Apa itu Teknik Cold Calling? Pelajari Teknik Penjualan Tersebut di Sini!

Seringkali cold calling dianggap sebagai suatu teknik penjualan yang dinilai kurang efektif. Sebagian besar orang lebih memilih melakukan penjualan melalui media sosial, email, live chat, dan juga iklan mesin pencarian.

Padahal, teknik cold calling ini masih dibutuhkan sampai saat ini. Saat objektif Anda adalah demi bisa memperoleh prospek sebanyak mungkin, maka Anda harus melakukan berbagai teknik sales. Walaupun memang teknis cold calling memakan lebih banyak biaya, namun teknik ini menjadi teknik penjualan paling cepat.

Dengan melakukan cold calling, Anda bisa secara langsung mengetahui prospek yang tertarik pada layanan jasa atau produk Anda.

Lantas, apa itu cold calling? Bagaimana cara efektif untuk bisa menerapkan teknik ini? Dapatkan jawabannya hanya dengan membaca artikel tentang teknik cold calling di bawah ini hingga selesai.

5 Hal yang Harus Dihindari Saat Melakukan Cold Calling

Dilansir dari laman Investopedia, beberapa kesalahan yang harus Anda hindari saat melakukan teknik cold calling adalah sebagai berikut:

1. Tidak Melakukan Riset Prospek

Sebelum Anda menghubungi prospek, cobalah untuk melakukan riset terkait prospek tersebut secara cepat melalui media sosial atau Google. Jika Anda tidak melakukan riset, maka Anda hanya akan membuang-buang waktu berharga Anda saja.

2. Lebih Banyak Bicara Daripada Mendengarkan

Saat Anda menghubungi prospek, maka Anda harus bisa mencari tahu apa yang mereka perlukan. Tanyakanlah alasan kenapa mereka memerlukan produk atau layanan jasa dari Anda.

3. Tidak Menyediakan Informasi yang Spesifik

Terdapat banyak sekali bisnis yang menghubungi prospek mereka dan menjelaskan manfaat dari brand mereka secara umum saja. Kenyataannya, bila mereka menjelaskan solusi yang ditawarkan pada prospek sesuai dengan industri atau bisnisnya, maka akan membuahkan hasil yang lebih efektif.

4. Membanggakan Layanan atau Produk Anda

Terlalu berlebihan saat menghubungi prospek tidak akan membuat mereka mau mengambil keputusan pada saat itu juga. Prospek Anda lebih ingin melihat suatu hal yang nyata, bukan hal yang terdengar hanya mimpi dan angan-angan saja.

5. Berasumsi Mengenai Apa yang Dibutuhkan Prospek

Bila prospek Anda ternyata sebelumnya tidak pernah mengirimkan inquiry, maka cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan bertanya langsung kepada mereka. Anda tidak boleh berasumsi sedikit pun tentang apa yang diperlukan oleh prospek Anda.

Baca juga: Apa itu Affiliate Marketing? Ini Cara Kerjanya!

Lalu, Bagaimana Cara Melakukan Cold Calling yang Efektif?

Perlu Anda ketahui bahwa cold calling adalah suatu teknik yang fleksibel, yang mana didalamnya banyak menerapkan berbagai teknik baru sesuai dengan perkembangan zaman. Jadi, teknik ini bukan hanya tentang cara menelepon prospek secara benar saja.

Nah, berikut ini adalah tips cara melakukan cold calling yang efektif.

1. Melakukan Riset dengan Menggunakan Media Sosial

Anda bisa memahami siapa saja prospek Anda dengan melakukan riset menggunakan akun media sosial mereka, seperti LinkedIn, Instagram, atau Twitter. Lihatlah postingan yang mereka bagikan di bagian profil, topik apakah yang biasanya mereka bahas, siapa saja yang mengikuti mereka, dan masih banyak lagi. Hal tersebut akan membantu Anda untuk mengubah cold calling menjadi warm call.

2. Lakukan Riset Tentang Industri Prospek

Selain melakukan riset tentang siapa saja prospek Anda, Anda juga harus mengetahui apa yang terjadi di dalam industri mereka. Hal ini sangat penting sekali untuk dilakukan, khususnya bila prospek Anda berasal dari berbagai industri.

Selain itu, hal tersebut juga akan membuat Anda terlihat lebih andal dan lebih berwawasan. Sehingga, kegiatan komunikasi akan berlangsung lebih menarik.

3. Personalisasi Komunikasi Anda Dengan Prospek

Kegiatan ini bukan hanya tentang menyebutkan nama mereka pada percakapan telepon Anda saja. Kegiatan ini juga tentang bagaimana Anda harus melakukan personalisasi pada percakapan itu sendiri. Sediakanlah informasi yang relevan dengan bisnis mereka. Cobalah untuk menawarkan solusi yang Anda rancang secara khusus agar bisa memenuhi kebutuhan mereka.

4. Gunakan Sistem CRM yang Efisien

Sistem CRM mampu membantu Anda dalam memaksimalkan strategi penjualan dan strategi marketing. Melalui sistem ini, Anda bisa mengumpulkan semua informasi lengkap tentang prospek dan membagikannya pada tim penjualan.

5. Jangan Tunda Waktu Menghubungi Prospek Potensial

Cobalah untuk membuat daftar prospek potensial dan prioritaskan mereka yang berkualitas agar bisa dihubungi lebih dulu. Usahakanlah untuk menghubungi prospek segera setelah mereka mengirimkan inquiry pada Anda. Semakin lama Anda menunda, maka akan semakin kecil juga kesempatan Anda untuk mengonversi mereka menjadi klien.

Baca juga: Apa Itu Strategi Market Development? Bagaimana Cara Menerapkan Strateginya?

Penutup

Walaupun saat ini cold calling banyak dianggap sebagai teknik penjualan yang kurang efektif, tapi masih bisa Anda gunakan sampai saat ini karena mampu meningkatkan penjualan secara cepat. Dengan adanya cold calling, Anda bisa mengetahui prospek yang benar-benar berminat pada layanan jasa atau produk Anda.

Namun, bila penjualan tersebut sudah terjadi, Anda harus mencatatnya dengan baik agar bisa dijadikan sebagai laporan keuangan yang akurat. Nah, Anda bisa lebih mudah melakukan hal tersebut dengan menggunakan aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Kenapa? Karena aplikasi yang telah dipercaya oleh ratusan ribu pebisnis di Indonesia ini mampu mencatat seluruh kegiatan transaksi secara otomatis dan mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan pada Anda.

Selain itu, aplikasi ini juga telah terintegrasi dengan fitur bisnis lainnya, sehingga Anda bisa lebih mudah dalam melakukan penjualan, mengelola persediaan barang di gudang, menyelesaikan administrasi perpajakan, dan masih banyak lagi.

Penasaran dengan Accurate Online? Klik tautan gambar di bawah ini untuk mencobanya lebih dulu selama 30 hari, Gratis!

cinthya

Seorang wanita lulusan ilmu marketing. Di Accurate Online, wanita ini akan membagikan berbagai hal yang sudah dipelajarinya tentang strategi dan tips marketing, digital marketing, serta berbagai hal yang berkaitan di dalamnya.