Telemarketing Adalah: Pengertian, Strategi, dan Tugasnya dalam Perusahaan

Selama beberapa dekade marketing, telemarketing adalah pekerjaan yang sudah sangat familiar dalam dunia kerja. Beberapa dari Anda mungkin adalah salah satu orang yang berkarir pada bidang ini, atau mungkin pernah menerima suatu ajakan telepon untuk membuat kartu kredit atau pinjaman bank. Nah, mereka yang mengajak Anda untuk menggunakan produk mereka itu disebut sebagai telemarketing.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang pengertian telemarketing, strategi sukses, dan tugasnya dalam suatu perusahaan. Berikut ini adalah pembahasannya.

Telemarketing Adalah

Pada prinsipnya, telemarketing adalah salah satu upaya marketing yang dinilai masih efektif selain menggunakan iklan pada media umum. Pengertian telemarketing adalah kegiatan memasarkan atau mensosialisasikan jasa atau produk dengan media telepon.

Umumnya, strategi marketing dengan dengan menggunakan telemarketing ini sering dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan besar untuk menawarkan atau mensosialisasikan produk atau jasanya.  Banyak ahli pemasaran menganggap bahwa penawaran dengan cara telemarketing ini cenderung lebih mudah untuk diterima calon pelanggan karena sifatnya yang memang berbicara secara langsung pada calon pelanggan.

Meskipun begitu, aktivitas telemarketing ini juga bisa berdampak negatif jika target pasar atas suatu produk yang ditawarkan bukan calon pelanggan potensial, atau sumber daya telemarketing tersebut melakukan penawarannya secara memaksa pada calon pelanggan. Agar bisa menghindari hal tersebut, dibawah ini kami akan memberikan 5 strategi sukses dalam menjalankan telemarketing.

Baca juga: Personal Branding: Pengertian, Pentingnya dan Cara Meningkatkannya

Strategi Sukses Telemarketing

Setelah kita mengetahui pengertian dan penjelasan dari telemarketing, sekarang kita akan membahas bersama strategi sukses dalam melakukan telemarketing.

1. Pahami Produk Dengan Sempurna

Sebelum Anda mulai meyakinkan orang lain atas produk yang  akan Anda tawarkan, maka Anda harus meyakinkan pada diri sendiri terlebih dahulu atas produk Anda dengan mengetahui setiap detail manfaat produk tersebut. Dengan begitu, Anda akan mampu meyakinkan calon pelanggan Anda atas produk yang akan Anda tawarkan.

2. Melakukan Riset Terkait Calon Pelanggan

Banyak orang diluar sana yang merasa terganggu ataupun risih dengan adanya kegiatan telemarketing karena mereka merasa tidak terlalu membutuhkan produk yang ditawarkan atau merasa asing saat telemarketer menghubunginya. Oleh karena itu, disarankan agar Anda melakukan riset terlebih dahulu terkait calon pelanggan yang akan Anda hubungi.

Contohnya, jika Anda menawarkan produk susu suplemen tertentu, maka Anda harus mengetahui berapa usia ideal untuk mereka yang mengonsumsinya, namanya, serta rasa susu kesukaan pelanggan atau apakah mereka memiliki alergi tertentu. Dengan begitu, Anda bisa memberikan penawaran yang sesuai untuk mereka dan calon pelanggan pun akan merasa dekat dengan Anda.

3. Bersikaplah Secara Ramah dan Wajar

Setiap telemarketing harus paham bahwa ketika mereka menghubungi calon pelanggan, berarti mereka mengajak orang lain untuk berbicara. Jadi, karena Anda lawan bicara tidak bisa melihat ekspresi wajah Anda karena berbicara via telepon, maka disarankan Anda memiliki intonasi suara yang ramah dan bersahabat.

Anda harus menanyakan beberapa hal dengan bahasa yang bersahabat dan tidak harus sama seperti script karena anda hanya harus mengambil poin pentingnya saja.

4. Berikanlah Pertanyaan Secara Efisien

Anda harus sadar bahwa tidak selamanya calon pelanggan Anda tidak memiliki waktu luang. Jadi, Anda harus memiliki daftar pertanyaan yang efisien agar mendapatkan jawaban yang tepat, gunakanlah pertanyaan standar dengan metode why, what, when, where, who dan how untuk mendapatkan informasi calon pelanggan Anda secara langsung.

5. Tidak Selamanya Harus Berjualan

Anda memang harus mencapai target penjualan, namun sesekali Anda juga harus menelepon calon pelanggan hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun, selamat hari raya, atau menanyakan kabarnya saka. Dengan begitu, Anda akan menciptakan hubungan yang baik dengan calon pelanggan Anda.

Baca juga: Marketing Planning: Pengertian, Manfaat, Tahapan, dan Tipsnya

Tugas Dan Tanggung Jawab Telemarketing

Beberapa produk yang biasanya menjadi pasar telemarketing adalah penawaran kartu kredit, asuransi perbankan, voucher hotel, paket wisata, jasa training provider, jasa teknik sipil, dll. Nah, kali ini kita akan membahas tugas serta tanggung jawab dari telemarketing.

  • Berjualan Dengan Telemarketing

Sama seperti namanya, tugas telemarketing yang pertama adalah melakukan penjualan via telepon dan mengenalkan produk atau jasa perusahaan. Sama seperti profesi marketing, pada posisi ini Anda harus siap bekerja dengan memenuhi target penjualan dan berada dibawah tekanan. Bagi marketing, penolakan adalah hal yang biasa.

  • Follow Up Pelanggan

Selain berjualan, tugas telemarketing adalah melakukan kegiatan follow up pada calon pelanggan atau pada pelanggan yang memang sudah pernah membeli atau menggunakan jasa perusahaan. Anda bisa menanyakan, apakah mereka jadi membeli produk atau jadi menggunakan jasa perusahaan atau tidak. Hal ini sangat penting untuk tercapainya penjualan.

  • Menjelaskan Produk yang Akan Dijual

Sebelum Anda menawarkan produk atau jasa perusahaan, disarankan agar Anda menjelaskan terlebih dahulu produk yang akan Anda jual, dengan begitu Anda bisa meyakinkan calon pelanggan Anda sepenuhnya.

  • Menerima Permintaan Pembelian dari Pelanggan

Saat ini, tidak jarang pelanggan yang justru memerlukan produk atau jasa perusahaan Anda dan ingin menjalin kesepakatan melalui media telepon. Untuk itu, usahakanlah agar Anda menawarkan produk lainnya agar penjualan Anda bisa semakin meningkat.

  • Mengumpulkan Informasi dari Calon Pelanggan

Selain melakukan penjualan via telepon, Anda juga bisa mendapatkan informasi detail lainnya terkait calon pelanggan Anda, seperti bagaimana sistem ataupun proses kerja di perusahaan mereka, atau mendapatkan informasi lain terkait produk atau jasa kompetitor yang menawarkan produknya pada pelanggan agar Anda bisa lebih mengantisipasinya di kemudian hari.

  • Menerima Komplain dari Pelanggan

Ketika para pelanggan Anda merasa kecewa atau produk atau jasa dari perusahaan Anda, maka orang pertama yang harus siap menghadapi komplain adalah seorang telemarketing. Dalam hal ini, usahakanlah agar Anda bisa menyelesaikan masalah ini mulai dari menyatakan permohonan maaf, membayar kompensasi atau ganti rugi, serta solusi lainnya agar permasalahan yang dialami calon pelanggan tidak sampai menjalar pada atasan Anda.

  • Memberikan Feedback Saran

Tidak jarang ada juga pelanggan yang rela memberikan saran bagaimana seharusnya kerjasama yang terjadi antara seorang telemarketer dan pelanggan bisa berjalan dengan baik. Berbagai saran tersebut nantinya harus bisa Anda sampaikan pada atasan Anda.

  • Memberikan Pemahaman dan Kesadaran Pada Pelanggan

Tidak selamanya telemarketing harus mencapai closing pada setiap kegiatan teleponnya. Jika memang calon pelanggan tidak memerlukan produk ataupun jasa Anda, maka Anda harus bisa memberikan informasi ataupun pemahaman terkait kelebihan produk ataupun jasa yang Anda tawarkan.

Dengan begitu, calon pelanggan yang sedang butuh produk atau jasa produk perusahaaan Anda akan datang dengan sendirinya karena mereka sudah mengetahui manfaat yang akan mereka dapatkan jika mereka menggunakan produk atau jasa Anda. Jadi, teknik dalam memberikan pemahaman dan kesadaran atas produk Anda bisa dijadikan teknik yang baik dalam bernegosiasi dengan pelanggan via telepon.

Baca juga: Pengertian Pemasaran Digital dan Bermacam Strateginya

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Telemarketing

Dari banyaknya sarana promosi dan penjualan, kenapa saat ini perusahaan masih banyak yang melakukan kegiatan telemarketing? Adanya kompetisi bisnis yang semakin ketat dengan para kompetitor akan menuntut perusahaan Anda untuk menjalankan aktivitas bisnis dan berupaya untuk bertahan ditengah kondisi pasar yang semakin dinamis, terlebih lagi di masa pandemi seperti saat ini.

Adanya kondisi pasar ini juga akan menuntut perusahaan untuk terus memperbarui produk, kampanye, dan informasi perusahaan. Telemarketing akan mampu melakukan dan memberikan informasi tersebut dalam waktu yang relatif singkat. Sehingga, tidak ada salahnya untuk melakukan kontak langsung dengan para calon pelanggan.

Terlebih lagi, komunikasi yang terjalin dengan calon pelanggan akan membantu perusahaan dalam meningkatkan kesadaran produk ataupun jasa perusahaan, sehingga Anda tidak hanya tergantung pada kegiatan periklanan saja.

Perusahaan mampu membuat hubungan dengan calon pelanggan secara langsung. Seorang telemarketing akan mampu membuat hubungan yang kuat dengan gagasan terkait kepribadian dan memahami calon pelanggan lebih baik dengan memanfaatkan telepon.

Feedback yang efektif ini juga bisa Anda dapatkan via telepon dengan calon pelanggan secara langsung. Perusahaan akan mempelajari bagaimana cara yang baik dalam membangun hubungan dengan pelanggan.

Bagaimanapun juga, pendekatan dengan manusia ini tidak bisa terganti dengan teknologi. Dilansir dari laman Forbes, 86% lebih sukan berkomunikasi dengan manusia daripada dengan chatbots. Untuk itu, telemarketing merupakan metode yang masih dibutuhkan oleh perusahaan.

Namun, perusahan juga tidak bisa menggantungkan kesuksesan perusahaannya hanya dengan mengandalkan telemarketing, karena perusahaan juga harus memerhatikan hal lain, seperti dalam hal manajemen produk, dan manajemen keuangan perusahaan.

Nah, untuk membantu Anda dalam membantu manajemen keuangan secara efektif dan mudah, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online. Dengan Accurate Online, Anda bisa mengatur biaya produk, mengontrol stok barang, dan memantau laporan keuangan bisnis Anda secara mudah dan real time.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1