Apa itu Segmentasi Audiens? Ini Pengertian, Manfaat, dan Jenisnya!

Segmentasi audiens adalah salah satu strategi marketing yang didalamnya memisahkan target audiens brand ke dalam beberapa bagian kecil. Sehingga, perusahaan bisa membuat aktivitas marketing yang jauh lebih sesuai dan menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan audiensnya.

Segmentasi audiens pun adalah bagian yang sangat penting dari analisis audiens dan membantu brand untuk bisa membuat konten yang lebih menarik untuk kelompok pelanggannya.

Nah, untuk mengetahui lebih dalam tentang segmentasi audiens, berikut ini kami sudah merangkum berbagai hal tentang segmentasi audiens khusus untuk Anda.

Apa itu Segmentasi Audiens?

Dilansir dari laman Send Pulse, segmentasi audiens adalah suatu proses memisahkan audiens menjadi beberapa kelompok atau grup. Masing-masing dari anggota grup tersebut mempunyai kesamaan antara yang satu dengan yang lainnya. Hal tersebut bisa dalam bentuk lokasi, jenis kelamin, sikap, ketertarikan, dan lain sebagainya.

Dengan melakukan segmentasi audiens, Anda akan terbantu dalam membuat iklan, penawaran, sampai membuat produk yang sesuai dengan target pelanggan.

Segmentasi audiens juga akan membuat Anda mengetahui bahwa setiap kelompok atau grup bisa memberikan respon yang berbeda pada perubahan dari sisi sikap, sosial, sampai pesan yang disampaikan oleh brand.

Sebelumnya, melakukan segmentasi audiens adalah hal yang kompleks. Tapi, hadirnya berbagai tools marketing, seperti SMM, SEM, dan juga channel lainnya akan bisa membantu Anda untuk melakukan segmentasi audiens secara lebih mudah.

Baca juga: Apa itu Teknik Cold Calling? Pelajari Teknik Penjualan Tersebut di Sini!

Kenapa Segmentasi Audiens itu Penting?

Mungkin saja manajemen perusahaan menolak usulan Anda untuk membuat segmentasi audiens karena tidak ingin kehilangan semua jenis pelanggan. Selain itu, penolakan tersebut juga mungkin didasari dengan alasan bahwa pihak perusahaan bisa membuat konten atau kampanye iklan yang menarik untuk semua audiens.

Tapi, hal tersebut malah akan membuat materi marketing yang membosankan dan juga umum. Sehingga, akan banyak orang yang tidak tertarik pada materi tersebut.

Nah, melakukan segmentasi audiens akan membuat kegiatan marketing Anda tidak medioker dan bisa lebih personal pada target audiens. Sehingga, berdasarkan laman Indeed, beberapa manfaat yang akan diperoleh perusahaan dari segmentasi audiens adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan terjadinya retensi dari pelanggan saat ini
  • Menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan audiens lama dan baru, sehingga loyalitas mereka bisa meningkat
  • Menciptakan mentalitas yang lebih memperdulikan pelanggan terlebih dahulu
  • Menjadi pembeda kegiatan marketing dari pesaing bisnis
  • Memperoleh sales lead baru
  • Meningkatkan conversion rate

Baca juga: Apa itu Affiliate Marketing? Ini Cara Kerjanya!

Jenis-Jenis Segmentasi Audiens

Berdasarkan laman Go Squared, terdapat beberapa jenis segmentasi yang banyak dilakukan oleh para marketer, yaitu:

1. Demographic

Jenis segmentasi yang satu ini akan membedakan audiens berdasarkan demografis pemasarannya. Nah, beberapa kriteria yang banyak digunakan adalah sebagai berikut:

  • Umur

Sangat penting sekali untuk melakukan segmentasi berdasarkan umur, karena preferensi setiap orang bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Mereka yang berasal dari kelompok umur berbeda mempunyai caranya sendiri dalam berkomunikasi dengan brand.

Untuk itu, melakukan riset dan juga mempertimbangkan perbedaan ini sangat penting sekali untuk dilakukan demi keberlangsungan kegiatan pemasaran Anda.

  • Jenis kelamin

Jenis kelamin atau gender menjadi segmentasi audiens berdasarkan demografis lainnya yang banyak digunakan. Pasalnya, setiap gender mempunyai kebutuhan, cara berpikir, dan keinginannya masing-masing.

Contohnya, pria dan wanita tentu mempunyai keinginan pada produk perawatan tubuhnya sendiri-sendiri.

  • Lokasi

Variabel segmentasi yang satu ini sangat penting karena audiens di setiap lokasi mempunyai bahasa, budaya, kondisi iklim, serta zona waktu yang berbeda-beda dengan konsumen di tempat lain. Untuk itu, sangat penting sekali untuk membuat pesan marketing yang sesuai dengan audiens lokal.

Contohnya Anda ingin menargetkan audiens yang berada di daerah Jogjakarta. Nah, menggunakan bahasa Jawa dalam pesan marketing sangat cocok sekali untuk digunakan pada mereka yang tinggal di daerah Jogjakarta

  • Pendapatan

Komponen terkenal lainnya yang banyak digunakan dalam segmentasi audiens adalah pendapatan. Berdasarkan pendapatan, maka Anda bisa mengetahui suatu produk atau layanan yang tepat untuk audiens.

Contohnya, Anda bekerja di luxury brand. Nah, akan lebih baik jika Anda mempromosikan produk Anda pada mereka yang mempunyai pendapatan lebih tinggi.

2. Behavioral

Segmentasi audiens behavioral merupakan segmentasi berdasarkan kebiasaan belanja pelanggan dan bagaimana mereka melakukan interaksi dengan brand Anda. Nah, beberapa kategori yang banyak digunakan adalah sebagai berikut:

  • Kebiasaan Membeli

Anda harus memerhatikan tantangan yang membuat calon pelanggan merasa sulit dalam membuat keputusan. Biasanya, mereka akan ragu membeli suatu produk karena tiga hal, yaitu menunggu penawaran terbaik, mencari bukti sosial, serta ingin melihat-lihat lebih dulu dan tidak tergesa-gesa dalam membeli barang.

Dirangkum dari laman Send Pulse, beberapa tips untuk menghadapinya adalah sebagai berikut:

  1. Untuk yang jenis pertama, Anda bisa menggunakan diskon hari libur untuk menarik minat audiens untuk membeli
  2. Untuk jenis yang kedua, Anda harus memperoleh feedback dari pelanggan yang puas pada produk atau layanan Anda
  3. Untuk jenis yang ketiga, akan lebih baik bila Anda tidak memerhatikannya. Pasalnya, mereka lebih cenderung tidak akan membeli produk apapun.
  • Manfaat

Dalam segmentasi ini, Anda harus memisahkan audiens berdasarkan manfaat yang sedang mereka cari. Sehingga, Anda bisa mendorong audiens untuk membeli produk atau layanan Anda dengan menekankan manfaat yang akan mereka peroleh.

  • Tingkat Engagement

Biasanya, beberapa audiens akan menghubungi brand Anda. Nah, Anda bisa melakukan survei agar bisa mencari tahu tentang kekurangan dari brand Anda.

Pelanggan lainnya yang menggunakan produk Anda atau layanan Anda mungkin ada yang tidak mengetahui semua fungsi dari produk Anda. Sehingga, Anda harus memberikan konten tentang cara menggunakan produk atau layanan Anda atau Anda bisa menjelaskan semua fitur yang akan berguna untuk mereka.

Di sisi lain, untuk pengguna yang sudah mengintegrasikan brand Anda di dalam kehidupannya, Anda bisa memberikan bonus atau suatu program loyalitas untuk mereka. Anda juga bisa memberikan ucapan selamat pada mereka ketika sedang berulang tahun.

3. Buyer’s Journey

Audiens yang berasal dari beragam tahapan buyer’s journey memerlukan strategi pemasarannya sendiri. Umumnya, tahapan dari buyer’s journey ini terdiri dari awareness, consideration, dan decision.

Biasanya, pelanggan yang berada di dalam tahapan awareness akan mencari solusi untuk masalah yang sedang dialaminya. Sedangkan untuk mereka yang berada di dalam tahapan decision telah mengetahui apa yang harus mereka beli dan telah siap dalam membuat keputusan.

Baca juga: Apa Itu Strategi Market Development? Bagaimana Cara Menerapkan Strateginya?

Penutup

Demikianlah informasi singkat dari kami tentang apa itu segmentasi audiens. Dengan melakukan segmentasi audiens, maka Anda akan lebih terbantu untuk membuat pesan yang lebih menarik pada audiens. Sehingga, hubungan Anda dengan audiens pun akan lebih baik dan mereka akan lebih loyal pada brand Anda.

Nah, Anda juga bisa menerapkan penggunaan sistem POS atau aplikasi kasir digital untuk bisa meningkatkan loyalitas pelanggan pada brand Anda. Aplikasi kasir yang harus Anda pertimbangkan adalah Accurate POS.

Selain mampu mempercepat kegiatan transaksi di meja kasir, Accurate POS pun telah dilengkapi dengan fitur bisnis lain yang akan membantu kegiatan marketing Anda. Salah satunya adalah fitur loyalitas pelanggan. Dengan fitur ini, Anda bisa membuat program membership dan memberikan penawaran menarik pada mereka.

Selain itu, karena sudah terintegrasi dengan ekosistem Accurate Online, aplikasi ini pun akan membantu Anda untuk mencatat setiap transaksi secara otomatis dan mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara akurat.

Penasaran dengan Accurate POS? Tenang, karena Anda bisa mencobanya lebih dulu melalui tautan gambar di bawah ini, Gratis!

ayunda tania

Seorang yang memiliki hobi penulisan dan jurnalistik dan sedang mendalami ilmu akuntansi dan bisnis agar bisa memberikan manfaat bagi para pebisnis di Indonesia.