Tips Mudah Cara Menentukan Harga Jual Makanan

oleh | Jun 6, 2024

source envato.

Cara Menentukan Harga Jual Makanan Secara Mudah

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa bisnis produk makanan adalah bisnis yang akan selalu eksis.

Pasalnya, makanan adalah kebutuhan dasar manusia. Namun dalam menjalankan bisnis ini, bagaimana cara menentukan harga jual makanan?

Menentukan harga makanan secara tepat akan mampu membantu Anda untuk bisa memperoleh pengembalian modal dan juga keuntungan agar bisa tetap berbisnis.

Harga yang tepat dan layak tentunya akan bisa menarik minat serta kesetiaan pelanggan.

Sebaliknya, bila Anda salah dalam hal menetapkan harga, maka bisa dipastikan bisnis Anda bisa mengalami kerugian, dan bahkan bangkrut. Tentunya masalah tersebut tidak ingin Anda rasakan.

Nah untuk itu, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan cara dalam menentukan harga jual makanan secara mudah dan tepat, khusus untuk Anda.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Makanan

Menentukan harga jual makanan dalam bisnis merupakan keputusan penting yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Berikut adalah beberapa faktor utama yang mempengaruhi harga jual makanan dalam bisnis:

1. Biaya Produksi

  • Bahan Baku: Harga bahan baku seperti sayuran, daging, bumbu, dan bahan lainnya secara langsung mempengaruhi biaya produksi. Fluktuasi harga bahan baku di pasar juga mempengaruhi harga jual.
  • Biaya Tenaga Kerja: Gaji karyawan yang terlibat dalam produksi makanan, mulai dari koki hingga staf dapur.
  • Biaya Overhead: Termasuk sewa tempat, utilitas (listrik, air, gas), peralatan, dan perlengkapan dapur.

2. Segmen Pasar

  • Demografi: Target pasar seperti usia, pendapatan, dan preferensi konsumen. Misalnya, makanan yang ditujukan untuk kalangan menengah ke atas bisa dijual dengan harga lebih tinggi.
  • Lokasi: Tempat bisnis beroperasi, apakah di pusat kota, daerah perkantoran, sekolah, atau perumahan, yang mempengaruhi daya beli konsumen.

3. Kompetisi

  • Harga Kompetitor: Harga yang ditetapkan oleh bisnis sejenis di sekitar Anda. Analisis harga kompetitor penting untuk menetapkan harga yang kompetitif namun tetap menguntungkan.
  • Diferensiasi Produk: Makanan dengan nilai tambah seperti bahan organik, layanan khusus, atau resep unik bisa dijual dengan harga lebih tinggi.

4. Permintaan dan Penawaran

  • Musiman: Beberapa bahan baku dan produk memiliki harga musiman yang dapat mempengaruhi harga jual. Contohnya, buah-buahan tertentu mungkin lebih mahal saat tidak musim.
  • Tren Konsumen: Tren makanan terbaru dapat meningkatkan permintaan dan memungkinkan harga jual yang lebih tinggi.

5. Strategi Penetapan Harga

  • Harga Berbasis Biaya: Menetapkan harga berdasarkan biaya produksi ditambah margin keuntungan yang diinginkan.
  • Harga Berbasis Nilai: Menetapkan harga berdasarkan nilai yang dirasakan konsumen dari produk tersebut.
  • Harga Psikologis: Strategi harga seperti Rp 9.999 dibandingkan Rp 10.000 untuk menarik konsumen secara psikologis.

6. Regulasi dan Pajak

  • Kebijakan Pemerintah: Regulasi seperti pajak makanan dan minuman, upah minimum, dan persyaratan kesehatan dapat mempengaruhi harga jual.
  • Subsidi dan Insentif: Kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi pada bahan baku tertentu bisa menurunkan biaya produksi.

7. Biaya Distribusi dan Logistik

  • Pengiriman: Biaya pengiriman bahan baku dan produk jadi. Makanan yang perlu diimpor atau dikirim dari jarak jauh akan memiliki biaya distribusi yang lebih tinggi.
  • Pengemasan: Biaya untuk kemasan yang menarik dan sesuai standar kesehatan juga mempengaruhi harga jual.

8. Teknologi dan Inovasi

  • Automasi: Penggunaan teknologi dalam produksi makanan dapat menurunkan biaya tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi.
  • Inovasi Produk: Makanan inovatif yang memerlukan teknik khusus atau bahan unik mungkin dijual dengan harga lebih tinggi.

9. Branding dan Marketing

  • Citra Merek: Brand yang sudah terkenal dan memiliki reputasi baik dapat menetapkan harga yang lebih tinggi.
  • Promosi: Strategi promosi dan diskon juga mempengaruhi harga jual. Penawaran khusus bisa menarik pelanggan, tetapi harus diimbangi dengan perhitungan keuntungan yang tepat.

Contoh Praktis

Misalkan Anda menjual burger dengan bahan baku berkualitas tinggi. Biaya produksi burger tersebut adalah Rp 15.000.

Anda ingin menetapkan margin keuntungan 40%. Maka harga jualnya akan dihitung sebagai berikut:

  • Biaya Produksi: Rp 15.000
  • Keuntungan 40%: 0.4 x Rp 15.000 = Rp 6.000
  • Harga Jual: Rp 15.000 + Rp 6.000 = Rp 21.000

Dengan memperhatikan semua faktor di atas, Anda dapat menetapkan harga jual yang kompetitif dan menguntungkan untuk produk makanan Anda.

Baca juga: Pengertian Target Pricing dan Strategi Menerapkannya

Bagaimana Cara Menghitung Harga Jual Makanan dengan Tepat?

1. Menentukan Harga Jual Makanan dengan Persentase

Cara menentukan harga jual makanan yang pertama adalah dengan menghitungnya secara persentase.

Cara ini dilakukan dengan menghitung modal secara menyeluruh, seperti biaya pembelian bahan baku, dan lain sebagainya.

Lalu, Anda harus membaginya ke target persentase modal di setiap makanan tersebut.

Biasanya, perhitungan ini digunakan pada bisnis kuliner yang menjadikan harga makanan menjadi satu-satunya sumber pendapatan.

Hal tersebut nantinya akan mempengaruhi margin dari setiap harga makanan dan juga modal, kebutuhan operasional bisnis, gaji pegawai, sewa tempat, dan lain sebagainya.

Dengan cara ini, Anda bisa memastikan modal yang dibutuhkan untuk setiap satu porsi makanan yang tidak lebih dari 50% harga yang sudah ditentukan.

Tujuan dari dilakukannya pemilihan ini adalah agar semua biaya operasional yang Anda keluarkan bisa tertutupi dari pendapatan, dan Anda tidak mengalami kerugian.

Baca juga: Cara Menghitung Harga Jual Paling Mudah, Pasti Untung!

2. Bandingkan Harga Kompetitor

Cara menentukan harga jual makanan yang kedua adalah dengan melakukan analisis kompetitor dan melakukan perbandingan.

Tujuannya adalah agar Anda bisa mendapatkan gambaran terkait alasan kompetitor tersebut mendapatkan banyak pelanggan.

Bila saat ini Anda baru mulai menjalankan bisnis, ada baiknya bagi Anda untuk terlebih dahulu fokus pada unsur volume penjualan.

Karena, masa awal adalah masa dimana Anda harus menarik minat banyak konsumen lewat produk dan juga layanan yang akan Anda tawarkan.

Cara seperti ini banyak digunakan di berbagai jenis, sehingga Anda bisa menggunakannya juga.

Saat Anda sudah melakukan analisis harga kompetitor, nantinya Anda akan lebih leluasa dalam menentukan harga.

Anda bisa menentukan harga di bawah atau di atas harga kompetitor Anda.

Lebih lanjut lagi, pastikanlah nilai dan kualitas yang Anda berikan sudah pas dengan harga dan juga ekspektasi dari pelanggan.

Jadi, jangan terlalu mahal atau murah menjualnya, karena hal tersebut nantinya bisa memberikan dampak negatif pada bisnis Anda.

Misalnya, jika Anda memberikan harga yang terlampau murah, pastinya kualitas produk yang akan Anda hadirkan tidak bisa terlalu maksimal.

Jika Anda lebih memilih untuk mengorbankan kualitas, maka kemungkinkan pelanggan Anda hanya akan membeli produk Anda satu kali saja, karena rasa produk makanan yang Anda jual kurang nikmat.

Lantas, bagaimana cara yang tepat agar Anda bisa tetap mendapatkan banyak pelanggan meskipun menetapkan harga yang lebih mahal?

Saat Anda melakukan analisis kompetitor, Anda bisa melihat unsur apa saja yang masih kurang dan bisa Anda kembangkan di dalam bisnis.

Bila Anda bisa menambahkan beberapa poin, maka hal tersebut akan memberikan nilai lebih pada bisnis Anda.

3. Menghitung Seluruh Biaya Produksi dan Packaging

Cara ketiga dalam hal cara menentukan harga jual makanan adalah dengan melakukan kalkulasi terlebih dahulu pada semua biaya produksi dan harga distribusi dari setiap produk yang Anda jual.

Hitunglah modal yang Anda perlukan untuk satu menu, termasuk di dalamnya berbagai bahan yang diperlukan, seperti biaya pengiriman, pengemasan, dan lain sebagainya.

Bila Anda sudah menemukan semua biaya yang Anda butuhkan, maka Anda hanya harus menghitung margin keuntungan dari modal tersebut.

Baca juga: Cara Menentukan Harga Jual Sebuah Produk atau Layanan

Penutup

Demikianlah cara menentukan harga jual makanan yang bisa Anda lakukan. Ketiga cara diatas tentunya bisa langsung Anda praktekan sendiri untuk memulai bisnis makanan Anda.

Anda tidak perlu merasa khawatir dan meragukan harga yang sudah Anda terapkan, karena tentunya Anda masih bisa melakukan evaluasi harga yang sudah Anda terapkan sebelumnya.

Bila memang harganya masih kurang diterima, maka Anda kemungkinan bisa melakukan beberapa penyesuaian tertentu.

Untuk tujuan tersebut, sebaiknya Anda mulai menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online adalah aplikasi bisnis yang dikembangkan dengan menggunakan teknologi cloud computing berbasis website.

Di dalamnya juga sudah dilengkapi tingkat keamanan yang tinggi. Sehingga Anda bisa mengakses aplikasi ini secara nyaman di mana saja dan kapan saja Anda perlukan.

Accurate Online pun sudah dipercaya oleh lebih dari ratusan ribu pebisnis di Indonesia, mulai dari perusahaan kecil dan menengah, hingga perusahaan berskala besar.

Aplikasi ini mampu menyajikan data penjualan secara lengkap agar Anda bisa melakukan evaluasi toko secara lebih mudah ke depannya.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat.

Accurate Online juga dilengkapi dengan berbagai fitur dan modul yang akan mempermudah Anda untuk mengelola bisnis agar bisa semakin efisien, seperti fitur penjualan, pembelian, persediaan, perpajakan, dan lain sebagainya.

Tunggu apa lagi? Ayo coba dan gunakan Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini.

bisnisukmbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Natalia
Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.

Artikel Terkait