Anjak Piutang Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contoh Perusahaan Anjak Piutang Di Indonesia

Pengertian umum anjak piutang adalah suatu proses pembiayaan melalui transaksi pembelian piutang suatu perusahaan. Istilah ini mungkin sedikit asing dikalangan orang awam, khususnya di kalangan masyarakat non pebisnis. Tapi, jika Anda adalah seorang pebisnis, maka Anda harus memahami istilah keuangan yang satu ini.

Pada pelaksanaannya, anjak piutang atau invoice factoring akan dibeli oleh investor yang dalam hal ini bertindak sebagai borrower. Sehingga, seluruh proses penagihan utang sepenuhnya menjadi kewajiban pihak investor.

Siapa Saja yang Terlibat di Dalam Anjak Piutang?

Dalam proses pelaksanaannya, akan ada tiga pihak yang terlibat langsung di dalam kegiatan ini, yaitu:

  • Perusahaan jasa anjak piutang, yakni perusahaan yang bertanggung jawab pada anjak piutang dari pihak klien atau bisa juga disebut sebagai investor.
  • Klien, adalah pihak yang mendapatkan jasa dari pihak investor yang mana mereka menjual piutang milik perusahaannya.
  • Pemilik Piutang, yakni pihak yang membeli produk barang atau jasa dari pihak klien.

Baca juga: Biaya Marginal Adalah: Pengertian, Jenis dan Cara Menghitungnya

Perbedaan Anjak Piutang dan Pembiayaan Piutang

Walaupun kedua hal tersebut sama-sama mampu membantu memperlancar arus kas pada sebuah perusahaan, tapi keduanya memiliki beberapa sisi perbedaan. Pertama, dari sisi biaya, jika dibandingkan dengan anjak piutang,  pembiayaan piutang mempunyai biaya yang jauh lebih besar karena di dalamnya terdapat fee dan bunga.

Kedua, dari sisi proses, penagihan pada anjak piutang akan lebih mudah karena pihak perusahaan tidak perlu lagi melakukan penagihan pada pihak pemilik piutang, karena dalam hal ini pihak investor lah yang nantinya akan melakukan penagihan.

Jenis Anjak Piutang

Anjak piutang ini bisa dibagi lagi menjadi 4 jenis, yakni berdasarkan pelayanan, pertanggungan resiko, berdasarkan bentuk perjanjian, dan juga lingkup kegiatannya. Berikut ini adalah penjelasan dari ke 4 jenis tersebut.

1. Berdasarkan Pelayanan

  • Full service Factoring

Jenis anjak piutang yang satu ini akan mampu memberikan jasa anjak piutang secara menyeluruh, baik itu secara jasa pembiayaan, ataupun non pembiayaan.

  • Bulk Factoring

Bulk Factoring ini mampu memberikan informasi terkait jasa pembiayaan dan pada saat jatuh tempo kepada pihak nasabah atau pihak pemilik piutang tanpa memberikan jasa lainnya, seperti resiko piutang, fee penjualan, dll.

  • Maturity Factoring

Maturity Factoring adalah jenis anjak piutang yang mampu menyediakan jasa proteksi atas risiko piutang, dan juga administrasi di dalam penjualan secara menyeluruh.

  • Finance Discounting

Finance discounting akan menyediakan suatu fasilitas pembiayaan tanpa turut ikut serta dalam hal menanggung resiko pada piutang yang tidak tertagih. Dalam proses pelaksanaan, penyediaan dana tunai ketika penyerahan faktur pada pihak investor berjumlah hingga 80% dari nilai faktur dengan besaran pembiayaan yang sesuai dengan batasan kredit.

2. Berdasarkan Penanggungan Resiko

  • Recourse Factoring

Resource factoring akan memiliki peraturan bahwa pihak perusahaan investor tidak bisa mendapatkan tagihannya secara penuh dari pihak debitur atau nasabah, untuk itu dalam hal ini klien masih memiliki tanggung jawab dalam melunasinya.

  • Without Recourse Factoring

Berbeda dengan resource factoring, jenis anjak piutang ini akan memberikan seluruh beban tanggung jawabnya pada pihak investor, sehingga jika pihak nasabah tidak mampu membayar tagihan secara menyeluruh, maka pihak klien akan terlepas dari risiko gagal bayar.

3. Berdasarkan Perjanjian

  • Disclosed Factoring

Jenis anjak piutan ini akan memberikan informasi pada nasabah bahwasanya tagihannya sudah berpindah ke pihak investor.

  • Undisclosed Factoring

Undisclosed factoring tidak akan memberitahukan pada nasabah tentang peralihan piutang nya.

4. Berdasarkan Lingkup Kegiatan

  • Domestic Factoring

Domestic factoring adalah kegiatan yang melibatkan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan piutang yang ada pada suatu negara.

  • Internasional Factoring

Di dalam ruang lingkup kegiatan ini akan melibatkan perusahaan yang berada pada negara yang berbeda dan memiliki peran sebagai export factor dan juga import factor.

5. Berdasarkan Sarana Pengalihan

  • Account Receivables

Dalam hal ini, klien nantinya akan diberikan bukti utang yang tersedia dalam bentuk laporan akun receivables kepada investor.

  • Promissory Notes

Promissory notes adalah suatu catatan dari pihak nasabah yang diberikan kepada pihak klien, lalu pihak klien nantinya bisa meng endorse promissory notes pada pihak investor sebagai bentuk pengalihan utang.

Manfaat Anjak Piutang

Perusahaan yang melakukan proses anjak piutang ini mampu memberikan manfaat untuk semua pihak, yaitu:

  • Manfaat untuk Investor atau Factor

Pihak investor atau perusahaan anjak piutang akan memperoleh keuntungan dengan bentuk fee dan biaya lainnya dari pihak klien.

  • Manfaat untuk Klien

Klien akan mendapatkan manfaat berupa pembiayaan, seperti mampu meningkatkan penjualan dan juga memperlancar arus kas.

Sedangkan dari segi non pembiayaan, maka klien akan mendapatkan manfaat seperti mendapatkan kemudahan dalam hal penagihan utang, lebih mudah dalam merencanakan, efisiensi, dan juga meningkatkan kualitas piutang.

  • Manfaat untuk Nasabah atau Debitur

Pihak debitur memiliki kesempatan untuk bisa melakukan pembelian dengan cara kredit, selain itu hadirnya jasa di dalam administrasi akan mampu memberikan kesempatan pada pihak nasabah dalam hal melakukan penjualan yang lebih cepat.

Contoh Perusahaan Anjak Piutang yang Aktif di Indonesia

1. Aditama Finance

Aditama finance adalah suatu perusahaan pembiayaan yang menyediakan jasa anjak piutang dan sewa guna usaha ataupun finance lease. Perusahaan aditama finance mampu memberikan bantukan untuk solusi pengembangan usaha.

Perusahaan ini pada dasarnya sudah berdiri dari tahun 2001 yang  pada waktu itu memiliki nama PT Arthamas Finance. Lalu, perusahaan ini diambil alih secara resmi oleh PT Asseta Selindo dan juga PT Kazanah Indexindo yang bergerak pada perusahaan pemegang saham pada bank index.

Lalu, berubah nama menjadi Aditama Finance yang lebih fokus pada finance lease.

2. SG Finance

SG Finance adalah sebuah perusahaan yang didirikan dari pengambilalihan PT Societe Generale Consumer Finance Indonesia, suatu lembaga keuangan dari Perancis, oleh perusahaan PT Mitra Cakrawala International dan Winarman Halim pada tahun 2008 lalu.

Lalu, nama perusahaan itu mulai ganti nama menjadi SG Finance dan terus menggunakan nama Top finance.

SG Finance adalah perusahaan penyempurna dari seluruh bidang yang melakukan pengelolaan berbagai macam perusahaan pembiayaan yang sudah terkenal lain.

SG Finance ini akan bersedia melayani pembiayaan pada alat berat, dan sektor pertambangan, infrastruktur atau perkebunan.

3. PT IFS Capital Indonesia

PT IFS Capital Indonesia adalah perusahaan pembiayaan yang sudah bergerak selama 22 tahun di Indonesia. PT IFS Capital Indonesia mampu memberikan pengadaan pada jasa leasing untuk jenis usaha kecil dan menengah serta pada bidang anjak piutang.

4. PT Tifa Finance

DSU adalah sebuah perusahaan yang fokus pada bidang sewa guna usaha, anjak piutang dan pembiayaan konsumen. Perusahaan yang sudah ada dari tahun 1989 ini berubah nama menjadi PT Tifa Finance di tahun 1996. Saat ini, Perusahaan ini sudah memiliki dua cabang, yakini di Jakarta dan juga Surabaya, lalu ada juga kantor perwakilan lain di berbagai daerah, seperti Samarinda, Makasar, Semarang dan Banjarmasin.

Baca juga: Apa itu Cash Flow? Berikut adalah Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui

Peran Anjak Piutang Dalam Ekonomi

Sama seperti perusahaan lainnya, perusahaan anjak piutang juga memiliki peranan dan juga efek dampak yang penting didalam perekonomian pada suatu negara.

Kenapa? karena kenyataan di lapangan sudah membuktikan bahwa ada berbagai sektor usaha yang memiliki masalah dalam hal pengembangan usahanya. Masalah ini merupakan masalah yang biasanya berhubungan dengan lemahnya pemasaran karena kekurangan sumber daya manusia yang berkualitas.

Selain itu, terbatasnya sumber dana atau modal dan juga target penjualan yang tidak bisa tercapai juga bisa menjadi salah satu perbedaan perusahaan kecil, menengah, hingga perusahaan besar yang sangat menonjol.

Kredit pada suatu perusahaan juga akan semakin macet apabila ada sumber dana dan penjualan yang tidak bisa tercukupi. Hal tersebut bisa menjadi masalah yang sangat mengancam dan sangat rawan untuk suatu perusahaan.

Disisi lain, masalah administrasi juga akan bisa dijumpai bila angka penjualan produk semakin meningkat, khususnya apabila proses penjualan dilakukan dengan cara kredit. Itulah kenapa perusahaan anjak piutang turut hadir, agar bisa dijadikan pilihan solusi pada berbagai permasalahan yang sudah kita bahas diatas.

Hampir sama dengan perusahaan modal ventura, yang mampu memberikan suatu solusi pada masalah keuangan dan sumber modal, perusahaan anjak piutang pun mampu menawarkan perolehan sumber dana secara lebih cepat dan juga mudah sampai mencapai 80% dari seluruh nilai faktur kredit.

Selain itu, perusahaan anjak piutang juga bisa membantu mengatasi permasalahan yang ada pada bidang pengelolaan kredit di dalam suatu perusahaan.

Namun, akan lebih baik lagi jika Anda tidak mengadakan proses anjak piutang, bagaimana caranya? Cara terbaiknya adalah dengan mengelola keuangan perusahaan secara lebih tepat, sambil meningkatkan penjualan perusahaan dengan berbagai strategi pemasaran yang ampuh.

Nah, untuk lebih mudah mengelola keuangan perusahaan, Anda bisa menggunakan aplikasi akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online adalah aplikasi akuntansi yang memiliki banyak fitur yang lengkap untuk keperluan akuntansi perusahaan Anda. Bahkan, aplikasi ini juga memiliki fitur persediaan, fitur perpajakan, fitur kas dan bank, dll. yang tentunya mampu membantu Anda dalam berbisnis.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate 2 banner bawah