User Generated Content (UGC), Pengertian dan Tips Menjalankan UGC

Pada dasarnya, user generated content atau UGC adalah suatu review atau foto dari pengguna lain sebelum Anda mempertimbangkan membeli suatu produk.

Konten dari pengguna tersebut memiliki dampak yang sangat kuat untuk meningkatkan kepercayaan. Terlebih lagi, saat ini sosial media sudah begitu marak digunakan, sehingga konten seperti itu sudah semakin mudah dan biasa untuk ditemukan.

Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita membahas secara lebih mendalam tentang UGC atau user generated content.

Apa itu User Generated Content?

Jadi, bisa kita artikan bahwa user generated content atau UGC adalah salah satu wujud dari content marketing di zaman seperti saat ini. dikutip dari laman Right Mix Marketing, saat ini sudah banyak sekali bisnis yang mengandalkan knoten dari pengguna lainnya sebagai bentuk strategi pemasaran mereka.

Sedangkan jika dikutip dari laman Hootsuite user generated content adalah berbagai bentuk konten berupa foto, tulisan, video, review, dll. yang dibuat oleh seseorang seperti pelanggan, konsumen, atau followers.

Nantinya, brand tersebut nanti akan meng-upload lagi konten yang sudah dibuat oleh mereka di media sosialnya masing-masing. Untuk beberapa brand tertentu, Instagram masih menjadi salah satu media sosial yang paling besar untuk membuat UGC.

Umumnya, berbagai brand tersebut akan meminta izin ataupun menyertakan suatu kredit tertentu di caption foto atau videonya.

Dengan cara tersebut, maka UGC dipercaya akan mampu meningkatkan tingkat kepercayaan para followers ataupun target audiens. Kenapa? karena UGC ini sangat terlihat sangat alami dan juga langsung dari pengalaman pelanggan, bukan dari brand ambassador.

Baca juga: Newsletter Adalah: Pengertian, dan Alasan Kenapa Anda Harus Menggunakannya

Mengapa User Generated Content Penting?

Diantara kita mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa UGC ini sangat penting untuk suatu brand. Padahal, menggunakan endorser ataupun brand ambassador saja sudah terlihat sangat professional.

Terdapat berbagai alasan penting kenapa UGC ini masih menjadi alasan utama untuk brand yang sedang mengembangkan bisnis pada platform sosial medianya. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Mempromosikan Keaslian

Setiap konsumen dipercaya lebih menyukai user generated content karena diklaim sangat alami dan juga asli daripada konten promosi yang dibuat oleh brand tersebut. Konten yang dibuat oleh konsumen akan terlihat dan terkesan lebih jujur, terlebih lagi bila ditambahkan dengan tulisan ataupun review pengalaman mereka terkait suatu brand.

Hanya ada dua kemungkinan kenapa seseorang berani memberikan pengalamannya membeli suatu produk atau menggunakan jasa di media sosial. Kedua hal ini adalah karena terlalu senang dengan produk yang sudah dibeli atau terlalu kecewa dengan produknya.

Tingkat kejujuran inilah yang sangat dinantikan oleh konsumen lainnya untuk meningkatkan kepercayaan mereka pada suatu produk.

2. Menciptakan Kepercayaan

Sesuai dengan apa yang sudah kita jelaskan di atas, salah satu tujuan utama dari UGC adalah meningkatkan tingkat kepercayaan setiap pelanggan. Mereka tentunya ingin mengetahui secara lebih detail dari suatu brand, mulai dari layanan, produk, dan bahkan pengalaman dari konsumen lainnya.

Contohnya, berdasarkan Hootsuite, sebanyak 30% kalangan milenial tidak akan pergi pada suatu restoran yang lokasinya tidak terdaftar di Instagram. Hal ini dikarenakan mereka tidak bisa melihat pengalaman orang lain yang sudah makan di sana.

Untuk itu, menciptakan kepercayaan sangatlah penting. Hal tersebut tercermin dari pemasaran Hootsuite yang mana sebanyak 70% orang akan lebih percaya pada opini konsumen yang diutarakan secara online.

3. Menuntun Keputusan Pembelian

Kepercayaan yang sudah diperoleh dari para konsumen tentu akan berdampak lurus dengan keputusan dari pembelian mereka. Setelah mereka sudah merasa nyaman dan juga percaya, maka mereka akan memutuskan untuk mencoba sendiri apakah pengalaman yang sudah dibagikan di media sosial tersebut memang sudah benar dan juga sesuai seperti apa adanya.

Terlebih lagi, fitur yang ada di media sosial seperti Instagram juga terus mengalami pembaruan. Contohnya, seperti fitur story  dan juga fitur highlight yang adalah kombinasi yang cocok untuk bisa mengumpulkan UGC.

4. Hemat Biaya Pemasaran

Dengan adanya UGC, maka suatu brand bisa bergembira karena mereka bisa menghemat biaya pemasaran. Brand akan mendapatkan konten yang gratis dari setiap konsumennya tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak untuk memasang iklan ataupun membayar brand ambassador.

5. Membantu Content Marketing

Syarat lain yang harus dipenuhi agar suatu content marketing bisa berjalan efektif adalah konsisten mengeluarkan konten. Untuk beberapa pebisnis, mengeluarkan konten yang sangat relevan itu tidaklah bisa dilakukan dengan mudah. Untuk itu, UGC mampu membantu memaksimalkan strategi content marketing mereka.

Terlebih lagi, konten dari UGC pun umumnya berasal dari kehidupan sehari-hari para pengguna. Seperti, liburan, pesta ataupun ulasan produk. Jadi, walaupun memang Anda bisa memanfaatkan UGC, namun anda harus tetap memiliki konten yang segar, unik, dan juga tetap relevan.

Tips Menjalankan User Generated Content

Terdapat beberapa tips yang bisa Anda jalankan untuk bisa menerapkan UGC secara efektif, yaitu:

1. Branding

Sebelum Anda membuat konten, buatlah terlebih dahulu gambaran tentang apa yang diinginkan oleh brand Anda. selain itu, buat juga target pasar atau target audiensnya agar visual, gaya bahasa dan juga ilustrasinya bisa selaras dengan apa yang diinginkan oleh brand.

Dari hal ini, konten yang akan dibuat oleh brand dan juga submission dari para pengikut harus bisa terlihat lebih relevan.

2. Mengerti Target Audiens

Langkah selanjutnya adalah memahami terlebih dahulu target audiens yang ingin dituju agar kampanye iklan bisa berjalan secara efektif. Beda target audiens tentu akan beda juga cara penanganannya.

Contoh sederhananya, bila target audiens yang ingin dituju bukan anak muda, maka cara mengumpulkan UGC bisa menggunakan kampanye “submit your story” dengan menulisnya pada halaman facebook atau kolom komentar Instagram.

3. Selalu Meminta Izin

Karena dalam hal ini Anda harus mengupload ulang karya milik orang lain, maka Anda harus tetap meminta izin dari mereka walaupun mereka memang sudah tag brang Anda. meminta izin ini bisa via DM ataupun di dalam kolom komentar.

Dengan selalu meminta izin, maka Anda akan bisa terbebas dari berbagai tuntutan yang nantinya akan berimbas pada citra Anda. untuk itu, disarankan untuk bertanya lebih dulu apakah karya tersebut boleh di post ulang sebagai bentuk penghormatan ataupun tidak.

2. Mencantumkan Sumber

Meskipun Anda memang sudah memperoleh izin, namun jangan lupa juga untuk tetap mencantumkan sumber dari UGC tersebut. Anda bisa mencantumkan sumber dengan tag id media sosial, menulis website si pengguna, ataupun menulis channel YouTube nya, atau sekedar menyebutkan namanya secara langsung.

Dengan begitu, Anda akan menghargai si pembuat konten tersebut dan mereka akan lebih bersemangat untuk menggunakan produk Anda lagi di lain hari. Selain itu, hal ini juga akan lebih meyakinkan konsumen Anda secara secara menyeluruh bahwa konten tersebut memang asli buatan dari konsumen.

Bila Anda memang memiliki rencana untuk memasang UGC di berbagai media sosial secara sekaligus, jangan lupa juga untuk bertanya kepada pembuat konten, apakah mereka juga memiliki akun di dalam media tersebut atau tidak.

3. Menawarkan Sesuatu Sebagai Timbal Balik

Agar bisa memperoleh UGC, ada baiknya Anda menawarkan sesuatu ataupun hadiah tertentu untuk para followers yang sudah mengirimkannya.

Anda bisa menawarkan satu per satu pada followers yang fotonya sudah di post ulang atau membuat suatu kontes berhadiah dengan syarat utama mereka bersedia mengirimkan kontennya.

Tapi, jangan terlalu fokus dalam konten giveaway, kenapa? karena hal ini bisa berdampak langsung pada 30% mereka yang mengirimkan hanya ingin hadiahnya saja, bukan mengirim secara jujur. Dengan menggunakan cara ini, maka suatu barang bisa memperoleh UGC gabungan dari kontes dan juga secara organik.

4. Jelaskan Konten yang Ingin Didapatkan

Anda harus bisa menjelaskan konten apa yang sebenarnya Anda inginkan agar bisa memperoleh UGC sesuai dengan branding Anda. Penjelasan seperti ini bisa melalui kampanye yang Anda buat dengan menggunakan hashtag.

Dari hashtag itulah para followers akan mau menyesuaikan konten yang akan mereka bagikan dengan menggunakan media sosial mereka.

Baca juga: Bundling Adalah Strategi Pemasaran yang Tepat Untuk Tingkatkan Penjualan

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang UGC. Jadi, bisa kita simpulkan bersama bahwa user generated content atau UGC adalah salah satu strategi pemasaran yang ampuh, namun seringkali dilewati oleh para pebisnis.

Untuk itu, kami berharap Anda sudah mulai menerapkannya pada bisnis Anda setelah selesai membaca penjelasan ini. Sehingga, Anda bisa semakin memaksimalkan keuntungan atau laba Anda.

Namun, jangan lupa untuk mencatat laba atau keuntungan tersebut di dalam laporan laba rugi Anda. Tujuannya adalah agar Anda bisa lebih memastikan keuntungan dan juga profit yang sudah Anda peroleh dalam kurun waktu periode tertentu.

Agar lebih mudah untuk mencatat laporan laba rugi ataupun melakukan kegiatan akuntansi lainnya. Maka, gunakanlah software akuntansi dari Accurate Online.

Software akuntansi ini akan membantu Anda menyiapkan 200 lebih laporan keuangan secara lebih tepat, cepat, dan juga efisien. Anda juga bisa mengakses atau memantau laporan keuangan Anda di manapun dan kapanpun karena Accurate Online dikembangkan dengan cloud system yang aman dan juga terpercaya.

Tertarik? Anda bisa langsung menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.

accurate fokus pengembangan