Accrual Basis: Pengertian dan Bedanya dengan Cash basis

oleh | Mei 7, 2024

source envato.

Accrual Basis: Pengertian dan Bedanya dengan Cash basis

Dalam dunia akuntansi, istilah cash basis dan accrual basis merujuk pada pedoman yang digunakan untuk bisa membuat laporan keuangan.

Dalam mencatat transaksi keuangan, suatu perusahaan harus mempunyai pedoman atau yang lebih banyak dikenal dengan basis akuntansi.

Untuk itu, memahami tentang basis akrual sangat penting untuk bagian tim keuangan.

Selain itu, basis akuntansi pun berhubungan erat dengan waktu dilakukannya penilaian tersebut.

Masing-masing perusahaan mempunyai jenis basis akuntansinya sendiri, tergantung dari bagaimana kebijakan perusahaan.

Tapi biasanya, terdapat dua jenis basis akuntansi yang umum digunakan, yakni basis akrual dan basis kas.

Nah, berikut ini pengertian lengkap tentang accrual basis dan cash basis.

Pengertian Laporan Keuangan Accrual basis

Laporan keuangan basis akrual atau accrual basis adalah pencatatan pendapatan saat terjadinya suatu transaksi, walaupun pendapatan tersebut belum dibayar atau diterima oleh penjual.

Dalam laporan keuangan accrual basis ini, pencatatan akan dilakukan ketika menerima atau memberikan suatu produk, bahkan sebelum transaksi tunai terjadi.

Itu artinya, accrual basis biasa digunakan agar bisa mengukur aset dan juga ekuitas dana, karena di dalamnya mengakui pengaruh transaksi ataupun peristiwa lain yang terjadi tanpa harus memerhatikan kapan kas dibayar ataupun diterima.

Selain pengeluaran dan penerimaan, jenis basis laporan keuangan inipun mencatat jumlah utang-piutang badan.

Oleh karena itu, accrual basis mampu memberikan gambaran yang lebih akurat serta detail terkait kondisi keuangan perusahaan.

Selain itu, laporan keuangan accrual basis pun mampu mendukung penggunaan anggaran sebagai suatu metode pengendalian.

Baca juga: Akrual Adalah: Pengertian, Manfaat, dan Kelebihannya

Konsep Basis Akrual

Secara umum, accrual basis berfokus pada dua konsep, yaitu:

1. Pengakuan Pendapatan

di dalam accrual basis, pengakuan pendapatan akan dilakukan saat perusahaan mempunyai hak menagih dari kegiatan bisnis perusahaan.

Dalam metode ini, waktu diterimanya kas bukan menjadi hal yang penting.

Untuk itu, sering kali terjadi estimasi piutang yang tidak tertagih karena pendapatan sudah diakui sebelum diterimanya kas.

2. Pengakuan Biaya

Disisi lain, pengakuan biaya dalam accrual basis dilakukan saat transaksi pembayaran sudah dilakukan.

Ketika sudah terjadi kewajiban pembayaran, maka hal ini akan dianggap sebagai titik awal terjadinya biaya, walaupun biaya tersebut memang belum dibayar.

Baca juga: Cara Mudah Membuat Laporan Keuangan dengan Aplikasi Akuntansi

Pengertian Laporan Keuangan Cash Basis

Laporan keuangan basis kas atau cash basis adalah pencatatan transaksi saat kas dibayar atau diterima, jadi bukan dengan berdasarkan kapan diperoleh atau terjadi pembayaran.

Itu artinya, metode ini akan mengakui pengaruh transaksi ataupun peristiwa lainnya, termasuk di dalamnya piutang ketika kas dibayar atau diterima, yang akan digunakan untuk pengakuan pendapatan ataupun biaya.

Baca juga: Mengetahui Apa Itu Liabilitas Akrual dalam Sistem Akuntansi

Konsep Basis Kas

Sama halnya seperti accrual basis, jenis laporan ini pun memiliki dua konsep utama, yakni:

1. Pengakuan Pendapatan

Di dalam cash basis, pengakuan pendapatan akan dilakukan ketika perusahaan mendapatkan pembayaran kas. Dalam metode ini, penagihan tidak terlalu dinilai penting.

Untuk itu, di dalam cash basis tidak ada estimasi piutang tidak tertagih dan mempunyai secara langsung metode penghapusan piutang.

2. Pengakuan Biaya

Pengakuan biaya yang terjadi pada cash adalah saat pembayaran secara kas sudah dilakukan.

Itu artinya, saat pembayaran sudah diterima, maka pada saat itu juga biaya akan diakui.

Seiring dengan berjalannya waktu, sebagian besar perusahaan sudah beralih dari metode ini, namun beberapa bisnis tertentu seperti toko, mall, praktek spesialis, dan masih menggunakannya.

Baca juga: Accrued Expense Adalah: Berikut Pengertian, Jenis dan Contohnya

Contoh Jurnal Akrual Basis

Sebagai contoh, mari kita anggap sebuah perusahaan melakukan penjualan barang dengan nilai Rp 10.000.000 pada tanggal 15 Maret 2024.

Penjualan tersebut tidak langsung dibayar oleh pelanggan, tetapi akan dibayar dalam 30 hari ke depan.

Jurnal basis akrual untuk transaksi ini akan terlihat seperti ini:

Tanggal | Keterangan | Debit | Kredit
15 Maret 2024 | Piutang Usaha (Aset) | Rp 10.000.000 |
15 Maret 2024 | Pendapatan Penjualan (Pendapatan) | Rp 10.000.000

Dalam jurnal ini, kita mendebit akun Piutang Usaha sebesar Rp 10.000.000 karena kita memiliki piutang dari penjualan yang dilakukan.

Lalu, kita mengkredit akun Pendapatan Penjualan sebesar Rp 10.000.000 karena telah mengakui pendapatan dari penjualan tersebut, meskipun uang belum diterima secara kas.

Apa Bedanya Accrual Basis dan Cash Basis

Apa Bedanya Accrual Basis dan Cash Basis

ilustrasi Accrual Basis. source envato.

Sebelumnya sudah dijelaskan terkait pengertian accrual basis dan cash basis. Agar bisa lebih memahami perbedaannya antar keduanya.

Maka dibawah ini kami akan menjelaskan berbagai faktor yang membedakan accrual basis dan cash basis.

1. Jangka Waktu

Perbedaan pertama antara accrual basis dan cash basis adalah waktu pencatatan. Di dalam basis akrual, pencatatan akan dilakukan setelah terjadi proses transaksi.

Sedangkan dalam cash basis, pencatatan baru akan dilakukan bila uang sudah diperoleh.

2. Ketepatan

Cash basis akan menjadi kurang efektif bila digunakan untuk jangka waktu yang panjang. Pasalnya, Anda bisa mendapatkan dana penjualan dalam kurun waktu yang lama.

Dalam bisnis, hal tersebut tentu akan sangat merugikan dan tidak mempunyai kontrol pada transaksi non-tunai yang memang lebih rumit.

Di sisi lain, metode ini dinilai lebih akurat dan mampu memberikan gambaran terkait posisi bisnis secara real time.

3. Arus Kas

Accrual basis akan sulit untuk mempresentasikan laporan kas secara tepat karena banyak perusahaan yang harus membuat laporan arus kas secara terpisah.

Sedangkan cash basis mampu memberikan gambaran yang lebih akurat pada arus kas yang masuk dan yang keluar.

4. Penerapan Industri 

Biasanya, metode accrual basis digunakan oleh bisnis yang memiliki perputaran produksi cepat dengan modal yang lebih besar, seperti bisnis manufaktur atau bisnis konstruksi.

Sedangkan metode cash basis sangat tidak sesuai untuk bisnis yang memiliki arus modal besar, serta perputaran bisnis yang cepat.

Jenis laporan keuangan ini umumnya digunakan untuk usaha kecil dan juga usaha yang sedang berkembang.

5. Kemudahan Penggunaan

Pemeriksaan dan juga pencatatan laporan keuangan dengan basis akrual akan cukup sulit dilakukan karena memerlukan entri jurnal yang lebih banyak pada setiap transaksinya.

Hal ini tentunya berbeda dengan cash basis yang lebih mudah, karena didalamnya tidak memerlukan entri jurnal.

6. Analisis Trend

Karena di dalam metode ini akan mencatat setiap kegiatan transaksi, maka akan selalu ada representasi yang lebih akurat dalam setiap kegiatan transaksi yang terjadi.

Untuk itu, analisis untuk pola penjualan atau pengeluaran akan lebih mudah untuk dilakukan.

Sedangkan dalam metode cash basis, di dalamnya hanya akan mencatat transaksi ketika dana berpindah, terdapat kesenjangan atau celah waktu yang signifikan antara ketika terjadinya transaksi dan pencatatannya.

Hal tersebut membuat analisis trend dalam metode basis akrual menjadi sulit untuk dilakukan.

Baca juga: Koefisien Korelasi: Pengertian dan Contoh Kasusnya

Mana yang Lebih Baik, Cash basis atau Accrual basis?

Sebelumnya kita sudah membahas bersama tentang beberapa faktor utama yang membedakan jenis laporan keuangan accrual basis dan cash basis.

Kedua metode tersebut mempunyai kekurangan dan kelebihannya tersendiri.

Bila kita membahas metode mana yang paling bagus atau paling baik, maka jawabannya tergantung dari jenis kegiatan usaha yang sedang dilakukan.

Bila Anda baru menjalankan bisnis dan hanya menerapkan cara pembayaran secara tunai, maka ada baiknya untuk menggunakan metode cash basis.

Tapi, jika Anda sudah mempunyai perputaran bisnis yang besar dan melibatkan transaksi yang kompleks seperti pembayaran, pinjaman, kreditor, inventaris, piutang, cadangan dan lain sebagainya, maka metode accrual basis adalah metode yang tepat untuk Anda.

Kenapa? Karena metode basis akrual mampu menampilkan proyeksi yang baik tentang profitabilitas bisnis dan juga operasinya.

Kenapa Pemerintahan Menggunakan Basis Akrual?

Pemerintah menggunakan basis akrual dalam pelaporan keuangan karena memberikan informasi yang lebih akurat, transparan, dan relevan.

Dibandingkan dengan basis kas, basis akrual mencatat pendapatan dan pengeluaran pada saat transaksi terjadi, bukan pada saat uang diterima atau dibayarkan.

Hal ini memungkinkan pemerintah untuk memiliki gambaran yang lebih akurat tentang kesehatan keuangan dan kinerja organisasi.

Dengan informasi yang lebih lengkap dan akurat, pemerintah dapat melakukan perencanaan anggaran yang lebih baik, membuat keputusan yang lebih tepat, dan meningkatkan akuntabilitas terhadap penggunaan dana publik.

Selain itu, penggunaan basis akrual memungkinkan pemerintah untuk memenuhi standar internasional dalam pelaporan keuangan, meningkatkan kredibilitas di mata pemangku kepentingan, dan memfasilitasi perbandingan dengan organisasi lain di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan demikian, basis akrual dianggap sebagai pendekatan yang lebih baik dalam mengelola dan melaporkan keuangan pemerintah.

Baca juga: Penggolongan Akuntansi demi Kemudahan Membuat Laporan Keuangan

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang metode accrual basis dalam membuat laporan keuangan.

Terlepas dari metode yang paling tepat yang ingin Anda gunakan, membuat laporan keuangan secara manual tetap memiliki banyak risiko, seperti memerlukan proses yang lama, sering terjadi kesalahan, dan bahkan rentan terjadi kecurangan atau fraud.

Untuk itu, beralihlah dari cara yang manual dengan menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Accurate adalah penyedia software akuntansi yang sudah dipercaya oleh lebih dari ratusan ribu pebisnis di seluruh Indonesia.

Accurate sangat cocok digunakan untuk berbagai jenis bisnis, mulai dari bisnis jasa, bisnis dagang, bisnis manufaktur dan jenis bisnis lainnya dalam skala kecil ataupun skala besar.

Hal tersebut dibuktikan dengan raihan penghargaan TOP Brand Awards yang konsisten didapatkan dari tahun 2016 hingga tahun ini.

Dengan software akuntansi berbasis cloud ini, maka setiap penggunanya akan bisa mendapatkan laporan arus kas, laporan perubahan modal, laporan laba rugi, laporan neraca, dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan lainnya secara otomatis, cepat dan akurat.

Selain itu, laporan tersebut bisa diakses dimana saja dan kapan saja dengan menggunakan perangkat yang sudah tersambung dengan internet.

Accurate Online pun sudah dilengkapi dengan fitur dan modul luar biasa, seperti fitur penjualan, pembelian, persediaan, perpajakan, manufaktur, dan fitur luar biasa lainnya yang akan membuat bisnis Anda bergerak lebih efisien.

Lebih menariknya lagi, seluruh kelebihan dan fitur yang ditawarkan oleh Accurate Online ini bisa Anda nikmati dengan biaya investasi yang cukup terjangkau, yakni sekitar 200 ribuan saja perbulannya.

Penasaran? Anda bisa mencobanya dulu selama 30 hari gratis melalui banner di bawah ini.

akuntansibanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Khaula Senastri
Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.

Artikel Terkait