Sistem Akuntansi: Pengertian, Unsur, Contoh, dan Manfaatnya

Mengurusi masalah aliran keuangan dalam tingkat perusahaan bukanlah perkara mudah dan simple. Semuanya harus dilakukan dalam sistem akuntansi agar aliran keuangan bisa dilihat dan diperhatikan dengan lebih jelas dan terperinci. Sistem ini mungkin sudah dikenal dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui aplikasi langsung.

Akuntansi sendiri dapat diartikan sebagai sebuah disiplin ilmu mengenai menjabarkan dan mengukur informasi terkait dengan keuangan. Di perusahaan, manajemen keuangan dilakukan melalui akuntansi untuk memperhatikan kondisi bisnis perusahaan. Akuntansi juga bisa memberikan perkiraan yang jelas tentang kemungkinan kondisi keuangan ke depannya.

Pengertian Sistem Akuntansi

Sebuah sistem yang berkaitan dengan akuntansi sendiri dapat diartikan berbeda oleh berbagai ahli. Ini menunjukkan betapa luasnya konsepsi dari akuntansi sendiri sehingga terus diperhatikan oleh para ahli dari dalam negeri ataupun luar negeri. Beberapa ahli yang mendefinisikan pengertian sistem ini diantaranya ialah:

  • Warren, Reeve, Fees. Ketiga ahli ekonomi ini mendefinisikan sistem ini sebagai metode yang dilakukan dengan prosedur dengan mengumpulkan, klarifikasi, ikhtisar, dan melaporkan. Kegiatan tersebut dilakukan mencakup informasi kegiatan bisnis secara operasional ataupun bagaimana kondisi keuangan sebuah perusahaan.
  • Baridwan. Baridwan mengartikan sistem berdasar akuntansi ini sebagai seperangkat formulir, laporan, ataupun catatan. Semua bentuk perangkat tersebut akan dikoordinasikan secara tepat dengan berbagai elemen perusahaan yang ada sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi. Informasi ini nantinya akan dibutuhkan untuk melakukan manajemen perusahaan.
  • Niswonger dkk. Niswonger turut memberikan definisi sendiri mengenai sistem ini. Ia mengartikan sistem ini sebagai metode untuk menyediakan dan melaporkan informasi berkaitan dengan kegiatan operasi dan keuangan perusahaan. Pengertian ini tidak jauh berbeda dengan apa yang dijabarkan oleh Reeve, Warren dan Fees di atas.

Baca juga: Laporan Perubahan Modal : Pengertian, Rumus, Elemen, dan Contohnya

Unsur-Unsur Sistem Akuntansi

Sistem keuangan akuntansi ini sangat diperlukan perusahaan sehingga harus dibuat dengan teratur dan sebaik mungkin. Hal ini dilakukan agar informasi yang terdapat di dalamnya bersifat akurat, tepat dan bisa dipercaya untuk meminimalisir kesalahan informasi.  Ada beberapa unsur yang harus terdapat di dalam sistem ini diantaranya ialah:

1. Formulir

Unsur pertama dalam sistem ini adalah keberadaan formulir sebagai dokumen yang biasa dipakai untuk pencatatan berbagai transaksi perusahaan. Formulir sendiri berisi data transaksi dimana data tersebut menjadi dasar dalam pencatatan yang dilakukan.

2. Jurnal

Jurnal adalah unsur dari sistem ini yang biasanya berupa data pengelompokan, pencatatan transaksi sejenis, serta ringkasan dari formulir yang ada. Data yang didapatkan kemudian akan diunggah dalam buku besar untuk arsip lebih lanjut. Jenis dari jurnal yang biasa digunakan oleh perusahaan adalah jurnal pembelian, penjualan, penerimaan, pembelian, dan penjualan.

3. Buku Besar

Setelah melakukan pencatatan dalam jurnal, selanjutnya keuangan akan diringkas lagi di dalam buku besar. Buku besar ini berisi kumpulan rekening dari beberapa jurnal agar lebih mudah untuk diarsipkan. Rekening dari buku besar bisa juga menjadi penggolongan data keuangan agar mempermudah penyusunan laporan keuangan.

4. Buku Pembantu

Keberadaan buku pembantu di dalamnya berisi rekening-rekening pembantu yang terdapat di dalam rekening tertentu di buku besar. Buku pembantu dan buku besar ini adalah dua hal yang sudah merupakan catatan akhir sehingga tidak ada lagi pencatatan selanjutnya. Dengan kata lain, kedua buku ini tidak bisa diringkas dan dilakukan penyajian dalam bentuk lain lagi.

5. Laporan

Hasil akhir dari keseluruhan proses akuntansi yang sudah dilakukan akan disajikan dalam bentuk laporan akhir ini. Laporan ini bisa berupa berbagai jenis bergantung dengan isinya seperti misalnya laporan perubahan modal, laporan laba rugi, dan laporan harga pokok penjualan. Di laporan ini juga tersedia daftar utang yang dimiliki perusahaan beserta saldo persediaannya.

Baca juga: 5 Cara Untuk Mengetahui Kesalahan Akuntansi dalam Bisnis Anda

Contoh Sistem Akuntansi

Sistem ini memiliki berbagai jenis contoh yang biasa dilakukan bergantung dengan kebutuhan perusahaan. Biasanya sistem ini diterapkan dalam bidang yang berbeda-beda karena kompleksnya cakupan sebuah perusahaan. Berikut ini adalah beberapa contoh dari sistem ini yang bisa disajikan:

Sistem Akuntansi untuk Manufaktur

Industri manufaktur membuat dan merakit produk, sehingga sistem akuntansi mereka harus memiliki informasi tentang persediaan, jam kerja, biaya overhead dan komisi penjualan.

Manufaktur dapat memiliki tiga jenis inventaris: bahan baku, produk dalam produksi, dan produk jadi. manufaktur juga perlu tahu berapa jam kerja yang digunakan untuk membuat setiap produk.

Sistem penggajian perlu melacak setidaknya tiga jenis personil: tenaga kerja manufaktur per jam, staf administrasi dengan gaji, dan tenaga penjualan yang dibayar berdasarkan komisi. Biaya overhead harus dialokasikan ke biaya manufaktur untuk menentukan biaya individu untuk membuat setiap produk.

Sistem Akuntansi untuk Pengecer atau Ritel

Bisnis ritel terdiri dari pembelian dan penjualan produk. Sistem akuntansi ritel berisi laporan rinci inventori. Perincian ini harus mencakup tingkat inventori, tingkat turnover tahunan, laba setiap produk, dan poin pemesanan ulang.

Karena sebagian besar pengecer membeli banyak produk yang berbeda, sistem akuntansi mereka membutuhkan informasi yang luas tentang status hutang dagang, waktu pengiriman dan diskon yang tersedia.

Retailer menjual barang jadi, sehingga mereka membutuhkan laporan tentang rekening bank mereka dan waktu pemrosesan kartu kredit dan biaya. Peralatan point-of-sale harus terhubung langsung ke software akuntansi untuk laporan real-time.

Baca juga: Petty Cash Adalah Hal Penting dalam Pembukuan. Mari Pelajari Lebih Dalam

Sistem Akuntansi untuk Distributor

Sistem akuntansi untuk distributor mirip dengan yang untuk pengecer, tetapi distributor biasanya menjual berdasarkan persyaratan kredit kepada pelanggan mereka, sehingga mereka membutuhkan laporan yang lebih besar tentang piutang dagang mereka.

Kemungkinan besar, beberapa orang di kantor membutuhkan akses ke laporan piutang sehingga mereka dapat menghubungi pelanggan dan menindaklanjuti pembayaran yang terlambat.

Seperti pengecer, distributor memerlukan informasi terperinci tentang inventaris mereka: biaya setiap barang, penjualan per produk, dan keuntungan masing-masing produk.

Sistem Akuntansi untuk Konstruksi

Kontraktor memiliki kebutuhan yang berbeda dari sistem akuntansi lainnya. Mereka membutuhkan kemampuan untuk melacak biaya dan kemajuan proyek pembangunan mereka.

Sistem akuntansi untuk kontraktor harus melaporkan biaya material dari produk yang masuk ke setiap proyek, berapa banyak jam kerja yang dikonsumsi dan berapa persentase penyelesaian proyek.

Kontraktor biasanya membiayai biaya proyek mereka dengan jalur kredit bank. Jadi, kewajiban mereka harus memiliki informasi tentang jumlah yang ditarik pada garis kredit dan tanggal jatuh tempo pinjaman.

Sistem Akuntansi untuk Organisasi Nirlaba

Organisasi nirlaba perlu melacak donatur mereka untuk mengidentifikasi siapa yang memberi mereka uang. Suatu organisasi nirlaba berkewajiban untuk mengirim laporan sumbangan mereka pada akhir tahun kepada para donatur untuk digunakan dengan pengajuan pajak.

Sistem akuntansi untuk organisasi nirlaba harus dapat menghasilkan laporan pendapatan dan pengeluaran untuk presentasi kepada dewan direksi, donatur utama dan pemerintah. Manajer nirlaba membutuhkan laporan yang melacak kontribusi ke program individual versus jumlah yang dianggarkan.

Baca juga: Tips Memilih Aplikasi Pembukuan yang Tepat Untuk Bisnis Kecil

sistem akuntansi 2

Fungsi Utama Sistem Akuntansi

Sistem akuntansi dalam sebuah perusahaan memiliki fungsi yang sangat besar terutama dalam hal pencatatan dan pengawasan. Ada beberapa fungsi dari sistem ini yang mungkin belum banyak disadari. Beberapa hal tersebut diantaranya ialah:

1. Mengumpulkan dan Menyimpan Data

Akuntansi sebagai sebuah sistem pencatatan biasanya memiliki uraian lengkap mengenai kegiatan dan transaksi yang dilakukan perusahaan secara detail. Jika tidak ada akuntansi, maka kemungkinan sebuah kegiatan akan terlupakan menjadi sangat besar sehingga lupa untuk diperhatikan. Sistem akuntansi bisa menghimpun semua catatan bisnis dalam bentuk yang lebih efisien.

2. Menyediakan Informasi Berguna

Selain berfungsi untuk mengumpulkan dan menyimpan, sistem yang dilakukan akuntansi ini bisa menjadi sarana penyedia informasi. Dalam sistem manual misalnya, berbagai catatan perusahaan akan disajikan dalam bentuk laporan yang mudah untuk dicerna. Hal ini akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan guna melakukan kegiatan manajemen yang baik dan sesuai.

3. Menyediakan Pengendalian Internal

Salah satu fungsi penting manajemen adalah untuk melakukan pengendalian internal agar bisa sesuai dengan tujuan perusahaan. Nah dari sistem yang dilakukan dalam akuntansinya ini bisa memberikan informasi yang terpercaya mengenai kondisi perusahaan. Hal ini tentu mempermudah pengecekan terhadap segala aktivitas yang dilakukan kemudian mengendalikannya.

Baca juga: Mengetahui Akuntansi Perpajakan Secara Lengkap dan Mendalam

4. Mendukung Fungsi Kepengurusan

Berbagai posisi di perusahaan memiliki tanggung jawab tertentu berdasarkan job desk masing-masing. Keberadaan pencatatan dengan akuntansi ini bisa memberikan informasi mengenai pemakaian sumber daya perusahaan dan ketersediaannya. Dari informasi ini, pihak manajemen bisa melakukan evaluasi kinerja dari berbagai laporan akuntansi yang diberikan.

5. Mendukung Kegiatan Operasi

Sistem informasi yang disediakan melalui kegiatan akuntansi bisa menyediakan bagian mana yang harus dilakukan pengecekan ulang dan perbaikan. Jadi misalnya ada kesalahan dan keanehan dari sebuah sistem yang tidak efektif, maka kegiatan operasi perusahaan bisa diperbaiki. Ini tentunya akan mendukung kegiatan operasi supaya bisa berjalan dengan efisien.

Dari penjelasan di atas dapat didapatkan beberapa poin penting mengenai sistem akuntansi. Sistem ini memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan sehingga perlu mendapat perhatian lebih.

Download Ebook Panduan dan Template Pembukuan Sederhana dengan Excel untuk Bisnis Kecil

Kesimpulan

Sistem akuntansi datang dalam berbagai bentuk yang dimodifikasi untuk kebutuhan industri yang berbeda. Sementara tujuan utama dari sistem akuntansi adalah untuk melacak pendapatan dan pengeluaran, ada banyak cara berbeda untuk melakukan itu.

Manajer bisnis harus melangkah mundur dan mengidentifikasi kebutuhan mereka saat mempertimbangkan program akuntansi untuk perusahaan mereka. Manajer perlu laporan internal yang dimodifikasi untuk keperluan pengambilan keputusan, laporan keuangan untuk presentasi kepada investor dan kreditor, dan data yang akurat untuk pengembalian pajak.

Untuk proses pengelolaan sistem akuntansi yang lebih baik, gunakanlah software akuntansi yang sudah terbukti dan teruji dalam membantu pengelolaan keuangan bisnis banyak perusahaan seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah dikembangkan sejak 20 tahun lalu dan digunakan oleh lebih dari 300 ribu pengguna di Indonesia.

Accurate Online juga memiliki fitur yang cocok untuk setiap jenis bisnis di Indonesia mulai dari UMKM sampai perusahaan manufaktur sederhana, bengkel sampai salon kecantikan dan masih banyak lagi.

Hanya dengan 200 ribu perbulan, Anda dapat dengan mudah memantau keuangan dan memastikan finansial perusahaan berjalan sesuai rencana kapanpun dan dimanapun Anda mau.

Tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate 200 ribu perbulan