Apa itu Model Bisnis C2C? Ini Pengertian dan 4 Faktor Penting yang Memengaruhinya

oleh | Feb 15, 2023

source envato.

Apa itu Model Bisnis C2C? Ini Pengertian dan 4 Faktor Penting yang Memengaruhinya

Kehadiran internet yang terjadi saat ini membuat berbagai hal berkembang dengan baik, termasuk dalam sisi model bisnis. Nah, salah satu model bisnis yang muncul sejak kehadiran internet adalah customer to customer atau C2C.

Saat ini pun tampaknya sudah banyak para pebisnis yang menerapkan model bisnis ini, tapi tidak banyak yang menyadarinya.

Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam tentang model bisnis C2C, silahkan baca terus artikel tentang C2C di bawah ini hingga selesai agar Anda bisa menerapkannya ke dalam dunia bisnis.

Apa itu C2C?

accurate.id gambar bisnis C2C 1

Berdasarkan laman Investopedia, customer to customer atau C2C adalah suatu model bisnis yang mana para pelanggan atau customer bisa menjual produknya pada satu sama lain. Contoh sederhana dari model yang satu ini adalah e-commerce atau marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan marketplace yang lainnya.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa di dalam marketplace di atas, para pelanggan bisa menjual produk dagangannya pada pelanggan lain dengan bantuan marketplace. Nah, marketplace tersebut secara tidak langsung menjadi pihak ketiga dalam memberikan fasilitas transaksi antara pihak penjual dan pihak pembeli.

Contohnya, sebagai pelanggan Anda bisa mendaftarkan diri sebagai penjual di dalam salah satu marketplace, lalu Anda bisa menjual produk dagangan Anda pada pelanggan yang lainnya.

Jenis model bisnis yang satu ini terbilang nyaman karena antara pihak penjual dan pihak pembeli tidak lagi harus bertemu satu sama lain dalam melakukan transaksi.

Untuk di luar negeri, model bisnis C2C telah diterapkan oleh beberapa marketplace ternama, seperti eBay, Amazon, Alibaba, dan lain sebagainya.

Baca juga: Model Bisnis D2C: Pengertian, Keunggulan dan Kelemahannya

Kelebihan dan Kekurangan C2C

accurate.id gambar bisnis C2C 2

Untuk para pelanggan, C2C adalah model bisnis yang sangat mendukung mereka dalam memperoleh penghasilan. Namun terlepas dari hal tersebut, ternyata terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dari model bisnis yang satu ini, yaitu:

1. Kelebihan

Berdasarkan laman Business News Daily, salah satu kelebihan dari C2C adalah Anda tidak perlu membuka toko atau gerai fisik. Anda hanya perlu membuka toko online dan menunggu pembeli menghampiri produk Anda.

Dengan kondisi seperti ini, maka Anda tidak lagi harus mengeluarkan modal yang besar dalam membangun toko melalui peragam perlengkapan di dalamnya.

Selain itu, berdasarkan laman Market Business News, pelanggan juga nantinya bisa menekan biaya mereka untuk mendapatkan modal dan memperoleh keuntungan yang tinggi. Tentunya, hal tersebut bisa menjadi keuntungan yang tersendiri untuk Anda dalam menjual produk barang pada pelanggan lain.

2. Kekurangan

Walaupun keuntungan yang bisa Anda peroleh sangat besar, namun model bisnis yang satu ini tetap memiliki kekurangan. Karena produk ini dijual secara online, terkadang yang menjadi masalah besar adalah tentang metode pembayarannya.

Walaupun begitu, saat ini terdapat beberapa marketplace yang menyajikan metode pembayaran yang lengkap, sehingga akan mempermudah pelanggan dalam melakukan transaksi.

Selain itu, kualitas produk pun terkadang masih diragukan karena dijual secara online. Untuk itu, Anda harus lebih berhati-hati dan juga teliti ketika berbelanja secara online.

Namun terlepas dari hal tersebut, masih ada beberapa oknum yang memanfaatkan jenis bisnis ini dalam melakukan penipuan pada pelanggan lain. Contohnya, seperti penjual yang memasang foto produk dan ada pembeli yang percaya dan mentransfer uang, namun barang tersebut tidak kunjung dikirim pada pembeli tersebut.

Baca juga: Business to Government: Kelebihan, Kekurangan, dan Bedanya dengan Model Bisnis Lain

Faktor-Faktor yang Memengaruhi C2C

accurate.id gambar bisnis C2C 3

Jika kita perhatikan berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa model bisnis C2C adalah model bisnis yang memanfaatkan internet sebagai perangkat utamanya. Untuk Anda para pebisnis C2C, Anda harus mengetahui berbagai faktor yang membuat model bisnis ini berhasil, yaitu:

1. Kepercayaan

Karena bisnis ini diawali dari pelanggan ke pelanggan, maka pelanggan yang ingin membeli harus diberikan keyakinan terlebih dahulu bawah mereka membeli pada penjual yang tepat, bukan pada penipu.

Tingkat kepercayaan yang satu ini harus dibangun oleh pihak pemilik marketplace yang menerapkan model bisnis C2C.

Berdasarkan laman Indeed, salah satu cara yang tepat dalam meningkatkan kepercayaan pembeli pada penjual adalah selalu memberikan ulasan pelanggan pada produk yang akan dipasang.

Selain itu, penjual juga harus mengatakan pada pembeli bahwa uangnya akan dijamin kembali bila terjadi kesalahan dalam transaksi produk. Contohnya, seperti produk yang secara kebetulan habis dan uang harus dikembalikan atau mengganti produk bila terjadi kecacatan pada produk yang telah dikirim.

2. Metode Pembayaran

Faktor lainnya yang memberikan dampak pada keberhasilan bisnis C2C adalah metode pembayaran. Para pembeli ingin mengetahui pada siapa mereka harus melakukan pembayaran.

Untuk bisa mengatasi hal ini, maka Anda harus menyediakan metode pembayaran yang telah memiliki kredibilitas tinggi dengan cara menjaga keamanan data kartu kredit dari setiap pembeli.

3. Marketing

Sebagai model bisnis online, maka pebisnis C2C harus lebih pintar dalam melakukan pemasaran dengan memasang iklan.

Nah, dalam hal ini Anda bisa memanfaatkan layanan penyedia iklan, seperti Facebook Ads, Google Ads, Instagram Ads, dan lain sebagainya agar bisa membuat iklan yang mengarahkan pelanggan pada toko online Anda.

Hal tersebut juga dilakukan agar semakin banyak pengunjung yang ingin mengunjungi marketplace.

4. Media Sosial

Selain memanfaatkan iklan, media sosial pun menjadi faktor penting lainnya dalam kesuksesan bisnis C2C. Dengan adanya media sosial, maka Anda bisa membangun interaksi dengan sesama pelanggan lalu memberikan informasi terkait produk terkini dan terbaru Anda.

Selain itu, Anda juga bisa membagikan berbagai promo yang ada pada hari tertentu melalui media sosial agar bisa menggaet lebih banyak pengunjung ke marketplace.

Baca juga: E-Business Adalah: Pengertian, Jenis dan Bedanya E-commerce

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang model bisnis C2C dan berbagai hal di dalamnya. Secara umum, model bisnis customer to customer ini sangat menguntungkan, baik itu dari sisi pelanggan ataupun bagi pebisnis.

Nah, untuk Anda para pebisnis C2C, Anda harus selalu mencatat setiap kegiatan transaksi yang terjadi pada bisnis Anda agar Anda bisa memastikan tingkat keuntungan yang bisa Anda dapatkan. Tapi jika Anda kesulitan atau tidak memiliki waktu untuk mencatatnya, #lebihbaik Anda menggunakan Accurate Online saja.

Kenapa? Karena software akuntansi dan bisnis ini mampu mencatat seluruh kegiatan transaksi pada bisnis Anda secara otomatis dan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara akurat. Sehingga, Anda bisa lebih mudah dalam mengelola dan mengembangkan bisnis C2C Anda.

Penasaran dengan Accurate Online? Silahkan klik tautan gambar di bawah ini untuk mencobanya lebih dulu selama 30 hari, GRATIS!

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

9 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Natalia

Artikel Terkait