Pengertian RoA dan Cara Menghitung RoA di Laporan Keuangan

oleh | Jan 26, 2024

source envato.

Pengertian RoA dan Cara Menghitung RoA di Laporan Keuangan

Dalam mengelola bisnis, pemahaman mendalam terhadap kesehatan keuangan perusahaan menjadi kunci utama untuk pengambilan keputusan yang cerdas dan berkelanjutan. Salah satu metrik yang sangat relevan dan sering digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan aset perusahaan adalah Return on Assets (ROA).

ROA memberikan gambaran tentang sejauh mana perusahaan dapat menghasilkan keuntungan dari aset yang dimilikinya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci cara menghitung ROA dalam laporan keuangan perusahaan. Pemahaman mendalam terhadap metode perhitungan ini tidak hanya akan meningkatkan literasi keuangan Anda, tetapi juga akan membantu Anda mengidentifikasi peluang perbaikan dalam manajemen aset.

Mari kita eksplorasi bersama cara menghitung ROA dan implikasinya terhadap kinerja keuangan bisnis.

Pengertian Return on Assets

Pengertian Return on Assets

ilustrasi cara menghitung roa di laporan keuangan. source envato

Menurut laman Investopedia, Return on Assets (ROA) adalah suatu rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur sejauh mana suatu perusahaan dapat menghasilkan keuntungan dari penggunaan asetnya. ROA memberikan gambaran tentang efisiensi perusahaan dalam mengelola aset untuk mencapai laba bersih.

Rasio ini dinyatakan dalam bentuk persentase dan dihitung dengan membandingkan laba bersih perusahaan dengan total nilai aset yang dimilikinya.

ROA memberikan pandangan tentang seberapa efisien perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba. Semakin tinggi nilai ROA, semakin baik perusahaan mengelola asetnya untuk menghasilkan keuntungan.

Sebaliknya, ROA yang rendah dapat mengindikasikan bahwa perusahaan mungkin perlu mempertimbangkan strategi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan asetnya.

Penting untuk dicatat bahwa interpretasi ROA dapat bervariasi antar industri dan sektornya. Nilai ROA yang dianggap baik atau buruk dapat bergantung pada karakteristik dan standar industri tertentu.

Oleh karena itu, perbandingan ROA sebaiknya dilakukan dengan perusahaan sejenis atau benchmark industri untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang kinerja keuangan relatif.

Baca juga: Cara Pencatatan Dividen Pada Laporan Keuangan dengan Mudah

Lantas, Bagaimana Cara Menghitung RoA di Laporan Keuangan?

Untuk menghitung Return on Assets (ROA) dari laporan keuangan, Anda memerlukan dua informasi utama: laba bersih dan total nilai aset. Dua data ini biasanya dapat ditemukan dalam laporan keuangan perusahaan, seperti laporan laba rugi (income statement) untuk laba bersih dan neraca (balance sheet) untuk total nilai aset.

Masih dari laman Investopedia, berikut adalah langkah-langkah cara menghitung ROA:

1. Dapatkan Laba Bersih (Net Income)

Laba bersih dapat ditemukan dalam bagian laporan laba rugi atau income statement. Laba bersih adalah selisih antara pendapatan total dan beban total perusahaan dalam suatu periode.

2. Dapatkan Total Nilai Aset (Total Assets)

Total nilai aset dapat ditemukan dalam neraca atau balance sheet. Total nilai aset adalah jumlah semua aset yang dimiliki perusahaan pada akhir periode tertentu.

3. Gunakan Rumus ROA

Setelah mendapatkan nilai laba bersih dan total nilai aset, Anda dapat menggunakan rumus ROA

ROA = Laba Bersih / Total Nilai Aset x 100

4. Hitung Persentase

Kalikan hasil dari rumus ROA dengan 100 untuk mengonversi hasilnya menjadi persentase.

Perlu diingat bahwa ROA sebaiknya dibandingkan dengan industri sejenis atau benchmark untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kinerja relatif perusahaan. Selain itu, perbandingan ROA dari periode ke periode juga dapat memberikan wawasan tentang perubahan efisiensi penggunaan aset perusahaan.

Baca juga: Bagaimana Cara Mencari Laba Bersih di Laporan Keuangan? Ini Caranya!

Contoh Cara Menghitung RoA di Laporan Keuangan

Contoh Cara Menghitung RoA di Laporan Keuangan

ilustrasi cara menghitung roa di laporan keuangan. source envato

Mari kita lihat contoh cara menghitung ROA menggunakan data dari laporan keuangan sederhana. Anggaplah kita memiliki informasi berikut:

1 Laba Bersih (Net Income)

Laba Bersih pada tahun tertentu adalah Rp750,000.

2. Total Nilai Aset (Total Assets)

Total Nilai Aset pada akhir tahun adalah Rp3,000,000. Sekarang, kita dapat menggunakan rumus ROA untuk menghitungnya:

ROA = Laba Bersih / Total Nilai Aset x 100

ROA = Rp 750,000 / Rp 3,000,000 x 100 = 25%

Jadi, dalam contoh ini, ROA perusahaan tersebut adalah 25%. Ini berarti perusahaan tersebut dapat menghasilkan 25 Rupiah keuntungan dari setiap rupiah aset yang dimilikinya.

Dalam interpretasi praktis, nilai ROA sebesar 25% mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut cukup efisien dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba bersih.

Namun, perlu diingat bahwa nilai ini harus dibandingkan dengan rata-rata industri atau perusahaan sejenis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kinerja relatif perusahaan dalam hal efisiensi aset.

Baca juga: Siklus Akuntansi : Pengertian dan Penjelasan yang Lengkap

Kesimpulan

Dalam kesimpulan, Return on Assets (ROA) adalah rasio keuangan yang memberikan gambaran tentang seberapa efisien sebuah perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari penggunaan asetnya.

Proses menghitung ROA melibatkan dua data utama dari laporan keuangan, yaitu laba bersih dan total nilai aset. Dengan menggunakan rumus ROA, kita dapat mengukur efisiensi perusahaan dalam meraih keuntungan dari aset yang dimilikinya.

Penting untuk diingat bahwa nilai ROA sebaiknya tidak diinterpretasikan secara terisolasi. Perbandingan dengan industri sejenis atau benchmark serta analisis tren ROA dari periode ke periode dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang kinerja perusahaan.

ROA yang tinggi biasanya mengindikasikan efisiensi yang baik dalam pengelolaan aset, sedangkan ROA yang rendah mungkin menunjukkan potensi perbaikan dalam penggunaan aset.

Dengan memahami ROA, pemangku kepentingan perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih baik terkait manajemen aset, alokasi sumber daya, dan perencanaan strategis untuk meningkatkan kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Tapi, dewasa ini Anda sudah bisa lebih mudah lagi dalam menghitung RoA di dalam laporan keuangan, caranya adalah dengan menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi yang sudah dipercaya oleh ratusan ribu pengguna ini akan mencatat dan menghitung seluruh kegiatan akuntansi Anda secara otomatis, termasuk menghitung RoA. Anda juga bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang bisa diakses secara real-time.

Dengan begitu, Anda bisa membuat keputusan bisnis yang lebih tepat dan mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.

Jadi tunggu apa lagi? Klik tautan gambari di bawah ini untuk langsung mencoba Accurate Online selama 30 hari gratis.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

15 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Khaula Senastri

Artikel Terkait