Revaluasi Aset Tetap: Pengertian dan Manfaatnya

Aset tetap merupakan salah satu bagian terpenting dalam menjalankan bisnis yang berperan sebagai penyedia produk atau jasa yang Anda jual. Karena aset tetap dalam bisnis memiliki nilai yang tinggi, maka Anda harus memeliharanya secara baik dan benar. Dalam hal ini, tentunya manajemen aset tetap sangat penting peranannya dalam mengatur aset tetap agar selalu mampu memberikan kontribusi yang baik untuk bisnis Anda.

Tapi, bagaimana jika Anda berada pada satu kondisi dimana Anda harus menjual aset tetap? Baik itu karena umur aset tetap yang telah habis, atau aset tetap tersebut mengalami kerusakaan yang tidak pernah diduga sebelumnya. Salah satu tips manajemen aset tetap yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan revaluasi. Berikut ini kami berikan pengertian revaluasi aset tetap, lengkap dengan manfaatnya.

Pengertian Revaluasi Aset Tetap

Revaluasi merupakan suatu bentuk penyusuaian yang diciptakan agar nilai aset tetap Anda bisa sesuai dengan nilai wajar atau nilai pasar yang saat ini berlaku. Saat pertama kali Anda membeli suatu aset tetap, pencatatan nilai aset tetap Anda tentunya akan selalu seusai dengan harga perolehannya. Namun, aset tetap tersebut tentunya akan berubah dari waktu ke waktu jika ditinjau dari nilai pasar.

Degan melakukan revaluasi, maka nilai aset tetap Anda akan diperbarui sesuai dengan nilai pasar aset tetap yang sedang berlaku. Pihak manajer hanya harus memutuskan apakah nilai aset tetapnya ingin dicatat sesuai dengan hasil revaluasi ataupun tetap pada historical cost yang sesuai dengan harga perolehan awal.

Model revaluasi akan memungkinkan nilai aset tetap Anda meningkat ataupun menurun. Tapi jika dinilai dari segi cost model, maka revaluasi hanya memungkinkan saat nilai aset tetap Anda menurun, dan selanjutnya akan diinput pada penyesuaian dalam akun impairment losses

Peraturan Tentang Revaluasi Aset Tetap

Revaluasi aset adalah suatu tindakan yang sangat penting. Oleh karena itu, pihak pemerintah juga turut mengatur tentang revaluasi aset pelalui peraturannya. Dasar hukum revaluasi aset ini terdapat dalam pasal 19 ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2008.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa Menteri Keuangan memiliki wewenang dalam hal menetapkan peraturan terkait suatu penilaian aset dan faktor penyesuainnya bila terdapat ketidaksesuaian antar berbagai unsur biaya dengan penghasilan akibat adanya perkembangan harga.

Baca juga: Pengertian Sistem Pembukuan Single Entry dan Double Entry

Aset Apa Saja yang Dapat Direvaluasi?

Perlu digaris bawahi bahwa tidak semua aset suatu perusahaan bisa direvaluasi. Aset yang bisa direvaluasi merupakan aset tetap berwujud yang ada di Indonesia. Aset tersebut juga harus dimiliki dan digunakan agar bisa mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang didalamnya merupakan objek pajak, seperti aset properti.

Properti seperti bangunan adalah salah satu aset tetap berwujud yang keberadaannya jelas berada di wilayah tertentu di Indonesia. Sehingga, revaluasi aset bisa dilakukan berdasarkan nilai pasar ataupun nilai wajar properti tersebut.

Penilaian kembali aset tetap perusahaan juga harus dilakukan berdasarkan nilai pasar ataupun nilai wajar yang sedang berlaku saat penilaian kembali dilakukan. Penilaian ini hanya bisa dilakukan oleh perusahaan jasa ahli penilai yang sudah diakui ataupun sudah mengantongi izin dari pemerintah.

Penilaian kembali aset ini disarankan untuk dilakukan secara teratur agar nilai aset yang tertulis tidak berbeda jauh dengan nilai pasar yang sedang berlaku.

Jika aset yang dimiliki adalah jenis aset yang nilainya tidak cepat berubah secara signifikan, maka penilaian kembali aset tetap ini bisa dilakukan tiga hingga lima tahun sekali. Tapi, jika aset tersebut adalah aset yang terus mengalami perubahan harga secara signifikan, maka disarankan untuk melakukan penilaian kembali aset setiap tahun.

Manfaat Revaluasi Aset

Terdapat banyak sekali manfaat yang dirasakan perusahaan dalam melakukan revaluasi aset, yaitu:

  • Menunjukan Posisi Kekayaan yang Wajar

Sebelumnya kita telah bahas bersama bahwa tujuan utama dari revaluasi aset adalah demi memberikan nilai sebenarnya pada aset perusahaan. Sehingga, nilai aset yang tercatat dalam laporan keuangan akan menggambarkan nilai yang wajar.

Revaluasi aset juga akan sangat penting untuk perusahaan yang sudah Initial Public Offering (IPO), karena pihak perusahaan bisa memanfaatkannya untuk menyusun nilai aset pada harga yang cenderung lebih realisitis.

  • Mengontrol Modal

Revaluasi aset tetap juga bermanfaat untuk menurunkan debt to equity ratio perusahaan. Sehingga, apabila perusahaan ingin meminjam utang dari bank, maka pihak bank bisa memberikan pinjaman utang dengan mudah. Hal ini dikarenakan jumlah modal perusahaan mengalami peningakatan, sehingga capital adequacy ratio juga turut meningkat. Sehingga, pihak bank bisa memberikan pinjaman ke perusahaan dan nasabah lainnya.

Dalam hal ini, artinya pihak bank juga akan mendapatkan keuntungan yang akan diperoleh perusahaan. Untuk itu, revaluasi aset juga sangat bermanfaat untuk mengontrol permodalan perusahaan Anda.

  • Menarik Minat Investor

Manfaat lain dari revaluasi aset yang akan dirasakan perusahaan adalah meningkatnya  performa finansial perusahaan. Sehinga, hal ini bisa manfaatkan untuk menarik para investor. Anda bisa memulainya dengan cara menerbitkan obligasi atau penawaran surat saham perusahaan.

Dengan melakukan perhitungan berdasarkan debt to assets ratio dan debt to equity ratio perusahaan, maka pihak kreditur akan memberikan kepercayaannya untuk turut menanamkan modalnya pada perusahaan Anda.

  • Mengurangi Kewajiban Perpajakan

Seiring berjalannya waktu, nilai aset perusahaan yang sebelumnya rendah tentu akan terus meningkat. Ketika nilai aset tersebut meningkat, maka akan memengaruhi biaya penyusutan perusahaan. Karena biaya penyusutan akan meningkat dan akan berdampak pada laporan keuangan. Sehingga, laba yang dihasilkan akan menurun sehingga beban kewajiban pajak yang berlaku pada tahun tersebut juga akan turut menurun.

  • Membantu Perusahaan yang bernecana Melakukan Merger

Revaluasi aset ini juga akan membantu pihak perusahaan yang ingin atau hendak melakukan merger dengan perusahaan lain. Karena, perusahaan yang berencana ingin merger tentunya harus melakukan penilaian kembali pada tiap aset tetapnya. Sehingga, nilai aset yang sesungguhnya akan benar-benar diketahui.

Selain beberapa poin di atas, Anda juga harus paham bahwa kegiatan revaluasi aset ini adalah kegiatan yang sulit untuk dilakukan, biaya yang harus Anda keluarkan pun besar karena Anda harus membayar jasa penilai. Tapi, jika Anda bisa mengelola bisnis Anda dengan baik dan benar, maka performa finansial perusahaan dan nilai perusahaan Anda juga tentunya akan meningkat secara otomatis.

Baca juga: Pengertian Chart of Account dalam Klasifikasi Sistem Kode Akun Akuntansi

Fungsi Revaluasi Aset

Fungsi kegiatan revaluasi aset adalah sebagai berikut:

  • Untuk menyiapkan penjualan aset tetap pada pihak lain.
  • Untuk melakukan negosiasi pada nilai wajar aset tetap sebelum perusahaan diakuisisi atau di merger dengan perusahaan lain.
  • Untuk bisa memperbarui nilai pasar dari aset tetap yang terus meningkat sejak pembelian awalnya.
  • Untuk memastikan agar perusahaan mempunyai dana yang cukup untuk mengganti aset tetap di akhir usia ekonomisnya.

Pencatatan Revaluasi

Saat revaluasi aset mampu menunjukkan angka yang cukup positif, dimana nilai dari buku aset tetep terapresiasi karena penyesuaian terhadap nilai yang berlaku di pasar, maka tingkat kenaikan nilai tersebut tidak bisa dicatat dalam laporan laba rugi. Kenaikan tersebut harus dicatat sebagai kredit pada akun khusus dalam laporan ekuitas yang bernama Revaluation Surplus.

Di dalamnya akan terdapat berbagai kenaikan tiap aset tetap karena revaluasi hingga aset tetap tersebut siap dijual, disumbangkan, ataupun dibuang.

Tapi, jika ada penurunan nilai aset tetap, maka nilai penurunan tersebut harus didebit dalam akun Revaluation Surplus. Namun, jika nilai penurunannya ternyata jauh melebihi nilai surplus, maka harus ditulis dalam akun impairment loss.

Selanjutnya, nilai aset tetap yang sudah direvaluasi tersebut akan menjadi nilai dasar yang baru untuk didepresiasi. Tindakan depresiasi ini harus terus dilakukan pada aset tetap dengan nilai buku yang baru, pada umur ekonomis yang sebelumnya masih tersisa.

Baca juga: Mengenal Fungsi Akuntansi Secara Mendalam

Kesimpulan

Degan melakukan revaluasi, maka nilai aset tetap Anda akan diperbarui sesuai dengan nilai pasar aset tetap yang sedang berlaku. Penilaian kembali aset ini disarankan untuk dilakukan secara teratur agar nilai aset yang tertulis tidak berbeda jauh dengan nilai pasar.

Tujuan utama dari revaluasi aset adalah demi memberikan nilai sebenarnya pada aset perusahaan. Selain itu, revaluasi aset juga akan sangat penting untuk perusahaan yang sudah Initial Public Offering karena pihak perusahaan bisa memanfaatkannya untuk menyusun nilai aset pada harga yang cenderung lebih realisitis.

Kegiatan melakukan manajemen aset seperti revaluasi aset dan mencatat sejumlah depresiasi pada tiap aset ini akan semakin mudah Anda lakukan jika menggunakan software akuntansi khusus dari Accurate Online. Karena Accurate Online akan membantu Anda dalam menghitung seluruh nilai penyusutan secara otomatis.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1