Penganggaran Berbasis Aktivitas: Pengertian, Tahapan dan Contohnya

Ada beberapa dalam membuat penganggaran, mulai dari zero based budgeting atau anggaran tak bersisa yang bisa Anda baca pada artikel ini, atau pengaanggaran berbasis aktivitas atau Activity-Based Budgeting (ABB).

Activity-Based Budgeting (ABB) adalah metode penganggaran di mana aktivitas dianalisis secara menyeluruh untuk memprediksi biaya. ABB tidak memperhitungkan biaya historis saat membuat anggaran.

Ingin mengetahui lebih dalam mengenai penganggaran berbasis aktivitas? Baca terus artikel ini sampai selesai untuk mengetahui pengertian, tahapan, kelebihan, kekurangan hingga contoh kasusnya.

Apa itu Penganggaran Berbasis Aktivitas?

Sementara metode penganggaran tradisional menyesuaikan biaya sebelumnya berdasarkan inflasi atau perubahan dalam aktivitas bisnis, Activity-Based Budgeting (ABB) adalah cara yang jauh lebih menyeluruh untuk melihat biaya.

Setiap biaya yang dikeluarkan oleh bisnis akan dilihat dengan cermat untuk menentukan apakah efisiensi dapat diciptakan dan biaya dikurangi. Ini bisa dalam bentuk pengurangan tingkat aktivitas atau penghapusan total aktivitas yang tidak perlu. Pada akhirnya, ABB bertujuan untuk menganalisis pendorong biaya bisnis dan memungkinkan bisnis menjadi lebih menguntungkan.

penganggaran berbasis aktivitas 2

Diagram di atas menunjukkan bagaimana penganggaran ABB berbeda dari metode penganggaran tradisional. Sementara metode tradisional hanya meningkatkan atau menurunkan biaya yang diproyeksikan berdasarkan nilai historis, ABB memecah biaya secara lebih bertahap.

Baca juga: Pengertian Laporan Keuangan, Contoh, Dan Fungsinya Untuk Bisnis Anda

Tahapan Penganggaran Berbasis Aktivitas

ABB mengikuti tiga langkah utama:

1. Identifikasi faktor pendorong biaya dari berbagai aktivitas.

Misalnya, pendorong biaya untuk fasilitas manufaktur dapat berupa total jam kerja dan upah yang dibayarkan kepada karyawan.

2. Proyeksikan jumlah unit yang dibutuhkan dalam setiap pemicu biaya.

Misalnya, fasilitas manufaktur mungkin selalu membutuhkan tiga orang di lini produksi, yang berarti 240 jam kerja per minggu.

3. Hitung biaya per unit aktivitas yang berkaitan dengan pemicu biaya tersebut.

Misalnya, upah pekerja gudang bisa menjadi 12.000 rupiah per jam.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Akuntansi di Bisnis Manufaktur? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Kapan Penganggaran Berbasis Aktivitas Sebaiknya Digunakan?

Bisnis harus menganalisis tujuan dan persyaratan mereka untuk menentukan apakah sistem ABB masuk akal untuk diterapkan. ABB lebih cocok untuk bisnis baru yang tidak memiliki data biaya historis yang dimiliki bisnis yang lebih mapan.

Misalnya, bisnis ritel yang lebih mapan, seperti Indomaret atau Alfamart, telah membuat perubahan untuk mengoptimalkan strateginya untuk profitabilitas selama bertahun-tahun. Keuntungan mereka akan tetap pada tingkat pertumbuhan yang relatif sama, dan mereka tahu persis apa pendorong biaya mereka.

Di sisi lain, perusahaan baru tidak memiliki informasi keuangan historis selama bertahun-tahun. Mungkin bermanfaat bagi perusahaan rintisan yang lebih baru untuk memeriksa setiap pemicu biaya dan tingkat aktivitas yang sesuai untuk membuat proyeksi keuangan yang lebih akurat.

Baca juga: 7 Rumus dalam Akuntansi untuk Mengetahui Keuntungan Bisnis Anda

Kelebihan Penganggaran Berbasis Aktivitas

Sehubungan dengan metode penganggaran lainnya, ABB memungkinkan Anda untuk melihat dengan tepat berapa biaya terkait untuk setiap aktivitas operasional. Ini juga membantu untuk memecah biaya ini lebih lanjut untuk menentukan apa yang dapat merusak profitabilitas perusahaan.

Sementara metode penganggaran lain melihat biaya input untuk melakukan aktivitas, ABB melihat output yang mendorong biaya. Dengan demikian, manajemen dapat mengevaluasi dengan lebih baik unit bisnis yang berbeda relatif satu sama lain dan mengalokasikan modal di tempat yang dianggap paling menguntungkan.

Baca juga: 5 Tantangan dalam Melakukan Penganggaran Bisnis dan Solusinya

Kekurangan Penganggaran Berbasis Aktivitas

Kekuranganterbesar dari penerapan ABB adalah lebih mahal dan memakan waktu untuk mengimplementasikannya daripada metode penganggaran lainnya. Karena semua biaya yang terkait dengan aktivitas bisnis dilacak, semua detail teknis harus dicatat saat terjadi.

Selain itu, akuntan yang menangani ABB perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang proses bisnis. Ini bisa jadi sulit, terutama dalam bisnis dengan siklus produksi yang kompleks. Bisnis perlu memutuskan apakah peningkatan akurasi perkiraan sepadan dengan investasi ekstra yang diperlukan untuk menerapkan sistem ABB.

Contoh Kasus Penganggaran Berbasis Aktivitas

Untuk mendemonstrasikan bagaimana ABB dapat diimplementasikan, ada baiknya membandingkannya dengan metode penganggaran tradisional.

Misalkan Perusahaan ABC mengharapkan untuk menjual 1.000 unit produknya selama bulan depan, dan biaya produksinya $ 5. Dengan menggunakan penganggaran berbasis aktivitas, perusahaan akan memperkirakan harga pokok penjualan menjadi $ 5.000.

Lalu, asumsikan Perusahaan ABC melaporkan harga pokok penjualan sebesar $ 4.000 bulan lalu, dengan tingkat kenaikan rata-rata 10% setiap bulan di masa lalu. Di bawah metode penganggaran tradisional, perusahaan akan memperkirakan harga pokok penjualan di bulan mendatang menjadi $ 4.400 [$ 4.000 + ($ 4.000 x 10%)].

Baca juga: 5 Tips Sederhana Dalam Membuat Anggaran Bisnis Kecil

Kesimpulan

  • Penganggaran berbasis aktivitas (ABB) adalah metode penganggaran di mana aktivitas dianalisis secara menyeluruh untuk memprediksi biaya.
  • Ada tiga langkah utama dalam ABB: mengidentifikasi penggerak biaya, memproyeksikan total unit, dan memperkirakan biaya per unit.
  • Meskipun ABB dapat membantu perusahaan menganalisis pemicu biaya secara lebih menyeluruh, penerapannya dapat menjadi mahal.

Untuk melakukan proses penganggaran yang lebih baik, gunakanlah sofware akuntansi yang memiliki fitur anggaran dan fitur pembukuan terlengkap seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang berpengalaman lebih dari 20 tahun dan digunakan oleh lebih dari 350 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis.

Dengan Accurate Online, Anda bisa mendapatkan fitur terbaik dalam pengelolaan pembukuan bisnis seperti, pencatatan penjualan dan pembelian, rekonsiliasi bank otomatis, pengelolaan dan pembayaran pajak, multi gudang dan cabang, pengelolaan anggaran dan aset, otomasi lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan masih banyak lagi.

Jadi tunggu apa lagi? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate 200 ribu perbulan