Cara Menentukan Harga Jual Produk atau Layanan

Diterbitkan: 07 Jan 2021 | Diperbarui: 12 Agu 2026 | Ditulis oleh: Dhamar Januaji
Cara Menentukan Harga Jual Produk atau Layanan

Poin penting


  • Harga jual adalah nilai yang dibebankan kepada pelanggan dan harus mampu menutup biaya sekaligus memberikan keuntungan.

 

  • Strategi penetapan harga penting untuk menjaga margin keuntungan, daya saing, dan minat beli pelanggan.

 

  • Faktor penentu harga jual meliputi biaya produksi, target keuntungan, daya beli konsumen, harga kompetitor, nilai produk, permintaan pasar, positioning brand, dan kondisi ekonomi.

 

  • Metode penetapan harga dapat dipilih sesuai kebutuhan bisnis, mulai dari harga eceran, cost-plus pricing, competitive pricing, hingga premium pricing.

 

  • Cara menentukan harga jual dimulai dari menghitung total biaya, menetapkan target keuntungan, melakukan riset pasar, menentukan positioning, memilih metode, menguji harga, lalu mengevaluasinya secara berkala.

Apakah Anda seorang pemilik bisnis dan sudah menemukan cara menentukan harga jual produk atau layanan yang Anda sediakan dengan cara yang tepat?

Pada dasarnya, bisnis membutuhkan uang untuk bertahan hidup. Modal tidak hanya dapat digunakan untuk pembelian bisnis jangka pendek, tetapi juga dapat digunakan untuk investasi jangka panjang dalam pertumbuhan perusahaan.

Cara utama perusahaan mendapatkan uang adalah dengan menjual produk atau layanan mereka. Dan sekitar 75% pendapatan perusahaan berasal dari produk standarnya.

Bagaimana Anda menentukan harga jual pada produk-produk ini dapat menjadi keputusan yang menentukan atau menghancurkan bisnis Anda. Harganya harus cukup tinggi untuk menutupi biaya produksi, tetapi cukup masuk akal sehingga calon pembeli bersedia membelinya.

Tapi, bagaimana cara terbaik untuk menentukan harga jual produk Anda? Mari dalami dan temukan prosesnya.

Mengenal Lebih Jauh tentang Harga Jual

Harga jual adalah sejumlah uang yang dibebankan kepada pelanggan untuk memperoleh produk atau layanan.

Penetapannya harus mampu menutup seluruh biaya bisnis sekaligus memberikan keuntungan yang sesuai dengan target.

Harga yang terlalu rendah dapat membuat margin tipis atau bahkan menyebabkan kerugian. Sebaliknya, harga yang terlalu tinggi berisiko menurunkan minat beli dan membuat pelanggan beralih ke kompetitor.

Karena itu, menentukan harga jual perlu mempertimbangkan biaya produksi, target keuntungan, harga pesaing, daya beli konsumen, serta nilai yang dirasakan pelanggan.

Mengapa strategi penetapan harga penting?

Strategi penetapan harga penting karena ia menentukan nilai yang layak dibuat produk Anda dan untuk digunakan pelanggan Anda.

Hal ini juga memungkinkan Anda untuk memaksimalkan margin keuntungan, ditambah menciptakan keunggulan kompetitif dengan menetapkan harga yang membantu mempertahankan pangsa pasar.

Baca juga: Harga Pokok Penjualan (HPP): Cara Hitung, Rumus, Contoh

Faktor-Faktor yang Menentukan Harga Jual

Sebelum menetapkan harga, ada beberapa faktor yang perlu diperhitungkan agar harga produk tidak hanya menguntungkan, tetapi juga sesuai dengan kondisi pasar.

1. Biaya Produksi dan Operasional

Hitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan dan menjual produk, mulai dari bahan baku, tenaga kerja, pengemasan, distribusi, hingga biaya pemasaran dan operasional.

2. Target Margin Keuntungan

Tentukan berapa besar keuntungan yang ingin diperoleh dari setiap produk. Target margin ini akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan harga jual.

3. Daya Beli Target Pasar

Harga harus disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik pelanggan yang menjadi target bisnis. Produk dengan target pasar berbeda tentu dapat memiliki tingkat harga yang berbeda pula.

4. Harga Pesaing

Perhatikan harga produk serupa yang ditawarkan kompetitor. Data ini dapat membantu Anda menentukan apakah produk akan diposisikan lebih murah, setara, atau lebih mahal berdasarkan nilai yang ditawarkan.

5. Nilai Produk bagi Pelanggan

Produk yang menawarkan kualitas, fitur, pelayanan, atau pengalaman yang lebih baik dapat memiliki harga lebih tinggi karena memberikan nilai yang lebih besar bagi pelanggan.

6. Permintaan dan Kondisi Pasar

Tingkat permintaan juga memengaruhi harga jual, ketika permintaan tinggi dan produk memiliki keunikan tertentu, bisnis memiliki ruang yang lebih besar untuk menetapkan harga premium.

7. Posisi dan Citra Brand

Brand yang diposisikan sebagai produk premium biasanya memiliki strategi harga yang berbeda dari brand yang mengutamakan harga ekonomis. Karena itu, harga harus konsisten dengan positioning yang ingin dibangun.

8. Kondisi Ekonomi

Inflasi, perubahan daya beli, nilai tukar, hingga kondisi ekonomi secara keseluruhan dapat memengaruhi biaya dan kemampuan pelanggan dalam berbelanja.

Faktor ini perlu diperhatikan terutama ketika menetapkan harga untuk jangka panjang.

Baca juga: Tips Mudah Cara Menentukan Harga Jual Makanan

Metode-metode dalam Menentukan Harga Jual

Setiap bisnis membutuhkan strategi penetapan harga yang tepat agar produk tetap menarik bagi pelanggan sekaligus memberikan keuntungan yang sehat.

Karena itu, selain mempertimbangkan biaya dan kondisi pasar, Anda perlu memilih metode penetapan harga yang sesuai dengan karakteristik produk dan target konsumen.

Berikut beberapa metode penetapan harga yang dapat Anda pertimbangkan:

1. Harga Eceran

Harga eceran ditentukan dengan menambahkan markup tertentu pada biaya produk. Besarnya markup dapat disesuaikan dengan kondisi bisnis, seperti biaya operasional, permintaan, dan harga pasar.

Rumus:

Harga eceran = [Biaya item ÷ (100 – persentase markup)] × 100

Contohnya, produk dengan biaya Rp15.000 dan markup 45% memiliki harga eceran sekitar Rp27.000.

2. Penetapan Harga Keystone

Strategi keystone pricing menetapkan harga jual dengan menggandakan biaya grosir produk. Metode ini sederhana dan dapat membantu menjaga margin keuntungan.

Namun, harga tersebut perlu disesuaikan dengan permintaan, biaya operasional, dan tingkat persaingan. Produk unik atau memiliki biaya penanganan tinggi mungkin membutuhkan markup lebih besar.

3. Harga Eceran Tertinggi yang Dianjurkan Produsen (HET)

HET merupakan harga yang direkomendasikan produsen kepada pengecer. Strategi ini banyak digunakan untuk produk yang terstandarisasi, seperti elektronik dan peralatan rumah tangga.

4. Harga Ganda

Harga ganda atau product bundling adalah strategi menjual beberapa produk dalam satu paket dengan harga tertentu.

Contohnya, menjual sampo dan kondisioner dalam satu paket dengan harga lebih murah dibandingkan membeli keduanya secara terpisah.

Strategi ini dapat meningkatkan nilai yang dirasakan pelanggan sekaligus mendorong pembelian dalam jumlah lebih banyak.

5. Penetrasi Harga dan Harga Diskon

Strategi ini menetapkan harga lebih rendah untuk menarik pelanggan, meningkatkan penjualan, atau memperkenalkan produk baru.

Diskon juga dapat digunakan untuk menghabiskan stok lama dan menarik konsumen yang sensitif terhadap harga.

6. Loss-Leading Pricing

Loss-leading pricing dilakukan dengan menjual produk tertentu dengan harga sangat rendah untuk menarik pelanggan, kemudian mendorong mereka membeli produk lainnya.

Misalnya, supermarket memberikan diskon besar pada selai kacang untuk mendorong pembelian roti, madu, atau produk pelengkap lainnya.

7. Penetapan Harga Psikologis

Harga psikologis memanfaatkan cara konsumen mempersepsikan angka. Salah satu penerapannya adalah menggunakan harga seperti Rp9.999 dibandingkan Rp10.000 agar produk terlihat lebih murah.

Strategi ini dapat membuat harga terasa lebih terjangkau dan mendorong pembelian impulsif.

8. Penetapan Harga Kompetitif

Strategi ini menentukan harga berdasarkan harga produk pesaing. Bisnis dapat menetapkan harga lebih rendah untuk menarik pelanggan, terutama ketika produk yang ditawarkan relatif serupa.

9. Harga Premium

Premium pricing menetapkan harga lebih tinggi dibandingkan pesaing untuk menciptakan kesan eksklusif, berkualitas, atau bergengsi.

Strategi ini efektif jika produk memiliki kualitas, layanan, pengalaman, atau citra brand yang mampu mendukung harga tersebut.

10. Anchor Pricing

Anchor pricing menampilkan harga awal atau harga produk yang lebih tinggi sebagai pembanding untuk membuat harga promosi terlihat lebih menarik.

Contohnya, produk yang awalnya Rp200.000 ditampilkan sedang diskon menjadi Rp149.000. Harga Rp200.000 menjadi anchor yang membuat pelanggan merasa mendapatkan penghematan.

11. Price Skimming

Price skimming menetapkan harga tinggi ketika produk pertama kali diluncurkan, kemudian menurunkannya secara bertahap untuk menjangkau konsumen yang lebih sensitif terhadap harga.

Strategi ini umumnya digunakan untuk produk baru, inovatif, atau memiliki tingkat permintaan tinggi.

12. Cost-Plus Pricing

Cost-plus pricing menentukan harga jual dengan menambahkan persentase keuntungan tertentu di atas total biaya produk.

Rumus:

Harga jual = Total biaya + (Total biaya × markup)

Misalnya, total biaya produksi sebuah produk adalah Rp45.000 dan markup yang ditetapkan 35%, maka harga jualnya sekitar Rp60.750.

13. Penetapan Harga Ekonomis

Strategi harga ekonomis menetapkan harga relatif rendah untuk menarik konsumen yang sensitif terhadap harga dan mengandalkan volume penjualan untuk menghasilkan keuntungan.

Metode ini umum digunakan pada produk komoditas seperti kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Laporan Penjualan Mingguan: Kompas Bisnis di Era Digital

Langkah-langkah Cara Menentukan Harga Jual

Setelah memahami faktor yang memengaruhinya, Anda dapat menentukan harga jual melalui beberapa langkah berikut.

1. Hitung Total Biaya Produk

Catat seluruh biaya yang berkaitan dengan produk, termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja, kemasan, distribusi, pemasaran, dan biaya operasional lainnya.

2. Tentukan Target Keuntungan

Tentukan margin atau nominal keuntungan yang ingin diperoleh dari setiap produk. Pastikan target tersebut realistis dan mampu mendukung kebutuhan bisnis.

3. Riset Harga Pasar dan Kompetitor

Bandingkan harga produk sejenis dari beberapa kompetitor. Selain harga, perhatikan pula kualitas produk, fitur, layanan, dan keunggulan yang mereka tawarkan.

4. Tentukan Posisi Produk

Putuskan apakah produk akan diposisikan sebagai produk ekonomis, menengah, atau premium. Positioning ini akan membantu menentukan rentang harga yang sesuai.

5. Pilih Metode Penetapan Harga

Gunakan metode yang paling sesuai dengan kondisi bisnis, seperti cost-plus pricing, competitive pricing, psychological pricing, atau premium pricing.

6. Uji Harga kepada Pasar

Jangan ragu melakukan pengujian dengan beberapa variasi harga. Perhatikan perubahan volume penjualan, conversion rate, dan respons pelanggan untuk mengetahui harga yang paling optimal.

7. Evaluasi dan Sesuaikan Secara Berkala

Harga jual tidak harus bersifat permanen. Evaluasi harga ketika terjadi perubahan biaya produksi, kondisi pasar, perilaku konsumen, atau strategi kompetitor agar tetap relevan dan menguntungkan.

Baca juga: Margin Penjualan: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Kesimpulan

Menentukan harga jual perlu mempertimbangkan biaya, target keuntungan, harga kompetitor, daya beli konsumen, serta nilai produk.

Dengan metode penetapan harga yang tepat dan evaluasi berkala, bisnis dapat menjaga harga tetap kompetitif sekaligus menghasilkan keuntungan yang sehat.

Agar keputusan harga lebih akurat, pastikan Anda memiliki data keuangan yang rapi dan mudah dipantau.

Accurate Online membantu bisnis mengelola transaksi, persediaan, biaya, dan laporan keuangan sehingga Anda dapat menentukan harga jual berdasarkan kondisi bisnis yang sebenarnya.

Kelola keuangan bisnis lebih mudah dengan Accurate Online. Coba gratis sekarang juga dengan klik banner di bawah!

bisnisukmfooter-copy
SIDEBANNER BLOG
Side Banner Blog APOS
Dhamar Januaji
Setelah lebih dari 7 tahun berada di dunia marketing, kini saya turut membagikan pengalaman saya seputar strategi marketing dan bisnis! Selamat membaca!

Artikel Terkait

Solusi Terbaik untuk Masalah Bisnis Anda

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda sekarang dan mulai jalankan bisnis lebih mudah bersama Accurate.

young-woman-glasses-showing-laptop-screen