Perilaku Konsumen Untuk Pengembangan Bisnis yang Lebih Baik

Sebelum mengetahui lebih jauh perilaku konsumen, Anda harus tahu dulu bahwa sebuah bisnis atau usaha akan berkembang karena peran seorang konsumen. Ya, merekalah yang akan menentukan apakah suatu perusahaan akan sukses dan mendapat pemasukan banyak atau justru rugi karena tidak laku produk atau jasanya.

Karena alasan ini, suatu perusahaan atau industri memang harus mengalah mewujudkan apa yang dibutuhkan atau apa yang diinginkan oleh konsumen demi terjaganya siklus ekonomi perusahaan tersebut. Mengalah dalam artian ini bisa diwujudkan dengan terlebih dahulu mengenali bagaimana perilaku konsumen. Setelah mengerti bagaimana perilaku konsumen, perusahaan bisa menarik daya beli dengan mempelajari hal ini.

Faktor Penentu Perilaku Konsumen

Secara garis besar, perilaku konsumen ini dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kedua jenis faktor ini memiliki bobot yang sama dalam mempengaruhi perilaku konsumen. Namun setiap konsumen memiliki pemikiran yang berbeda, sehingga mungkin saja ada konsumen yang hanya terpengaruh oleh faktor internal namun ada juga yang terpengaruh oleh faktor eksternal saja.

Baca juga : Tertarik Membangun Bisnis Kedai Kopi? Ikuti Tips Berikut ini

Lalu apa saja faktor eksternal dan internal itu? berikut adalah penjelasan faktor-faktor tersebut :

Faktor Eksternal

Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri konsumen. Jadi, dalam hal ini lingkungan sangat berpengaruh. Lalu, apa saja faktor eksternal tersebut? Berikut beberapa poinnya.

1. Lingkungan Keluarga

Keluarga memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap perilaku konsumen. Faktor kali ini membicarakan pengaruh dari satu anggota keluarga ke anggota keluarga lainnya, berlaku juga untuk beberapa anggota keluarga dengan satu anggota keluarga saja.

Contoh sederhananya seperti ini, seorang yang akan memiliki anak pasti memiliki daya konsumsi yang tinggi karena mereka harus mempersiapkan apa saja ketika bayinya lahir nanti. Sikap konsumtif ini dibuktikan dengan adanya pembelian susu ibu hamil, susu bayi, pakaian bayi, produk perawatan bayi, dan masih banyak lagi.

Contoh lainnya bisa diambil dari persaudaraan dalam satu keluarga inti. Misalnya saja si kakak membeli hp, maka ada kemungkinan adik-adiknya juga membeli hp. Telah terbukti bahwa keluarga adalah salah satu faktor penentu perilaku konsumen bukan?

2. Budaya

Budaya yang dimaksud kali ini bisa berupa budaya yang dianut di sekitar tempat tinggal namun bisa juga berupa budaya yang dianut dari generasi ke generasi secara turun temurun. Seperti halnya pada faktor sebelumnya, bahwasannya budaya juga memberikan pengaruh pada perilaku konsumen.

Orang yang tinggal di lingkungan dengan kegiatan sosial yang tinggi maka akan menjadi orang yang konsumtif. Misalnya saja, harus membeli oleh-oleh setelah pulang kampung, harus memberikan makanan dan minuman untuk acara tertentu, harus memberikan hadiah untuk bayi yang lahir, dan masih banyak lagi contohnya.

Contoh lain dari budaya ini adalah hudaya tidak formal untuk membeli pakaian baru saat Hari Raya Lebaran. Kebiasaan ini terus dilakukan secara turun temurun dan mempengaruhi perilaku konsumen.

3. Kelompok Tertentu

Kepada siapa seseorang bergaul atau bersosial juga berpengaruh pada sikap konsumtifnya. Hal ini nyata terbukti, baik dari kelompok anak-anak hingga kelompok orang dewasa.

Contoh nyatanya ada di kelompok tertentu berupa organisasi, pasti di dalam sana ada sebuah seragam yang harus dimiliki setiap anggotanya.

Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Etika Profesi Akuntansi

Faktor Internal

Selain fator eksternal, faktor internal merupakan salah satu pendukung seseorang dalam membeli sesuatu. Berikut adalah beberapa jenis faktor internal yang dimaksud.

1. Sikap

Sikap pastinya menjadi faktor internal pertama yang mempengaruhi perilaku konsumen. Adalah keadaan mudah terpengaruh yang mengambil peran paling banyak terhadap seseorang. Orang bisa saja menyikapi suatu produk dengan sangat welcome sehingga apa saja yang baru rilis atau baru diproduksi membuatnya ingin langsung memilikinya. Ini sering terjadi oleh siapa saja, salah satu contohnya adalah persepsi orang terhadap salah satu merk gadget.

2. Inspirasi

Sebuah inspirasi terkadang datang begitu saja kepada seseorang yang mana mempengaruhi perilaku konsumennya. Orang yang dalam keadaan mendesak mungkin akan sulit menentukan mana yang harus dibeli dan mana yang tidak harus dibeli.

Inspirasi tak hanya membuat orang lebih konsumtif saja, melainkan juga bisa membuat seseorang mengurangi daya belinya. Misalnya saja orang tersebut usai melihat video motivasi untuk berhemat, ada kemungkinan untuk selanjutnya ia akan mengurangi daya belinya.

3. Kondisi Ekonomi

Tentunya kondisi ekonomi ini berpengaruh terhadap perilaku konsumen seseorang. Ada orang yang semakin kaya semakin konsumtif, namun ada juga yang semakin kaya justru semakin kecil daya belinya, dan sebaliknya.

Kesimpulan

Berkembangnya sebuah usaha tidak lepas dari tepat atau tidaknya Anda memilih konsumen untuk produk Anda. Dengan memahami perilaku konsumen, Anda bisa dengan mudah membuat produk Anda laku di pasaran.

Baca juga : Mengenal Berbagai Bisnis Online Tanpa Modal Yang Bisa Anda Kerjakan

Perhatikan juga setiap faktor yang mempengaruhi konsumen untuk membeli barang Anda, jangan sampai Anda salah pasar dalam memasarkan produk Anda dan akan menyebabkan kerugian pada bisnis.

Jangan lupa juga untuk mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan pada usaha, agar Anda bisa mengetahui mana pos pengeluaran atau pemasukan yang bisa di improvisasi.

Untuk meminimalisir kesalahan, Anda bisa menggunakan software akuntansi seperti Accurate Online untuk pembukuan yang lebih optimal. Accurate Online sendiri adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah dipakai lebih dari 300 ribu pengguna di Indonesia dan memenangkan Top Brand Award sejak tahun 2016 sebagai software akuntansi terbaik di Indonesia.

Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui link ini.

Sebagian materi diambil dari sini.