Cara Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan beserta Contoh dan Formatnya!

oleh | Jan 26, 2024

source envato.

Cara Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan beserta Contoh dan Formatnya!

Kehadiran neraca saldo setelah penutupan adalah suatu bagian dari proses siklus akuntansi yang didalamnya melakukan proses kegiatan pencatatan dan juga penyajian laporan keuangan.

Umumnya, setelah proses pembuatan jurnal penutup dilakukan, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah dengan membuat neraca saldo setelah penutup.

Neraca ini dibutuhkan agar bisa mencatat proses akuntansi dalam periode selanjutnya.

Sehingga, neraca saldo penutup ini digunakan agar bisa memastikan keseimbangan atas seluruh total saldo debit dan kredit yang diambil dari saldo buku besar.

Tujuan dibuatnya neraca ini adalah agar bisa mencegah transaksi tambahan yang sebelumnya dicatat, serta memberikan saldo yang lebih transparan dan akuntabel untuk perusahaan.

Pengertian Neraca Saldo Setelah Penutupan

Pengertian Neraca Saldo Setelah Penutupan

Ilustrasi Neraca Saldo Setelah Penutupan. source envato

Neraca saldo setelah penutupan adalah laporan neraca yang dibuat setelah jurnal penutup agar bisa memastikan total saldo yang terdapat di dalam buku besar seimbang atau sesuai dengan balance.

Cara ini dibuat agar bisa meyakinkan setiap akuntan atau pebisnis yang membuat jurnal penutup agar tidak mempunyai kesalahan dan selisih perhitungan.

Umumnya, neraca ini mampu menghasilkan akun riil, yakni modal, harta dan juga utang.

Tapi pada akun nominal, seperti pendapatan dan beban, sudah ditutup oleh jurnal penutup.

Sehingga, langkah selanjutnya dalam membuat laporan keuangan yang baik adalah dengan menyajikan laporan posisi keuangan, laba rugi, dan modal agar nantinya tidak terjadi kesalahan perhitungan.

Tujuan Neraca Saldo Setelah Penutupan

Tujuan utama dalam membuat neraca saldo setelah penutup adalah untuk memeriksa kebenaran saldo dan juga keseimbangan dari jumlah debit ataupun kredit setelah dilakukan jurnal penutup.

Tujuan dibawah akan maksimal jika Anda mengetahui cara membuat neraca saldo dengan benar.

Berikut adalah beberapa tujuan lainnya:

1. Menunjukkan Saldo Akhir

Memberikan gambaran akhir tentang saldo setiap akun setelah penutupan periode akuntansi.

2. Memverifikasi Konsistensi

Memastikan bahwa total aset sama dengan total kewajiban dan ekuitas, sesuai dengan prinsip dasar akuntansi.

3. Mendukung Penyusunan Laporan Keuangan

Menyediakan data yang diperlukan untuk penyusunan laporan keuangan akhir, seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.

4. Membantu Proses Analisis

Memudahkan analisis terhadap kinerja keuangan perusahaan setelah semua transaksi pendapatan dan biaya telah diproses.

5. Menyajikan Informasi untuk Pengambilan Keputusan

Memberikan informasi penting bagi manajemen, investor, dan pihak terkait lainnya untuk mengambil keputusan yang tepat.

……Kegiatan pemeriksaan seperti ini sangat berguna untuk membandingkan data dari neraca saldo penutup dengan neraca lajur dan juga laporan posisi keuangan perusahaan.

Sehingga, saldo akun yang tercatat di dalam neraca harus sesuai dengan neraca ini. Bila tidak sama atau berbeda, maka artinya terdapat kesalahan pencatatan.

Komponen Neraca Saldo Setelah Penutupan

Komponen Neraca Saldo Setelah Penutupan

Ilustrasi Neraca Saldo Setelah Penutupan. source envato

Sebelum lanjut ke manfaat, mungkin Anda bertanya berisi apa saja Neraca Saldo Setelah Penutupan?

Berisi komponen-komponen utama dari keuangan sebuah perusahaan setelah semua transaksi pendapatan dan biaya telah ditutup pada akhir periode akuntansi.

Komponen-komponen tersebut meliputi:

1. Aset (Assets)

Termasuk semua sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan, seperti kas, piutang, inventaris, properti, dan aset tetap lainnya.

2. Kewajiban (Liabilities)

Merupakan semua kewajiban finansial perusahaan kepada pihak lain, seperti utang usaha, utang jangka panjang, dan biaya yang masih harus dibayar.

3. Ekuitas (Equity)

Meliputi modal disetor dan laba ditahan perusahaan.

Modal disetor adalah investasi pemilik atau pemegang saham dalam perusahaan, sedangkan laba ditahan adalah akumulasi laba atau rugi dari operasi bisnis yang belum dibagikan atau diambil oleh pemilik.

……Neraca saldo setelah penutupan memastikan bahwa total aset sama dengan total kewajiban dan ekuitas, sesuai dengan prinsip dasar akuntansi.

Hal ini memberikan gambaran yang jelas tentang posisi keuangan perusahaan setelah penutupan periode akuntansi dan merupakan dasar untuk penyusunan laporan keuangan akhir.

Manfaat Neraca Saldo Setelah Penutupan

Perlu Anda ketahui bahwa di dalam post closing trial balance sudah tidak ada lagi pencatatan terkait pengeluaran, pemasukan, rugi ataupun laba.

Nah, yang tersisa adalah perhitungan akun utang, kekayaan, dan modal saja.

Lantas, kenapa akun nominal seperti halnya pengeluaran dan pendapatan tidak masuk di dalam neraca keuangan?

Karena akun tersebut sebelumnya sudah dikosongkan atau dititip dari jurnal penutup yang sudah dibuat.

Sehingga, bisa kita ketahui bahwa beberapa manfaat dari neraca saldo setelah penutupan adalah:

  • Sebagai neraca awal periode akuntansi yang selanjutnya.
  • Berguna untuk memastikan dan menjaga perhitungan di dalam buku besar, apakah sudah seimbang atau belum seimbang.
  • Mengetahui kekayaan apa saja dan sumber mana saja pendanaan yang didapat perusahaan.

Anda bisa membuat neraca ini dari berbagai saldo yang terdapat di dalam buku besar setelah jurnal penutupan dimasukkan ke dalam setiap buku besar.

Pastikan hasil neraca saldo Anda seimbang sebelum menggunakannya sebagai sumber informasi bagi bisnis Anda.

Perbedaan Neraca Saldo Setelah Penutupan dengan yang Biasa

Perbedaan Neraca Saldo Setelah Penutupan dengan yang Biasa

Ilustrasi Neraca Saldo Setelah Penutupan. source envato

Perbedaannya terletak pada tahapan akuntansi di mana mereka disusun dan tujuan dari setiap neraca saldo tersebut.

Berikut adalah perbedaan utama di antara keduanya:

1. Waktu Penyusunan:

  • Neraca Saldo Biasa: Disusun sepanjang periode akuntansi untuk memantau saldo akun secara berkala. Ini bisa disusun setiap bulan, kuartal, atau tahun tergantung pada kebutuhan perusahaan.
  • Neraca Saldo Setelah Penutupan: Disiapkan setelah penutupan periode akuntansi, yang biasanya terjadi setelah semua transaksi pendapatan dan biaya telah ditutup. Ini adalah langkah akhir dalam siklus akuntansi.

2. Tujuan Penyusunan:

  • Neraca Saldo Biasa: Digunakan untuk memantau saldo akun secara berkala, memastikan akurasi dan kecukupan catatan keuangan sepanjang periode akuntansi.
  • Neraca Saldo Setelah Penutupan: Digunakan untuk menyesuaikan saldo akun setelah semua transaksi pendapatan dan biaya telah ditutup. Ini membantu dalam menyiapkan laporan keuangan akhir dan memastikan konsistensi dalam pembukuan perusahaan.

3. Isi dan Penyesuaian:

  • Neraca Saldo Biasa: Biasanya mencerminkan saldo akun pada saat tertentu selama periode akuntansi. Tidak memerlukan penyesuaian khusus setelah penutupan periode.
  • Neraca Saldo Setelah Penutupan: Memerlukan penyesuaian khusus setelah penutupan periode akuntansi. Transaksi pendapatan dan biaya ditutup, dan saldo akun disesuaikan untuk mencerminkan saldo akhir yang benar.

Dengan demikian, neraca saldo setelah penutupan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang posisi keuangan perusahaan setelah semua transaksi pendapatan dan biaya telah diproses dan membantu dalam penyusunan laporan keuangan akhir.

Pelajari juga perbedaan neraca saldo setelah penutupan dengan neraca saldo setelah penyesuaian guna menambah pengetahuan Anda tentang pembuatan neraca saldo.

Siklus Akuntansi Neraca Saldo Setelah Penutupan

Neraca saldo setelah periode memiliki peran yang penting di dalam keseimbangan setiap periode, untuk itu Anda juga harus mengetahui siklus akuntansi yang ada di dalamnya.

  1. Anda harus mencatat setiap transaksi yang terdapat di dalam buku jurnal.
  2. Bila sudah, maka transaksi tersebut harus Anda posting atau Anda catat lagi di dalam buku besar. Neraca saldo baru bisa Anda buat setelah posting atau pencatatan.
  3. Lalu, nantinya akan terjadi proses pembuatan berbagai pasal penyesuaian. Setiap ayat yang disetujui juga harus diposting di dalam buku besar, lalu dibuat juga neraca saldo setelah penyesuaian.
  4. Bila semua sudah selesai, maka laporan keuangan bisa Anda buat sebagai syarat membuat jurnal tutup buku atau yang banyak dikenal dengan jurnal penutup.

Fungsi utama dari jurnal penutup ini adalah menutup berbagai akun yang berkaitan dengan laporan laba rugi dan laporan perubahan modal perusahaan.

Siklus yang terakhir adalah membuat jurnal pembalik. Namun, Anda harus sebisa mungkin membuat jurnal pembalik ini sebelum proses di awal siklus.

Format Pembuatan Neraca Saldo Setelah Penutupan

Format Pembuatan Neraca Saldo Setelah Penutupan

Ilustrasi Neraca Saldo Setelah Penutupan. source envato

Langkah selanjutnya dalam membuat neraca ini adalah memproses saldo akun nominal yang ditutup, seperti pendapatan dan beban di dalam jurnal penutup.

Lalu, Anda harus memasukan akun riil, seperti halnya modal, harta, dan utang ke dalam neraca saldo penutup.

Nah, format di dalam pembuatan neraca saldo setelah penutupan adalah sebagai berikut:

  • Nama Perusahaan
  • Judul Neraca Saldo Setelah Penutupan
  • Periode Tanggal Pembuatan

Bila sudah, maka Anda harus membuat kolom dan tabel yang didalamnya terdapat informasi di bawah ini:

  • Kode Akun
  • Nama Akun
  • Kolom Kredit
  • Kolom Debit

Berikut ini adalah contoh format saldo setelah penutupan

Neraca Saldo Setelah Penutupan 1

Buat neraca saldo setelah penutupan dapat dilakukan dengan mudah menggunakan Software Akuntansi dengan fitur pencatatan dan perhitungan otomatis!

Tahap Pembuatan Neraca Saldo Setelah Penutupan

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, neraca ini adalah sekumpulan akun yang di dalamnya berisi daftar akun dan juga jumlah saldo dari jurnal penutup.

Sehingga, neraca ini akan memberikan hasil seperti dibawah ini.

  1. Pada proses penjurnalan dan posting ke buku besar, maka seluruh akun yang ditutup harus sudah selesai.
  2. Memberikan gambaran pada seluruh transaksi dalam perusahaan yang harus dicatat dan diposting ke dalam buku besar perusahaan secara tepat dan juga akurat.

Cara Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan

Cara membuat neraca saldo setelah penutupan yang diambil dari transaksi jurnal penutup adalah sebagai berikut:

1. Menutup Akun Nominal yang Berasal Dari Jurnal Penutup

  • Menutup Akun Pendapatan

saldo setelah penutupan 2

  • Menutup Akun Biaya

saldo setelah penutupan 3

  • Menutup Akun Ikhtisar Laba Rugi – Modal

format saldo setelah penutupan 4

  • Menutup Akun Perkiraan Prive

2. Memposting dan Menutup Pada Akun Buku Besar

  • Menutup Akun Pendapatan Pada Buku Besar

  • Menutup Akun Biaya Pada Buku Besar

3. Membuat Neraca Saldo Atas Akun Yang Ditutup Selain Akun Riil

Penutup

Jadi neraca ini dibuat sebagai bukti di dalam proses penjurnalan dan kegiatan memposting ke buku besar di dalamnya harus dilakukan secara tepat.

Hal ini diperlukan agar bisa menyajikan laporan keuangan yang bisa memberikan kepastian dan juga keseimbangan saldo akun untuk periode yang selanjutnya.

Namun bila Anda kesulitan dalam membuat neraca saldo setelah penutupan atau membuat jenis laporan keuangan lainnya, maka cobalah untuk menggunakan Software Akuntansi.

Accurate Online dapat menjadi pilihan software akuntansi dan bisnis untuk Anda. Accurate Online dikembangkan dengan teknologi cloud berbasis cloud computing yang mudah dan praktis.

Anda tidak perlu lagi melakukan penginstalan atau pembaruan yang memusingkan. Selain itu, Anda juga bisa mengakses aplikasi ini secara mudah di mana saja dan kapan saja.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda akan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat, termasuk laporan neraca saldo setelah penutupan.

Accurate Online pun dikemas dengan tampilan dashboard yang sangat sederhana, sehingga sangat mudah dimengerti oleh siapa saja, bahkan oleh orang awam sekalipun.

Ayo coba gunakan Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

145 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Khaula Senastri

Artikel Terkait