Mengenal Fixed Cost dan Bedanya Dengan Variable Cost

oleh | Feb 16, 2022

source envato.

Mengenal Fixed Cost dan Bedanya Dengan Variable Cost

Bisnis apapun yang saat ini sedang Anda jalankan, pasti akan mengeluarkan biaya. Nah, biaya tersebut terbagi menjadi beberapa jenis, seperti fixed cost atau biaya tetap, variable cost atau biaya variabel, biaya semi variabel, biaya langsung, biaya tidak langsung, dan masih banyak lagi. Berbagai biaya tersebut diperlukan untuk proses produksi hingga proses pemasaran produk.

Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita fokus membahas tentang fixed cost dan perbedaanya dengan variable cost.

Pengertian Fixed Cost

Biaya tetap atau fixed cost adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan secara tetap atau konstan, atau biasanya tidak mengalami perubahan meski terjadi peningkatan maupun penurunan jumlah barang atau jasa yang dihasilkannya.

Biaya tetap tidak terpengaruh pada berbagai perubahan yang ada pada kegiatan bisnis perusahaan. Biaya tetap yang dikeluarkan secara konstan bukan artinya biaya tersebut selalu konstan. Biaya tetap masih memiliki kemungkinan berubah sewaktu-waktu di masa depan.

Contoh sederhananya adalah seperti biaya sewa gudang. Pihak perusahaan harus terus membayar biaya gudang yang sama di setiap tahun meskipun produk yang dihasilkan oleh perusahaan sedikit maupun banyak.

Biaya tetap akan terus dikeluarkan secara konstan oleh perusahaan hingga beberapa periode tertentu. Walaupun biaya bisa ditingkatkan ataupun diturunkan oleh pihak yang menyediakan gudang, tapi biasanya perubahan tersebut akan terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama.

Baca juga: Trial Balance, Ini Pengertian dan Metode Melakukannya

Jenis-jenis Fixed Cost

Fixed cost terbagi menjadi dua jenis, yakni committed fixed cost dan disctetionary fixed cost.

1. Committed Fixed Cost

Jenis pertama yang harus Anda ketahui adalah biaya yang sudah ditentukan atau commited fixed cost. Biaya ini adalah biaya yang wajib dikeluarkan oleh perusahaan demi menjaga kestabilannya.

Hal tersebut berhubungan erat dengan struktur organisasi dan juga investasi fasilitas perusahaan itu sendiri. Ketika perusahaan dinyatakan bangkrut pun harus ada biaya yang dikeluarkan.

2. Discretionary Fixed Cost

Jenis kedua yang harus Anda ketahui adalah disrectionary fixed cost atau biaya diskresioner. Biaya ini harus dikeluarkan pada kondisi tertentu yang harus dikeluarkan pada kondisi tertentu saja yang bisa dikurangi atau dihilangkan tanpa adanya efek pada laba yang dihasilkan perusahaan.

Hal inilah yang membuat pihak manajemen perusahaan harus mengurangi biaya diskresioner ketika sedang terjadi kondisi kekurangan kas dalam jangka waktu yang singkat.

Baca juga: Safety Stock: Pengertian Lengkap, Cara Hitung, dan Contohnya

Pengertian Variable Cost

Sederhananya, biaya variabel atau variable cost adalah biaya yang akan sangat tergantung pada hasil produksi. Biaya produksi variabel adalah jumlah yang diproduksi per unit secara konstan.

Ketika terjadi peningkatan pada jumlah produksi dan output-nya, maka biaya variabel pun akan meningkat. Sebaliknya, bila ternyata lebih sedikit produk yang bisa diproduksi, maka biaya variabel yang berhubungan dengan produksi pun akan ikut menurun.

Jadi, varaibel cost adalah biaya yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan secara berubah-ubah dengan berdasarkan perubahan jumlah hasil produksi perusahaan.

Bisa diartikan juga bahwa variable cost sangat tergantung pada fluktuasi kegiatan bisnis dalam memproduksi barang yang dihasilkan oleh perusahaan. Biasanya, variable cost antar setiap bidang industri atau bisnis berbeda-beda.

Baca juga: Pengertian Lengkap Biaya Diferensial dalam Sebuah Perusahaan

Lalu, Apa yang Membedakan Fixed Cost dengan Variable Cost

Sebenarnya, ada banyak sekali perbedaan utama antar fixed cost dan variable cost. Jika bisa kita simpulkan, berbagai perbedaan antar keduanya adalah sebagai berikut:

1. Perbedaan Sifat

Biaya tetap lebih bersifat pasti atau paten. Sebaliknya, variable cost sangat tidak pasti atau sangat bervariasi.

2. Keterkaitan 

Dalam hal ini, keterkaitan tersebut adalah hubungan antar biaya dengan proses produksi yang dihasilkan perusahaan. Biaya tetap tidak berhubungan dengan kapasitas produksi perusahaan. Sedangkan pada variable cost, hubungan antara proses produksi sangat erat sekali.

3. Berdasarkan Waktu

Biaya tetap adalah biaya yang berdasarkan waktu terkait, yakni konstan atau tetap dan juga tidak akan berubah sifatnya selama minimal satu periode. Sedangkan variable cost sangat berkaitan dengan volume, dan akan terus berubah sesuai dengan perubahan volume tersebut.

4. Penghitungan Persediaan

Fixed cost dan variable cost pun berbeda dalam hal menilai persediaan. Biaya tetap tidak akan diikut sertakan saat terjadi penilaian persediaan, sedangkan variable cost akan selalu disertakan.

Perbedaan antar fixed cost dan variable cost ini penting sekali untuk dipahami oleh Anda, para pebisnis atau perusahaan, agar nantinya bisa lebih mudah untuk memasukkannya ke dalam laporan keuangan. Selain itu, kedua laporan ini juga bisa dijadikan seabgai data yang valid untuk mengetahui perkembangan bisnis.

Baca juga: Analisis Anggaran: Pengertian Lengkap dan Cara Melakukannya

Kesimpulan

Jadi, semua biaya yang terjadi dalam suatu perusahaan atau badan usaha bisa dibedakan menjadi dua jenis biaya, yakni fixed cost dan variable cost.

Sama seperti namanya, fixed cost adalah biaya tetap yang tidak akan mengalami perubahan walaupun perusahaan sedang sepi atau ramai. Sedangkan variable cost adalah biaya yang bersifat variabel, bisa naik atau turun tergantung dari banyak atau tidaknya penjualan atau produksi yang dihasilkan oleh perusahaan.

Nah, bila Anda adalah seorang pebisnis dan masih bingung untuk menghitung perhitungan biaya tersebut, itu menandakan bahwa Anda memerlukan aplikasi akuntansi seperti Accurate Online.

Software akuntansi dan bisnis ini dikembangkan dengan basis cloud yang aman dan akan membantu Anda dalam mencatat serta menghitung berbagai biaya yang terjadi di dalam bisnis Anda secara otomatis, cepat dan akurat. Sehingga, Anda bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis.

Selain itu, berbagai fitur dan modul yang lengkap di dalamnya akan membuat kegiatan opersional bisnis Anda berjalan lebih efisien.

Tidak percaya? Silahkan coba dulu Accurate Online selama 30 hari gratis dengan hanya klik tautan gambar di bawah ini.accurate 2 banner bawah

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Khaula Senastri

Artikel Terkait