan Anda dalam memantau proses yang berhubungan dengan masalah finansial kapanpun dan dimanapun Anda mau.

Baca juga: Pengertian Lengkap Manajemen Aset, Tujuan dan Siklusnya

Anda bisa mencoba Accurate Online sebagai solusi dalam memudahkan Anda mengelola proses keuangan pada usaha, pemantauan stok, masalah perpajakan dan masih banyak lagi.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud buatan Indonesia yang sudah meraih Top Brand Award sejak tahun 2016 sejak saat ini sebagai software akuntansi terbaik di Indonesia.

Dengan fitur terlengkap, mudah digunakan dan harga terjangkau, Accurate Online telah dipercaya oleh lebih dari 300 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis di Indonesia.

Tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate 200 ribu perbulan