Tips Menyusun To Do List Untuk Pengembangan Bisnis Yang Menyeluruh

To do list dapat diartikan sebagai sebuah daftar tugas yang sudah ditulis. Di mana nantinya akan dikerjakan berdasarkan rentang waktu yang sudah ditetapkan.

Adapun rentang waktu yang telah ditetapkan ini seperti harian, mingguan, dan juga bulanan sehingga daftar ini merupakan bagian dari perencanaan. Adapun pembuatan dari daftar tugas ini bisa digunakan untuk kelompok maupun pribadi.

Dengan tujuan agar tidak membuang waktu secara sia-sia dalam mengerjakan tugas. Karena dalam dunia bisnis waktu dianggap sangat berharga sehingga tidak boleh untuk dilewatkan. Selain itu, kata waktu ini juga sangat identik dengan kata uang. Di mana dalam dunia bisnis tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan keuntungan.

Tips Menyusun To Do List Dalam Pengembangan Bisnis

Tips dalam pembuatan to do list ini biasanya belum diketahui oleh banyak orang, seperti penggunaan daftar tugas dalam mengembangkan bisnis dengan cara menyeluruh. Sehingga tugas yang ingin dikerjakan dalam bisnis bisa tersusun secara sistematis.

Berikut ini merupakan paparan mengenai tips menyusun to do list dalam bisnis untuk pengembangan yang menyeluruh.

1. Menganalisis Kompetitor Bisnis dan Memahami Resiko

Menganalisis kompetitor memang sangat diperlukan karena melihat banyak pesaing di dunia bisnis yang sedang dijalani.

Akan tetapi dengan adanya kompetitor bisa membuat seseorang untuk selalu melakukan inovasi yang baru. Karena dari kompetitor tersebut juga bisa membuat seseorang mengatur strategi dan langkah yang tepat dalam membuat daftar tugas.

Selain itu, harus juga memahami resiko yang akan dihadapi karena memang setiap bisnis tentu identik dengan resiko. Sehingga jika sudah memahami hal tersebut bisa menghindari adanya hal-hal yang akan terjadi.

Bukan hanya itu, jika resiko tersebut terjadi maka bisa membuat seseorang membuat lebih siap untuk menghadapi.

Download eBook Panduan dan Template Pembukuan Sederhana dengan Excel untuk Bisnis Kecil Anda

2. Membuat Daftar Tugas di Waktu Yang Kosong

Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan membuat daftar tugas pada saat memiliki waktu yang kosong. Dengan kata lain, Anda bisa membuat daftar tugas tersebut sebelum mengerjakan tugas yang ada di daftar sehingga nantiny Anda tidak lupa mengenai tugas apa saja yang ingin dikerjakan pada waktu tersebut.

Lakukan juga review pada setiap yang telah Anda kerjakan dan Anda rencanakan.Proses review bertujuan agar nantinya seseorang bisa mudah dalam mengerjakan tugas tersebut, karena sudah sesuai dengan urutan tugas yang harus diselesaikan dalam rentang waktu yang telah ditentukan.

Jika daftar tugas itu untuk dikerjakan dalam jangka waktu harian, Anda bisa membuat daftar ini pada malam hari.

3. Urut Daftar Tugas Berdasarkan Prioritas

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa tujuan dari pembuatan daftar tugas ini agar pekerjaan yang akan dikerjakan sesuai rencana, mendetail dan tidak ada yang terlewatkan. 

Maka dari itu, dalam membuat daftar tugas ini sebaiknya membuat sesuai dengan tugas yang di prioritaskan. Dengan kata lain bahwa tugas tersebut lebih diutamakan antara tugas yang lain.

Karena tugas yang diprioritaskan biasanya adalah tugas yang wajib dan sangat penting untuk dikerjakan. Selain itu, dengan menggunakan to do list akan membantu Anda untuk melakukan tugas dengan fokus karena tidak terbagi dengan tugas yang lainnya atau yang belum dikerjakan.

Maka dari itu, di daftar tugas pekerjaan tersebut harus ditempatkan pada nomor satu.

Baca juga: Apa Perbedaan Content Writer dan Copywriter Pada Proses Pemasaran Bisnis?

4. Memberikan Penjelasan Setiap Tugas yang Akan Dikerjakan

Daftar tugas atau list tugas biasanya hanya terdiri dari beberapa kata saja, lebih tepatnya hanya menuliskan inti dari tugas yang akan dikerjakan saja.

Memang hal tersebut bukan hal yang salah namun alangkah baiknya jika dalam membuat list tugas sekaligus memberikan penjelasan singkat. Di mana penjelasan singkat ini mengenai bagaimana proses pengerjaan tugas tersebut.

Hal tersebut bertujuan agar tugas yang dikerjakan sudah sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan. Dengan menekankan penjelasan pada setiap tugas yang Anda tulis tentu akan memberikan informasi mendalam dan akan membantu Anda dalam mengetahui informasi dan langkah apa yang harus Anda kerjakan terlebih dahulu.

to do list 2

5. Tulis Tugas yang Pasti Bisa Dikerjakan

Menulis tugas yang pasti bisa dikerjakan ini memiliki artian bahwa tugas yang ada di list sanggup untuk dikerjakan. Jangan memiliki obsesi untuk menulis daftar tugas yang banyak namun belum tentu sanggup dikerjakan berdasarkan rentang waktu. Sehingga hal ini hanya membuang banyak waktu akibat tidak mampu dalam melakukan tugas tersebut.

Dari ketidakmampuan mengerjakan tugas tersebut bisa menjadi sebuah pikiran yang menyebabkan stres pada seseorang.

Tanamkan prinsip dalam diri bahwa meskipun daftar tugas yang ditulis hanya sedikit akan tetapi pastikan semua tugas itu dikerjakan. Di mana waktu pengerjaan tersebut bisa tepat waktu dan tidak stres memikirkan tugas tersebut.

Baca juga: Hard Selling dan Soft Selling, Pengertian, Perbedaan, dan Fungsinya

6. Menggunakan Metode 1-3-5

Untuk penggunaan metode 1-3-5 ini sangat cocok digunakan bagi orang yang memiliki agenda luar biasa padat. Di mana agenda luar biasa yang dimaksud ini adalah memiliki pekerjaan yang harus dikerjakan dalam setiap harinya, sehingga bisa saja tidak dapat mengatur waktu pengerjaan agenda tersebut. Maka dari itu, metode 1-3-5 ini bisa diterapkan untuk mengatasi hal tersebut.

Metode 1-3-5 ini merupakan metode yang lebih mengutamakan 1 pekerjaan yang sangat penting atau mendesak. Kemudian 3 pekerjaan yang hanya bersifat standar atau tidak terlalu mendesak untuk dilakukan. Sedangkan untuk angka 5 bertujuan dalam menuliskan jenis tugas-tugas kecil saja yang akan dikerjakan nantinya.

7. Menentukan Perkiraan Waktu Pengerjaan

Setiap daftar tugas yang telah ditulis sebaiknya mempertimbangkan berapa lama harus dikerjakan. Dengan tujuan agar target waktu yang telah ditentukan tersebut bisa dijadikan pedoman dalam mengerjakan sesuatu.  Bisa saja dalam satu atau dua tugas ada yang harus dikerjakan dalam satu hari karena melihat dari tingkat kesulitan pengerjaan.

Maka dari itu, Anda bisa memilih daftar tugas yang memiliki jenis mingguan jika tidak sanggup menyelesaikan dalam satu hari. Atau bisa juga memilih daftar tugas bulanan jika tugas yang akan dikerjakan lebih dari 10 tugas. Karena dalam satu hari hanya bisa mengerjakan 1-2 tugas saja sehingga selesainya membutuhkan waktu satu bulan lamanya.

Baca juga: 9 Strategi untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif pada Bisnis

8. Menuliskan Daftar Tugas Dengan Kalimat perintah

Kalimat perintah memang sangat bermanfaat untuk digunakan ketika membuat to do list baik jenis harian, mingguan, maupun bulanan.

Penggunaan kalimat perintah ini juga bisa menyebabkan seseorang serius dalam mengerjakan tugas karena memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Contohnya adalah jika ingin membuat artikel sehingga harus menulis di daftar tugas ”kerjakan artikel”.

Karena pada dasarnya pembuatan daftar tugas ini merupakan sebuah perintah yang harus dijalankan oleh seseorang dalam memenuhi tanggung jawab. Selain itu, bisa memberikan arahan yang sesuai secara tidak langsung terhadap tugas yang akan dikerjakan. Sehingga jika telah menyelesaikan tugas yang satu bisa mengerjakan tugas yang lainnya.

Baca juga: Pasar Oligopoli: Pengertian, Jenis, Karakter, dan Contohnya


Itulah beberapa ulasan mengenai tips menyusun to do list dalam bisnis untuk pengembangan yang menyeluruh. Pembuatan daftar yang harus dikerjakan sangat penting karena nantinya Anda bisa mengerjakan semua tugas secara sistematis dan juga terarah. Selain itu, harus memperhitungkan waktu pengerjaan dari daftar tugas yang telah dibuat sehingga bisa dikerjakan dengan tepat waktu.

Dalam melakukan proses pembukuan bisnis misalnya, melakukan pencatatan to do list bisa menjadi solusi yang tepat, misalnya untuk melakakuan penagihan pada konsumen atau pembayaran tagihan pada suplier agar Anda tidak melawatkan tanggal penagihan.

Jika kesulitan dalam melakukan proses pembukuan, Anda bisa mencoba software akuntansi Accurate Online sebagai solusi menyeluruh untuk kemudahan akuntansi bisnis, penghitungan dan pelaporan pajak, payroll, rekonsiliasi otomatis, pembuatan laporan keuangan dan masih banyak lagi.

Tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencobanya secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate 2