Acid Test Ratio: Pengertian, Rumus, Contoh dan Cara Improvisasinya

Acid test ratio, juga dikenal sebagai rasio cepat, adalah rasio likuiditas yang mengukur seberapa cukup aset jangka pendek perusahaan untuk menutupi kewajiban lancarnya.

Dengan kata lain, acid test ratio adalah ukuran seberapa baik perusahaan dapat memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek (saat ini). Panduan ini akan menguraikan cara menghitung rasio langkah demi langkah, dan mendiskusikan implikasinya.

Untuk mengetahui apa itu acid test ratio secara mendalam, baca terus artikel ini sampai dengan selesai:

Pengertian Acid Test Ratio

Acid test ratio digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban lancarnya tanpa bergantung pada penjualan persediaan atau memperoleh pembiayaan tambahan.

Persediaan tidak termasuk dalam perhitungan rasio, karena biasanya bukan merupakan aset yang dapat dengan mudah dan cepat diubah menjadi uang tunai.

Dibandingkan dengan rasio lancar – rasio likuiditas atau utang yang memasukkan nilai persediaan dalam perhitungan – rasio uji asam dianggap sebagai estimasi yang lebih konservatif dari kesehatan keuangan perusahaan.

Semakin tinggi rasionya, semakin baik likuiditas dan kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan. Rasio 2 menyiratkan bahwa perusahaan memiliki $2 aset likuid untuk menutupi setiap $1 kewajiban lancar.

Namun, penting untuk dicatat bahwa rasio cepat yang sangat tinggi (misalnya, rasio 10) tidak dianggap menguntungkan, karena dapat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kelebihan uang tunai atau kas yang tidak digunakan dengan bijak untuk mengembangkan bisnisnya.

Rasio yang sangat tinggi juga dapat menunjukkan bahwa piutang perusahaan terlalu tinggi – dan itu mungkin mengindikasikan masalah penagihan.

Angka acid test ratio yang optimal untuk perusahaan tertentu bergantung pada industri dan pasar tempat perusahaan beroperasi, sifat pasti dari bisnis perusahaan, dan stabilitas keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Misalnya, acid test ratio yang relatif rendah kurang berpengaruh untuk bisnis mapan dengan pendapatan kontrak jangka panjang, atau untuk bisnis dengan kredit yang sangat solid, sehingga dapat dengan mudah mengakses pembiayaan jangka pendek jika diperlukan.

Baca juga: Activity Ratio: Pengertian Lengkap, Jenis dan Rumus Menghitungnya

Rumus Acid Test Ratio

Rumus untuk menghitung rasio ini adalah sebagai berikut:

acid test ratio 2

Semua item berikut dapat ditemukan di neraca perusahaan:

  • Kas dan setara kas adalah aset lancar yang paling likuid di neraca perusahaan, seperti rekening tabungan, deposito berjangka dengan jangka waktu kurang dari 3 bulan, dan T-bills.
  • Surat berharga adalah instrumen keuangan likuid yang dapat segera dikonversi menjadi uang tunai.
  • Piutang adalah uang yang terutang kepada perusahaan dari menyediakan barang dan/atau jasa kepada pelanggan.
  • Kewajiban lancar adalah utang atau kewajiban yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun.

Rumus rasio uji asam secara alternatif dapat diberikan sebagai berikut:

acid test ratio 3

Dimana:

  • Aset lancar adalah aset yang cukup dapat dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu satu tahun.
  • Persediaan adalah nilai bahan dan barang yang dimiliki oleh perusahaan dengan maksud untuk dijual kepada pelanggan.

Logikanya di sini adalah bahwa persediaan seringkali dapat bergerak lambat dan dengan demikian tidak dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai. Selain itu, jika diminta untuk dikonversi dengan cepat menjadi uang tunai, kemungkinan besar akan dijual dengan diskon besar-besaran untuk biaya tercatat di neraca.

Baca juga: Jenis Neraca Saldo dan Cara Mudah Dalam Membuatnya

Contoh Menghitung Acid Test Ratio

acid test ratio 4

Berikut adalah perhitungan acid test ratuo untuk masing-masing perusahaan:

  • Perusahaan A: ($95.125 – $5,412) / ($75.231 – $45.232) = 2.99
  • Perusahaan B: ($102.343 – $6.454) / ($85.010 – $34.142) = 1,89
  • Perusahaan C: ($152.342 – $10.343) / ($95.010 – $53.434) = 3.42

Catatan: Untuk menentukan kewajiban lancar setiap perusahaan, total kewajiban dikurangi dengan kewajiban tidak lancar.

Baca juga: Cost Structure (Struktur Biaya): Pengertian, Fungsi, Elemen, dan Contohnya

Bagaimana Cara untuk Meningkatkan Acid Acid Test Ratio pada Bisnis?

Perusahaan dengan rasio acid test yang lebih tinggi dianggap lebih stabil secara finansial dibandingkan dengan rasio cepat yang lebih rendah.

Acid test ratio asam lebih besar dari 1 dianggap sehat dan penting bagi pemangku kepentingan eksternal seperti kreditur, pemberi pinjaman, investor dan stakehoder.

Berikut adalah tiga cara untuk meningkatkan rasio uji asam perusahaan:

1.Lunasi Kewajiban dengan Cepat

Metode penting untuk meningkatkan acid test ratio Anda adalah menjaga agar kewajiban perusahaan tetap terkendali.

Dalam acid test ratio, kewajiban lancar adalah poin terpenting yang jika dijaga tetap rendah akan menempatkan bisnis Anda pada posisi yang lebih baik. Hal ini dapat dilakukan melalui pelunasan kreditur dengan cepat dan mengurangi persyaratan pembayaran pinjaman Anda.

2. Meningkatkan Perputaran Persediaan & Penjualan

Meningkatkan penjualan Anda akan meningkatkan perputaran persediaan Anda yang dapat meningkatkan kas perusahaan. Peningkatan penjualan dan perputaran persediaan berarti lebih banyak uang tunai akan tersedia bagi perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek mereka.

Agar persediaan dapat diubah menjadi uang tunai, persediaan harus dijual secara aktif. Peningkatan penjualan yang perputaran persediaan Anda akan meningkatkan uji rasio asam Anda.

Baca juga: Akuntansi: Pengertian Lengkap, Fungsi, Siklus, Jenis, dan Prinsip

3. Kurangi Periode Pengumpulan Faktur

Penurunan jangka waktu untuk penagihan piutang Anda akan berdampak langsung dan positif pada uji rasio asam bisnis Anda.

Periode penagihan yang lebih pendek dapat membantu arus kas masuk perusahaan dan mengurangi kemungkinan menghadapi debitur jangka panjang, debitur yang sulit membayar, dan kredit macet.

Buat persyaratan faktur Anda jelas di awal transaksi untuk memastikan likuiditas piutang Anda. Juga, pastikan upaya pengumpulan aktif.

Batasan Acid Test Ratio

Seperti hampir semua metrik keuangan, ada sejumlah keterbatasan dan potensi kerugian untuk menggunakan rasio cepat:

  • Acid test ratio saja tidak cukup untuk menentukan posisi likuiditas perusahaan. Rasio likuiditas lainnya seperti rasio lancar atau rasio arus kas biasanya digunakan bersama dengan acid test ratio untuk memberikan estimasi posisi likuiditas perusahaan yang lebih lengkap dan akurat.
  • Rasio tersebut mengecualikan persediaan dari perhitungan karena persediaan umumnya tidak dianggap sebagai aset likuid. Namun, beberapa bisnis dapat dengan cepat menjual inventaris mereka dengan harga pasar yang wajar. Dalam kasus seperti itu, inventaris perusahaan memenuhi syarat sebagai aset yang dapat dengan mudah dikonversi menjadi kas
  • Rasio ini tidak memberikan informasi tentang waktu dan tingkat arus kas, yang merupakan faktor penting dalam menentukan secara akurat kemampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya pada saat jatuh tempo.
  • Acid test ratio mengasumsikan bahwa piutang mudah dan siap untuk ditagih, tetapi sebenarnya tidak demikian.

Baca juga: Balance Sheet: Pengertian, Contoh, Struktur dan Fungsinya

Kesimpulan

Itulah pembahasan lengkap mengenai acid test ratio. Jika acid test ratio Anda kurang dari 1, perusahaan Anda tidak memiliki aset likuid yang cukup untuk membayar kewajiban lancar mereka.

Jika pengukuran rasio ini jauh lebih rendah dari rasio lancar berarti bahwa aset lancar sangat bergantung pada persediaan.

Ini tidak selalu merupakan pertanda buruk, karena beberapa model bisnis bergantung pada inventori atau persediaan.

Toko ritel mungkin memiliki acid test ratio yang sangat rendah tanpa harus berada dalam bahaya finansial. Dalam kasus ini, metrik lain harus dipertimbangkan seperti perputaran persediaan. Rentang rasio yang dapat diterima akan bervariasi menurut industri.

Sebagian besar industri harus memiliki acid test ratio yang melebihi 1. Meskipun rasio yang sangat tinggi bukanlah hal yang positif. Rasio yang tinggi dapat menunjukkan bahwa kas atau setara kas telah terakumulasi dan tidak diinvestasikan kembali, dikembalikan ke stakeholder an atau digunakan secara produktif.

Untuk pengelolaan pembukuan dan pemantauan persediaan yang lebih baik, hindari menggunakan pencatatan manual. Sebagai solusi, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur terlengkap dan sesuai kebutuhan bisnis seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi gratis yang sudah dikembangkan lebih dari 20 tahun dan digunakan oleh lebih dari 350 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis di Indonesia.

Anda juga bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

https://accurate.id/lp/marketing-form/