Apa itu Rekonsiliasi Fiskal? Ini Pengertian dan Tahapan Melakukannya!

Apa itu rekonsiliasi fiskal bisa dikatakan sebagai salah satu hal yang harus dilakukan oleh Wajib Pajak. Proses ini berguna untuk mencocokkan ketika ada hal yang berbeda di antara laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal. Keduanya harus dibuat dan dicocokkan seakurat mungkin sebelum diserahkan kepada Dirjen Pajak.

Seperti diketahui, laporan keuangan umumnya dibuat berdasarkan standar akuntansi keuangan yang belum tentu sama dan sesuai dengan peraturan atau ketentuan perpajakan. Karena itu, dibutuhkan upaya tadi yang disebut dengan rekonsiliasi fiskal atau koreksi fiskal.

Sebenarnya, apa itu rekonsiliasi fiskal? Artikel berikut ini akan menjawabnya sekaligus menguraikan tentang tujuan, ragam jenis, dan tahapan melakukannya.

Apa Itu Rekonsiliasi Fiskal?

Rekonsiliasi fiskal adalah salah satu cara untuk mencocokkan beberapa perbedaan yang terdapat pada laporan keuangan komersial yang telah disusun sesuai dengan Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan dengan laporan keuangan yang telah disusun sesuai dengan penyusunan sistem fiskal.

Pengertian lebih sederhana dituturkan oleh Setiawan dan Musri (2006:421) yang menerangkan bahwa rekonsiliasi fiskal adalah penyesuaian ketentuan menurut pembukuan secara komersial atau akuntansi yang harus disesuaikan menurut ketentuan perpajakan.

Pembukuan atau laporan keuangan komersial sendiri digunakan dalam penilaian kinerja ekonomi serta keadaan finansial sektor swasta, sementara laporan keuangan fiskal digunakan dalam perhitungan pajak. Karena itu, bentuk dari dokumen rekonsiliasi fiskal adalah berupa lampiran SPT tahunan PPh badan berupa kertas kerja yang berisi penyesuaian antara laba rugi komersial sebelum pajak dengan laba rugi berdasarkan ketentuan perpajakan.

Sistem ini diterapkan pada keseluruhan penyusunan laporan laba rugi yang mencakup pengeluaran atau beban, serta pendapatan. Tepatnya, rekonsiliasi dijalankan pada pos-pos biaya serta penghasilan dalam laporan keuangan komersial, yang diantaranya:

  • Rekonsiliasi penghasilan dikenakan PPh Final.
  • Rekonsiliasi penghasilan bukan objek pajak
  • Wajib Pajak mengeluarkan biaya yang tidak menjadi pengurang penghasilan bruto.
  • Wajib Pajak menggunakan metode pencatatan yang berbeda dengan ketentuan pajak.
  • Wajib Pajak mengeluarkan biaya agar mendapat pendapatan yang sudah dikenakan PPh Final dan pendapatan dikenakan PPh Non Final.

Baca juga: Memahami Metode Rekonsiliasi Bank 4 Kolom dan 8 Kolom

Tujuan Rekonsiliasi Fiskal

Sebagai metode atau cara untuk mengetahui perbedaan yang ada pada laporan keuangan, rekonsiliasi fiskal memiliki beberapa tujuan yang meliputi:

1. Memeriksa Draf Laporan Keuangan

Tujuan pertama dari dilakukannya rekonsiliasi fiskal adalah agar perusahaan dapat memeriksa kembali draf laporan keuangannya sebelum nantinya diserahkan ke Dirjen Pajak. Perusahaan dapat meneliti draf laporan keuangan tersebut berdasarkan pada data yang sudah ada dan dengan memperhatikan segala bentuk transaksi, lalu melakukan penyesuaian di antara penghasilan dan pengeluaran.

2. Meminimalisir Terjadinya Kesalahan Perhitungan Pajak

Direktorat Jenderal Pajak telah mengeluarkan peraturan dan regulasi pada Wajib Pajak. Karena itu, penting untuk melakukan rekonsiliasi fiskal agar tidak ada kesalahan atau kerancuan pada laporan keuangan yang telah dibuat.

Jika memang ada kesalahan yang muncul, artinya ada kekeliruan saat melakukan penghitungan besar nominal pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Inilah yang membuat fungsi dari rekonsiliasi fiskal menjadi sangat penting.

3. Meminimalisir Adanya Kesalahan Hitung

Rekonsiliasi fiskal juga dilakukan untuk menghindari dan menekan kemungkinan kesalahan perhitungan pajak. Pasalnya, nominal angka yang salah bisa menyebabkan kerugian yang fatal. Karena itu, rekonsiliasi fiskal harus dilakukan untuk membuat laporan keuangan dan perhitungan besar pajak yang lebih tepat, serta membantu Dirjen Pajak untuk menghitung pajak yang sesuai dengan perusahaan terkait.

Baca juga: Contoh Soal Rekonsiliasi Bank dan Pengertian Lengkapnya

Jenis-Jenis Rekonsiliasi Fiskal

Rekonsiliasi fiskal dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan perbedaan secara komersial dan fiskal, yakni rekonsiliasi beda waktu dan rekonsiliasi beda tetap.

1. Rekonsiliasi Beda Tetap

Rekonsiliasi beda tetap disebabkan oleh adanya transaksi yang diakui oleh Wajib Pajak sebagai penghasilan atau biaya yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan. Rekonsiliasi beda tetap membedakan laba kena pajak dan laba akuntansi sebelum pajak yang timbul karena transaksi yang mengacu pada UU Perpajakan dan tidak akan terhapus dengan sendirinya pada periode lain.

2. Rekonsiliasi Beda Waktu

Rekonsiliasi beda waktu disebabkan karena adanya beda waktu antara sistem akuntansi dan sistem perpajakan. Jadi, transaksi yang menurut akuntansi komersial dan pajak sama, namun terdapat perbedaan yang terletak pada waktu alokasi biaya.

Baca juga: Apa itu Account Reconciliation? Berikut Pengertian dan Cara Kerjanya

Koreksi Fiskal Negatif dan Positif

Dalam sebuah rekonsiliasi fiskal terdapat koreksi fiskal negatif dan koreksi fiskal positif. Di mana penjelasan untuk keduanya adalah sebagai berikut.

1. Koreksi Fiskal Negatif

Koreksi fiskal negatif merupakan koreksi fiskal yang mengakibatkan laba fiskal berkurang atau rugi fiskal bertambah. Sehingga, laba fiskal akan lebih kecil dari laba komersial atau rugi fiskal lebih besar dari rugi komersial.

Koreksi negatif biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Adanya selisih komersial di bawah penyusutan fiskal
  • Penghasilan yang dikenakan PPh Final dan penghasilan yang tidak termasuk objek pajak namun termasuk dalam peredaran usaha
  • Penyusutan fiskal negatif lain

2. Koreksi Fiskal Positif

Koreksi fiskal positif merupakan koreksi yang mengakibatkan laba fiskal bertambah atau rugi fiskal berkurang. Sehingga, laba fiskal menjadi lebih besar dari laba komersial atau rugi fiskal lebih kecil dari rugi komersial.

Umumnya, koreksi positif bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Biaya yang dibebankan untuk kepentingan pribadi wajib pajak
  • Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa
  • Dana cadangan
  • Jumlah melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan
  • Pajak penghasilan
  • Harta yang dihibahkan
  • Gaji yang dibayarkan kepada pemilik
  • Sanksi administrasi
  • Selisih penyusutan/amortisasi komersial
  • Biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang dikenakan PPh Final
  • Penyesuaian fiskal positif lain yang tidak berasal dari hal-hal yang telah disebutkan

Baca juga: Bagaimana Cara Melakukan Rekonsiliasi Bank? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Tahapan dalam Rekonsiliasi Fiskal

Langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam upaya melakukan rekonsiliasi fiskal adalah:

  1. Mengenal terlebih dahulu penyesuaian fiskal yang diperlukan
  2. Mengidentifikasi elemen-elemen penyesuaian untuk menentukan pengaruhnya terhadap laba usaha kena paja
  3. Mengoreksi fiskal dengan melakukan koreksi fiskal positif dan negatif
  4. Melakukan penyusunan laporan keuangan secara fiskal sebagai lampiran SPT Tahunan Pajak Penghasilan

Baca juga: Pengertian Rekonsiliasi Bank, Komponen, Prosedur, Dan Fungsinya

Penutup

Rekonsiliasi fiskal adalah suatu upaya yang memungkinkan perusahaan untuk dapat mengoreksi dan melakukan penyesuaian atas laporan keuangan agar sesuai dengan sistem akuntansi keuangan dan peraturan perpajakan yang belaku. Dengan menerapkan rekonsiliasi fiskal, perusahaan juga dapat memeriksa kembali draf laporan keuangan yang telah dibuat sebelum nantinya diberikan kepada Dirjen Pajak.

Adapun perusahaan sebenarnya bisa melakukan pembukuan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi seperti Accurate Online yang akan mempermudah perhitungan keuangan dan pembuatan laporan secara lebih cepat, akurat, dan otomatis.

Pasalnya, Accurate Online menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis yang mudah untuk digunakan, bahkan bagi pemula. Karena berbasis cloud, Accurate Online pun bisa diakses secara fleksibel dan real-time.

Jika Anda tertarik untuk mencobanya, klik tautan gambar di bawah ini untuk menikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.