Bingung Mencari Ide Nama Brand? Coba Ikuti 7 Tips Ini!

Nama brand merupakan salah satu komponen terpenting dalam sebuah bisnis. Pasalnya, komponen tersebut merepresentasikan produk atau bisnis secara keseluruhan. Karena itu, pemberian nama tidak boleh dilakukan asal-asalan. Namun, pencarian ide nama brand juga bukanlah hal yang mudah.

Nama brand yang baik adalah yang bisa mewakili bisnis secara menyeluruh dari segala aspek. Dimana identitas bisnis dapat mengakar kuat pada nama brand tersebut. Nama brand pun harus menarik dan unik agar konsumen lebih tertarik dan mudah untuk mengingatnya.

Lantas, bagaimana cara mencari ide nama brand yang baik dan menarik? Berikut ini tujuh tips yang bisa Anda ikuti dalam pencarian sebuah ide nama brand.

7 Tips Mencari Ide Nama Brand

1. Bandingkan dengan Brand Serupa  

Hal pertama yang bisa dilakukan dalam proses pencarian ide nama brand adalah membandingkannya dengan brand atau bisnis serupa. Kita bisa memetakan brand serupa serta menganalisis brand mana yang terkenal dan kurang terkenal.

Dari sini, kita bisa menemukan hal-hal apa saja yang membuat suatu brand menjadi terkenal, termasuk unsur dalam nama brand-nya. Kita akhirnya dapat mempertimbangkan nama brand apa yang kira-kira cocok untuk produk kita.

Selain itu, kita pun dapat mengetahui nama brand apa saja yang sudah ada di pasaran. Jangan sampai nama brand produk kita sama dengan yang sudah ada.

2. Gunakan Kosakata Umum yang Bersifat Deskriptif

Walau tampak sederhana, penggunaan kosakata yang bersifat umum justru bisa menjadi kekuatan tersendiri. Terlebih apabila kita mampu menggunakannya secara tepat.

Dalam hal ini, kosakata yang dipilih ialah yang juga bersifat deskriptif. Dimana artinya semua orang bisa langsung memahami maksud dari kata tersebut.

Salah satu contohnya yakni Microsoft Internet Explorer. Hampir semua orang mengetahui arti dari kata “internet” dan “explore” ini, bukan? Penggunaan kedua kata ini membuat orang langsung memahami bahwa produk tersebut digunakan untuk menjelajahi internet.

Baca juga: Coin Laundry: Bisnis Modern yang Menjanjikan Banyak Keuntungan

3. Buat Kosakata Khas Sendiri

Terkadang, nama brand juga lebih mudah diingat dan dikenal ketika menggunakan kosakata yang dibuat atau dipelintir secara sembarangan. Meski sedikit melenceng, namun hal itulah yang justru menjadi daya tarik dan keunikan tersendiri.

Namun, pembuatan kosakata khas dalam proses pencarian ide nama brand ini juga harus memperhatikan makna yang terkandung di dalamnya, yakni bermakna baik dan positif.

4. Gunakan Nama Orang atau Daerah

Menggunakan nama orang atau nama daerah untuk sebuah produk biasanya lebih mudah diingat dan dikenali. Biasanya, penggunaan nama orang dalam suatu brand adalah artis atau tokoh publik. Sementara untuk nama daerah yakni menyesuaikan dengan produk khas daerah tersebut.

Beberapa contoh nama brand terkenal yang menggunakan nama daerah ini ialah Indomie dan Kopi Toraja. Siapa saja yang mendengar nama brand tersebut sepertinya akan langsung tahu darimana produk tersebut berasal.

5. Gunakan Akronim

Penggunaan akronim sebagai nama brand memang membutuhkan pemikiran yang dalam dan panjang. Sebab, kita harus memastikan akronim yang dipilih memiliki kombinasi yang pas dan cocok sehingga mudah untuk diingat.

Salah satu brand besar Indonesia yang menggunakan akronim untuk nama brand-nya yaitu CFC atau California Fried Chicken.

Baca juga: Benefit Cost Ratio: Pengertian, Rumus, dan Contoh Perhitungannya

6. Mudah Diucap dan Dieja

Jangan sampai karena terobsesi membentuk kosakata yang unik dan menarik, kita melupakan hal penting seperti kemudahan kata untuk diucap, dieja, dan didengar. Cobalah untuk melihat dari sudut pandang konsumen, apakah nama brand yang kita pikirkan mudah untuk diucap dan dieja oleh mereka.

Salah satu contoh brand yang mudah diingat yakni Gojek, yang berangkat dari kata “go” dan “ojek”. Bayangkan apabila kata tersebut dipisah menjadi “Go-Ojek”. Lebih sulit diucapkan daripada jika digabung seperti “Gojek”, bukan?

7. Mencerminkan Produk

Tips terakhir dalam proses pencarian ide nama brand yakni pilihlah nama yang dapat mencerminkan produk bisnis kita dengan baik. Selain apa yang dijual, nama brand juga bisa mengandung target dari pasar bisnis kita.

Misalnya, kita mempunyai bisnis pakaian yang targetnya adalah perempuan. Kita bisa saja memakai nama brand seperti “Female Wear” yang jelas mencerminkan apa yang kita jual.

Dengan begitu, akan lebih mudah bagi kita untuk melakukan proses branding dan pengenalan bisnis pada masyarakat.

Baca juga: Carbon Trading: Ini Pengertian, Kelebihan dan Kekurangannya

Penutup

Nama brand memegang peranan penting dalam pemasaran sebuah produk bisnis. Hal ini disebabkan karena nama brand adalah yang pertama dilihat dan didengar oleh orang sekaligus sebagai sebuah representasi produk bisnis. Karena itu, pemilihan nama brand harus dilakukan dengan cermat.

Seperti diketahui, proses pencarian ide nama brand bukanlah hal yang mudah. Dalam hal ini, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengikuti tujuh tips yang sudah diberikan di atas.

Namun, keberhasilan dan keberlangsungan sebuah bisnis tidak hanya bergantung pada pemilihan nama brand, melainkan juga pengelolaan keuangan. Anda perlu mencatat dan mengelola keuangan bisnis Anda secara benar agar terhindar dari masalah finansial yang berujung pada gagalnya bisnis.

Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi seperti Accurate Online yang menawarkan kemudahan dalam mengelola dan membuat laporan keuangan secara lebih cepat, akurat, dan otomatis.

Accurate Online menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis, serta berbagai fitur dan keunggulan yang mudah untuk digunakan. Ratusan ribu pebisnis di Indonesia pun telah menggunakan Accurate Online untuk membantunya dalam mengelola keuangan bisnisnya.

Jika Anda tertarik untuk mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari, silahkan klik banner di bawah ini.