Jurnal Koreksi: Pengertian, Cara Membuatnya, Contoh, dan Bedanya dengan Jurnal Penyesuaian

Seorang akuntan memang dituntut untuk melakukan pekerjaan dengan teliti. Terdapat beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan kesalahan pada proses pencatatan, seperti salah mengklasifikasikan akun atau mencatat jumlah. Kesalahan dapat ditangani dengan mudah apabila tidak berupa material dan tidak terlalu butuh koreksi. Namun, manajemen perlu untuk membuat jurnal koreksi melalui akuntan jika terjadi kesalahan material.

Penggunaan jurnal penyesuaian dan koreksi dalam akuntansi sudah sering digunakan. Tetapi tidak sedikit orang yang masih bingung mengenai istilah tersebut. Kedua istilah tersebut memiliki prosedur dan arti yang berbeda. Seseorang perlu memahami teknik dasar dalam pembuatan jurnal serta prosedur debit dan kredit.

Dengan begitu, mempelajari jurnal penyesuaian dan jurnal pembetulan menjadi lebih mudah. Berikut beberapa informasi lengkap mengenai jurnal koreksi dan perbedaannya dengan jurnal penyesuaian yang perlu diketahui.

Pengertian Jurnal Koreksi

Jurnal Koreksi atau Correction Entry merupakan jurnal yang dibuat khusus untuk memperbaiki kesalahan. Misalnya ketika terjadi kesalahan saat mengklasifikasikan akun atau mencatat nilai. Jurnal pembetulan ini diperlukan pada semua pekerjaan akuntansi baik manual atau menggunakan software.

Membuat sebuah jurnal memang membutuhkan ketelitian. Maka dari itu, dalam pencatatan akuntansi tidak dianjurkan menggunakan correction pen atau pencoretan yang dikhawatirkan menimbulkan keraguan. Jika menggunakan software akuntansi mungkin kesalahan pada jurnal dapat diperbaiki secara langsung.

Caranya dengan mengganti nilai atau bisa menghapus jurnal serta menggantinya dengan yang baru. Tidak masalah jika memang harus menggantinya, tetapi ada baiknya untuk menyiapkan jurnal koreksi. Sistem koreksi ini memiliki beberapa manfaat yaitu menjadikan pekerjaan akuntansi lebih terstruktur dan sistematis.

Membuat jurnal juga dapat melatih ketelitian selama proses pencatatan akuntansi dan memperbaiki kesalahan pada jurnal untuk menghindari kesalahan. Terakhir, jurnal koreksi ini pun bisa menjadi cara untuk mengetahui riwayat dari suatu transaksi.

Download eBook Panduan dan Template Pembukuan Sederhana dengan Excel untuk Bisnis Kecil

Cara Membuat Jurnal Koreksi

Jurnal satu ini sangat penting untuk mengoreksi atau membetulkan kesalahan pada jurnal baik salah akun atau salah angka. Membuat jurnal ini perlu memperhatikan langkah-langkahnya untuk menghindari kesalahan. Berikut ini beberapa langkah membuat jurnal pembetulan, antara lain:

1. Jurnal Penghapusan

Jurnal penghapusan merupakan langkah pertama yang harus dilakukan dalam membetulkan jurnal yang salah. Sebelum itu, jurnal yang salah harus dihapus terlebih dahulu. Cara membuat jurnal penghapusan yaitu dengan membalikkan posisi akun dan saldo.

2. Jurnal Sebenarnya

Jika jurnal penghapusan dibuat dengan menghapus bagian yang salah, maka jurnal sebenarnya diisi dengan akun dan jumlah  yang benar. Jurnal ini berisi data yang seharusnya sebelum terjadi kesalahan. Oleh karena itu, langkah ini perlu dilakukan untuk memperjelas perhitungan pada sebuah jurnal.

3. Jurnal Koreksi

Pada tahapan ini, jurnal koreksi dibuat dengan menggabungkan jurnal penghapusan dan jurnal sebenarnya. Kedua tahapan tersebut ditandingkan untuk dikoreksi. Selain dapat dibuat secara manual, jurnal ini bisa dikerjakan dengan bantuan software akuntansi agar lebih mudah.

Software tersebut dapat membantu proses pengerjaan sistem akuntansi dengan cepat. Pengguna dapat menginput transaksi yang ada dan software tersebut akan mengolahnya secara otomatis menjadi laporan keuangan.

Baca juga: Mengenal Apa Saja Komponen pada Laporan Keuangan dalam Bisnis 

jurnal koreksi 2

Contoh Kasus Jurnal Koreksi

Contoh 1: Melakukan Koreksi

Katakanlah Anda mendapatkan 200.000 untuk piutang dari pelanggan. Anda harus mendebit rekening kas (menambahnya) dan mengkredit piutang dagang (menguranginya). Jurnal Anda akan terlihat seperti ini:

AkunDebitKredit
Kas200.000
Pitang200.000

Tapi, Anda mencatatnya 150.000 bukan 200.000, jadi jurnal Anda sebenarnya dicatat seperti ini:

AkunDebitKredit
Kas150.000
Pitang150.000

Untuk memperbaiki entri tersebut, cari perbedaan antara jumlah yang benar dan entri yang salah. Dalam contoh ini, perbedaannya adalah 50.000. Debit 50.000 tambahan ke akun kas dan kredit 50.000 ke akun piutang.

AkunDebitKredit
Kas50.000
Piutang50.000

Entri yang sudah dikoreksi dikombinasikan dengan entri yang salah dan mencerminkan jumlah yang benar (150.000 + 50.000 = 200.000).

Baca juga: Apa Itu Nota Kredit? Berikut Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya  

Contoh 2: Membalikkan Jurnal

Katakanlah Anda membeli peralatan baru seharga 2.000.000. Anda harus mendebit rekening pengeluaran peralatan 2.000.000 (menambahnya) dan mengkredit kas 2.000.000 (menguranginya). Jurnal Anda akan terlihat seperti ini:

AkunDebitKredit
Biaya Peralatan2.000.000
Kas2.000.000

Tapi, Anda membuat entri di akun pengeluaran pajak, bukan akun pengeluaran peralatan. Jurnal Anda sebenarnya dicatat seperti ini:

AkunDebitKredit
Beban Pajak2.000.000
Kas2.000.000

Sekali lagi, Anda perlu memperbaiki kesalahan di catatan keuangan Anda. Untuk memperbaiki entri, Anda harus mengimbangi entri pada buku besar.

Akun pengeluaran peralatan lebih rendah dari yang seharusnya, jadi Anda harus menambahnya dengan debit. Akun beban pajak lebih tinggi dari yang seharusnya, jadi Anda harus menguranginya dengan kredit. Akun kas tidak terpengaruh. Di sini terlihat seperti apa jurnal koreksinya:

AkunDebitKredit
Biaya Peralatan2.000.000
Kas2.000.000

Baca juga: Cara Menentukan Margin Keuntungan Bisnis Anda dalam 3 Langkah Sederhana

Perbedaan Jurnal Koreksi dan Jurnal Penyesuaian

Jurnal koreksi memang perlu dibuat agar laporan keuangan menjadi seimbang. Baik jurnal penyesuaian maupun jurnal koreksi sering dibutuhkan untuk melakukan pembetulan terhadap transaksi yang dicatat. Berikut ini perbedaan antara jurnal penyesuaian dan koreksi, antara lain:

1. Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian ini biasanya dibuat untuk membandingkan beban dan pendapatan pada akhir periode akuntansi. Dimana jurnal tersebut digunakan untuk memastikan jika prinsip penandingan dan pengakuan pendapatan sudah terpenuhi. Penandingan beban dan pendapat ini dibuat agar memenuhi laporan keuangan yang sudah dibagi dalam periode akuntansi.

Biasanya menentukan periode pada pelaporan beban atau pendapatan tergantung sistem yang akan digunakan, baik acrual atau cash basis. Apabila menggunakan accrual basis maka pengakuan pendapatan dilakukan bukan ketika menerima atau mengeluarkan kas.

Tetapi sistem ini memerlukan pengakuan dari organisasi mengenai pendapatan yang diterima dari penghasilan pada setiap kas. Jurnal penyesuaian perlu dibuat untuk penandingan pendapatan dan beban pada periode supaya data lebih update.

Dalam menyusun jurnal penyesuaian transaksi di awal harus sudah dicatat dengan baik. Tujuan memperbaharui data yaitu agar bisa menentukan besar dari jumlah penerimaan yang diterima dengan tepat. Jumlah penerimaan yang sudah diterima dalam periode berjalan akan ditangguhkan menjadi beban pada periode mendatang.

Sementara jumlah beban periode berjalan perlu diakui meski jumlah pendapatan atau pembayaran belum dilakukan maupun kasnya belum diterima.

Umumnya, jurnal penyesuaian diperlukan setiap periode akuntansi sehingga laporan keuangan perusahaan mencerminkan metode akuntansi akrual. Biasanya, entri penyesuaian tanggal pada hari terakhir periode akuntansi dan untuk memasukkan akun laporan laba rugi dan akun neraca.

Jurnal penyesuaian diperlukan untuk:

  • Menambah biaya dan kerugian serta liabilitas terkait
  • Menambah pendapatan dan keuntungan serta aset terkait
  • Menunda biaya dan aset terkait
  • Menunda pendapatan dan kewajiban terkait
  • Mencatat biaya penyusutan atau beban piutang tak tertagih dan perubahan akun aset kontra terkait

2. Jurnal Pengembalian atau Koreksi

Jurnal koreksi merupakan jurnal yang digunakan sebagai pembetulan pada pencatatan transaksi yang salah. Ada beberapa kondisi yang perlu dikoreksi dengan membuat jurnal. Kesalahan pada pencatatan di periode yang sama atau periode berbeda. Jenis kesalahan yang bisa terjadi biasanya berupa kesalahan jumlah atau klasifikasi.

Pembuat jurnal ini bertujuan untuk mengoreksi atau memperbaiki kesalahan klasifikasi akun maupun pada nilai transaksi yang dibukukan. Sedangkan tujuan dari jurnal penyesuaian untuk memperoleh data akuntansi terbaru dan lebih akurat.

Jurnal koreksi hanya diperlukan jika ada kesalahan dalam akun. Entri yang dikoreksi dapat melibatkan kombinasi laporan laba rugi dan akun neraca.

Jurnal koreksi dicatat jika:

  • Jumlah yang salah digunakan dalam entri yang diposting sebelumnya
  • Sebuah entri dicatat di akun yang salah

Baca juga: Perbedaan Rasio Lancar dan Rasio Cepat pada Akuntansi

Kesimpulan

Demikian ulasan mengenai jurnal koreksi dalam dunia akuntansi yang wajib dipahami. Pembuatan jurnal ini berfungsi untuk memperbaiki kesalahan pada proses pencatatan. Tidak hanya itu, jurnal ini juga dapat membantu pekerjaan mengolah laporan keuangan menjadi lebih cepat, sistematis dan terstruktur.

Jurnal koreksi ini juga dapat dilakukan secara manual maupun dengan bantuan software akuntansi. Dengan membuat jurnal pembetulan ini seorang akuntan bisa menjadi lebih teliti dalam melakukan pencatatan transaksi dan dapat menghindari kesalahan dalam pekerjaan. Sehingga pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih efisien dan tidak memakan banyak waktu.

Untuk pencatatn proses pembukuan yang lebih baik dan meminimalisir kesalahan dalam pencatatan pembukuan Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi seperti Accurate Online yang memiliki fitur terbaik dan harga yang paling terjangkau.

Hanya 200 ribu perbulan, Anda bisa mengelola data finansial dan memantau keuangan usaha Anda dimanapun dan kapanpun Anda mau. Anda juga bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate 1