Inkubator Bisnis: Pengertian, Keuntungan, dan Tips Daftar Inkubator Bisnis di Indonesia

Inkubator bisnis sangat diperlukan ketika Anda memiliki rencana untuk membuka usaha rintisan sendiri. Bisnis startup menjadi target dari para inkubator bisnis, agar bisnis tersebut lebih berkembang dan meraih kesuksesan.

Para penggiat startup harus mempersiapkan beberapa hal dengan matang, agar bisa mendapatkan bimbingan dan pendanaan langsung dari inkubator bisnis, meskipun untuk mendaftar dan diterima cukup sulit juga.

Seperti apa proses Inkubator bisnis dalam mengembangakan para pebisnis startup, berikut selengkapnya!

Pengertian Inkubator Bisnis

Dalam dunia bisnis ada suatu istilah yang disebut inkubator bisnis. Inkubator bisnis memiliki pengertian sebagai suatu organisasi yang memberikan program sponsor dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis rintisan (startup).

Incubator bisnis akan menjadi penghubung antara pemilik bisnis dengan angel investor, koalisi pembangunan ekonomi, para investor hingga pihak pemerintah. Hal ini dilakukan agar bisnis startup ini memiliki modal yang cukup kedepannya.

Selain memberikan bantuan dan pinjaman modal, incubator bisnis juga akan membantu dalam hal kelengkapan fasilitas kerja, bimbingan, pelatihan dan lain sebagainya.

Perannya adalah mengarahkan perusahaan dengan skala kecil agar bisa terbentuk dengan susunan manajemen organisasi dan struktur finansial yang baik.

Harapan dari program ini tentunya menjadikan bisnis tersebut dapat bekerja maksimal dan mengalami perkembangan yang signifikan, secara berkelanjutan dan menghasilkan keuntungan.

Semua bisnis rintisan dapat mengikuti program incubator bisnis, dengan memenuhi beberapa persyaratan yang diajukan.

Baca juga: Ingin Menghemat Biaya Bisnis? Perhatikan 11 Hal ini

Inkubator Bisnis dan Akselerator Bisnis

Bagi yang sudah mengetahui inkubator bisnis, istilah ini sering disamakan dengan istilah lainnya yang disebut akselerator bisnis. Padahal, keduanya memiliki perbedaan meskipun sekilas terdengar sama.

Di dalamnya, perusahaan rintisan akan diberikan bantuan berupa modal bisnis, pembuatan produk awal, juga konsep bisnis itu sendiri.

Sementara akselerator bisnis lebih kepada memberikan bantuan pada suatu bisnis yang memiliki produk, dengan jangka waktu lebih pendek, kurang dari tiga bulan.

Keuntungan dan Kerugian Inkubator Bisnis

Meskipun bantuan program Inkubator bisnis ini akan membantu para pebisnis startup yang ingin sukses, namun dibalik keuntungannya ada juga kelemahan dari program ini.

Berikut ini adalah penjelasan tentang keuntungan dan kerugiannya:

  • Keuntungan Inkubator Bisnis

Mendapatkan bantuan persediaan tempat kerja untuk awal merintis bisnis. Para pelaku bisnis startup tentunya lebih hemat biaya di awal.

Pihak inkubator bisnis juga akan membantu mereka untuk mencari semua yang dibutuhkan untuk membangun bisnis Anda.

Selama dalam program bimbingan, Anda juga akan lebih mudah belajar dan memahami suatu hal, karena bisa bertanya langsung kepada orang-orang yang berpengalaman. Anda dan tim bisnis rintisan juga akan lebih menghindari kesalahan ketika sama-sama merintis usaha dari awal.

Perkembangan bisnis Anda juga akan dipantau selama tahun pertama, dan akan dinilai, apakah berjalan kearah yang benar atau sebaliknya.

  • Kerugian Inkubator Bisnis

Meskipun banyak keuntungan yang bisa didapatkan para pebisnis rintisan, ternyata ada juga beberapa aspek kerugiannya. Kerugian yang dimaksud bukanlah dari sisi materi, tetapi lebih kepada sulitnya mendapatkan inkubator bisnis.

Proses aplikasi atau pendaftaran di dalamnya sangat kompetitif. Jika Anda tidak memiliki rencana bisnis yang matang dengan bisnis startup Anda, maka pendaftaran Anda akan ditolak.

Jika sudah masuk ke program inkubator, maka bimbingan akan dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama, sebelum akhirnya bisa berjalan sendiri.

Mendaftar incubator bisnis artinya Anda harus mau beradaptasi dan mengikuti arahan dari tim inkubator tersebut.

Anda dan tim bisnis startup akan menjadi orang yang profesional di bidangnya. Untuk itu, Anda harus menjaga hubungan baik dengan penyedia bantuan inkubasi ini. Sebagian orang merasa bergabung di dalam inkubator akan merasa terkekang dan sulit untuk dilakukan. Namun, semua arahan ini harus dilakukan.

Inkubator Bisnis di Indonesia

Meskipun bergabung di program Inkubator bisnis bisa dibilang “gampang-gampang susah”, Anda mesti tetap bersemangat untuk mengembangkan bisnis startup Anda di Indonesia. Sebagai informasi, berikut ini daftar inkubasi yang ada di Indonesia:

1. IDX Inkubator

Pertama ada program inkubator bisnis IDX Inkubator, yang dibentuk oleh Bursa Efek Indonesia. Program inkubator yang ditawarkan adalah mentoring ke berbagai investor dan perusahaan yang ada di Bursa saham.

Bagi tim bisnis rintisan, IDX inkubator akan menyediakan beberapa fasilitas seperti ruang rapat, ruang kerja, ruang untuk pelatihan hingga koneksi internet yang baik.

2. Indigo Inkubator

Indigo incubator adalah program inkubator dari Telkom yang sudah ada sejak tahun 2013. Setiap tahunnya terdapat 2 program batch yang diselenggarakan.

Agar mendapatkan inkubator Indigo, Anda dan tim harus melalui serangkaian proses tertulis dan wawancara terlebih dulu. Jika lolos, maka tim startup Anda akan mengikuti program inkubasi selama 6 bulan yang berlokasi di Bandung Digital Valley atau di Jogja Digital Valley.

3. BNV Labs

Beroperasi sejak tahun 2017 lalu, program inkubator bisnis BNV Labs dari Bank Bukopin ini, menjadi salah satu incubator bisnis terpercaya.

Bekerja sama dalam program Inkubator di BNV labs sepertinya sangat mendukung para startup fintech dalam mengembangkan bisnisnya. Beberapa startup lokal pernah bekerja sama dengan BNV, seperti Jojonomic, eFishery, Reblood dan lain sebagainya.

4. Kolaborasi

Anda yang berasal dari Bandung juga bisa bekerja sama dengan inkubator Kolaborasi. Program yang ditawarkan lebih fokus pada bisnis offline dan online.

Mau tahu siapa saja alumni yang pernah dibimbing program Kolaborasi? Mereka adalah Mata Ilmu, Collective Found dan Crowde.

5. Antler

Antler merupakan program inkubator yang berasal dari Singapura dan sedang melirik pebisnis di Indonesia. Program yang ditawarkan tentunya sangat baik, terbukti beberapa bisnis startup seperti Base, Robin, Motoran dan Bubays, berhasil sukses hingga sekarang.

Tips Daftarkan Startup ke Inkubator Bisnis

Inkubator bisnis adalah jalan bagi para pengusaha startup untuk mengembangkan bisnisnya dengan lebih mudah. Meskipun begitu, masuk ke inkubator  tidaklah mudah.

Diperlukan persiapan yang sangat matang agar ketika mendaftar ke incubator bisnis Anda dan tim Anda mendapatkan semua hal mulai dari bimbingan, pendanaan dan fasilitas.

Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum daftar Inkubator bisnis? Berikut ini ulasannya:

  • Melakukan Riset

Setiap inkubator di Indonesia memiliki program yang berbeda-beda. Anda harus melakukan riset terlebih dulu tentang beberapa aspek, seperti siapa mentornya, dimana lokasinya, dan bagaimana untuk program dan kurikulum bisnisnya.

  • Mendaftar di Saat yang Tepat

Jika Anda baru saja merumuskan bisnis startup dengan tim, kemudian belum ada transaksi yang memberikan keuntungan dalam jangka waktu tertentu, maka itu berarti belum ada value yang dihasilkan.

Jika kondisinya seperti itu, sebaiknya jangan dulu mendaftar inkubator bisnis, sebab kemungkinan besar akan ditolak. Startup Anda memerlukan traksi, yaitu kemampuan model bisnis startup untuk memonetisasi value yang didapatkan dari user, mitra, merchant dan lain sebagainya.

  • Buatlah Latar Belakang Bisnis yang Menarik

Mulailah mengetahui apa masalah yang sedang startup Anda coba selesaikan. Solusi apa yang akan ditawarkan untuk masalah tersebut. Perhatikan juga sejarah berdirinya perusahaan rintisan Anda.

Buatlah kisah bisnis ini menjadi lebih menarik dengan permulaan bisnis dan tujuan bisnis yang jelas dan masuk akal.

  • Sempurnakan Pitch

Ini adalah ujung tombak diterimanya bisnis startup Anda dalam suatu inkubator. Pitch merupakan presentasi tentang ide startup yang dimiliki, untuk kemudian ditentukan apakah diterima atau tidaknya di inkubator.  Usahakan fokus pada bagaimana bisnis startup Anda dapat meraih kesuksesan.

Baca juga: Mengetahui Berbagai Jenis Stakeholder dalam Suatu Bisnis

Kesimpulan

Sebagai tim inkubator bisnis yang langsung terhubung dengan para angel investor, hingga pihak pemerintah, penting untuk memiliki laporan keuangan yang jelas dan akurat yang dibutuhkan para startup untuk mengembangkan bisnisnya.

Tidak perlu bingung untuk membuat laporan keuangan secara manual, karna kini ada software akuntansi dan bisnis yang bisa membantu para inkubator dalam membuat laporan keuangan yang lengkap dan akurat, software tersebut adalah Accurate Online.

Dengan pengalaman membantu 300.000 lebih pengusaha di Indonesia dalam membuat laporan keuangan, Accurate online sangat direkomendasikan untuk berbagai jenis bisnis, seperti korporat maupun startup.

Segera berpindah ke Accurate Online dan dapatkan gratis 30 hari untuk mencoba software akuntansi dan bisnis ini, Tunggu apa lagi.accurate1

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Nat

Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.