Akuntansi Biaya: Pengertian, Fungsi, Jenis, Dan Penerapannya di Bisnis

Akuntansi biaya adalah satu istilah di dalam teori akuntansi. Oleh karena itu, pelajaran ini juga diajarkan di SMK maupun menjadi mata kuliah pada kampus-kampus karena dianggap penting sebagai bagian dari keteraturan pencatatan keuangan. Pertanyaannya adalah apakah akuntansi biaya itu?

Tidak dipungkiri istilah akuntansi jenis ini sering diucapkan oleh para pelaku bisnis dan para profesional keuangan. Tetapi bagi masyarakat awam, tentu istilah ini masih terdengar asing. Tentu ini beresiko bagi mereka yang ingin memulai membuka usaha.

Pengertian Akuntansi Biaya

Akuntansi Biaya bisa dimaknai atau diartikan jika tidak dilepaskan dari definisi biaya. Karena berbeda frasa tentu pengertiannya juga berbeda. Atas dasar hal tersebut, sebelum mengartikan akuntansi biaya secara definitif, maka perlu dijabarkan terlebih dahulu pengertian dari biaya.

Menurut pengertian umumnya, biaya bisa diartikan sebagai seluruh pengeluaran perusahaan atau organisasi. Yang mana pengeluaran tersebut dialokasikan semata untuk memenuhi tujuan atau target usaha.

Sedangkan menurut makna yang lebih khusus, biaya adalah bagian dari strategi penetapan harga pokok produksi yang dikeluarkan semata agar mendapatkan pendapatan atau penghasilan.

Nah disandarkan pada pengertian biaya di atas, maka pengertian akuntansi biaya adalah aktivitas pencatatan, klasifikasi, membuat ikhtisar dan penyajian laporan terkait dengan biaya dan transaksi pembiayaan yang digunakan dalam proses produksi maupun distribusi produk suatu perusahaan.

Baca juga : Pantau Keuangan Bisnis saat #dirumahaja dengan Accurate Online

Fungsi Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya harus diterapkan atau dijalankan di dalam sebuah perusahaan. Sebab, aktifitas ini yang akan menjadi jaminan keteraturan pencatatan keuangan dengan fungsi-fungsi tertentu. Ini dia fungsi-fungsi dari jenis akuntansi ini adalah:

1. Untuk Menghitung Biaya Pokok Produk

Fungsi akuntansi biaya yang pertama adalah untuk menghitung berbagai biaya pokok produksi. Tujuannya tentu untuk mengetahui berapa biaya yang sudah dikeluarkan sehingga bisa dikalkulasi untuk menentukan harga pokok dari produk atau jasa.

Hal ini perlu dilakukan jika ingin mengetahui untung atau rugi di awal sebelum produk mulai didistribusikan. Jika biaya produksi tidak dihitung di awal, tentu akan kebingungan untuk mencari harga jual sekaligus untuk memastikan berapa profit yang akan didapatkan.

Baca juga : Pengertian Harga Pokok Produksi, Unsur, Dan Cara Perhitungannya

2. Merinci Harga Pokok Produk

Fungsi yang kedua adalah untuk merinci secara cermat terkait dengan harga pokok produk. Jadi dengan adanya aktivitas ini bukan hanya harga produk secara umum yang ditemukan tetapi memang sudah sesuai dengan harga setiap unsur produksi.

Karena di dalam akuntansi jenis ini, pencatatan harga pokok dirinci dari hal yang terkecil hingga yang terbesar. Sehingga kesalahan pemberian harga pada produk terasa tidak mungkin asalkan pencatatan biayanya tepat dan detil.

3. Sebagai Informasi Dasar Terkait Perencanaan Biaya dan Beban

Fungsi akuntansi biaya yang ketiga adalah sebagai informasi dasar terkait dengan perencanaan biaya dan bebas. Perlu diketahui segala jenis biaya produksi maupun distribusi harus direncanakan terlebih dahulu.

Tentunya perencanaan ini membutuhkan argumen valid dan tertulis supaya pelaksanaan (action) memang sesuai dengan harapan perusahaan. Nah, pencatatan biaya diperlukan sebagai bahan argumentasi yang valid tersebut.

4. Sebagai Data Proses Penyusunan Anggaran

Akuntansi biaya juga dibuat untuk dijadikan dasar data yang digunakan dalam proses penyusunan anggaran. Karena sebelum anggaran dibuat, harus dirinci terlebih dahulu apa yang harus disediakan dan berapa total biayanya.

Jika tanpa adanya pencatatan biaya yang benar dan terperinci, tentu anggaran tidak bisa dibuat. Karena uang yang ada tidak akan dikeluarkan disebabkan tidak adanya kebutuhan pokok produksi yang akan dibeli.

Ada rincian kebutuhan produksi yang bisa dibeli, tetapi harganya tidak tercatat, juga uang di dalam anggaran tidak bisa digunakan. Karena dianggap data yang kurang lengkap.

Baca juga : Pentingnya Penganggaran Perusahaan Untuk Kemajuan Menyeluruh

5. Sebagai Informasi Biaya Untuk Pengendalian

Fungsi terakhir adalah sebagai informasi pembiayaan yang akan dilaporkan kepada pihak atasan atau manajemen. Sehingga pihak pemangku kebijakan atau stakeholder bisa melakukan serangkaian pengendalian dan semacamnya.

Jika catatan pembiayaan nominalnya terlalu besar, pihak manajemen bisa menurunkannya atau sebaliknya. Ini tidak akan bisa dilakukan jika sebelumnya tidak dilakukan pencatatan biaya produksi maupun distribusi produk.

Jenis-Jenis Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya tidak hanya memiliki fungsi-fungsi tertentu, tetapi juga terdiri dari berbagai jenis. berikut adalah jenis yang dimaksud:

1. Standard Cost Accounting

Jenis akuntansi yang pertama adalah Standard Cost Accounting. Standard Cost Accounting adalah jenis akuntansi biaya yang fokus untuk mengukur efisiensi sumber daya manusia, alat produksi serta bahan baku produk yang akan digunakan.

Selain itu, Standard Cost Accounting juga tergolong jenis akuntansi yang mencatat segala biaya kebutuhan yang terkait langsung dengan proses pembuatan produk.

2. Activity Based Accounting

Jenis akuntansi yang kedua adalah Activity Based Accounting. Jenis ini memiliki fungsi untuk mengukur biaya produksi dengan biaya hasil produksi. Ada fungsi singkronisasi semata untuk menemukan keuntungan dari produk yang sudah dibuat.

Jika dilihat dari fungsi ini tentu jenis Activity Based Accounting mengarah pada pencatatan biaya terkait dengan aktivitas produksi. Termasuk di dalamnya biaya yang dikeluarkan terkait dengan kehadiran tenaga kerja, desain produk serta operasional mesin yang digunakan.

Baca juga : Mengetahui Pentingnya dan Cara Membuat Laporan Stok Barang

3. Cost Volume Profit

Jenis yang selanjutnya adalah Cost Volume Profit. Proses akuntansi ini berfungsi untuk menentukan besaran pembiayaan jika disingkronkan dengan volume produk yang dibuat.

Asumsi yang digunakan adalah besaran biaya pokok produksi tidak akan berubah, tetapi volume produk yang dihasilkan yang bisa berubah. Sehingga bisa dimungkinkan terdapat pendapatan di sana.

4. Contribution Margin

Jenis akuntansi yang terakhir adalah Contribution Margin. Fungsi dari jenis akuntansi biaya ini ialah untuk menganalisis break even point atau menganalisa di poin mana pihak perusahaan bisa mendapatkan keuntungan dari produk yang dihasilkan. Apakah dari biaya produksi, aktivitas produksi atau di volume produk.

Nah, dengan pencatatan  Contribution Margin, bisa terlihat dengan jelas berapa keuntungan yang didapatkan perusahaan dari produk. Karena masih sebatas pencatatan, tentu di saat itu, atau saat evaluasi, pihak perusahaan bisa melakukan peningkatan produksi atau sebaliknya.

Baca juga : 10 Asumsi Dasar Akuntansi sebagai Dasar Pembukuan Usaha Anda

Penerapan Akuntansi Biaya pada Jenis Bisnis Berbeda

Penerapan akuntansi biaya tidak boleh sembarangan. Karena ini terkait dengan berapa total keuntungan perusahaan dari produk yang dihasilkan. Nah, di uraian berikut akan dijelaskan tentang penerapan akuntansi biaya di setiap perusahaan. Ini penjelasannya:

1. Perusahaan Dagang

Penerapan akuntansi biaya di perusahaan dagang hanya terbatas pada analisa tentang produk yang masuk dan keluar. Karena sejatinya perusahaan semacam ini hanya menjualkan dan tidak membuat produk sendiri.

Jika dipetakan lebih khusus, yang perlu diterapkan terkait akuntansi ata pembukuan di perusahaan dagang adalah dengan melakukan pencatatan dan analisis tentang akun-akun tertentu. Seperti akun promosi, potongan pembelian, persediaan, beban pemasaran dan selainnya.

Baca juga : Mengetahui Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang Sederhana

2. Perusahaan Manufaktur

Nah untuk perusahaan manufaktur, penerapan akuntansi biaya terlihat lebih kompleks. Karena perusahaan ini tidak hanya menyalurkan produk melainkan juga membuat produk. Maka dari itu, yang perlu dimasukkan ke dalam akuntansi biaya adalah biaya tenaga kerja, biaya overhead produksi, harga pokok bahan baku dan selainnya.

Baca juga : Accurate Online Sebagai Solusi Akuntansi Manufaktur Sederhana

Maka dari itu untuk mengelola pembukuan pada bisnis manufaktur dibutuhkan lebih banyak upaya untuk mencatat semua pengeluaran dan pemasukan, dan Anda akan memakan banyak waktu jika Anda menggunakan proses pembukuan manual.

Untuk mengoptimalkan seluruh proses pembukuan pada bisnis Anda, gunakan software akuntansi yang mudah digunakan dan memiliki fitur terlengkap. Saran kami, gunakanlah software akuntansi cloud yang memiliki keamanan data yang mempuni dan sudah digunakan oleh banyak pengguna. Contohnya Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi yang sudah dikembangkan sejak 20 tahun lalu dan sudah digunakan oleh lebih dari 300 ribu pengguna, dari berbagai jenis bisnis. Mulai dari UMKM sampai perusahaan manufaktur, dari perusahaan jasa sampai perusahaan dagang, dan Accurate Online pun cocok untuk bisnis Anda.

Tidak percaya? Anda bisa menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan di bawah ini :

accurate fokus pengembangan