Apa itu Urban Farming? Kenapa Konsep ini Sangat Menguntungkan?

Saat ini, urban farming adalah salah satu peluang usaha kreatif yang bisa dilakukan oleh masyarakat perkotaan yang suka bercocok tanam. Bagi mereka, keterbatasan lahan  adalah kendala yang paling utama dalam menyalurkan hobi bercocok tanam tersebut. Oleh karena itu, lahirlah konsep urban farming

Nah, pada kesempatan kali ini mari kita mengenal lebih dalam tentang urban farming dan potensi bisnis yang melekat di dalamnya.

Apa itu Urban Farming?

Dilansir dari laman Wikipedia, urban farming adalah cara dalam melakukan cocok tanam di dalam wilayah perkotaan dengan cara menggunakan lahan ataupun tempat yang sempit dengan variasi teknik yang unik. Oleh karena itu, urban farming adalah salah satu peluang usaha yang unik untuk masyarakat kota yang ingin menjadi seorang pengusaha.

Selain uban farming, tentu masih banyak usaha lainnya yang bisa dilakukan oleh masyarakat yang ingin menjadi seorang pengusaha. Urban farming adalah satu dari sekian banyaknya ide usah kreatif yang saat ini bisa dijalankan dengan memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.

Baca juga: Ide Jualan Makanan Online Dijamin Cuan dan Tahan Lama

Kelebihan Urban Farming

  • Urban Farming Tidak Memerlukan Modal Besar

Urban farming tidak memerlukan modal yang sangat besar. Anda hanya harus memanfaatkan tempat yang ada dan juga biaya pembuatannya juga cenderung lebih kecil dengan memanfaatkan segala bahan yang murah dan juga mudah diperoleh.

  • Menambah Estetika

Kegiatan bercocok tanam tentu mampu menambah keindahan estetika pada tempat tersebut. Seperti lantai atas rumah yang kosong bisa berubah menjadi lebih hijau dan menarik untuk dilihat.

  • Ramah Lingkungan

Dengan menggunakan perabotan rumah tangga yang ada seperti ember, kaleng atau pipa plastik sebagai bentuk wadah dari urban farming, akan mampu membuat lingkungan ANDa menjadi lebih murah. Selain itu, tanaman urban farming juga akan cenderung mampu mengurangi polusi udara yang ada di sekitar.

  • Menghasilkan Produk yang Sehat

Produk dari hasil produksi urban farming sudah terbukti lebih sehat karena minim penggunaan berbagai bahan kimia. Hal tersebut dikarenakan media yang digunakan pun tergolong kecil dan jumlah tanaman tidak banyak.

Hal tersebut tentunya berbeda dengan bentuk perkebunan konvensional pada umumnya yang memang memiliki lahan luas, sehingga dalam pengelolaannya memerlukan beberapa bahan kimia. Untuk saat ini, masyarakat memang sangat jarang yang peduli dengan makanan sehat, sehingga konsep urban farming bisa dijadikan sebagai solusi tepat untuk mengatasi hal tersebut.

Hidroponik dalam konsep Urban Farming

Hidroponik adalah cara menanam tanpa menggunakan tanah sebagai medianya, melainkan hanya menggunakan media air yang diisi dengan larutan bernutrisi tinggi. Adanya penggunaan air ini dinilai lebih efisien karena teknik ini cocok untuk lokasi tanpa pasokan air yang terbatas.

Hal tersebut tentunya akan berbeda dengan bisnis agrobisnis yang biasanya cenderung mempunyai wilayah dan juga pasokan air yang banyak. Beberapa contoh sederhana dari tanaman hidroponik adalah tanaman tomat, paprika, terong, cabai, dan juga stroberi

Sedangkan untuk jenis tanaman sayur yang bisa menggunakan cara penanaman hidroponik adalah bayam brokoli, kangkung, selada air, sawi, kemangi, dan daun seledri.

Apa Saja Metode Hidroponik?

Secara umum, terdapat enam metode hidroponik yang bisa diterapkan dalam melakukan kegiatan hidroponik. Ke enam metode tersebut adalah metode drip, wick, aeroponik, nutrisi film, EBB dan Flow, serta Water Culture

  • Metode Drip

Metode ini seringkali juga disebut dengan metode sistem tetes, yaitu dilakukan dengan memanfaatkan tetesan air bernutrisi pada tiap tanaman. Tanaman air ini nantinya diberi waktu tertentu untuk diatur menggunakan timer dalam memompa penyaluran air metode ini sedikit agak rumit untuk dikerjakan, namun tidak membutuhkan biaya yang cenderung lebih mahal.

  • Metode Wick

Metode wick adalah salah satu sistem dalam melakukan hidroponik yang sangat mudah untuk dilakukan. Jadi, yang dilakukan adalah meletakkan tanaman pada suatu tempat penyimpanan air. Cara ini akan memerlukan sistem kapiler dengan memanfaatkan media tali dan kain untuk menyerap air yang sebelumnya sudah di nutrisi secara perlahan untuk disalurkan kembali pada tanah yang subur,

  • Metode Aeroponik

Metode aeroponik adalah metode yang menggunakan sistem pengairan yang sebelumnya sudah dikabutkan dan dialirkan ke akar tanaman, sehingga tanaman akan lebih mudah dalam menyerap larutan nutrisi yang memiliki kandungan oksigen.  Namun, metode aeroponik ini menjadi salah satu metode yang paling sulit dan paling mahal, namun bagusnya metode ini tidak membutuhkan tempat yang terlalu banyak atau besar.

  • Metode Nutrient Film

Metode ini dilakukan dengan cara mengalirkan nutrisi yang terlarut dengan air secara terus menerus tanpa menggunakan pengaturan waktu atau timer pada mesin pompanya.

Dalam hal ini, nutrisi yang dialirkan akan mengalir ke dalam gully dan melewati akar tanaman untuk kemudian kembali lagi ke penampungan air. Metode ini adalah cara yang paling populer dalam menerapkan konsep hidroponik.

  • Metode EBB dan Flow

Metode EBB dan Flow adalah metode yang memanfaatkan timer yang mengatur waktu tertentu untuk mengalirkan nutrisi yang ada pada tanaman dan dalam waktu yang sebelumnya sudah ditentukan. Metode ini juga memanfaatkan tabung untuk mengalirkan air yang berlebih agar kesehatan tanaman bisa terjaga dengan baik.

  • Metode Walter Culture

Metode walter culture adalah metode hidroponik yang dianggap paling sederhana dan tidak merepotkan. Metode ini memanfaatkan wadah untuk bisa menyangga tumbuhan yang dibuat dari styrofoam dan mengapung langsung dengan nutrisi.

Lalu, metode ini akan menggunakan pompa yang berfungsi untuk mengalirkan udara ke dalam batu air yang membuat gelembung oksigen ke akar tanaman.

Peluang Pemasaran Tanaman Hasil Sistem Hidroponik

Perlu Anda ketahui bahwa bisnis pertanian dengan sistem hidroponik ini kian hari kian digemari. Nah, untuk Anda yang tertarik untuk melakukan bisnis ini, maka ada teknik pemasaran yang harus Anda perhatikan.

  • Bekerjasama dengan Kelompok Tani

Anda bisa bekerjasama dengan koperasi kelompok usaha tani dengan cara melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Dengan menggunakan koperasi ini, maka kegiatan pemasaran Anda akan menjadi lebih mudah karena Anda bisa menjual berbagai produk tersebut tanpa adanya nominal jumlah. Namun, bersiaplah karena harga yang ditawarkan ternyata lebih tinggi daripada harga di pasaran

  • Memasok Hasil Pertanian ke Restoran atau Usaha Katering

kebutuhan akan buah dan sayuran pada usaha catering memiliki sifat yang berkelanjutan. Sehingga, Anda bisa menggunakan peluang tersebut untuk menyediakan berbagai pasokan sayur dan buah yang segar. Secara permintaan memang akan terlihat lebih kecil, namun usaha ini memiliki peluang yang besar untuk dilakukan

  • Menjualnya secara Langsung ke Pasar

cara terakhir yang bisa Anda lakukan untuk memasarkan produk hidroponik Anda adalah ke pasar tradisional maupun menjualnya secara langsung dengan sosial media. Peluan ini sangat baik mengingat semakin banyaknya orang yang mulai sadar untuk mengonsumsi buah dan sayuran setiap hari.

Baca juga: Tips Dalam Membangun Kedai Kopi yang Menguntungkan

Penutup

Itulah penjelasan tentang urban farming yang dilakukan dengan metode hidroponik. Hal terpenting yang harus dilakukan dalam melakukan urban farming adalah tentang bagaimana Anda mampu memanfaatkan lahan yang sempit agar mampu melakukan cocok tanam semaksimal mungkin.

Jadi, apakah Anda berminat untuk melakukan urban farming dengan menggunakan konsep hidroponik dan berminat untuk menjadi seorang wirausaha urban farming?

Namun, selain mengetahui metode cocok tanam yang bagus dalam melakukan urban farming, sebagai seorang pebisnis urban farming juga Anda harus mampu mengelola keuangan bisnis Anda secara tepat dan benar. Nah, untuk membantu Anda dalam melakukan hal tersebut, Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online adalah aplikasi akuntansi yang mudah digunakan dan sangat praktis, bahkan oleh Anda yang tidak memiliki pengetahuan tentang akuntansi sekalipun.

Dengan menggunakan aplikasi akuntansi ini, maka Anda akan lebih mudah dalam melakukan berbagai proses akuntansi, mulai dari laporan arus kas, laporan laba rugi, hingga laporan keuangan.

Accurate Online juga akan memudahkan Anda dalam melakukan berbagai proses akuntansi yang rumit. Selain itu, Anda juga bisa mengelola stok barang, aset perusahaan, sampai dengan mengelola utang-piutang perusahaan secara instan. Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

Nat

Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.