Perbedaan Financial Statement, Financial Report, dan Annual Report

Di dalam dunia akuntansi, kita tentu sering mendengar tentang adanya istilah financial report (pelaporan keuangan), financial statement (laporan keuangan) dan annual report (laporan tahunan). Ketiganya sama-sama memiliki arti laporan, namun ketiganya memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Nah pada kesempatan kali ini, mari kita pelajari bersama tentang Financial report (Pelaporan Keuangan) dan Financial statement (Laporan Keuangan) dan annual report (laporan tahunan).

Financial Statement

Untuk mereka yang memiliki kepentingan terkait perkembangan perusahaan, mereka harus memahami kondisi keuangan yang ingin dikembangkannya tersebut. Untuk hal ini, kondisi kesehatan finansial perusahaan akan tercermin dalam laporan keuangannya. Financial statement atau laporan keuangan adalah hasil dari akuntansi perusahaan.

Pengertian Financial Statement

Laporan keuangan atau financial statement adalah suatu ringkasan dari berbagai proses akuntansi selama tahun buku terkait yang dimanfaatkan untuk alat komunikasi antar data keuangan atau kegiatan suatu perusahaan dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan data atau kegiatan laporan perusahaan yang bersangkutan.

Laporan keuangan, khususnya untuk perusahaan yang sudah IPO (Initial Public Offering), setelah dilakukan audit, maka selanjutnya akan disuguhkan pada masyarakat luas dan para investor, jadi tidak hanya untuk pihak internal perusahaan saja. Laporan keuangan hanyalah suatu media yang baik untuk menyampaikan suatu informasi perusahaan.

Baca juga: 8 Bidang Dalam Ilmu Akuntansi: Kegunaan dan Cara Kerjanya

Jenis-Jenis Financial Statement

Terdapat lima jenis financial statement yang harus Anda ketahui, yaitu laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan laporan laba rugi komprehensif lainnya, laporan arus kas, laporan perubahan nilai ekuitas, serta catatan laporan keuangan

Tujuan Financial Statement

Berdasarkan Standar Akuntansi keuangan yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, tujuan dari dibuatnya laporan keuangan adalah untuk menyuguhkan informasi yang transparan terkait posisi finansial, performa dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang memiliki manfaat untuk sebagian besar orang yang berkepentingan dalam mengambil keputusan.

Laporan keuangan yang disusun dalam hal ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagai pengguna. Walaupun demikian, laporan keuangan tidak mampu menyediakan seluruh informasi yang mungkin diperlukan penggunanya dalam mengambil kebijakan ekonomi secara umum dalam menilai pengaruh keuangan yang terjadi di masa lalu, dan juga tidak diharuskan untuk menyediakan informasi lain selain keuangan.

Laporan keuangan juga akan menampilkan apa yang telah dikerjakan pihak manajemen atau pertanggungjawaban pihak manajemen atas sumber daya yang sudah diamanahkan kepadanya. Pengguna yang ingin mengetahui apa yang sudah dikerjakan atau dipertanggungjawabkan pihak manajemen akan melakukan berbagai hal agar mereka bisa membuat kebijakan ekonomi yang tepat.

Kebijakan tersebut seperti kebijakan dalam menahan ataupun menjual investasi mereka pada perusahaan atau keputusan lain dalam mengangkat atau mengganti manajemen yang sudah ada.

Keterbatasan Laporan Keuangan

Suatu laporan finansial memiliki sifat yang sementara dan bukanlah suatu laporan yang final. Untuk itu, jumlah dan beberapa hal yang dilaporkan dalam suatu laporan keuangan tidak menggambarkan nilai likuiditas ataupun realisasi yang mana dalam proses pembuatannya terdapat berbagai opini individu yang sudah dilakukan oleh akuntan atau manajemen yang bersangkutan.

Berbagai angka yang tertulis dalam laporan keuangan pun hanyalah nilai buku yang belum tentu sama dengan harga pasar saat ini atau nilai penggantinya.

Bagi para investor, laporan keuangan sangatlah membantu. Walaupun masih membutuhkan berbagai perkiraan karena data yang disuguhkan oleh akuntan hanya berdasarkan histori saja, bukan atas dasar nilai riilnya.

Sehingga, tidak jarang timbul kesenjangan yang cukup besar antara hak dan kekayaan para pemegang saham berupa aktiva bersih perusahaan yang dituliskan dalam suatu harga pokok histori dengan harga yang tercantum di bursa.

Selain itu, laporan keuangan pun memiliki sifat konservatif dalam menghadapi suatu perkiraan, berbagai peristiwa yang tidak menguntungkan akan segera diperhitungkan nilai kerugiannya. Seluruh harta, pendapatan bersih, dan harta kekayaan akan selalu dihitung dengan menggunakan nilai terendah.

Selain itu, laporan keuangan juga lebih bersifat umum dan bukan untuk memenuhi setiap kebutuhan penggunanya.

Baca juga: Audit Internal: Pengertian dan Cara Membangun Internal Audit Andal

Pengguna Financial Statement

Beberapa pihak yang sangat membutuhkan laporan keuangan antara lain adalah investor, karyawan, pihak pemberi pinjaman, supplier dan kreditor, pelanggan, pemerintah, dan masyarakat luas.

Financial Report

Pengertian Financial Report

Financial report adalah laporan keuangan yang sudah ditambah dengan berbagai informasi lain yang berkaitan, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan informasi yang disuguhkan oleh sistem akuntansi keuangan.

Financial reporting dibuat untuk keperluan internal perusahaan saja. Pelaporan keuangan yang ada di dalamnya meliputi seluruh komponen yang berhubungan dengan penyediaan dan penyampaian informasi keuangan. Beberapa komponen yang terkait adalah lembaga yang terlibat dan peraturan yang saat itu sedang berlaku.

Jenis Financial Report

Karena financial report lebih bersifat fleksibel, maka di dalam financial report tidak terdapat jenis-jenis tertentu. Hanya saja, financial reporting biasanya berisi beberapa hal seperti profil perusahaan, ikhtisar saham, pembahasan hasil performa keuangan, dan laporan keuangan konsolidasi.

Pada umumnya, financial report bisa di temukan di dalam annual report, untuk itu tidak heran jika financial report sering disebut sebagai annual report.

Proses seperti ini juga bisa berupa proses penyampaian laporan keuangan pada publik, laporan rencana keuangan di masa depan, laporan dampak lingkungan alam dan sosial, informasi lain tentang entitas, informasi yang disebarkan oleh manajemen secara sengaja, informasi prospek perusahaan dll.

Tujuan Financial Report

Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) menjelaskan bahwa pelaporan keuangan lebih menyediakan informasi penting untuk para investor, kreditor dan pengguna potensial lainnya untuk membantu proses pengambilan kebijakan yang cukup rasional atas investasi, kredit, dan keputusan lainnya.

Menyediakan informasi penting untuk para investor, kreditor, dan pengguna potensial lain dalam yang membantu mereka dalam menilai waktu, jumlah, dan perkiraan prospek penerimaan kas serta dividen ataupun bunga dan pendapatan dari penjualan, penebusan, atau jatuh tempo sekuritas ataupun pinjaman

Financial report juga berguna untuk memberikan informasi terkait sumber daya ekonomi, suatu klaim atas sumber daya dan perubahannya.

Berbagai rumusan tujuan pelaporan yang sudah dijelaskan di atas berkaitan dengan beberapa aspek, seperti informasi yang berguna untuk keputusan investasi dan kredit, informasi untuk menilai prospek arus kas, informasi terkait alokasi sumber daya ekonomi, klaim serta perubahannya.

Financial report ini harus disajikan dengan kinerja dan pendapatan dari satu kesatuan usaha. Jadi, pelaporan harus bisa menyuguhkan informasi terkait performa keuangan perusahaan selama suatu periode tertentu.

Pelaporan keuangan tersebut penting untuk menilai kekuatan pendapatan dengan komponen yang ada di dalamnya secara menyeluruh, karena para pengguna sangat berkepentingan atas prospek penerimaan kas bersih yang berasal dari perusahaan.

Pelaporan keuangan juga harus menyuguhkan informasi tentang bagaimana manajemen perusahaan mempertanggungjawabkan performanya pada stakeholders terkait pengelolaan sumber daya ekonomi yang sebelumnya sudah dipercayakan pada pihak manajemen.

Baca juga: Mengetahui Tugas Rutin dalam Akuntansi untuk Bisnis Kecil

Annual Report

Annual report (laporan tahunan) adalah laporan yang di dalamnya membahas perkembangan dan juga pencapaian yang sudah di dapat oleh perusahaan dalam kurun waktu satu tahun. Jenis laporan ini akan merangkum seluruh laporan keuangan dan beragam prestasi lain yang berhasil dicapai oleh perusahaan dalam kurun waktu satu tahun kebelakang.

Seluruh data yang disajikan harus sangat akurat agar pembuatan laporan tahunan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik.

Fungsi dari disusunnya annual report ini pun cukup banyak. Pertama, yaitu sebagai informasi terkait apa yang sudah diraih perusahaan dalam kurun waktu satu tahun. Kedua, yaitu sebagai suatu media pemasaran yang kreatif dengan mengintegrasikan desain dan tulisan.

Ketiga, untuk meningkatkan daya tarik perusahaan di mata pelanggan. Keempat, untuk menyajikan informasi terkait neraca laba rugi perusahaan. Terakhir, untuk menjelaskan deskripsi pekerjaan dan fungsi masing-masing bidang kerjanya pada perusahaan tersebut.

Dalam proses pembuatannya, menyusun laporan pun bukanlah sesuatu pekerjaan yang bisa dikerjakan dengan mudah. Diperlukan berbagai proses yang panjang dan penuh kesabaran. Beberapa hal lain yang harus diperhatikan adalah laporan yang dilaporkan pada publik harus yang berkaitan dengan prestasi yang sudah diraih oleh perusahaan. Lalu, hasil penyusunan laporan harus diarahkan pada analis keuangan, karyawan, pemerintah, calon investor, hingga media massa.

Kemudian, sejumlah poin yang harus disampaikan pada publik harus ditentukan secara jelas. Selanjutnya, buatlah berbagai ulasan yang dilengkapi dengan grafik dan foto yang dibalut dengan desain menarik. Jika sudah, maka kelompokkanlah laporan tahunan ini kedalam beberapa bagian.

Terakhir, Anda bisa menyertakan komentar manajer utama perusahaan untuk menggambarkan bahwa manajemen perusahaan mempunyai komitmen yang sangat tinggi dalam memenuhi visi dan misi perusahaan.

Tapi, terlepas dari perbedaan financial statement, financial report dan annual report. Laporan keuangan tetaplah harus disajikan secara akurat dan tepat agar seluruh hasil laporan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik. Agar lebih memudahkan Anda dalam membuat laporan keuangan tersebut, Anda bisa menggunakan  software akuntansi dari Accurate Online.

Dengan Accurate Online, Anda bisa mengatur biaya produk, mengontrol stok barang, dan memantau laporan keuangan bisnis Anda secara mudah dan real time. Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1