Cara Menghitung SHU (Surat Hasil Usaha) Badan Koperasi

Untuk para anggota koperasi, SHU bukanlah hal yang asing di telinga mereka. Namun, belum tentu mereka mengetahui cara menghitung SHU. Pada dasarnya, SHU adalah singkatan dari Sisa Hasil Usaha atau laba bersih yang berhasil diperoleh oleh koperasi.

Laba bersih ini bisa disalurkan ke berbagai anggaran, salah satunya adalah untuk para anggota koperasi. Pembagian tersebut harus dilakukan dengan adil dan tidak boleh sembarangan.

Nah, untuk Anda yang masih aktif di koperasi, maka Anda harus mengetahui cara menghitung SHU dengan baik agar bisa meminimalisir adanya kecurangan yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Lalu bagaimana cara menghitung SHU? Dapatkan caranya dengan membaca artikel ini hingga selesai.

Apa Itu SHU?

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang cara menghitung SHU, maka kita harus mengetahui pengertian dari SHU terlebih dahulu.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, SHU adalah sisa hasil usaha atau laba bersih koperasi. Sisa hasil usaha adalah pendapatan yang berhasil didapatkan oleh koperasi dalam kurun waktu satu tahun. Sederhananya, sisa hasil usaha adalah laba bersih yang didapatkan koperasi dari hasil kegiatan penjualan.

Pendapatan tersebut nantinya bisa disebar ke beberapa anggaran, seperti untuk dana cadangan operasional koperasi, atau dibagikan ke seluruh anggota koperasi demi keuntungan bersama.

Koperasi memang sangat memegang teguh prinsip gotong royong. Untuk itu, pendapatan yang sudah diperoleh harus dibagikan secara adil kepada para anggotanya.

Selain itu, para anggotanya juga sering disebut sebagai identitas ganda. Identitas ganda ini menjadi ciri khas tersendiri untuk koperasi, yang mana para anggotanya memiliki peran sebagai pemilik dan sekaligus pengguna jasa.

Karena identitas inilah Anda nantinya jadi bisa membedakan mana koperasi dan mana badan usaha hukum lain.

Pembagian keuntungan tersebut umumnya akan dilakukan setiap kali tutup buku, pada akhir tahun, atau tiga bulan sesudah tutup buku. Tapi, beberapa koperasi ada juga yang membagikannya lewat dari tiga bulan karena alasan tertentu.

Ketentuan tentang pembagian sisa hasil usaha ini sudah diatur di dalam UU No.25 tahun 1992 tentang Perkoperasian pasal 5 ayat 1. Di huruf C, dijelaskan bahwa pembagian sisa hasil usaha harus dilakukan secara adil dan sebanding dengan besarnya kontribusi dan kegiatan dari setiap anggota.

Sederhananya, bila Anda rajin membayar iuran dan belanja di koperasi, maka laba yang Anda peroleh akan lebih banyak. Pun begitu juga sebaliknya.

Baca juga: Pengertian Badan Usaha dan Jenis Badan Usaha yang Ada Di Indonesia

Cara Menghitung SHU Anggota Koperasi 

Menghitung keuntungan yang harus diperoleh setiap anggota memang perkara yang kompleks, khususnya untuk usaha koperasi simpan pinjam. Rumusnya pun bisa dibilang sangat rumit, karena Anda harus melalui empat kali perhitungan.

Nah, rumus menghitung SHU adalah sebagai berikut

SHUa = JUA + JMA

SHUa adalah sisa hasil usaha anggota, JUA adalah Jasa hasil Anggota, dan JMA adalah Jasa modal Anggota.

Dalam menghitung SHUa, maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu angka jasa usaha anggota dan juga jasa modal anggota. Untuk mengetahuinya pun terdapat rumus khusus lagi.

Namun, SHU harus dibagi lagi ke beberapa anggaran lain, jadi tidak hanya untuk para anggotanya saja, namun juga untuk jasa modal, jasa anggota dan cadangan kas koperasi. Persentase pembagian jasa tersebut harus ditentukan dengan berdasarkan hasil musyawarah dari setiap anggota.

Umumnya, cadangan koperasi adalah 40%, jasa modal anggota 25%, jasa modal 20% dan sisanya adalah 15%.

1. Rumus untuk mengetahui Jasa Modal Anggota atau JMA

JMA = (Simpanan anggota : Total simpanan koperasi) x Persentase jasa modal x SHU

2. Rumus Untuk Mengetahui Jasa Usaha Anggota (JUA) 

Di dalam koperasi simpan pinjam, terdapat dua jenis jasa usaha anggota, yakni jasa pinjaman dan jasa penjualan. Jasa penjualan harus diberikan kontribusi dalam melakukan pembelian di koperasi, sedangkan jasa pinjaman bisa diperoleh dari kegiatan melakukan pinjaman.

Namun, yang biasanya dihitung adalah jasa penjualannya, yang mana rumusnya adalah sebagai berikut:

JUA = (Penjualan anggota : Total penjualan koperasi) x Persentase Jasa Modal Anggota x Sisa Hasil Usaha

Baca juga: Biaya Provisi Adalah: Pengertian, Karakteristik, dan Cara Menghitungnya

3. Contoh Kasus dan Cara Menghitung SHU Koperasi 

Agar lebih mudah dalam memahami cara menghitung SHU, mari kita perhatikan contoh di bawah ini.

Katakanlah SHU Koperasi Simpan Pinjam dari Desa Rembulan mempunyai SHU di tahun 2020 sebanyak Rp 40.000.000. Nah, berdasarkan persetujuan anggota di dalam musyawarah AD/ART, persentase pembagian SHU adalah 20% untuk jasa modal, 25% untuk jasa modal anggota, 40% untuk cadangan kas koperasi, dan 15% untuk lain-lainnya.

Jumlah simpanan kas anggota dari koperasi Desa Rembulan ini adalah sebesar Rp 60.000.000 dan penjualan yang terjadi di tahun 2020 adalah sebesar Rp 100.000.000.

Rio adalah salah satu anggotanya, yang mempunyai simpanan pokok sebesar Rp 2.000.000 dan simpanan wajib sebesar Rp 4.000.000. Rio pun sudah melakukan belanja di koperasi sebanyak Rp 2.000.000. Lalu, berapakan SHU anggota yang akan Rio terima?

Jadi, bisa kita ketahui bahwa:

  • SHU Koperasi Desa Rembulan adalah sebesar Rp 40.000.000
  • Jasa Modal adalah 20%
  • Jasa Modal Anggotanya adalah 25%
  • Total simpanan Rio (pokok+wajib) adalah sebesar Rp 6 juta
  • Penjualan anggota (belanja Rio) adalah sebesar Rp 2 juta
  • Total penjualan koperasi adalah sebesar Rp 100 juta

Nah, untuk menghitungnya, kita bisa menggunakan rumus berikut:

Sisa Hasil Usaha anggota = Jasa Modal (JMA) + Jasa Usaha (JUA)

Jadi, perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Jasa Modal (JMA) Rio= (6.000.000 : 60.000.000) x 20% x 40.000.000 = Rp 800.000
  • Jasa Usaha (JUA) Rio= (2.000.000 : 100.000.000) x 25% x 40.000.000 = Rp 200.000

Nah, SHU Koperasi Rio di tahun 2020 adalah sebanyak Rp 800.000 + Rp 200.000= Rp 1.000.000.

Baca juga: Mengetahui Pengertian Koperasi Dan Peran Koperasi Di Indonesia

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang sisa hasil usaha dan cara menghitung SHU. Jika Anda saat ini sudah menjadi salah satu anggota koperasi, maka Anda bisa coba menghitung SHU Anda dengan menggunakan cara di atas agar bisa mengetahui keuntungan yang bisa Anda peroleh.

Bila lumayan besar, maka Anda harus bisa mengelolanya dengan baik dan mencatatnya di dalam laporan keuangan secara tepat. Nah, kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan, terlebih lagi untuk bisnis.

Namun, saat ini sudah ada software yang mampu membantu Anda dalam melakukan kegiatan tersebut, yaitu Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi dan bisnis yang mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis pada Anda secara otomatis, cepat dan akurat.

Selain itu, aplikasi berbasis cloud ini juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur luar biasa yang akan membuat operasional bisnis Anda berjalan lebih efektif dan efisien.

Lebih menariknya lagi, aplikasi ini bisa Anda nikmati dengan biaya investasi yang cukup terjangkau, yaitu 200 ribuan saja perbulannya.

Tapi, Anda bisa lebih dulu mencoba berbagai kelebihan dan fitur menarik dari Accurate Online dengan klik banner di bawah ini.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Nat

Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.